Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Senin, 08 Oktober 2018

Latin Surat Al-Kahfi Dan Terjemahan Indonesia





Teks Latin Bacaan Surat Al-Kahfi Dan Terjemahan Indonesia - Assalamualaikum, Selamat datang di blog sederhanan mimin, Semoga kalian nyaman belajar dalam blog ini. Sesuai dengan judul pada  postingan kali ini admin akan membahas tentang bacaan Latin Surat Al-Kahfi yang di sertai dengan terjemahan bahasa indonesia.

Alasan admin membuat postingan ini karna mungkin masih banyak teman-teman kita di luar sana yang masih membutuhkan ini dalam membaca Al-Qur'an untuk menambah keyakinan akan kebenaran bacaan yang ia ketahui, meskipun di era sekarang sudah banyak aplikasi-aplikasi Al-Qur'an yang menyediakan latin dan terjemahan dalam berbagai bahasa dan juga sudah banyak Al-Qur'an yang sudah di lengkapi dengan terjemahan lengkap tetapi saya akan tetap menyediakan postingan ini untuk teman-teman kita yang tidak memiliki itu semua.

Jangan lupa juga untuk berkunjung ke postingan saya sebelumnya yaitu Teks Latin Surat Al-Isra'

latin surat al-Khafi, bacaan surat al-Khafi, teks latin, bacaan latin

Surah Al-Kahf "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an yang terdapat pada bagian juz ke-15 dan 16. Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.

Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidurkan oleh Allah dalam gua hingga bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.

Berikut teks latin surat Al-Kahfi lengkap dengan terjemahanya


Al-Kahfi (gua)


latin surat al-Khafi, bacaan surat al-Khafi, teks latin, bacaan latin

al-hamdu lillaahillaziii anzala 'alaa 'abdihil-kitaaba wa lam yaj'al lahuu 'iwajaa
"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 1)

qoyyimal liyunziro ba`san syadiidam mil ladun-hu wa yubasysyirol-mu`miniinallaziina ya'maluunash-shoolihaati anna lahum ajron hasanaa
"sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 2)

 maakisiina fiihi abadaa
"mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 3)

wa yunzirollaziina qooluttakhozallohu waladaa
"Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, Allah mengambil seorang anak."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 4)

maa lahum bihii min 'ilmiw wa laa li`aabaaa`ihim, kaburot kalimatan takhruju min afwaahihim, iy yaquuluuna illaa kazibaa
"Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 5)

fa la'allaka baakhi'un nafsaka 'alaaa aasaarihim il lam yu`minuu bihaazal-hadiisi asafaa
"Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 6)

innaa ja'alnaa maa 'alal-ardhi ziinatal lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaa
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 7)

 wa innaa lajaa'iluuna maa 'alaihaa sho'iidan juruzaa
"Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 8)

am hasibta anna ash-haabal-kahfi war-roqiimi kaanuu min aayaatinaa 'ajabaa
"Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) Ar-Raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 9)

iz awal-fityatu ilal-kahfi fa qooluu robbanaaa aatinaa mil ladungka rohmataw wa hayyi` lanaa min amrinaa rosyadaa
"(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)

fa dhorobnaa 'alaaa aazaanihim fil-kahfi siniina 'adadaa
"Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu selama beberapa tahun,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 11)

summa ba'asnaahum lina'lama ayyul-hizbaini ahshoo limaa labisuuu amadaa
"kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 12)

nahnu naqushshu 'alaika naba`ahum bil-haqq, innahum fityatun aamanuu birobbihim wa zidnaahum hudaa
"Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 13)

wa robathnaa 'alaa quluubihim iz qoomuu fa qooluu robbunaa robbus-samaawaati wal-ardhi lan nad'uwa min duunihiii ilaahal laqod qulnaaa izan syathothoo
"dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru Tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 14)

haaa`ulaaa`i qoumunattakhozuu min duunihiii aalihah, lau laa ya`tuuna 'alaihim bisulthoonim bayyin, fa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kazibaa
"Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 15)

wa izi'tazaltumuuhum wa maa ya'buduuna illalloha fa`wuuu ilal-kahfi yansyur lakum robbukum mir rohmatihii wa yuhayyi` lakum min amrikum mirfaqoo
"Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 16)

