Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Senin, 17 September 2018

Latin Surat Al-An'am Dan Terjemahan Indonesia





Latin Surat Al-An'am Dan Terjemahan Indonesia -Assalamualaikum, Selamat datang di blog tambahpahala yang sederhana ini. Pada kesempatan kalia ini admin akan kembali membuat postingan bacaan latin Al-Qur'an dan kali ini admin akan membagikan bacaan latin surat Al-An'am setelah kemarin admin juga telah mempublikasikan postingan latin surat Al-Ma'idah. Bagi teman-teman yang belum membacanya silahkan di klik linknya.

latin surat al-an-am, latin, al-Qur'an, teks latin

Al-An'am adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 165 ayat, terdapat pada juz ke-7,8 dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.

Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara. Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah. Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Itulah Ulasan singkat tentang surat Al-An'am Semoga bermanfaat, Dan berikut ini adalah bacaan latin surat Al-An'am.



Al-An'am (Binatang Ternak)


bacaan latin surat Al-An'am, teks latin, Al-Qur'an
1.
al-hamdu lillaahillazii kholaqos-samaawaati wal-ardho wa ja'alazh-zhulumaati wan-nuur, summallaziina kafaruu birobbihim ya'diluun
"Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 1)

2.
huwallazii kholaqokum min thiinin summa qodhooo ajalaa, wa ajalum musamman 'indahuu summa antum tamtaruun
"Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 2)

3.
wa huwallohu fis-samaawaati wa fil-ardh, ya'lamu sirrokum wa jahrokum wa ya'lamu maa taksibuun
"Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit atau pun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 3)

4.
wa maa ta`tiihim min aayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu 'an-haa mu'ridhiin
"Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 4)

5.
fa qod kazzabuu bil-haqqi lammaa jaaa`ahum, fa saufa ya`tiihim ambaaa`u maa kaanuu bihii yastahzi`uun
"Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur'an) ketika sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 5)

6.
a lam yarou kam ahlaknaa ming qoblihim ming qornim makkannaahum fil-ardhi maa lam numakkil lakum wa arsalnas-samaaa`a 'alaihim midroorow wa ja'alnal-an-haaro tajrii min tahtihim fa ahlaknaahum bizunuubihim wa ansya`naa mim ba'dihim qornan aakhoriin
"Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 6)

7.
walau nazzalnaa 'alaika kitaaban fii qirthoosin fa lamasuuhu bi`aidiihim laqoolallaziina kafaruuu in haazaaa illaa sihrum mubiin
"Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 7)

8.
wa qooluu lau laaa unzila 'alaihi malak, walau anzalnaa malakal laqudhiyal-amru summa laa yunzhoruun
"Dan mereka berkata, Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)? Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu, tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 8)

9.
walau ja'alnaahu malakal laja'alnaahu rojulaw wa lalabasnaa 'alaihim maa yalbisuun
"Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 9)

10.
wa laqodistuhzi`a birusulim ming qoblika fa haaqo billaziina sakhiruu min-hum maa kaanuu bihii yastahzi`uun
"Dan sungguh, beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan olok-olokan mereka."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 10)

11.
qul siiruu fil-ardhi summanzhuruu kaifa kaana 'aaqibatul-mukazzibiin
"Katakanlah (Muhammad), Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 11)

12.
qul limam maa fis-samaawaati wal-ardh, qul lillaah, kataba 'alaa nafsihir-rohmah, layajma'annakum ilaa yaumil-qiyaamati laa roiba fiih, allaziina khosiruuu anfusahum fa hum laa yu`minuun
"Katakanlah (Muhammad), Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi? Katakanlah, Milik Allah. Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 12)

13.
wa lahuu maa sakana fil-laili wan-nahaar, wa huwas-samii'ul-'aliim
"Dan milik-Nyalah segala apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 13)

14.
qul aghoirollaahi attakhizu waliyyan faathiris-samaawaati wal-ardhi wa huwa yuth'imu wa laa yuth'am, qul inniii umirtu an akuuna awwala man aslama wa laa takuunanna minal-musyrikiin
"Katakanlah (Muhammad), Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan? Katakanlah, Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 14)

15.
qul inniii akhoofu in 'ashoitu robbii 'azaaba yaumin 'azhiim
"Katakanlah (Muhammad), Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 15)

16.
may yushrof 'an-hu yauma`izin fa qod rohimah, wa zaalikal-fauzul-mubiin
"Barang siapa dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 16)

