Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Selasa, 09 Oktober 2018

Latin Surat Maryam Dan Terjemahan Indonesia





Teks Latin Surat Maryam Dan Terjemahan Indonesia - Assalamualaikum sahabat muslimku, Apa kabar kalian hari ini? semoga semuanya dalam keadaan sehat dan selalu semangat dalam menuntut ilmu dan mencari bekal untuk tiket kita ke surga Aamiin. Selamat datang di postingan teks Latin Surat Maryam semoga postingan admin ini bermanfaat.

Jangan lupa untuk membaca postingan mimin sebelumnya yaitu Latin Surat Al-Kahfi

surat maryam, latin surat maryam, teks latin, bacaan latin surat maryam

Surah Maryam "Maryam" adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an yang tergolong dalam juz ke-16. Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh dari ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat hijrah ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu dari Nabi Isa AS. Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki. Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah SWT.

Berikut teks latin bacaan surat Maryam yang di sertai dengan terjemahanya.


Surat Maryam


surat maryam, latin surat maryam, teks latin, bacaan latin surat maryam
kaaaf haa yaa 'aiiin shoood
"Kaf Ha Ya 'Ain Sad."
(QS. Maryam 19: Ayat 1)

zikru rohmati robbika 'abdahuu zakariyyaa
"(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,"
(QS. Maryam 19: Ayat 2)

iz naadaa robbahuu nidaaa`an khofiyyaa
"(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut."
(QS. Maryam 19: Ayat 3)

qoola robbi innii wahanal-'azhmu minnii wasyta'alar-ro`su syaibaw wa lam akum bidu'aaa`ika robbi syaqiyyaa
"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku."
(QS. Maryam 19: Ayat 4)

wa innii khiftul-mawaaliya miw warooo`ii wa kaanatimro`atii 'aaqiron fa hab lii mil ladungka waliyyaa
"Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,"
(QS. Maryam 19: Ayat 5)

yarisunii wa yarisu min aali ya'quuba waj'al-hu robbi rodhiyyaa
"yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Ya'qub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai."
(QS. Maryam 19: Ayat 6)

yaa zakariyyaaa innaa nubasysyiruka bighulaaminismuhuu yahyaa lam naj'al lahuu ming qoblu samiyyaa
"(Allah berfirman), Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya."
(QS. Maryam 19: Ayat 7)

qoola robbi annaa yakuunu lii ghulaamuw wa kaanatimro`atii 'aaqirow wa qod balaghtu minal-kibari 'itiyyaa
"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?"
(QS. Maryam 19: Ayat 8)

qoola kazaalik, qoola robbuka huwa 'alayya hayyinuw wa qod kholaqtuka ming qoblu wa lam taku syai`aa
"(Allah) berfirman, Demikianlah. Tuhanmu berfirman, Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali."
(QS. Maryam 19: Ayat 9)

qoola robbij'al liii aayah, qoola aayatuka allaa tukalliman-naasa salaasa layaalin sawiyyaa
"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda. (Allah) berfirman, Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat."
(QS. Maryam 19: Ayat 10)

fa khoroja 'alaa qoumihii minal-mihroobi fa auhaaa ilaihim an sabbihuu bukrotaw wa 'asyiyyaa
"Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang."
(QS. Maryam 19: Ayat 11)

yaa yahyaa khuzil-kitaaba biquwwah, wa aatainaahul-hukma shobiyyaa
"Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak,"
(QS. Maryam 19: Ayat 12)

wa hanaanam mil ladunnaa wa zakaah, wa kaana taqiyyaa
"dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa,"
(QS. Maryam 19: Ayat 13)

wa barrom biwaalidaihi wa lam yakun jabbaaron 'ashiyyaa
"dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka."
(QS. Maryam 19: Ayat 14)

wa salaamun 'alaihi yauma wulida wa yauma yamuutu wa yauma yub'asu hayyaa
"Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali."
(QS. Maryam 19: Ayat 15)

wazkur fil-kitaabi maryam, izintabazat min ahlihaa makaanan syarqiyyaa
"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur'an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis),"
(QS. Maryam 19: Ayat 16)

fattakhozat min duunihim hijaabaa, fa arsalnaaa ilaihaa ruuhanaa fa tamassala lahaa basyaron sawiyyaa
"lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna."
(QS. Maryam 19: Ayat 17)