wa tarosy-syamsa izaa thola'at tazaawaru 'ang kahfihim zaatal-yamiini wa izaa ghorobat taqridhuhum zaatasy-syimaali wa hum fii fajwatim min-h, zaalika min aayaatillaah, may yahdillaahu fa huwal-muhtadi wa may yudhlil fa lan tajida lahuu waliyyam mursyidaa
"Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 17)

wa tahsabuhum aiqoozhow wa hum ruquuduw wa nuqollibuhum zaatal-yamiini wa zaatasy-syimaali wa kalbuhum baasithun ziroo'aihi bil-washiid, lawiththola'ta 'alaihim lawallaita min-hum firoorow wa lamuli`ta min-hum ru'baa
"Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 18)

wa kazaalika ba'asnaahum liyatasaaa`aluu bainahum, qoola qooo`ilum min-hum kam labistum, qooluu labisnaa yauman au ba'dho yauum, qooluu robbukum a'lamu bimaa labistum, fab'asuuu ahadakum biwariqikum haazihiii ilal-madiinati falyanzhur ayyuhaaa azkaa tho'aaman falya`tikum birizqim min-hu walyatalaththof wa laa yusy'ironna bikum ahadaa
"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, Sudah berapa lama kamu berada (di sini)? Mereka menjawab, Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari. Berkata (yang lain lagi), Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 19)

innahum iy yazh-haruu 'alaikum yarjumuukum au yu'iiduukum fii millatihim wa lan tuflihuuu izan abadaa
"Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 20)

wa kazaalika a'sarnaa 'alaihim liya'lamuuu anna wa'dallohi haqquw wa annas-saa'ata laa roiba fiihaa, iz yatanaaza'uuna bainahum amrohum fa qoolubnuu 'alaihim bun-yaanaa, robbuhum a'lamu bihim, qoolallaziina gholabuu 'alaaa amrihim lanattakhizanna 'alaihim masjidaa
"Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka, agar mereka tahu, bahwa janji Allah benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka maka mereka berkata, Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka. Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 21)

sayaquuluuna salaasatur roobi'uhum kalbuhum, wa yaquuluuna khomsatun saadisuhum kalbuhum rojmam bil-ghoiib, wa yaquuluuna sab'atuw wa saaminuhum kalbuhum, qur robbiii a'lamu bi'iddatihim maa ya'lamuhum illaa qoliil, fa laa tumaari fiihim illaa mirooo`an zhoohirow wa laa tastafti fiihim min-hum ahadaa
"Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, (Jumlah mereka) tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, (Jumlah mereka) lima (orang), yang keenam adalah anjingnya, sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, (Jumlah mereka) tujuh (orang), yang kedelapan adalah anjingnya. Katakanlah (Muhammad), Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit. Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 22)

wa laa taquulanna lisyai`in innii faa'ilun zaalika ghodaa
"Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, Aku pasti melakukan itu besok pagi,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 23)

illaaa ay yasyaaa`allohu wazkur robbaka izaa nasiita wa qul 'asaaa ay yahdiyani robbii li`aqroba min haazaa rosyadaa
"kecuali (dengan mengatakan), Insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 24)

wa labisuu fii kahfihim salaasa mi`atin siniina wazdaaduu tis'aa
"Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 25)

qulillaahu a'lamu bimaa labisuu, lahuu ghoibus-samaawaati wal-ardh, abshir bihii wa asmi', maa lahum min duunihii miw waliyy, wa laa yusyriku fii hukmihiii ahadaa
"Katakanlah, Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia, dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 26)

watlu maaa uuhiya ilaika ming kitaabi robbik, laa mubaddila likalimaatih, wa lan tajida min duunihii multahadaa
"Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur'an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 27)

washbir nafsaka ma'allaziina yad'uuna robbahum bil-ghodaati wal-'asyiyyi yuriiduuna waj-hahuu wa laa ta'du 'ainaaka 'an-hum, turiidu ziinatal-hayaatid-dun-yaa, wa laa tuthi' man aghfalnaa qolbahuu 'an zikrinaa wattaba'a hawaahu wa kaana amruhuu furuthoo
"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 28)

wa qulil-haqqu mir robbikum, fa man syaaa`a falyu`miw wa man syaaa`a falyakfur, innaaa a'tadnaa lizh-zhoolimiina naaron ahaatho bihim suroodiquhaa, wa iy yastaghiisuu yughoosuu bimaaa`ing kal-muhli yasywil-wujuuh, bi`sasy-syaroob, wa saaa`at murtafaqoo
"Dan katakanlah (Muhammad), Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir. Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 29)

innallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati innaa laa nudhii'u ajro man ahsana 'amalaa
"Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 30)

ulaaa`ika lahum jannaatu 'adnin tajrii min tahtihimul-an-haaru yuhallauna fiihaa min asaawiro min zahabiw wa yalbasuuna siyaaban khudhrom min sundusiw wa istabroqim muttaki`iina fiihaa 'alal-arooo`ik, ni'mas-sawaab, wa hasunat murtafaqoo
"Mereka itulah yang memperoleh Surga 'Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah;"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 31)

wadhrib lahum masalar rojulaini ja'alnaa li`ahadihimaa jannataini min a'naabiw wa hafafnaahumaa binakhliw wa ja'alnaa bainahumaa zar'aa
"Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 32)

kiltal-jannataini aatat ukulahaa wa lam tazhlim min-hu syai`aw wa fajjarnaa khilaalahumaa naharoo
"Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 33)

wa kaana lahuu samar, fa qoola lishoohibihii wa huwa yuhaawiruhuuu ana aksaru mingka maalaw wa a'azzu nafaroo
"dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 34)

wa dakhola jannatahuu wa huwa zhoolimul linafsih, qoola maaa azhunnu an tabiida haazihiii abadaa
"Dan dia memasuki kebunnya dengan sikap merugikan dirinya sendiri (karena angkuh dan kafir); dia berkata, Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 35)

wa maaa azhunnus-saa'ata qooo`imataw wa la`ir rudittu ilaa robbii la`ajidanna khoirom min-haa mungqolabaa
"dan aku kira hari Kiamat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 36)

qoola lahuu shoohibuhuu wa huwa yuhaawiruhuuu a kafarta billazii kholaqoka min turoobin summa min nuthfatin summa sawwaaka rojulaa
"Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 37)

laakinna huwallohu robbii wa laaa usyriku birobbiii ahadaa
"Tetapi aku (percaya bahwa), Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 38)

walau laaa iz dakholta jannataka qulta maa syaaa`allohu laa quwwata illaa billaah, in taroni ana aqolla mingka maalaw wa waladaa
"Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan Masya Allah, la quwwata illa billah (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 39)

fa asaa robbiii ay yu`tiyani khoirom min jannatika wa yursila 'alaihaa husbaanam minas-samaaa`i fa tushbiha sho'iidan zalaqoo
"Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 40)

au yushbiha maaa`uhaa ghouron fa lan tastathii'a lahuu tholabaa
"atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 41)

wa uhiitho bisamarihii fa ashbaha yuqollibu kaffaihi 'alaa maaa anfaqo fiihaa wa hiya khoowiyatun 'alaa 'uruusyihaa wa yaquulu yaa laitanii lam usyrik birobbiii ahadaa
"Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, Betapa sekiranya dahulu aku tidak menyekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 42)

wa lam takul lahuu fi`atuy yanshuruunahuu min duunillaahi wa maa kaana muntashiroo
"Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 43)

hunaalikal-walaayatu lillaahil-haqq, huwa khoirun sawaabaw wa khoirun 'uqbaa
"Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Maha Benar. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 44)

wadhrib lahum masalal-hayaatid-dun-yaa kamaaa`in anzalnaahu minas-samaaa`i fakhtalatho bihii nabaatul-ardhi fa ashbaha hasyiiman tazruuhur-riyaah, wa kaanallohu 'alaa kulli syai`im muqtadiroo
"Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 45)

al-maalu wal-banuuna ziinatul-hayaatid-dun-yaa, wal-baaqiyaatush-shoolihaatu khoirun 'inda robbika sawaabaw wa khoirun amalaa
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 46)

wa yauma nusayyirul-jibaala  wa tarol-ardho baarizataw wa hasyarnaahum fa lam nughoodir min-hum ahadaa
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 47)

wa 'uridhuu 'alaa robbika shoffaa, laqod ji`tumuunaa kamaa kholaqnaakum awwala marrotim bal za'amtum allan naj'ala lakum mau'idaa
"Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman), Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 48)

wa wudhi'al kitaabu fa tarol-mujrimiina musyfiqiina mimmaa fiihi wa yaquuluuna yaa wailatanaa maali haazal-kitaabi laa yughoodiru shoghiirotaw wa laa kabiirotan illaaa ahshoohaa, wa wajaduu maa 'amiluu haadhiroo, wa laa yazhlimu robbuka ahadaa
"Dan diletakkanlah Kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, Betapa celaka Kami, Kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya, dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 49)