17.
wa iy yamsaskallohu bidhurrin fa laa kaasyifa lahuuu illaa huw, wa iy yamsaska bikhoirin fa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 17)

18.
wa huwal-qoohiru fauqo 'ibaadih, wa huwal-hakiimul-khobiir
"Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 18)

19.
qul ayyu syai`in akbaru syahaadah, qulillaah, syahiidum bainii wa bainakum, wa uuhiya ilayya haazal-qur`aanu li`unzirokum bihii wa mam balagh, a innakum latasy-haduuna anna ma'allohi aalihatan ukhroo, qul laaa asy-had, qul innamaa huwa ilaahuw waahiduw wa innanii bariii`um mimmaa tusyrikuun
"Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya? Katakanlah, Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur'an kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah? Katakanlah, Aku tidak dapat bersaksi. Katakanlah, Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 19)

20.
allaziina aatainaahumul-kitaaba ya'rifuunahuu kamaa ya'rifuuna abnaaa`ahum, allaziina khosiruuu anfusahum fa hum laa yu`minuun
"Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 20)

21.
wa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kaziban au kazzaba bi`aayaatih, innahuu laa yuflihuzh-zhoolimuun
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 21)

22.
wa yauma nahsyuruhum jamii'an summa naquulu lillaziina asyrokuuu aina syurokaaa`ukumullaziina kuntum taz'umuun
"Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua, kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah, Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka (sekutu-sekutu Kami)?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 22)

23.
summa lam takun fitnatuhum illaaa ang qooluu wallohi robbinaa maa kunnaa musyrikiin
"Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 23)

24.
unzhur kaifa kazabuu 'alaaa anfusihim wa dholla 'an-hum maa kaanuu yaftaruun
"Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 24)

25.
wa min-hum may yastami'u ilaiik, wa ja'alnaa 'alaa quluubihim akinnatan ay yafqohuuhu wa fiii aazaanihim waqroo, wa iy yarou kulla aayatil laa yu`minuu bihaa, hattaaa izaa jaaa`uuka yujaadiluunaka yaquulullaziina kafaruuu in haazaaa illaaa asaathiirul-awwaliin
"Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, Ini (Al-Qur'an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 25)

26.
wa hum yan-hauna 'an-hu wa yan`auna 'an-h, wa iy yuhlikuuna illaaa anfusahum wa maa yasy'uruun
"Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 26)

27.
walau tarooo iz wuqifuu 'alan-naari fa qooluu yaa laitanaa nuroddu wa laa nukazziba bi`aayaati robbinaa wa nakuuna minal-mu`miniin
"Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 27)

28.
bal badaa lahum maa kaanuu yukhfuuna ming qobl, walau rudduu la'aaduu limaa nuhuu 'an-hu wa innahum lakaazibuun
"Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 28)

29.
wa qooluuu in hiya illaa hayaatunad-dun-yaa wa maa nahnu bimab'uusiin
"Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 29)

30.
walau tarooo iz wuqifuu 'alaa robbihim, qoola a laisa haazaa bil-haqq, qooluu balaa wa robbinaa, qoola fa zuuqul-'azaaba bimaa kuntum takfuruun
"Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang mengharukan). Dia berfirman, Bukankah (kebangkitan) ini benar? Mereka menjawab, Sungguh benar, demi Tuhan kami. Dia berfirman, Rasakanlah azab ini, karena dahulu kamu mengingkarinya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 30)

31.
qod khosirollaziina kazzabuu biliqooo`illaah, hattaaa izaa jaaa`at-humus-saa'atu baghtatang qooluu yaa hasrotanaa 'alaa maa farrothnaa fiihaa wa hum yahmiluuna auzaarohum 'alaa zhuhuurihim, alaa saaa`a maa yaziruun
"Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 31)

32.
wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa la'ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun
"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)

33.
qod na'lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi`aayaatillaahi yaj-haduun
"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)

34.
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu 'alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa`aka min naba`il-mursaliin
"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)

35.
wa ing kaana kaburo 'alaika i'roodhuhum fa inistatho'ta an tabtaghiya nafaqon fil-ardhi au sullaman fis-samaaa`i fa ta`tiyahum bi`aayah, walau syaaa`allohu lajama'ahum 'alal-hudaa fa laa takuunanna minal-jaahiliin
"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)

36.
innamaa yastajiibullaziina yasma'uun, wal-mautaa yab'asuhumullohu summa ilaihi yurja'uun
"Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 36)