qoolat inniii a'uuzu bir-rohmaani mingka ing kunta taqiyyaa
"Dia (Maryam) berkata, Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa."
(QS. Maryam 19: Ayat 18)

qoola innamaaa ana rosuulu robbiki li`ahaba laki ghulaaman zakiyyaa
"Dia (Jibril) berkata, Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci."
(QS. Maryam 19: Ayat 19)

qoolat annaa yakuunu lii ghulaamuw wa lam yamsasnii basyaruw wa lam aku baghiyyaa
"Dia (Maryam) berkata, Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!"
(QS. Maryam 19: Ayat 20)

qoola kazaalik, qoola robbuki huwa 'alayya hayyin, wa linaj'alahuuu aayatal lin-naasi wa rohmatam minnaa, wa kaana amrom maqdhiyyaa
"Dia (Jibril) berkata, Demikianlah. Tuhanmu berfirman, Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan."
(QS. Maryam 19: Ayat 21)

fa hamalat-hu fantabazat bihii makaanang qoshiyyaa
"Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh."
(QS. Maryam 19: Ayat 22)

fa ajaaa`ahal-makhoodhu ilaa jiz'in-nakhlah, qoolat yaa laitanii mittu qobla haazaa wa kuntu nas-yam mansiyyaa
"Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."
(QS. Maryam 19: Ayat 23)

fa naadaahaa min tahtihaaa allaa tahzanii qod ja'ala robbuki tahtaki sariyyaa
"Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu."
(QS. Maryam 19: Ayat 24)

wa huzziii ilaiki bijiz'in-nakhlati tusaaqith 'alaiki ruthoban janiyyaa
"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."
(QS. Maryam 19: Ayat 25)

fa kulii wasyrobii wa qorrii 'ainaa, fa immaa taroyinna minal-basyari ahadan fa quuliii innii nazartu lir-rohmaani shouman fa lan ukallimal-yauma insiyyaa
"Maka makan, minum, dan bersenang hatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini."
(QS. Maryam 19: Ayat 26)

fa atat bihii qoumahaa tahmiluh, qooluu yaa maryamu laqod ji`ti syai`an fariyyaa
"Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar."
(QS. Maryam 19: Ayat 27)

yaaa ukhta haaruuna maa kaana abuukimro`a sau`iw wa maa kaanat ummuki baghiyyaa
"Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina."
(QS. Maryam 19: Ayat 28)

fa asyaarot ilaiih, qooluu kaifa nukallimu mang kaana fil-mahdi shobiyyaa
"Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"
(QS. Maryam 19: Ayat 29)

qoola innii 'abdulloh, aataaniyal-kitaaba wa ja'alanii nabiyyaa
"Dia ('Isa) berkata, Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,"
(QS. Maryam 19: Ayat 30)

wa ja'alanii mubaarokan aina maa kuntu wa aushoonii bish-sholaati waz-zakaati maa dumtu hayyaa
"dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;"
(QS. Maryam 19: Ayat 31)

wa barrom biwaalidatii wa lam yaj'alnii jabbaaron syaqiyyaa
"dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."
(QS. Maryam 19: Ayat 32)

was-salaamu 'alayya yauma wulittu wa yauma amuutu wa yauma ub'asu hayyaa
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."
(QS. Maryam 19: Ayat 33)

zaalika 'iisabnu maryam, qoulal-haqqillazii fiihi yamtaruun
"Itulah 'Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya."
(QS. Maryam 19: Ayat 34)

maa kaana lillaahi ay yattakhiza miw waladin sub-haanah, izaa qodhooo amron fa innamaa yaquulu lahuu kun fa yakuun
"Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu."
(QS. Maryam 19: Ayat 35)

wa innalloha robbii wa robbukum fa'buduuh, haazaa shiroothum mustaqiim
"('Isa berkata), Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus."
(QS. Maryam 19: Ayat 36)

fakhtalafal-ahzaabu mim bainihim, fa wailul lillaziina kafaruu mim masy-hadi yaumin 'azhiim
"Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!"
(QS. Maryam 19: Ayat 37)

asmi' bihim wa abshir yauma ya`tuunanaa laakinizh-zhoolimuunal-yauma fii dholaalim mubiin
"Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata."
(QS. Maryam 19: Ayat 38)

wa anzir-hum yaumal-hasroti iz qudhiyal-amr, wa hum fii ghoflatiw wa hum laa yu`minuun
"Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman."
(QS. Maryam 19: Ayat 39)

