Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Sabtu, 22 September 2018

Latin Surat At-Taubah Dan Terjemahan Indonesia





Latin Surat At-Taubah Dan Terjemahan Indonesia - Assalamualaikum, selamat datang kembali di blog ini bagi kalian yang sudah pernah mengunjungi blog ini, dan bagi teman-teman yang baru pertama kali berkunjung admin ucapkan selamat datang untuk mendapatkan ilmu yang akan admin bagikan.

Pada postingan kali ini sesuai dengan judul, admin akan membahas tentang Latin Surat At-Taubah Dan Terjemahan Indonesia semoga bermanfaat bagi banyak orang. Jangan lupa baca juga postingan admin sebelumnya yang membahas bacaan Latin Surat Al-Anfal.

surat at-taubah, latin surat at-taubah, bacaan latin, teks latin

Surah At-Taubah "Pengampunan" surat yang ke-9 dalam al-Qur'an yang terdapat pada juz ke-10 dan 11. Surat ini tergolong dalam golongan surat Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Pada bacaan Surat At-Taubah di bawah kalian akan menemukan hal yang berbeda dari biasanya. Permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah. Maka itulah sebabnya bacaan surat ini tidak di awali dengan bacaan basmalah.

Berikut bacaan latin surat At-Taubah, silahkan teman-teman baca.



At-Taubah (Pengampunan)



1.
barooo`atum minallohi wa rosuulihiii ilallaziina 'aahattum minal-musyrikiin
"(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 1)

2.
fa siihuu fil-ardhi arba'ata asy-huriw wa'lamuuu annakum ghoiru mu'jizillaahi wa annalloha mukhzil-kaafiriin
"Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di Bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 2)

3.
wa azaanum minallohi wa rosuulihiii ilan-naasi yaumal-hajjil-akbari annalloha bariii`um minal-musyrikiina wa rosuuluh, fa in tubtum fa huwa khoirul lakum, wa in tawallaitum fa'lamuuu annakum ghoiru mu'jizillaah, wa basysyirillaziina kafaruu bi'azaabin aliim
"Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 3)

4.
illallaziina 'aahattum minal-musyrikiina summa lam yangqushuukum syai`aw wa lam yuzhoohiruu 'alaikum ahadan fa atimmuuu ilaihim 'ahdahum ilaa muddatihim, innalloha yuhibbul muttaqiin
"kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 4)

5.
fa izansalakhol-asy-hurul-hurumu faqtulul-musyrikiina haisu wajattumuuhum wa khuzuuhum wahshuruuhum waq'uduu lahum kulla marshod, fa in taabuu wa aqoomush-sholaata wa aatawuz-zakaata fa kholluu sabiilahum, innalloha ghofuurur rohiim
"Apabila telah habis bulan-bulan haram, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan sholat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 5)

6.
wa in ahadum minal-musyrikiinastajaaroka fa ajir-hu hattaa yasma'a kalaamallohi summa abligh-hu ma`manah, zaalika bi`annahum qoumul laa ya'lamuun
"Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 6)

7.
kaifa yakuunu lil-musyrikiina 'ahdun 'indallohi wa 'inda rosuulihiii illallaziina 'aahattum 'indal-masjidil-haroom, famastaqoomuu lakum fastaqiimuu lahum, innalloha yuhibbul-muttaqiin
"Bagaimana mungkin ada perjanjian (aman) di sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam (Hudaibiyah), maka selama mereka berlaku jujur terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur (pula) terhadap mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 7)

8.
kaifa wa iy yazh-haruu 'alaikum laa yarqubuu fiikum illaw wa laa zimmah, yurdhuunakum bi`afwaahihim wa ta`baa quluubuhum, wa aksaruhum faasiquun
"Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 8)

9.
isytarou bi`aayaatillaahi samanang qoliilan fa shodduu 'an sabiilih, innahum saaa`a maa kaanuu ya'maluun
"Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 9)

10.
laa yarqubuuna fii mu`minin illaw wa laa zimmah, wa ulaaa`ika humul-mu'taduun
"Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 10)

11.
fa in taabuu wa aqoomush-sholaata wa aatawuz-zakaata fa ikhwaanukum fid-diin, wa nufashshilul-aayaati liqoumiy ya'lamuun
"Dan jika mereka bertobat, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui."
(QS. At-Taubah 9:Ayat 11)

12.
wa in nakasuuu aimaanahum mim ba'di 'ahdihim wa tho'anuu fii diinikum fa qootiluuu a`immatal-kufri innahum laaa aimaana lahum la'allahum yantahuun
"Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 12)

13.
alaa tuqootiluuna qouman nakasuuu aimaanahum wa hammuu bi`ikhroojir-rosuuli wa hum bada`uukum awwala marroh, a takhsyaunahum, fallohu ahaqqu an takhsyauhu ing kuntum mu`miniin
"Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 13)