37.
wa qooluu lau laa nuzzila 'alaihi aayatum mir robbih, qul innalloha qoodirun 'alaaa ay yunazzila aayataw wa laakinna aksarohum laa ya'lamuun
"Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya? Katakanlah, Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 37)

38.
wa maa min daaabbatin fil-ardhi wa laa thooo`iriy yathiiru bijanaahaihi illaaa umamun amsaalukum, maa farrothnaa fil-kitaabi min syai`in summa ilaa robbihim yuhsyaruun
"Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 38)

39.
wallaziina kazzabuu bi`aayaatinaa shummuw wa bukmun fizh-zhulumaat, may yasya`illaahu yudhlil-hu wa may yasya` yaj'al-hu 'alaa shiroothim mustaqiim
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 39)

40.
qul a ro`aitakum in ataakum 'azaabullohi au atatkumus-saa'atu a ghoirollaahi tad'uun, ing kuntum shoodiqiin
"Katakanlah (Muhammad), Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar!"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 40)

41.
bal iyyaahu tad'uuna fa yaksyifu maa tad'uuna ilaihi in syaaa`a wa tansauna maa tusyrikuun
"(Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 41)

42.
wa laqod arsalnaaa ilaaa umamim ming qoblika fa akhoznaahum bil-ba`saaa`i wadh-dhorrooo`i la'allahum yatadhorro'uun
"Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 42)

43.
falau laaa iz jaaa`ahum ba`sunaa tadhorro'uu wa laaking qosat quluubuhum wa zayyana lahumusy-syaithoonu maa kaanuu ya'maluun
"Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 43)

44.
fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihii fatahnaa 'alaihim abwaaba kulli syaii`, hattaaa izaa farihuu bimaaa uutuuu akhoznaahum baghtatan fa izaa hum mublisuun
"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 44)

45.
fa quthi'a daabirul-qoumillaziina zholamuu, wal-hamdu lillaahi robbil-'aalamiin
"Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 45)

46.
qul a ro`aitum in akhozallohu sam'akum wa abshoorokum wa khotama 'alaa quluubikum man ilaahun ghoirullohi ya`tiikum bih, unzhur kaifa nushorriful-aayaati summa hum yashdifuun
"Katakanlah (Muhammad), Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu? Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 46)

47.
qul a ro`aitakum in ataakum 'azaabullohi baghtatan au jahrotan hal yuhlaku illal-qoumuzh-zhoolimuun
"Katakanlah (Muhammad), Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 47)

48.
wa maa nursilul-mursaliina illaa mubasysyiriina wa munziriin, fa man aamana wa ashlaha fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun
"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 48)

49.
wallaziina kazzabuu bi`aayaatinaa yamassuhumul-'azaabu bimaa kaanuu yafsuquun
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 49)

50.
qul laaa aquulu lakum 'indii khozaaa`inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu lakum innii malak, in attabi'u illaa maa yuuhaaa ilayy, qul hal yastawil-a'maa wal-bashiir, a fa laa tatafakkaruun
"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 50)

51.
wa anzir bihillaziina yakhoofuuna ay yuhsyaruuu ilaa robbihim laisa lahum min duunihii waliyyuw wa laa syafii'ul la'allahum yattaquun
"Peringatkanlah dengannya (Al-Qur'an) itu orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 51)

52.
wa laa tathrudillaziina yad'uuna robbahum bil-ghodaati wal-'asyiyyi yuriiduuna waj-hah, maa 'alaika min hisaabihim min syai`iw wa maa min hisaabika 'alaihim min syai`in fa tathrudahum fa takuuna minazh-zhoolimiin
"Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 52)

53.
wa kazaalika fatannaa ba'dhohum biba'dhil liyaquuluuu a haaa`ulaaa`i mannallohu 'alaihim mim baininaa, a laisallohu bi`a'lama bisy-syaakiriin
"Demikianlah, Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin), agar mereka (orang yang kaya itu) berkata, Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah? (Allah berfirman), Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 53)

54.
wa izaa jaaa`akallaziina yu`minuuna bi`aayaatinaa fa qul salaamun 'alaikum kataba robbukum 'alaa nafsihir-rohmata annahuu man 'amila mingkum suuu`am bijahaalatin summa taaba mim ba'dihii wa ashlaha fa annahuu ghofuurur rohiim
"Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, Salamun ‘alaikum (selamat sejahtera untuk kamu). Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 54)

55.
wa kazaalika nufashshilul-aayaati wa litastabiina sabiilul-mujrimiin
"Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur'an, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 55)