innaa nahnu narisul-ardho wa man 'alaihaa wa ilainaa yurja'uun
"Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan."
(QS. Maryam 19: Ayat 40)

wazkur fil-kitaabi ibroohiim, innahuu kaana shiddiiqon nabiyyaa
"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran, dan seorang nabi."
(QS. Maryam 19: Ayat 41)

iz qoola li`abiihi yaaa abati lima ta'budu maa laa yasma'u wa laa yubshiru wa laa yughnii 'angka syai`aa
"(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?"
(QS. Maryam 19: Ayat 42)

yaaa abati innii qod jaaa`anii minal-'ilmi maa lam ya`tika fattabi'niii ahdika shiroothon sawiyyaa
"Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus."
(QS. Maryam 19: Ayat 43)

yaaa abati laa ta'budisy-syaithoon, innasy-syaithoona kaana lir-rohmaani 'ashiyyaa
"Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih."
(QS. Maryam 19: Ayat 44)

yaaa abati inniii akhoofu ay yamassaka 'azaabum minar-rohmaani fa takuuna lisy-syaithooni waliyyaa
"Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan."
(QS. Maryam 19: Ayat 45)

qoola a rooghibun anta 'an aalihatii yaaa ibroohiim, la`il lam tantahi la`arjumannaka wahjurnii maliyyaa
"Dia (ayahnya) berkata, Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama."
(QS. Maryam 19: Ayat 46)

qoola salaamun 'alaiik, sa`astaghfiru laka robbii, innahuu kaana bii hafiyyaa
"Dia (Ibrahim) berkata, Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku."
(QS. Maryam 19: Ayat 47)

wa a'tazilukum wa maa tad'uuna min duunillaahi wa ad'uu robbii 'asaaa allaaa akuuna bidu'aaa`i robbii syaqiyyaa
"Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku."
(QS. Maryam 19: Ayat 48)

fa lamma'tazalahum wa maa ya'buduuna min duunillaahi wahabnaa lahuuu is-haaqo wa ya'quub, wa kullan ja'alnaa nabiyyaa
"Maka ketika dia (Ibrahim) sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi."
(QS. Maryam 19: Ayat 49)

wa wahabnaa lahum mir rohmatinaa wa ja'alnaa lahum lisaana shidqin 'aliyyaa
"Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia."
(QS. Maryam 19: Ayat 50)

wazkur fil-kitaabi muusaaa innahuu kaana mukhlashow wa kaana rosuulan nabiyyaa
"Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Musa di dalam Kitab (Al-Qur'an). Dia benar-benar orang yang terpilih, seorang rasul dan nabi."
(QS. Maryam 19: Ayat 51)

wa naadainaahu min jaanibith-thuuril-aimani wa qorrobnaahu najiyyaa
"Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan Gunung (Sinai) dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap."
(QS. Maryam 19: Ayat 52)

wa wahabnaa lahuu mir rohmatinaaa akhoohu haaruuna nabiyyaa
"Dan Kami telah menganugerahkan sebagian rahmat Kami kepadanya, yaitu (bahwa) saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi."
(QS. Maryam 19: Ayat 53)

wazkur fil-kitaabi ismaa'iila innahuu kaana shoodiqol-wa'di wa kaana rosuulan nabiyyaa
"Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Qur'an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi."
(QS. Maryam 19: Ayat 54)

wa kaana ya`muru ahlahuu bish-sholaati waz-zakaati wa kaana 'inda robbihii mardhiyyaa
"Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridai di sisi Tuhannya."
(QS. Maryam 19: Ayat 55)

wazkur fil-kitaabi idriisa innahuu kaana shiddiiqon nabiyyaa
"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,"
(QS. Maryam 19: Ayat 56)

wa rofa'naahu makaanan 'aliyyaa
"dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
(QS. Maryam 19: Ayat 57)

ulaaa`ikallaziina an'amallohu 'alaihim minan-nabiyyiina min zurriyyati aadama wa mim man hamalnaa ma'a nuuhiw wa min zurriyyati ibroohiima wa isrooo`iila wa mim man hadainaa wajtabainaa, izaa tutlaa 'alaihim aayaatur-rohmaani khorruu sujjadaw wa bukiyyaa
"Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya'qub), dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis."
(QS. Maryam 19: Ayat 58)

fa kholafa mim ba'dihim kholfun adhoo'ush-sholaata wattaba'usy-syahawaati fa saufa yalqouna ghoyyaa
"Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan sholat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,"
(QS. Maryam 19: Ayat 59)

