Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Kamis, 11 Oktober 2018

Latin Surat An-Nur Dan Terjemahan Indonesianya





Teks Latin Surat An-Nur Dan Terjemahan Indonesia - Assalamualaikum, Alhamdulillah bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kenikmatan hidup hari ini dan seharusnya kita selalu menyukuri itu, dan menggunakan waktu yang di berikan untuk melakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi kita pada saat kembali ke sisinya nanti. Ok pada kesempatan kali ini admin akan kembali membagikan postingan teks latin bacaan Al-Qur'an yaitu Teks Latin Surat An-Nur.

Mampir juga ya ke postingan mimin sebelumnya yaitu Teks latin Surat Al-Mu'minun.

teks latin Surat An-Nur, Al-Qur'an Surat An-Nur, teks latin

Surat An-Nur adalah surah ke-24 dari al-Qur'an yang terdapat pada bagian juz ke-18. Surat ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk dalam golongan surat-surat Madaniyah. Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.

Dalam ayat ini, Allah s.w.t. menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta. Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Berikut teks latin surat An-Nur.


An-Nur (cahaya)


teks latin Surat An-Nur, Al-Qur'an Surat An-Nur, teks latin

suurotun anzalnaahaa wa farodhnaahaa wa anzalnaa fiihaaa aayaatim bayyinaatil la'allakum tazakkaruun
"(Inilah) suatu surah yang kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas, agar kamu ingat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 1)

az-zaaniyatu waz-zaanii fajliduu kulla waahidim min-humaa mi`ata jaldatiw wa laa ta`khuzkum bihimaa ro`fatun fii diinillaahi ing kuntum tu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhir, walyasy-had 'azaabahumaa thooo`ifatum minal-mu`miniin
"Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nur 24: Ayat 2)

az-zaanii laa yangkihu illaa zaaniyatan au musyrikataw waz-zaaniyatu laa yangkihuhaaa illaa zaanin au musyrik, wa hurrima zaalika 'alal-mu`miniin
"Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin."
(QS. An-Nur 24: Ayat 3)

wallaziina yarmuunal-muhshonaati summa lam ya`tuu bi`arba'ati syuhadaaa`a fajliduuhum samaaniina jaldataw wa laa taqbaluu lahum syahaadatan abadaa, wa ulaaa`ika humul-faasiquun
"Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik,"
(QS. An-Nur 24: Ayat 4)

illallaziina taabuu mim ba'di zaalika wa ashlahuu, fa innalloha ghofuurur rohiim
"kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nur 24: Ayat 5)

wallaziina yarmuuna azwaajahum wa lam yakul lahum syuhadaaa`u illaaa anfusuhum fa syahaadatu ahadihim arba'u syahaadaatim billaahi innahuu laminash-shoodiqiin
"Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar."
(QS. An-Nur 24: Ayat 6)

wal-khoomisatu anna la'natallohi 'alaihi ing kaana minal-kaazibiin
"Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah akan menimpanya, jika dia termasuk orang yang berdusta."
(QS. An-Nur 24: Ayat 7)

wa yadro`u 'an-hal-'azaaba an tasy-hada arba'a syahaadaatim billaahi innahuu laminal-kaazibiin
"Dan istri itu terhindar dari hukuman apabila dia bersumpah empat kali atas (nama) Allah bahwa dia (suaminya) benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta,"
(QS. An-Nur 24: Ayat 8)

wal-khoomisata anna ghodhoballohi 'alaihaaa ing kaana minash-shoodiqiin
"dan (sumpah) yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya (istri), jika dia (suaminya) itu termasuk orang yang berkata benar."
(QS. An-Nur 24: Ayat 9)

walau laa fadhlullohi 'alaikum wa rohmatuhuu wa annalloha tawwaabun hakiim
"Dan sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan menemui kesulitan). Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nur 24: Ayat 10)

innallaziina jaaa`uu bil-ifki 'ushbatum mingkum, laa tahsabuuhu syarrol lakum, bal huwa khoirul lakum, likullimri`im min-hum maktasaba minal-ism, wallazii tawallaa kibrohuu min-hum lahuu 'azaabun 'azhiim
"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula)."
(QS. An-Nur 24: Ayat 11)

lau laaa iz sami'tumuuhu zhonnal-mu`minuuna wal-mu`minaatu bi`anfusihim khoirow wa qooluu haazaaa ifkum mubiin
"Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata."
(QS. An-Nur 24: Ayat 12)

lau laa jaaa`uu 'alaihi bi`arba'ati syuhadaaa`, fa iz lam ya`tuu bisy-syuhadaaa`i fa ulaaa`ika 'indallohi humul-kaazibuun
"Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak datang membawa empat saksi? Oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi, maka mereka itu dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang berdusta."
(QS. An-Nur 24: Ayat 13)