14.
qootiluuhum yu'azzib-humullohu bi`aidiikum wa yukhzihim wa yanshurkum 'alaihim wa yasyfi shuduuro qoumim mu`miniin
"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 14)

15.
wa yuz-hib ghoizho quluubihim, wa yatuubullohu 'alaa may yasyaaa`, wallohu 'aliimun hakiim
"dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 15)

16.
am hasibtum an tutrokuu wa lammaa ya'lamillaahullaziina jaahaduu mingkum wa lam yattakhizuu min duunillaahi wa laa rosuulihii wa lal-mu`miniina waliijah, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 16)

17.
maa kaana lil-musyrikiina ay ya'muruu masaajidallohi syaahidiina 'alaaa anfusihim bil-kufr, ulaaa`ika habithot a'maaluhum, wa fin-naari hum khooliduun
"Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 17)


18.
innamaa ya'muru masaajidallohi man aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wa aqoomash-sholaata wa aataz-zakaata wa lam yakhsya illalloh, fa 'asaaa ulaaa`ika ay yakuunuu minal-muhtadiin
"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 18)

19.
a ja'altum siqooyatal-haaajji wa 'imaarotal-masjidil-haroomi kaman aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wa jaahada fii sabiilillaah, laa yastawuuna 'indalloh, wallohu laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin
"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zalim."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 19)

20.
allaziina aamanuu wa haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi bi`amwaalihim wa anfusihim a'zhomu darojatan 'indalloh, wa ulaaa`ika humul-faaa`izuun
"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 20)

21.
yubasysyiruhum robbuhum birohmatim min-hu wa ridhwaaniw wa jannaatil lahum fiihaa na'iimum muqiim
"Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan, dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 21)

22.
khoolidiina fiihaaa abadaa, innalloha 'indahuuu ajrun 'azhiim
"Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 22)

23.
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuuu aabaaa`akum wa ikhwaanakum auliyaaa`a inistahabbul-kufro 'alal-iimaan, wa may yatawallahum mingkum fa ulaaa`ika humuzh-zhoolimuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 23)

24.
qul ing kaana aabaaa`ukum wa abnaaa`ukum wa ikhwaanukum wa azwaajukum wa 'asyiirotukum wa amwaaluniqtaroftumuuhaa wa tijaarotun takhsyauna kasaadahaa wa masaakinu tardhounahaaa ahabba ilaikum minallohi wa rosuulihii wa jihaadin fii sabiilihii fa tarobbashuu hattaa ya`tiyallohu bi`amrih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)

25.
laqod nashorokumullohu fii mawaathina kasiirotiw wa yauma hunainin iz a'jabatkum kasrotukum fa lam tughni 'angkum syai`aw wa dhooqot 'alaikumul-ardhu bimaa rohubat summa wallaitum mudbiriin
"Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan Bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 25)

26.
summa anzalallohu sakiinatahuu 'alaa rosuulihii wa 'alal-mu`miniina wa anzala junuudal lam tarouhaa wa 'azzaballaziina kafaruu, wa zaalika jazaaa`ul-kaafiriin
"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 26)

27.
summa yatuubullohu mim ba'di zaalika 'alaa may yasyaaa`, wallohu ghofuurur rohiim
"Setelah itu Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 27)

28.
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu innamal-musyrikuuna najasun fa laa yaqrobul-masjidal-harooma ba'da 'aamihim haazaa, wa in khiftum 'ailatan fa saufa yughniikumullohu min fadhlihiii in syaaa`, innalloha 'aliimun hakiim
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 28)

29.
qootilullaziina laa yu`minuuna billaahi wa laa bil-yaumil-aakhiri wa laa yuharrimuuna maa harromallohu wa rosuuluhuu wa laa yadiinuuna diinal-haqqi minallaziina uutul-kitaaba hattaa yu'thul-jizyata 'ay yadiw wa hum shooghiruun
"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 29)

30.
wa qoolatil-yahuudu 'uzairunibnullohi wa qoolatin-nashoorol-masiihubnulloh, zaalika qouluhum bi`afwaahihim, yudhoohi`uuna qoulallaziina kafaruu ming qobl, qootalahumulloh, annaa yu`fakuun
"Dan orang-orang Yahudi berkata, Uzair putra Allah, dan orang-orang Nasrani berkata, Al-Masih putra Allah. Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 30)

31.
ittakhozuuu ahbaarohum wa ruhbaanahum arbaabam min duunillaahi wal-masiihabna maryam, wa maaa umiruuu illaa liya'buduuu ilaahaw waahidaa, laaa ilaaha illaa huw, sub-haanahuu 'ammaa yusyrikuun
"Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 31)