wa iz qulnaa lil-malaaa`ikatisjuduu li`aadama fa sajaduuu illaaa ibliis, kaana minal-jinni fa fasaqo 'an amri robbih, a fa tattakhizuunahuu wa zurriyyatahuuu auliyaaa`a min duunii wa hum lakum 'aduww, bi`sa lizh-zhoolimiina badalaa
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kamu kepada Adam! Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 50)

maaa asy-hattuhum kholqos-samaawaati wal-ardhi wa laa kholqo anfusihim wa maa kuntu muttakhizal-mudhilliina 'adhudaa
"Aku tidak menghadirkan mereka (Iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 51)

wa yauma yaquulu naaduu syurokaaa`iyallaziina za'amtum fa da'auhum fa lam yastajiibuu lahum wa ja'alnaa bainahum maubiqoo
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman, Panggillah olehmu sekutu-sekutu-Ku yang kamu anggap itu. Mereka lalu memanggilnya, tetapi mereka (sekutu-sekutu) tidak membalas (seruan) mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 52)

wa ro`al-mujrimuunan-naaro fa zhonnuuu annahum muwaaqi'uuhaa wa lam yajiduu 'an-haa mashrifaa
"Dan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 53)

wa laqod shorrofnaa fii haazal-qur`aani lin-naasi ming kulli masal, wa kaanal-insaanu aksaro syai`in jadalaa
"Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 54)

wa maa mana'an-naasa ay yu`minuuu iz jaaa`ahumul-hudaa wa yastaghfiruu robbahum illaaa an ta`tiyahum sunnatul-awwaliina au ya`tiyahumul-'azaabu qubulaa
"Dan tidak ada (sesuatu pun) yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 55)

wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa munziriin, wa yujaadilullaziina kafaruu bil-baathili liyud-hidhuu bihil-haqqo wattakhozuuu aayaatii wa maaa unziruu huzuwaa
"Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran), dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olokan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 56)

wa man azhlamu mim man zukkiro bi`aayaati robbihii fa a'rodho 'an-haa wa nasiya maa qoddamat yadaah, innaa ja'alnaa 'alaa quluubihim akinnatan ay yafqohuuhu wa fiii aazaanihim waqroo, wa in tad'uhum ilal-hudaa fa lay yahtaduuu izan abadaa
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendatipun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 57)

wa robbukal-ghofuuru zur-rohmah, lau yu`aakhizuhum bimaa kasabuu la'ajjala lahumul-'azaab, bal lahum mau'idul lay yajiduu min duunihii mau`ilaa
"Dan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. Jika Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung dari-Nya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 58)

wa tilkal-qurooo ahlaknaahum lammaa zholamuu wa ja'alnaa limahlikihim mau'idaa
"Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 59)

wa iz qoola muusaa lifataahu laaa abrohu hattaaa ablugho majma'al-bahroini au amdhiya huqubaa
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 60)

fa lammaa balaghoo majma'a bainihimaa nasiyaa huutahumaa fattakhoza sabiilahuu fil-bahri sarobaa
"Maka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengambil jalannya ke laut itu."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 61)

fa lammaa jaawazaa qoola lifataahu aatinaa ghodaaa`anaa laqod laqiinaa min safarinaa haazaa nashobaa
"Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, Bawalah kemari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 62)

qoola a ro`aita iz awainaaa ilash-shokhroti fa innii nasiitul-huuta wa maaa ansaaniihu illasy-syaithoonu an azkuroh, wattakhoza sabiilahuu fil-bahri 'ajabaa
"Dia (pembantunya) menjawab, Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan, dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 63)

qoola zaalika maa kunnaa nabghi fartaddaa 'alaaa aasaarihimaa qoshoshoo
"Dia (Musa) berkata, Itulah (tempat) yang kita cari. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 64)

fa wajadaa 'abdam min 'ibaadinaaa aatainaahu rohmatam min 'indinaa wa 'allamnaahu mil ladunnaa 'ilmaa
"lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 65)

qoola lahuu muusaa hal attabi'uka 'alaaa an tu'allimani mimmaa 'ullimta rusydaa
"Musa berkata kepadanya, Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 66)

qoola innaka lan tastathii'a ma'iya shobroo
"Dia menjawab, Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 67)

wa kaifa tashbiru 'alaa maa lam tuhith bihii khubroo
"Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 68)