walau laa fadhlullohi 'alaikum wa rohmatuhuu fid-dun-yaa wal-aakhiroti lamassakum fii maaa afadhtum fiihi 'azaabun 'azhiim
"Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu)."
(QS. An-Nur 24: Ayat 14)

iz talaqqounahuu bi`alsinatikum wa taquuluuna bi`afwaahikum maa laisa lakum bihii 'ilmuw wa tahsabuunahuu hayyinaw wa huwa 'indallohi 'azhiim
"(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar."
(QS. An-Nur 24: Ayat 15)

walau laaa iz sami'tumuuhu qultum maa yakuunu lanaaa an natakallama bihaazaa sub-haanaka haazaa buhtaanun 'azhiim
"Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Maha Suci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar."
(QS. An-Nur 24: Ayat 16)

ya'izhukumullohu an ta'uuduu limislihiii abadan ing kuntum mu`miniin
"Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali mengulangi seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang beriman,"
(QS. An-Nur 24: Ayat 17)

wa yubayyinullohu lakumul-aayaat, wallohu 'aliimun hakiim
"dan  Allah menjelaskan ayat-ayat-(Nya) kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nur 24: Ayat 18)

innallaziina yuhibbuuna an tasyii'al-faahisyatu fillaziina aamanuu lahum 'azaabun aliimun fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wallohu ya'lamu wa antum laa ta'lamuun
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. An-Nur 24: Ayat 19)

walau laa fadhlullohi 'alaikum wa rohmatuhuu wa annalloha ro`uufur rohiim
"Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Sungguh, Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nur 24: Ayat 20)

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattabi'uu khuthuwaatisy-syaithoon, wa may yattabi' khuthuwaatisy-syaithooni fa innahuu ya`muru bil-fahsyaaa`i wal-mungkar, walau laa fadhlullohi 'alaikum wa rohmatuhuu maa zakaa mingkum min ahadin abadaw wa laakinnalloha yuzakkii may yasyaaa`, wallohu samii'un 'aliim
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. An-Nur 24: Ayat 21)

wa laa ya`tali ulul-fadhli mingkum was-sa'ati ay yu`tuuu ulil-qurbaa wal-masaakiina wal-muhaajiriina fii sabiilillaahi walya'fuu walyashfahuu, alaa tuhibbuuna ay yaghfirollaahu lakum, wallohu ghofuurur rohiim
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nur 24: Ayat 22)

innallaziina yarmuunal-muhshonaatil-ghoofilaatil-mu`minaati lu'inuu fid-dun-yaa wal-aakhiroti wa lahum 'azaabun 'azhiim
"Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar,"
(QS. An-Nur 24: Ayat 23)

yauma tasy-hadu 'alaihim alsinatuhum wa aidiihim wa arjuluhum bimaa kaanuu ya'maluun
"pada hari, (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."
(QS. An-Nur 24: Ayat 24)

yauma`iziy yuwaffiihimullohu diinahumul-haqqo wa ya'lamuuna annalloha huwal-haqqul-mubiin
"Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah Maha Benar, Maha Menjelaskan."
(QS. An-Nur 24: Ayat 25)

al-khobiisaatu lil-khobiisiina wal-khobiisuuna lil-khobiisaat, wath-thoyyibaatu lith-thoyyibiina wath-thoyyibuuna lith-thoyyibaat, ulaaa`ika mubarro`uuna mimmaa yaquuluun, lahum maghfirotuw wa rizqung kariim
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."
(QS. An-Nur 24: Ayat 26)

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tadkhuluu buyuutan ghoiro buyuutikum hattaa tasta`nisuu wa tusallimuu 'alaaa ahlihaa, zaalikum khoirul lakum la'allakum tazakkaruun
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 27)

fa il lam tajiduu fiihaaa ahadan fa laa tadkhuluuhaa hattaa yu`zana lakum wa ing qiila lakumurji'uu farji'uu huwa azkaa lakum, wallohu bimaa ta'maluuna 'aliim
"Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, Kembalilah! Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Nur 24: Ayat 28)

laisa 'alaikum junaahun an tadkhuluu buyuutan ghoiro maskuunatin fiihaa mataa'ul lakum, wallohu ya'lamu maa tubduuna wa maa taktumuun
"Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni, yang di dalamnya ada kepentingan kamu; Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan."
(QS. An-Nur 24: Ayat 29)