32.
yuriiduuna ay yuthfi`uu nuurollaahi bi`afwaahihim wa ya`ballohu illaaa ay yutimma nuurohuu walau karihal-kaafiruun
"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 32)

33.
huwallaziii arsala rosuulahuu bil-hudaa wa diinil-haqqi liyuzh-hirohuu 'alad-diini kullihii walau karihal-musyrikuun
"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 33)

34.
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu inna kasiirom minal-ahbaari war-ruhbaani laya`kuluuna amwaalan-naasi bil-baathili wa yashudduuna 'an sabiilillaah, wallaziina yaknizuunaz-zahaba wal-fidhdhota wa laa yunfiquunahaa fii sabiilillaahi fa basysyir-hum bi'azaabin aliim
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 34)

35.
yauma yuhmaa 'alaihaa fii naari jahannama fa tukwaa bihaa jibaahuhum wa junuubuhum wa zhuhuuruhum, haazaa maa kanaztum li`anfusikum fa zuuquu maa kuntum taknizuun
"(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 35)

36.
inna 'iddatasy-syuhuuri 'indallohisnaa 'asyaro syahron fii kitaabillaahi yauma kholaqos-samaawaati wal-ardho min-haaa arba'atun hurum, zaalikad-diinul-qoyyimu fa laa tazhlimuu fiihinna anfusakum wa qootilul-musyrikiina kaaaffatang kamaa yuqootiluunakum kaaaffah, wa'lamuuu annalloha ma'al-muttaqiin
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 36)

37.
innaman-nasiii`u ziyaadatun fil-kufri yudhollu bihillaziina kafaruu yuhilluunahuu 'aamaw wa yuharrimuunahuu 'aamal liyuwaathi`uu 'iddata maa harromallohu fa yuhilluu maa harromalloh, zuyyina lahum suuu`u a'maalihim, wallohu laa yahdil-qoumal-kaafiriin
"Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 37)

38.
yaaa ayyuhallaziina aamanuu maa lakum izaa qiila lakumunfiruu fii sabiilillaahis saaqoltum ilal-ardh, a rodhiitum bil-hayaatid-dun-yaa minal-aakhiroh, fa maa mataa'ul-hayaatid-dun-yaa fil-aakhiroti illaa qoliil
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 38)

39.
illaa tanfiruu yu'azzibkum 'azaaban aliimaw wa yastabdil qouman ghoirokum wa laa tadhurruuhu syai`aa, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 39)

40.
illaa tanshuruuhu fa qod nashorohullohu iz akhrojahullaziina kafaruu saaniyasnaini iz humaa fil-ghoori iz yaquulu lishoohibihii laa tahzan innalloha ma'anaa, fa anzalallohu sakiinatahuu 'alaihi wa ayyadahuu bijunuudil lam tarouhaa wa ja'ala kalimatallaziina kafarus-suflaa, wa kalimatullohi hiyal-'ulyaa, wallohu 'aziizun hakiim
"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 40)

41.
infiruu khifaafaw wa siqoolaw wa jaahiduu bi`amwaalikum wa anfusikum fii sabiilillaah, zaalikum khoirul lakum ing kuntum ta'lamuun
"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 41)

42.
lau kaana 'arodhong qoriibaw wa safarong qooshidal lattaba'uuka wa laakim ba'udat 'alaihimusy-syuqqoh, wa sayahlifuuna billaahi lawistatho'naa lakhorojnaa ma'akum, yuhlikuuna anfusahum, wallohu ya'lamu innahum lakaazibuun
"Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu. Mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 42)

43.
'afallohu 'angk, lima azinta lahum hattaa yatabayyana lakallaziina shodaquu wa ta'lamal-kaazibiin
"Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 43)

44.
laa yasta`zinukallaziina yu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhiri ay yujaahiduu bi`amwaalihim wa anfusihim, wallohu 'aliimum bil-muttaqiin
"Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin (tidak ikut) kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 44)

45.
innamaa yasta`zinukallaziina laa yu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhiri wartaabat quluubuhum fa hum fii roibihim yataroddaduun
"Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 45)

46.
walau aroodul-khuruuja la`a'adduu lahuu 'uddataw wa laaking karihallohumbi'aasahum fa sabbathohum wa qiilaq'uduu ma'al-qoo'idiin
"Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 46)

47.
lau khorojuu fiikum maa zaaduukum illaa khobaalaw wa la`audho'uu khilaalakum yabghuunakumul-fitnah, wa fiikum sammaa'uuna lahum, wallohu 'aliimum bizh-zhoolimiin
"Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah mengetahui orang-orang yang zalim"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 47)

48.
laqodibtaghowul-fitnata ming qoblu wa qollabuu lakal-umuuro hattaa jaaa`al-haqqu wa zhoharo amrullohi wa hum kaarihuun
"Sungguh, sebelum itu mereka memang sudah berusaha membuat kekacauan dan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu (memutarbalikkan persoalan), hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka tidak menyukainya."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 48)