56.
qul innii nuhiitu an a'budallaziina tad'uuna min duunillaah, qul laaa attabi'u ahwaaa`akum qod dholaltu izaw wa maaa ana minal-muhtadiin
"Katakanlah (Muhammad), Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah. Katakanlah, Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 56)

57.
qul innii 'alaa bayyinatim mir robbii wa kazzabtum bih, maa 'indii maa tasta'jiluuna bih, inil-hukmu illaa lillaah, yaqushshul-haqqo wa huwa khoirul-faashiliin
"Katakanlah (Muhammad), Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 57)

58.
qul lau anna 'indii maa tasta'jiluuna bihii laqudhiyal-amru bainii wa bainakum, wallohu a'lamu bizh-zhoolimiin
"Katakanlah (Muhammad), Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 58)

59.
wa 'indahuu mafaatihul-ghoibi laa ya'lamuhaaa illaa huw, wa ya'lamu maa fil-barri wal-bahr, wa maa tasquthu miw waroqotin illaa ya'lamuhaa wa laa habbatin fii zhulumaatil-ardhi wa laa rothbiw wa laa yaabisin illaa fii kitaabim mubiin
"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 59)

60.
wa huwallazii yatawaffaakum bil-laili wa ya'lamu maa jarohtum bin-nahaari summa yab'asukum fiihi liyuqdhooo ajalum musammaa, summa ilaihi marji'ukum summa yunabbi`ukum bimaa kuntum ta'maluun
"Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian, Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 60)

61.
wa huwal-qoohiru fauqo 'ibaadihii wa yursilu 'alaikum hafazhoh, hattaaa izaa jaaa`a ahadakumul-mautu tawaffat-hu rusulunaa wa hum laa yufarrithuun
"Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 61)

62.
summa rudduuu ilallohi maulaahumul-haqq, alaa lahul-hukmu wa huwa asro'ul-haasibiin
"Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dia­lah pembuat perhitungan yang paling cepat."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 62)

63.
qul may yunajjiikum min zhulumaatil-barri wal-bahri tad'uunahuu tadhorru'aw wa khufyah, la`in anjaanaa min haazihii lanakuunanna minasy-syaakiriin
"Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut? (Dengan mengatakan), Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 63)

64.
qulillaahu yunajjiikum min-haa wa ming kulli karbin summa antum tusyrikuun
"Katakanlah (Muhammad), Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) menyekutukan-Nya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 64)

65.
qul huwal-qoodiru 'alaaa ay yab'asa 'alaikum 'azaabam min fauqikum au min tahti arjulikum au yalbisakum syiya'aw wa yuziiqo ba'dhokum ba`sa ba'dh, unzhur kaifa nushorriful-aayaati la'allahum yafqohuun
"Katakanlah (Muhammad), Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 65)

66.
wa kazzaba bihii qoumuka wa huwal-haqq, qul lastu 'alaikum biwakiil
"Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 66)

67.
likulli naba`im mustaqorruw wa saufa ta'lamuun
"Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 67)

68.
wa izaa ro`aitallaziina yakhuudhuuna fiii aayaatinaa fa a'ridh 'an-hum hattaa yakhuudhuu fii hadiisin ghoirih, wa immaa yunsiyannakasy-syaithoonu fa laa taq'ud ba'daz-zikroo ma'al-qoumizh-zhoolimiin
"Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 68)

69.
wa maa 'alallaziina yattaquuna min hisaabihim min syai`iw wa laakin zikroo la'allahum yattaquun
"Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 69)

70.
wa zarillaziinattakhozuu diinahum la'ibaw wa lahwaw wa ghorrot-humul-hayaatud-dun-yaa wa zakkir bihiii an tubsala nafsum bimaa kasabat laisa lahaa min duunillaahi waliyyuw wa laa syafii', wa in ta'dil kulla 'adlil laa yu`khoz min-haa, ulaaa`ikallaziina ubsiluu bimaa kasabuu lahum syaroobum min hamiimiw wa 'azaabun aliimum bimaa kaanuu yakfuruun
"Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 70)

71.
qul a nad'uu min duunillaahi maa laa yanfa'unaa wa laa yadhurrunaa wa nuroddu 'alaaa a'qoobinaa ba'da iz hadaanallohu kallazistahwat-husy-syayaathiinu fil-ardhi hairoona lahuuu ash-haabuy yad'uunahuuu ilal-huda`tinaa, qul inna hudallohi huwal-hudaa, wa umirnaa linuslima lirobbil-'aalamiin
"Katakanlah (Muhammad), Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan. Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), Ikutilah kami. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 71)