qul lil-mu`miniina yaghudhdhuu min abshoorihim wa yahfazhuu furuujahum, zaalika azkaa lahum, innalloha khobiirum bimaa yashna'uun
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 30)

wa qul lil-mu`minaati yaghdhudhna min abshoorihinna wa yahfazhna furuujahunna wa laa yubdiina ziinatahunna illaa maa zhoharo min-haa walyadhribna bikhumurihinna 'alaa juyuubihinna wa laa yubdiina ziinatahunna illaa libu'uulatihinna au aabaaa`ihinna au aabaaa`i bu'uulatihinna au abnaaa`ihinna au abnaaa`i bu'uulatihinna au ikhwaanihinna au baniii ikhwaanihinna au baniii akhowaatihinna au nisaaa`ihinna au maa malakat aimaanuhunna awittaabi'iina ghoiri ulil-irbati minar-rijaali awith-thiflillaziina lam yazh-haruu 'alaa 'aurootin-nisaaa`i wa laa yadhribna bi`arjulihinna liyu'lama maa yukhfiina min ziinatihinn, wa tuubuuu ilallohi jamii'an ayyuhal-mu`minuuna la'allakum tuflihuun
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)

wa angkihul-ayaamaa mingkum wash-shoolihiina min 'ibaadikum wa imaaa`ikum, iy yakuunuu fuqorooo`a yughnihimullohu min fadhlih, wallohu waasi'un 'aliim
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
(QS. An-Nur 24: Ayat 32)

walyasta'fifillaziina laa yajiduuna nikaahan hattaa yughniyahumullohu min fadhlih, wallaziina yabtaghuunal-kitaaba mimmaa malakat aimaanukum fa kaatibuuhum in 'alimtum fiihim khoirow wa aatuuhum mim maalillaahillaziii aataakum, wa laa tukrihuu fatayaatikum 'alal-bighooo`i in arodna tahashshunal litabtaghuu 'arodhol hayaatid-dun-yaa, wa may yukrihhunna fa innalloha mim ba'di ikroohihinna ghofuurur rohiim
"Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barang siapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa."
(QS. An-Nur 24: Ayat 33)

wa laqod anzalnaaa ilaikum aayaatim mubayyinaatiw wa masalam minallaziina kholau ming qoblikum wa mau'izhotal lil-muttaqiin
"Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. An-Nur 24: Ayat 34)

allohu nuurus-samaawaati wal-ardh, masalu nuurihii kamisykaatin fiihaa mishbaah, al-mishbaahu fii zujaajah, az-zujaajatu ka`annahaa kaukabun durriyyuy yuuqodu min syajarotim mubaarokatin zaituunatil laa syarqiyyatiw wa laa ghorbiyyatiy yakaadu zaituhaa yudhiii`u walau lam tamsas-hu naar, nuurun 'alaa nuur, yahdillaahu linuurihii may yasyaaa`, wa yadhribullohul-amsaala lin-naas, wallohu bikulli syai`in 'aliim
"Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. An-Nur 24: Ayat 35)

fii buyuutin azinallohu an turfa'a wa yuzkaro fiihasmuhuu yusabbihu lahuu fiihaa bil-ghuduwwi wal-aashool
"(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang,"
(QS. An-Nur 24: Ayat 36)

rijaalul laa tul-hiihim tijaarotuw wa laa bai'un 'an zikrillaahi wa iqoomish-sholaati wa iitaaa`iz-zakaati yakhoofuuna yauman tataqollabu fiihil quluubu wal-abshoor
"orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual-beli dari mengingat Allah, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),"
(QS. An-Nur 24: Ayat 37)

liyajziyahumullohu ahsana maa 'amiluu wa yaziidahum min fadhlih, wallohu yarzuqu may yasyaaa`u bighoiri hisaab
"(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas."
(QS. An-Nur 24: Ayat 38)

wallaziina kafaruuu a'maaluhum kasaroobim biqii'atiy yahsabuhuzh-zhom`aanu maaa`aa, hattaaa izaa jaaa`ahuu lam yajid-hu syai`aw wa wajadalloha 'indahuu fa waffaahu hisaabah, wallohu sarii'ul hisaab
"Dan orang-orang yang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya,"
(QS. An-Nur 24: Ayat 39)

au kazhulumaatin fii bahril lujjiyyiy yaghsyaahu maujum min fauqihii maujum min fauqihii sahaab, zhulumaatum ba'dhuhaa fauqo ba'dh, izaaa akhroja yadahuu lam yakad yaroohaa, wa mal lam yaj'alillaahu lahuu nuuron fa maa lahuu min nuur
"atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun."
(QS. An-Nur 24: Ayat 40)