qoola satajiduniii in syaaa`allohu shoobirow wa laaa a'shii laka amroo
"Dia (Musa) berkata, Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 69)

qoola fa inittaba'tanii fa laa tas`alnii 'an syai`in hattaaa uhdisa laka min-hu zikroo
"Dia berkata, Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 70)

fantholaqoo, hattaaa izaa rokibaa fis-safiinati khoroqohaa, qoola a khoroqtahaa litughriqo ahlahaa, laqod ji`ta syai`an imroo
"Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia melubanginya. Dia (Musa) berkata, Mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya? Sungguh, engkau telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 71)

qoola a lam aqul innaka lan tastathii'a ma'iya shobroo
"Dia berkata, Bukankah sudah ku katakan, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 72)

qoola laa tu`aakhiznii bimaa nasiitu wa laa tur-hiqnii min amrii 'usroo
"Dia (Musa) berkata, Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 73)

fantholaqoo, hattaaa izaa laqiyaa ghulaaman fa qotalahuu qoola a qotalta nafsan zakiyyatam bighoiri nafs, laqod ji`ta syai`an nukroo
"Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata, Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 74)

qoola a lam aqul laka innaka lan tastathii'a ma'iya shobroo
"Dia berkata, Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 75)

qoola in sa`altuka 'an syai`im ba'dahaa fa laa tushoohibnii, qod balaghta mil ladunnii 'uzroo
"Dia (Musa) berkata, Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 76)

fantholaqoo, hattaaa izaaa atayaaa ahla qoryatinistath'amaaa ahlahaa fa abau ay yudhoyyifuuhumaa fa wajadaa fiihaa jidaaroy yuriidu ay yangqodhdho fa aqoomah, qoola lau syi`ta lattakhozta 'alaihi ajroo
"Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 77)

qoola haazaa firooqu bainii wa bainik, sa`unabbi`uka bita`wiili maa lam tastathi' 'alaihi shobroo
"Dia berkata, Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 78)

ammas-safiinatu fa kaanat limasaakiina ya'maluuna fil-bahri fa arottu an a'iibahaa, wa kaana warooo`ahum malikuy ya`khuzu kulla safiinatin ghoshbaa
"Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 79)

wa ammal-ghulaamu fa kaana abawaahu mu`minaini fa khosyiinaaa ay yur-hiqohumaa thughyaanaw wa kufroo
"Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 80)

fa arodnaaa ay yubdilahumaa robbuhumaa khoirom min-hu zakaataw wa aqroba ruhmaa
"Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak lain) yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 81)

wa ammal-jidaaru fa kaana lighulaamaini yatiimaini fil-madiinati wa kaana tahtahuu kanzul lahumaa wa kaana abuuhumaa shoolihaa, fa arooda robbuka ay yablughooo asyuddahumaa wa yastakhrijaa kanzahumaa rohmatam mir robbik, wa maa fa'altuhuu 'an amrii, zaalika ta`wiilu maa lam tasthi' 'alaihi shobroo
"Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 82)

wa yas`aluunaka 'an zil-qornaiin, qul sa`atluu 'alaikum min-hu zikroo
"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, Akan kubacakan kepadamu kisahnya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 83)

innaa makkannaa lahuu fil-ardhi wa aatainaahu ming kulli syai`in sababaa
"Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 84)

fa atba'a sababaa
"maka dia pun menempuh suatu jalan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 85)

hattaaa izaa balagho maghribasy-syamsi wajadahaa taghrubu fii 'ainin hami`atiw wa wajada 'indahaa qoumaa, qulnaa yaa zal-qornaini immaaa an tu'azziba wa immaaa an tattakhiza fiihim husnaa
"Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 86)

qoola ammaa man zholama fa saufa nu'azzibuhuu summa yuroddu ilaa robbihii fa yu'azzibuhuu 'azaaban nukroo
"Dia (Zulkarnain) berkata, Barang siapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 87)

wa ammaa man aamana wa 'amila shoolihan fa lahuu jazaaa`anil-husnaa, wa sanaquulu lahuu min amrinaa yusroo
"Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 88)

summa atba'a sababaa
"Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 89)

hattaaa izaa balagho mathli'asy-syamsi wajadahaa tathlu'u 'alaa qoumil lam naj'al lahum min duunihaa sitroo
"Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari) itu,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 90)

kazaalik, wa qod ahathnaa bimaa ladaihi khubroo
"demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Zulkarnain)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 91)