illaa man taaba wa aamana wa 'amila shoolihan fa ulaaa`ika yadkhuluunal-jannata wa laa yuzhlamuuna syai`aa
"kecuali orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizalimi (dirugikan) sedikit pun,"
(QS. Maryam 19: Ayat 60)

jannaati 'adninillatii wa'adar-rohmaanu 'ibaadahuu bil-ghoiib, innahuu kaana wa'duhuu ma`tiyyaa
"yaitu surga 'Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak tampak. Sungguh, (janji Allah) itu pasti ditepati."
(QS. Maryam 19: Ayat 61)

laa yasma'uuna fiihaa laghwan illaa salaamaa, wa lahum rizquhum fiihaa bukrotaw wa 'asyiyyaa
"Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali (ucapan) salam. Dan di dalamnya bagi mereka ada rezeki pagi dan petang."
(QS. Maryam 19: Ayat 62)

tilkal-jannatullatii nuurisu min 'ibaadinaa mang kaana taqiyyaa
"Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa."
(QS. Maryam 19: Ayat 63)

wa maa natanazzalu illaa bi`amri robbik, lahuu maa baina aidiinaa wa maa kholfanaa wa maa baina zaalika wa maa kaana robbuka nasiyyaa
"Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita, dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa."
(QS. Maryam 19: Ayat 64)

robbus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumaa fa'bud-hu washthobir li'ibaadatih, hal ta'lamu lahuu samiyyaa
"(Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?"
(QS. Maryam 19: Ayat 65)

wa yaquulul-insaanu a izaa maa mittu lasaufa ukhroju hayyaa
"Dan orang (kafir) berkata, Betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan hidup kembali?"
(QS. Maryam 19: Ayat 66)

a wa laa yazkurul-insaanu annaa kholaqnaahu ming qoblu wa lam yaku syai`aa
"Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia belum berwujud sama sekali?"
(QS. Maryam 19: Ayat 67)

fa wa robbika lanahsyuronnahum wasy-syayaathiina summa lanuhdhironnahum haula jahannama jisiyyaa
"Maka demi Tuhanmu, sungguh, pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan, kemudian pasti akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut."
(QS. Maryam 19: Ayat 68)

summa lananzi'anna ming kulli syii'atin ayyuhum asyaddu 'alar-rohmaani 'itiyyaa
"Kemudian pasti akan Kami tarik dari setiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih."
(QS. Maryam 19: Ayat 69)

summa lanahnu a'lamu billaziina hum aulaa bihaa shiliyyaa
"Selanjutnya Kami sungguh lebih mengetahui orang yang seharusnya (dimasukkan) ke dalam neraka."
(QS. Maryam 19: Ayat 70)

wa im mingkum illaa waariduhaa, kaana 'alaa robbika hatmam maqdhiyyaa
"Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan."
(QS. Maryam 19: Ayat 71)

summa nunajjillaziinattaqow wa nazaruzh-zhoolimiina fiihaa jisiyyaa
"Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut."
(QS. Maryam 19: Ayat 72)

wa izaa tutlaa 'alaihim aayaatunaa bayyinaating qoolallaziina kafaruu lillaziina aamanuuu ayyul-fariiqoini khoirum maqoomaw wa ahsanu nadiyyaa
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?"
(QS. Maryam 19: Ayat 73)

wa kam ahlaknaa qoblahum ming qornin hum ahsanu asaasaw wa ri`yaa
"Dan berapa banyak umat (yang ingkar) yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal mereka lebih bagus perkakas rumah tangganya dan (lebih sedap) dipandang mata."
(QS. Maryam 19: Ayat 74)

qul mang kaana fidh-dholaalati falyamdud lahur-rohmaanu maddaa, hattaaa izaa ro`au maa yuu'aduuna immal-'azaaba wa immas-saa'ah, fa saya'lamuuna man huwa syarrum makaanaw wa adh'afu jundaa
"Katakanlah (Muhammad), Barang siapa berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu) baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya."
(QS. Maryam 19: Ayat 75)

wa yaziidullohullaziinahtadau hudaa, wal-baaqiyaatush-shoolihaatu khoirun 'inda robbika sawaabaw wa khoirum maroddaa
"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya."
(QS. Maryam 19: Ayat 76)