a lam taro annalloha yusabbihu lahuu man fis-samaawaati wal-ardhi wath-thoiru shoooffaat, kullung qod 'alima sholaatahuu wa tasbiihah, wallohu 'aliimum bimaa yaf'aluun
"Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
(QS. An-Nur 24: Ayat 41)

wa lillaahi mulkus-samaawaati wal-ardh, wa ilallohil-mashiir
"Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan hanya kepada Allah-lah kembali (seluruh makhluk)."
(QS. An-Nur 24: Ayat 42)

a lam taro annalloha yuzjii sahaaban summa yu`allifu bainahuu summa yaj'aluhuu rukaaman fa tarol-wadqo yakhruju min khilaalih, wa yunazzilu minas-samaaa`i min jibaalin fiihaa mim barodin fa yushiibu bihii may yasyaaa`u wa yashrifuhuu 'am may yasyaaa`, yakaadu sanaa barqihii yaz-habu bil-abshoor
"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan."
(QS. An-Nur 24: Ayat 43)

yuqollibullohul-laila wan-nahaar, inna fii zaalika la'ibrotal li`ulil-abshoor
"Allah mempergantikan malam dan siang. Sungguh pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam)."
(QS. An-Nur 24: Ayat 44)

wallohu kholaqo kulla daaabbatim mim maaa`, fa min-hum may yamsyii 'alaa bathnih, wa min-hum may yamsyii 'alaa rijlaiin, wa min-hum may yamsyii 'alaaa arba', yakhluqullohu maa yasyaaa`, innalloha 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. An-Nur 24: Ayat 45)

laqod anzalnaaa aayaatim mubayyinaat, wallohu yahdii may yasyaaa`u ilaa shiroothim mustaqiim
"Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus."
(QS. An-Nur 24: Ayat 46)

wa yaquuluuna aamannaa billaahi wa bir-rosuuli wa atho'naa summa yatawallaa fariiqum min-hum mim ba'di zaalik, wa maaa ulaaa`ika bil-mu`miniin
"Dan mereka (orang-orang munafik) berkata, Kami telah beriman kepada Allah dan rasul (Muhammad), dan kami menaati (keduanya). Kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman."
(QS. An-Nur 24: Ayat 47)

wa izaa du'uuu ilallohi wa rosuulihii liyahkuma bainahum izaa fariiqum min-hum mu'ridhuun
"Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya, agar (rasul) memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak (untuk datang)."
(QS. An-Nur 24: Ayat 48)

wa iy yakul lahumul-haqqu ya`tuuu ilaihi muz'iniin
"Tetapi, jika kebenaran di pihak mereka, mereka datang kepadanya (rasul) dengan patuh."
(QS. An-Nur 24: Ayat 49)

a fii quluubihim marodhun amirtaabuuu am yakhoofuuna ay yahiifallohu 'alaihim wa rosuuluh, bal ulaaa`ika humuzh-zhoolimuun
"Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim."
(QS. An-Nur 24: Ayat 50)

innamaa kaana qoulal-mu`miniina izaa du'uuu ilallohi wa rosuulihii liyahkuma bainahum ay yaquuluu sami'naa wa atho'naa, wa ulaaa`ika humul-muflihuun
"Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, Kami mendengar, dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 51)

wa may yuthi'illaaha wa rosuulahuu wa yakhsyalloha wa yattaq-hi fa ulaaa`ika humul-faaa`izuun
"Dan barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan."
(QS. An-Nur 24: Ayat 52)

wa aqsamuu billaahi jahda aimaanihim la`in amartahum layakhrujunn, qul laa tuqsimuu, thoo'atum ma'ruufah, innalloha khobiirum bimaa ta'maluun
"Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah sungguh-sungguh, bahwa jika engkau suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah (Muhammad), Janganlah kamu bersumpah, (karena yang diminta) adalah ketaatan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Nur 24: Ayat 53)

qul athii'ulloha wa athii'ur-rosuul, fa in tawallau fa innamaa 'alaihi maa hummila wa 'alaikum maa hummiltum, wa in tuthii'uuhu tahtaduu, wa maa 'alar-rosuuli illal-balaaghul-mubiin
"Katakanlah, Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas."
(QS. An-Nur 24: Ayat 54)

wa'adallohullaziina aamanuu mingkum wa 'amilush-shoolihaati layastakhlifannahum fil-ardhi kamastakhlafallaziina ming qoblihim wa layumakkinanna lahum diinahumullazirtadhoo lahum wa layubaddilannahum mim ba'di khoufihim amnaa, ya'buduunanii laa yusyrikuuna bii syai`aa, wa mang kafaro ba'da zaalika fa ulaaa`ika humul-faasiquun
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."
(QS. An-Nur 24: Ayat 55)