49.
wa min-hum may yaquulu`zal lii wa laa taftinnii, alaa fil-fitnati saqothuu, wa inna jahannama lamuhiithotum bil-kaafiriin
"Dan di antara mereka ada orang yang berkata, Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Muhammad) menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah. Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sungguh, Jahanam meliputi orang-orang yang kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 49)

50.
in tushibka hasanatun tasu`hum, wa in tushibka mushiibatuy yaquuluu qod akhoznaaa amronaa ming qoblu wa yatawallaw wa hum farihuun
"Jika engkau (Muhammad) mendapat kebaikan, mereka tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (tidak pergi berperang), dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 50)

51.
qul lay yushiibanaaa illaa maa kataballohu lanaa, huwa maulaanaa wa 'alallohi falyatawakkalil-mu`minuun
"Katakanlah (Muhammad), Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 51)

52.
qul hal tarobbashuuna binaaa illaaa ihdal-husnayaiin, wa nahnu natarobbashu bikum ay yushiibakumullohu bi'azaabim min 'indihiii au bi`aidiinaa fa tarobbashuuu innaa ma'akum mutarobbishuun
"Katakanlah (Muhammad), Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 52)

53.
qul anfiquu thou'an au kar-hal lay yutaqobbala mingkum, innakum kuntum qouman faasiqiin
"Katakanlah (Muhammad), Infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun (infakmu) tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 53)

54.
wa maa mana'ahum an tuqbala min-hum nafaqootuhum illaaa annahum kafaruu billaahi wa birosuulihii wa laa ya`tuunash-sholaata illaa wa hum kusaalaa wa laa yunfiquuna illaa wa hum kaarihuun
"Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 54)

55.
fa laa tu'jibka amwaaluhum wa laaa aulaaduhum, innamaa yuriidullohu liyu'azzibahum bihaa fil-hayaatid-dun-yaa wa taz-haqo anfusuhum wa hum kaafiruun
"Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 55)

56.
wa yahlifuuna billaahi innahum lamingkum, wa maa hum mingkum wa laakinnahum qoumuy yafroquun
"Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-orang yang sangat takut (kepadamu)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 56)

57.
lau yajiduuna malja`an au maghoorootin au muddakholal lawallau ilaihi wa hum yajmahuun
"Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 57)

58.
wa min-hum may yalmizuka fish-shodaqoot, fa in u'thuu min-haa rodhuu wa il lam yu'thou min-haaa izaa hum yaskhothuun
"Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); jika mereka diberi bagian, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka marah."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 58)

59.
walau annahum rodhuu maaa aataahumullohu wa rosuuluhuu wa qooluu hasbunallohu sayu`tiinallohu min fadhlihii wa rosuuluhuu innaaa ilallohi rooghibuun
"Dan sekiranya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata Cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 59)

60.
innamash-shodaqootu lil-fuqorooo`i wal-masaakiini wal-'aamiliina 'alaihaa wal-mu`allafati quluubuhum wa fir-riqoobi wal-ghoorimiina wa fii sabiilillaahi wabnis-sabiil, fariidhotam minalloh, wallohu 'aliimun hakiim
"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 60)

61.
wa min-humullaziina yu`zuunan-nabiyya wa yaquuluuna huwa uzun, qul uzunu khoiril lakum yu`minu billaahi wa yu`minu lil-mu`miniina wa rohmatul lillaziina aamanuu mingkum, wallaziina yu`zuuna rosuulallohi lahum 'azaabun aliim
"Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi (Muhammad) dan mengatakan, Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya. Katakanlah, Dia memercayai semua yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, memercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah akan mendapat azab yang pedih."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 61)

62.
yahlifuuna billaahi lakum liyurdhuukum wallohu wa rosuuluhuuu ahaqqu ay yurdhuuhu ing kaanuu mu`miniin
"Mereka bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka cari keridaan-Nya jika mereka orang mukmin."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 62)

63.
a lam ya'lamuuu annahuu may yuhaadidillaaha wa rosuulahuu fa anna lahuu naaro jahannama khoolidan fiihaa, zaalikal-khizyul-'azhiim
"Tidakkah mereka (orang munafik) mengetahui bahwa barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 63)

64.
yahzarul-munaafiquuna an tunazzala 'alaihim suurotun tunabbi`uhum bimaa fii quluubihim, qulistahzi`uu, innalloha mukhrijum maa tahzaruun
"Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya). Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 64)

65.
wa la`in sa`altahum layaquulunna innamaa kunnaa nakhuudhu wa nal'ab, qul a billaahi wa aayaatihii wa rosuulihii kuntum tastahzi`uun
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah, Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 65)