a fa ro`aitallazii kafaro bi`aayaatinaa wa qoola la`uutayanna maalaw wa waladaa
"Lalu apakah engkau telah melihat orang yang mengingkari ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, Pasti aku akan diberi harta dan anak."
(QS. Maryam 19: Ayat 77)

aththola'al-ghoiba amittakhoza 'indar-rohmaani 'ahdaa
"Adakah dia melihat yang gaib atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih?"
(QS. Maryam 19: Ayat 78)

kallaa, sanaktubu maa yaquulu wa namuddu lahuu minal-'azaabi maddaa
"sama sekali tidak! Kami akan menulis apa yang dia katakan, dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna,"
(QS. Maryam 19: Ayat 79)

wa narisuhuu maa yaquulu wa ya`tiinaa fardaa
"dan Kami akan mewarisi apa yang dia katakan itu dan dia akan datang kepada Kami seorang diri."
(QS. Maryam 19: Ayat 80)

wattakhozuu min duunillaahi aalihatal liyakuunuu lahum 'izzaa
"Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka,"
(QS. Maryam 19: Ayat 81)

kallaa, sayakfuruuna bi'ibaadatihim wa yakuunuuna 'alaihim dhiddaa
"sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka."
(QS. Maryam 19: Ayat 82)

a lam taro annaaa arsalnasy-syayaathiina 'alal-kaafiriina ta`uzzuhum azzaa
"Tidakkah engkau melihat, bahwa sesungguhnya Kami telah mengutus setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat maksiat) dengan sungguh-sungguh?"
(QS. Maryam 19: Ayat 83)

fa laa ta'jal 'alaihim, innamaa na'uddu lahum 'addaa
"maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (memintakan azab) terhadap mereka, karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka."
(QS. Maryam 19: Ayat 84)

yauma nahsyurul-muttaqiina ilar-rohmaani wafdaa
"(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, bagaikan kafilah yang terhormat,"
(QS. Maryam 19: Ayat 85)

wa nasuuqul-mujrimiina ilaa jahannama wirdaa
"dan Kami akan menggiring orang yang durhaka ke Neraka Jahanam dalam keadaan dahaga."
(QS. Maryam 19: Ayat 86)

laa yamlikuunasy-syafaa'ata illaa manittakhoza 'indar-rohmaani 'ahdaa
"Mereka tidak berhak mendapat syafaat, (pertolongan) kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi (Allah) Yang Maha Pengasih."
(QS. Maryam 19: Ayat 87)

wa qooluttakhozar-rohmaanu waladaa
"Dan mereka berkata, (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak."
(QS. Maryam 19: Ayat 88)

laqod ji`tum syai`an iddaa
"Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar,"
(QS. Maryam 19: Ayat 89)

takaadus-samaawaatu yatafaththorna min-hu wa tansyaqqul-ardhu wa takhirrul-jibaalu haddaa
"hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu),"
(QS. Maryam 19: Ayat 90)

an da'au lir-rohmaani waladaa
"karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak."
(QS. Maryam 19: Ayat 91)

wa maa yambaghii lir-rohmaani ay yattakhiza waladaa
"Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak."
(QS. Maryam 19: Ayat 92)

ing kullu man fis-samaawaati wal-ardhi illaaa aatir-rohmaani 'abdaa
"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba."
(QS. Maryam 19: Ayat 93)

laqod ahshoohum wa 'addahum 'addaa
"Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti."
(QS. Maryam 19: Ayat 94)

wa kulluhum aatiihi yaumal-qiyaamati fardaa
"Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari Kiamat."
(QS. Maryam 19: Ayat 95)

innallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati sayaj'alu lahumur-rohmaanu wuddaa
"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka)."
(QS. Maryam 19: Ayat 96)

fa innamaa yassarnaahu bilisaanika litubasysyiro bihil-muttaqiina wa tunziro bihii qoumal luddaa
"Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur'an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang."
(QS. Maryam 19: Ayat 97)

wa kam ahlaknaa qoblahum ming qorn, hal tuhissu min-hum min ahadin au tasma'u lahum rikzaa
"Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka?"
(QS. Maryam 19: Ayat 98)

Vidio Bacaan Surat Maryam


Sekian, semoga bermanfaat teks latin dan vidionya. jangan lupa untuk selalu mengunjungi blog ini untuk membaca dan belajar hal-hal yang bermanfaat.

Jika teman-teman merasa postingan ini bermanfaat Jangan Lupa Share Yaaa.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Latin Surat Maryam Dan Terjemahan Indonesia