wa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata wa athii'ur-rosuula la'allakum tur-hamuun
"Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 56)

laa tahsabannallaziina kafaruu mu'jiziina fil-ardh, wa ma`waahumun-naar, wa labi`sal-mashiir
"Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan Allah di bumi; sedang tempat kembali mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. An-Nur 24: Ayat 57)

yaaa ayyuhallaziina aamanuu liyasta`zingkumullaziina malakat aimaanukum wallaziina lam yablughul-huluma mingkum salaasa marroot, ming qobli sholaatil-fajri wa hiina tadho'uuna siyaabakum minazh-zhohiiroti wa mim ba'di sholaatil-'isyaaa`, salaasu 'aurootil lakum, laisa 'alaikum wa laa 'alaihim junaahum ba'dahunn, thowwaafuuna 'alaikum ba'dhukum 'alaa ba'dh, kazaalika yubayyinullohu lakumul-aayaat, wallohu 'aliimun hakiim
"Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum sholat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah sholat isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nur 24: Ayat 58)

wa izaa balaghol-athfaalu mingkumul-huluma falyasta`zinuu kamasta`zanallaziina ming qoblihim, kazaalika yubayyinullohu lakum aayaatih, wallohu 'aliimun hakiim
"Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nur 24: Ayat 59)

wal-qowaa'idu minan-nisaaa`illaatii laa yarjuuna nikaahan fa laisa 'alaihinna junaahun ay yadho'na siyaabahunna ghoiro mutabarrijaatim biziinah, wa ay yasta'fifna khoirul lahunn, wallohu samii'un 'aliim
"Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi), maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. An-Nur 24: Ayat 60)

laisa 'alal-a'maa harojuw wa laa 'alal-a'roji harojuw wa laa 'alal-mariidhi harojuw wa laa 'alaaa anfusikum an ta`kuluu mim buyuutikum au buyuuti aabaaa`ikum au buyuuti ummahaatikum au buyuuti ikhwaanikum au buyuuti akhowaatikum au buyuuti a'maamikum au buyuuti 'ammaatikum au buyuuti akhwaalikum au buyuuti khoolaatikum au maa malaktum mafaatihahuuu au shodiiqikum, laisa 'alaikum junaahun an ta`kuluu jamii'an au asytaataa, fa izaa dakholtum buyuutan fa sallimuu 'alaaa anfusikum tahiyyatam min 'indillaahi mubaarokatan thoyyibah, kazaalika yubayyinullohu lakumul-aayaati la'allakum ta'qiluun
"Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara-saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya atau (di rumah) kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti."
(QS. An-Nur 24: Ayat 61)

innamal-mu`minuunallaziina aamanuu billaahi wa rosuulihii wa izaa kaanuu ma'ahuu 'alaaa amrin jaami'il lam yaz-habuu hattaa yasta`zinuuh, innallaziina yasta`zinuunaka ulaaa`ikallaziina yu`minuuna billaahi wa rosuulih, fa izasta`zanuuka liba'dhi sya`nihim fa`zal liman syi`ta min-hum wastaghfir lahumulloh, innalloha ghofuurur rohiim
"(Yang disebut) orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya (Muhammad), dan apabila mereka berada bersama-sama dengan dia (Muhammad) dalam suatu urusan bersama, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sungguh orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nur 24: Ayat 62)

laa taj'aluu du'aaa`ar-rosuuli bainakum kadu'aaa`i ba'dhikum ba'dhoo, qod ya'lamullohullaziina yatasallaluuna mingkum liwaazaa, falyahzarillaziina yukhoolifuuna 'an amrihiii an tushiibahum fitnatun au yushiibahum 'azaabun aliim
"Janganlah kamu jadikan panggilan rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih."
(QS. An-Nur 24: Ayat 63)

alaaa inna lillaahi maa fis-samaawaati wal-ardh, qod ya'lamu maaa antum 'alaiih, wa yauma yurja'uuna ilaihi fa yunabbi`uhum bimaa 'amiluu, wallohu bikulli syai`in 'aliim
"Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan kamu sekarang. Dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. An-Nur 24: Ayat 64)


Vidio Bacaan Surat An-Nur


Sekian, terima kasih semuanya sudah menyempatkan untuk mampir dan membaca postingan admin ini, semoga bermanfaat dan dapat di pahami apa yang admin tuliskan dalam postingan ini.

Jangan lupa untuk terus belajar dan jadilah yang terbaik hari ini.
Jangan lupa share yaaa.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Latin Surat An-Nur Dan Terjemahan Indonesianya