66.
laa ta'taziruu qod kafartum ba'da iimaanikum, in na'fu 'an thooo`ifatim mingkum nu'azzib thooo`ifatam bi`annahum kaanuu mujrimiin
"Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 66)

67.
al-munaafiquuna wal-munaafiqootu ba'dhuhum mim ba'dh, ya`muruuna bil-mungkari wa yan-hauna 'anil-ma'ruufi wa yaqbidhuuna aidiyahum, nasulloha fa nasiyahum, innal-munaafiqiina humul-faasiquun
"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 67)

68.
wa'adallohul-munaafiqiina wal-munaafiqooti wal-kuffaaro naaro jahannama khoolidiina fiihaa, hiya hasbuhum, wa la'anahumulloh, wa lahum 'azaabum muqiim
"Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 68)

69.
kallaziina ming qoblikum kaanuuu asyadda mingkum quwwataw wa aksaro amwaalaw wa aulaadaa, fastamta'uu bikholaaqihim fastamta'tum bikholaaqikum kamastamta'allaziina ming qoblikum bikholaaqihim wa khudhtum kallazii khoodhuu, ulaaa`ika habithot a'maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa ulaaa`ika humul-khoosiruun
"(keadaan kamu kaum munafik dan musyrikin) seperti orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati bagiannya, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 69)

70.
a lam ya`tihim naba`ullaziina ming qoblihim qoumi nuuhiw wa 'aadiw wa samuuda wa qoumi ibroohiima wa ash-haabi madyana wal-mu`tafikaat, atat-hum rusuluhum bil-bayyinaat, fa maa kaanallohu liyazhlimahum wa laaking kaanuuu anfusahum yazhlimuun
"Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Samud, kaum lbrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 70)

71.
wal-mu`minuuna wal-mu`minaatu ba'dhuhum auliyaaa`u ba'dh, ya`muruuna bil-ma'ruufi wa yan-hauna 'anil-mungkari wa yuqiimuunash-sholaata wa yu`tuunaz-zakaata wa yuthii'uunalloha wa rosuulah, ulaaa`ika sayar-hamuhumulloh, innalloha 'aziizun hakiim
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah swt. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 71)

72.
wa'adallohul-mu`miniina wal-mu`minaati jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa wa masaakina thoyyibatan fii jannaati 'adn, wa ridhwaanum minallohi akbar, zaalika huwal-fauzul-'azhiim
"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di Surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 72)

73.
yaaa ayyuhan-nabiyyu jaahidil-kuffaaro wal-munaafiqiina waghluzh 'alaihim, wa ma`waahum jahannamu wa bi`sal-mashiir
"Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 73)

74.
yahlifuuna billaahi maa qooluu, wa laqod qooluu kalimatal-kufri wa kafaruu ba'da islaamihim wa hammuu bimaa lam yanaluu, wa maa naqomuuu illaaa an aghnaahumullohu wa rosuuluhuu min fadhlih, fa iy yatuubuu yaku khoirol lahum, wa iy yatawallau yu'azzib-humullohu 'azaaban aliiman fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa maa lahum fil-ardhi miw waliyyiw wa laa nashiir
"Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka, jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di Bumi."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 74)

75.
wa min-hum man 'aahadalloha la`in aataanaa min fadhlihii lanashshoddaqonna wa lanakuunanna minash-shoolihiin
"Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 75)

76.
fa lammaaa aataahum min fadhlihii bakhiluu bihii wa tawallaw wa hum mu'ridhuun
"Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 76)

77.
fa a'qobahum nifaaqon fii quluubihim ilaa yaumi yalqounahuu bimaaa akhlafulloha maa wa'aduuhu wa bimaa kaanuu yakzibuun
"Maka, Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 77)

78.
a lam ya'lamuuu annalloha ya'lamu sirrohum wa najwaahum wa annalloha 'allaamul-ghuyuub
"Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 78)

79.
allaziina yalmizuunal-muththowwi'iina minal-mu`miniina fish-shodaqooti wallaziina laa yajiduuna illaa juhdahum fa yaskhoruuna min-hum, sakhirollaahu min-hum wa lahum 'azaabun aliim
"(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 79)

80.
istaghfir lahum au laa tastaghfir lahum, in tastaghfir lahum sab'iina marrotan fa lay yaghfirollaahu lahum, zaalika bi`annahum kafaruu billaahi wa rosuulih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin
"(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 80)

81.
farihal-mukhollafuuna bimaq'adihim khilaafa rosuulillaahi wa karihuuu ay yujaahiduu bi`amwaalihim wa anfusihim fii sabiilillaahi wa qooluu laa tanfiruu fil-harr, qul naaru jahannama asyaddu harroo, lau kaanuu yafqohuun
"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini. Katakanlah (Muhammad), Api neraka Jahanam lebih panas, jika mereka mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 81)