summa atba'a sababaa
"Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 92)

hattaaa izaa balagho bainas-saddaini wajada min duunihimaa qoumal laa yakaaduuna yafqohuuna qoulaa
"Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 93)

qooluu yaa zal-qornaini inna ya`juuja wa ma`juuja mufsiduuna fil-ardhi fa hal naj'alu laka khorjan 'alaaa an taj'ala bainanaa wa bainahum saddaa
"Mereka berkata, Wahai Zulkarnain! Sungguh, Ya'juj dan Ma'juj itu (sekelompok manusia) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 94)

qoola maa makkannii fiihi robbii khoirun fa a'iinuunii biquwwatin aj'al bainakum wa bainahum rodmaa
"Dia (Zulkarnain) berkata, Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 95)

aatuunii zubarol-hadiid, hattaaa izaa saawaa bainash-shodafaini qoolanfukhuu, hattaaa izaa ja'alahuu naarong qoola aatuuniii ufrigh 'alaihi qithroo
"berilah aku potongan-potongan besi! Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, Tiuplah (api itu)! Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 96)

fa masthoo'uuu ay yazh-haruuhu wa mastathoo'uu lahuu naqbaa
"Maka mereka (Ya'juj dan Ma'juj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 97)

qoola haazaa rohmatum mir robbii, fa izaa jaaa`a wa'du robbii ja'alahuu dakkaaa`, wa kaana wa'du robbii haqqoo
"Dia (Zulkarnain) berkata, (Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 98)

wa taroknaa ba'dhohum yauma`iziy yamuuju fii ba'dhiw wa nufikho fish-shuuri fa jama'naahum jam'aa
"Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) berbaur antara satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala ditiup (lagi), akan Kami kumpulkan mereka semuanya,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 99)

wa 'arodhnaa jahannama yauma`izil lil-kaafiriina 'ardhoo
"dan Kami perlihatkan (Neraka) Jahanam dengan jelas pada hari itu kepada orang kafir,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 100)

allaziina kaanat a'yunuhum fii ghithooo`in 'an zikrii wa kaanuu laa yastathii'uuna sam'aa
"(yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 101)

a fa hasiballaziina kafaruuu ay yattakhizuu 'ibaadii min duuniii auliyaaa`, innaaa a'tadnaa jahannama lil-kaafiriina nuzulaa
"Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh, Kami telah menyediakan (Neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 102)

qul hal nunabbi`ukum bil-akhsariina a'maalaa
"Katakanlah (Muhammad), Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 103)

allaziina dholla sa'yuhum fil-hayaatid-dun-yaa wa hum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun'aa
"(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 104)

ulaaa`ikallaziina kafaruu bi`aayaati robbihim wa liqooo`ihii fa habithot a'maaluhum fa laa nuqiimu lahum yaumal-qiyaamati waznaa
"Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 105)

zaalika jazaaa`uhum jahannamu bimaa kafaruu wattakhozuuu aayaatii wa rusulii huzuwaa
"Demikianlah, balasan mereka itu Neraka Jahanam, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai bahan olok-olok."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 106)

innallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati kaanat lahum jannaatul-firdausi nuzulaa
"Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan Surga Firdaus sebagai tempat tinggal,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 107)

khoolidiina fiihaa laa yabghuuna 'an-haa hiwalaa
"mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 108)

qul lau kaanal-bahru midaadal likalimaati robbii lanafidal-bahru qobla an tanfada kalimaatu robbii walau ji`naa bimislihii madadaa
"Katakanlah (Muhammad), Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 109)

qul innamaaa ana basyarum mislukum yuuhaaa ilayya annamaaa ilaahukum ilaahuw waahid, fa mang kaana yarjuu liqooo`a robbihii falya'mal 'amalan shoolihaw wa laa yusyrik bi'ibaadati robbihiii ahadaa
"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)


Vidio Bacaan Surat Al-Kahfi


Sekian, Semoga bermanfaat apa yang telah admin sampaikan dalam postingan Latin Surat Al-Kahfi Dan Terjemahan Indonesia ini. Jangan lupa untuk selalu mengunjungi blog ini untuk belajar hal-hal baru yang di sajikan blog ini.

Jika teman-teman merasa postingan ini bermanfaat jangan lupa SHARE yaaa.
Samapai jumpa di postingan berikutnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Latin Surat Al-Kahfi Dan Terjemahan Indonesia