82.
falyadh-hakuu qoliilaw walyabkuu kasiiroo, jazaaa`am bimaa kaanuu yaksibuun
"Maka, biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 82)

83.
fa ir roja'akallohu ilaa thooo`ifatim min-hum fasta`zanuuka lil-khuruuji fa qul lan takhrujuu ma'iya abadaw wa lan tuqootiluu ma'iya 'aduwwaa, innakum rodhiitum bil-qu'uudi awwala marroh, faq'uduu ma'al-khoolifiin
"Maka, jika Allah mengembalikanmu (Muhammad) kepada suatu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 83)

84.
wa laa tusholli 'alaaa ahadim min-hum maata abadaw wa laa taqum 'alaa qobrih, innahum kafaruu billaahi wa rosuulihii wa maatuu wa hum faasiquun
"Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 84)

85.
wa laa tu'jibka amwaaluhum wa aulaaduhum, innamaa yuriidullohu ay yu'azzibahum bihaa fid-dun-yaa wa taz-haqo anfusuhum wa hum kaafiruun
"Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 85)

86.
wa izaaa unzilat suurotun an aaminuu billaahi wa jaahiduu ma'a rosuulihista`zanaka uluth-thouli min-hum wa qooluu zarnaa nakum ma'al-qoo'idiin
"Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik), Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya, niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 86)

87.
rodhuu bi`ay yakuunuu ma'al-khowaalifi wa thubi'a 'alaa quluubihim fa hum laa yafqohuun
"Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak memahami (kebahagiaan beriman dan berjihad)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 87)

88.
laakinir-rosuulu wallaziina aamanuu ma'ahuu jaahaduu bi`amwaalihim wa anfusihim, wa ulaaa`ika lahumul-khoirootu wa ulaaa`ika humul-muflihuun
"Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 88)

89.
a'addallohu lahum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, zaalikal-fauzul-'azhiim
"Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 89)

90.
wa jaaa`al-mu'azziruuna minal-a'roobi liyu`zana lahum wa qo'adallaziina kazabulloha wa rosuulah, sayushiibullaziina kafaruu min-hum 'azaabun aliim
"Dan di antara orang-orang Arab Badui datang (kepada Nabi) mengemukakan alasan, agar diberi izin (untuk tidak pergi berperang), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 90)

91.
laisa 'aladh-dhu'afaaa`i wa laa 'alal-mardhoo wa laa 'alallaziina laa yajiduuna maa yunfiquuna harojun izaa nashohuu lillaahi wa rosuulih, maa 'alal-muhsiniina min sabiil, wallohu ghofuurur rohiim
"Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit, dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 91)

92.
wa laa 'alallaziina izaa maaa atauka litahmilahum qulta laaa ajidu maaa ahmilukum 'alaihi tawallaw wa a'yunuhum tafiidhu minad-dam'i hazanan allaa yajiduu maa yunfiquun
"dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang datang kepadamu (Muhammad), agar engkau memberi kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu, lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 92)

93.
innamas-sabiilu 'alallaziina yasta`zinuunaka wa hum aghniyaaa`, rodhuu bi`ay yakuunuu ma'al-khowaalifi wa thoba'allohu 'alaa quluubihim fa hum laa ya'lamuun
"Sesungguhnya alasan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 93)

94.
ya'taziruuna ilaikum izaa roja'tum ilaihim, qul laa ta'taziruu lan nu`mina lakum qod nabba`anallohu min akhbaarikum wa sayarollaahu 'amalakum wa rosuuluhuu summa turodduuna ilaa 'aalimil-ghoibi wasy-syahaadati fa yunabbi`ukum bimaa kuntum ta'maluun
"Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu, (demikian pula) Rasul-Nya, kemudian kamu dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 94)

95.
sayahlifuuna billaahi lakum izangqolabtum ilaihim litu'ridhuu 'an-hum, fa a'ridhuu 'an-hum, innahum rijsuw wa ma`waahum jahannamu jazaaa`am bimaa kaanuu yaksibuun
"Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah ketika kamu kembali kepada mereka agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka Neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 95)

96.
yahlifuuna lakum litardhou 'an-hum, fa in tardhou 'an-hum fa innalloha laa yardhoo 'anil-qoumil-faasiqiin
"Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 96)

97.
al-a'roobu asyaddu kufrow wa nifaaqow wa ajdaru allaa ya'lamuu huduuda maaa anzalallohu 'alaa rosuulih, wallohu 'aliimun hakiim
"Orang-orang Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 97)

98.
wa minal-a'roobi may yattakhizu maa yunfiqu maghromaw wa yatarobbashu bikumud-dawaaa`ir, 'alaihim daaa`irotus-sauu`, wallohu samii'un 'aliim
"Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian; dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 98)

99.
wa minal-a'roobi may yu`minu billaahi wal-yaumil-aakhiri wa yattakhizu maa yunfiqu qurubaatin 'indallohi wa sholawaatir-rosuul, alaaa innahaa qurbatul lahum, sayudkhiluhumullohu fii rohmatih, innalloha ghofuurur rohiim
"Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 99)

100.
was-saabiquunal-awwaluuna minal-muhaajiriina wal-anshoori wallaziinattaba'uuhum bi`ihsaanir rodhiyallohu 'an-hum wa rodhuu 'an-hu wa a'adda lahum jannaatin tajrii tahtahal-an-haaru khoolidiina fiihaaa abadaa, zaalikal-fauzul-'azhiim
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 100)

101.
wa mim man haulakum minal-a'roobi munaafiquun, wa min ahlil-madiinati maroduu 'alan-nifaaq, laa ta'lamuhum, nahnu na'lamuhum, sanu'azzibuhum marrotaini summa yurodduuna ilaa 'azaabin 'azhiim
"Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 101)

102.
wa aakhoruuna'tarofuu bizunuubihim kholathuu 'amalan shoolihaw wa aakhoro sayyi`aa, 'asallohu ay yatuuba 'alaihim, innalloha ghofuurur rohiim
"Dan (ada pula) orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 102)

103.
khuz min amwaalihim shodaqotan tuthohhiruhum wa tuzakkiihim bihaa wa sholli 'alaihim, inna sholaataka sakanul lahum, wallohu samii'un 'aliim
"Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 103)

104.
a lam ya'lamuuu annalloha huwa yaqbalut-taubata 'an 'ibaadihii wa ya`khuzush-shodaqooti wa annalloha huwat-tawwaabur-rohiim
"Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(nya), dan bahwa Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 104)

105.
wa quli'maluu fa sayarollaahu 'amalakum wa rosuuluhuu wal-mu`minuun, wa saturodduuna ilaa 'aalimil-ghoibi wasy-syahaadati fa yunabbi`ukum bimaa kuntum ta'maluun
"Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 105)

106.
wa aakhoruuna murjauna li`amrillaahi immaa yu'azzibuhum wa immaa yatuubu 'alaihim, wallohu 'aliimun hakiim
"Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 106)

107.
wallaziinattakhozuu masjidan dhiroorow wa kufrow wa tafriiqom bainal-mu`miniina wa irshoodal liman haaroballoha wa rosuulahuu ming qobl, wa layahlifunna in arodnaaa illal-husnaa, wallohu yasy-hadu innahum lakaazibuun
"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 107)

108.
laa taqum fiihi abadaa, lamasjidun ussisa 'alat-taqwaa min awwali yaumin ahaqqu an taquuma fiih, fiihi rijaaluy yuhibbuuna ay yatathohharuu, wallohu yuhibbul-muththohhiriin
"Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 108)

109.
a fa man assasa bun-yaanahuu 'alaa taqwaa minallohi wa ridhwaanin khoirun am man assasa bun-yaanahuu 'alaa syafaa jurufin haarin fan-haaro bihii fii naari jahannam, wallohu laa yahdil qoumazh-zhoolimiin
"Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan-(Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam Neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 109)

110.
laa yazaalu bun-yaanuhumullazii banau riibatan fii quluubihim illaaa an taqoththo'a quluubuhum, wallohu 'aliimun hakiim
"Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 110)

111.
innallohasytaroo minal-mu`miniina anfusahum wa amwaalahum bi`anna lahumul-jannah, yuqootiluuna fii sabiilillaahi fa yaqtuluuna wa yuqtaluuna wa'dan 'alaihi haqqon fit-taurooti wal-injiili wal-qur`aan, wa man aufaa bi'ahdihii minallohi fastabsyiruu bibai'ikumullazii baaya'tum bih, wa zaalika huwal-fauzul-'azhiim
"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 111)

112.
attaaa`ibuunal-'aabiduunal-haamiduunas-saaa`ihuunar-rooki'uunas-saajiduunal-aamiruuna bil-ma'ruufi wan-naahuuna 'anil-mungkari wal-haafizhuuna lihuduudillaah, wa basysyiril-mu`miniin
"Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 112)

113.
maa kaana lin-nabiyyi wallaziina aamanuuu ay yastaghfiruu lil-musyrikiina walau kaanuuu ulii qurbaa mim ba'di maa tabayyana lahum annahum ash-haabul-jahiim
"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 113)

114.
wa maa kaanastighfaaru ibroohiima li`abiihi illaa 'am mau'idatiw wa'adahaaa iyyaah, fa lammaa tabayyana lahuuu annahuu 'aduwwul lillaahi tabarro`a min-h, inna ibroohiima la`awwaahun haliim
"Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 114)

115.
wa maa kaanallohu liyudhilla qoumam ba'da iz hadaahum hattaa yubayyina lahum maa yattaquun, innalloha bikulli syai`in 'aliim
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah mereka diberi-Nya petunjuk sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 115)

116.
innalloha lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, yuhyii wa yumiit, wa maa lakum min duunillaahi miw waliyyiw wa laa nashiir
"Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan Bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 116)

117.
laqot taaballohu 'alan-nabiyyi wal-muhaajiriina wal-anshoorillaziinattaba'uuhu fii saa'atil-'usroti mim ba'di maa kaada yaziighu quluubu fariiqim min-hum summa taaba 'alaihim, innahuu bihim ro`uufur rohiim
"Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin, dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada mereka,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 117)

118.
wa 'alas-salaasatillaziina khullifuu, hattaaa izaa dhooqot 'alaihimul-ardhu bimaa rohubat wa dhooqot 'alaihim anfusuhum wa zhonnuuu al laa malja`a minallohi illaaa ilaiih, summa taaba 'alaihim liyatuubuu, innalloha huwat-tawwaabur-rohiim
"dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika Bumi terasa sempit bagi mereka, padahal Bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 118)

119.
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa kuunuu ma'ash-shoodiqiin
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 119)

120.
maa kaana li`ahlil-madiinati wa man haulahum minal-a'roobi ay yatakhollafuu 'ar rosuulillaahi wa laa yarghobuu bi`anfusihim 'an nafsih, zaalika bi`annahum laa yushiibuhum zhoma`uw wa laa nashobuw wa laa makhmashotun fii sabiilillaahi wa laa yatho`uuna mauthi`ay yaghiizhul-kuffaaro wa laa yanaluuna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihii 'amalun shoolih, innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin
"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 120)

121.
wa laa yunfiquuna nafaqotan shoghiirotaw wa laa kabiirotaw wa laa yaqtho'uuna waadiyan illaa kutiba lahum liyajziyahumullohu ahsana maa kaanuu ya'maluun
"dan tidaklah mereka memberikan infak, baik yang kecil maupun yang besar, dan tidak (pula) melintasi suatu lembah (berjihad) kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan) untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 121)

122.
wa maa kaanal-mu`minuuna liyanfiruu kaaaffah, falau laa nafaro ming kulli firqotim min-hum thooo`ifatul liyatafaqqohuu fid-diini wa liyunziruu qoumahum izaa roja'uuu ilaihim la'allahum yahzaruun
"Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 122)

123.
Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Qātilū Al-Ladhīna Yalūnakum Mina Al-Kuffāri Wa Līajidū Fīkum Ghilžatan Wa A`lamū 'Anna Allāha Ma`a Al-Muttaqīna
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
(QS. At-Taubah 9: Ayat 123)

124.
wa izaa maaa unzilat suurotun fa min-hum may yaquulu ayyukum zaadat-hu haazihiii iimaanaa, fa ammallaziina aamanuu fa zaadat-hum iimaanaw wa hum yastabsyiruun
"Dan apabila diturunkan suatu surat maka di antara mereka (orang-orang munafik ada yang berkata, Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya dan mereka merasa gembira."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 124)

125.
wa ammallaziina fii quluubihim marodhun fa zaadat-hum rijsan ilaa rijsihim wa maatuu wa hum kaafiruun
"Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surat itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 125)

126.
a wa laa yarouna annahum yuftanuuna fii kulli 'aamim marrotan au marrotaini summa laa yatuubuuna wa laa hum yazzakkaruun
"Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 126)

127.
wa izaa maaa unzilat suurotun nazhoro ba'dhuhum ilaa ba'dh, hal yarookum min ahadin summanshorofuu, shorofallohu quluubahum bi`annahum qoumul laa yafqohuun
"Dan apabila diturunkan suatu surat, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (sambil berkata), Adakah seseorang (dari kaum muslimin) yang melihat kamu? Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 127)

128.
laqod jaaa`akum rosuulum min anfusikum 'aziizun 'alaihi maa 'anittum hariishun 'alaikum bil-mu`miniina ro`uufur rohiim
"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 128)

129.
fa in tawallau fa qul hasbiyallohu laaa ilaaha illaa huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa robbul-'arsyil-'azhiim
"Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 129)


Vidio Bacaan Surat At-Taubah


Sekian postingan bacaan Latin Surat At-Taubah Dan Terjemahannya admin buat, semoga dapat memberikan manfaat bagi teman-teman yang telah berkunjung ke blog ini. Semoga dengan di publikasikanya postingan ini membut banyak teman-teman kita yang lainya berkunjung ke sini untuk membaca postingan-postingan yang telah admin posting di blog ini, Aamiin.

Teman-teman yang di rahmati Allah, bila postingan ini bermanfaat bagi kalian mohon bantuanya untuk membagikannya juga ke teman-teman lainya di sosial media.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Latin Surat At-Taubah Dan Terjemahan Indonesia