72.
wa an aqiimush-sholaata wattaquuh, wa huwallaziii ilaihi tuhsyaruun
"dan agar melaksanakan sholat serta bertakwa kepada-Nya. Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 72)

73.
wa huwallazii kholaqos-samaawaati wal-ardho bil-haqq, wa yauma yaquulu kun fa yakuun, qouluhul-haqq, wa lahul-mulku yauma yunfakhu fish-shuur, 'aalimul-ghoibi wasy-syahaadati wa huwal-hakiimul-khobiir
"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 73)

74.
wa iz qoola ibroohiimu li`abiihi aazaro a tattakhizu ashnaaman aalihah, inniii arooka wa qoumaka fii dholaalim mubiin
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 74)

75.
wa kazaalika nuriii ibroohiima malakuutas-samaawaati wal-ardhi wa liyakuuna minal-muuqiniin
"Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 75)

76.
fa lammaa janna 'alaihil-lailu ro`aa kaukabaa, qoola haazaa robbii, fa lammaaa afala qoola laaa uhibbul-aafiliin
"Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, Inilah tuhanku. Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, Aku tidak suka kepada yang terbenam."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 76)

77.
fa lammaa ro`al-qomaro baazighong qoola haazaa robbii, fa lammaaa afala qoola la`il lam yahdinii robbii la`akuunanna minal-qoumidh-dhooolliin
"Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, Inilah tuhanku. Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 77)

78.
fa lammaa ro`asy-syamsa baazighotang qoola haazaa robbii haazaaa akbar, fa lammaaa afalat qoola yaa qoumi innii bariii`um mimmaa tusyrikuun
"Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, Inilah tuhanku, ini lebih besar. Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 78)

79.
innii wajjahtu waj-hiya lillazii fathoros-samaawaati wal-ardho haniifaw wa maaa ana minal-musyrikiin
"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 79)

80.
wa haaajjahuu qoumuh, qoola a tuhaaajjuuunnii fillaahi wa qod hadaan, wa laaa akhoofu maa tusyrikuuna bihiii illaaa ay yasyaaa`a robbii syai`aa, wasi'a robbii kulla syai`in 'ilmaa, a fa laa tatazakkaruun
"Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata, Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 80)

81.
wa kaifa akhoofu maaa asyroktum wa laa takhoofuuna annakum asyroktum billaahi maa lam yunazzil bihii 'alaikum sulthoonaa, fa ayyul-fariiqoini ahaqqu bil-amn, ing kuntum ta'lamuun
"Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk menyekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 81)

82.
allaziina aamanuu wa lam yalbisuuu iimaanahum bizhulmin ulaaa`ika lahumul-amnu wa hum muhtaduun
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 82)

83.
wa tilka hujjatunaaa aatainaahaaa ibroohiima 'alaa qoumih, narfa'u darojaatim man nasyaaa`, inna robbaka hakiimun 'aliim
"Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 83)

84.
wa wahabnaa lahuuu is-haaqo wa ya'quub, kullan hadainaa wa nuuhan hadainaa ming qoblu wa min zurriyyatihii daawuuda wa sulaimaana wa ayyuuba wa yuusufa wa muusaa wa haaruun, wa kazaalika najzil-muhsiniin
"Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya'qub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 84)

85.
wa zakariyyaa wa yahyaa wa 'iisaa wa ilyaas, kullum minash-shoolihiin
"dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 85)

86.
wa ismaa'iila walyasa'a wa yuunusa wa luuthoo, wa kullan fadhdholnaa 'alal-'aalamiin
"Dan Ismail, Ilyasa', Yunus, dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 86)

87.
wa min aabaaa`ihim wa zurriyyaatihim wa ikhwaanihim, wajtabainaahum wa hadainaahum ilaa shiroothim mustaqiim
"(dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 87)

88.
zaalika hudallohi yahdii bihii may yasyaaa`u min 'ibaadih, walau asyrokuu lahabitho 'an-hum maa kaanuu ya'maluun
"Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka menyekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 88)

89.
ulaaa`ikallaziina aatainaahumul-kitaaba wal-hukma wan-nubuwwah, fa iy yakfur bihaa haaa`ulaaa`i fa qod wakkalnaa bihaa qoumal laisuu bihaa bikaafiriin
"Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab, Hikmah, dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 89)

90.
ulaaa`ikallaziina hadallohu fa bihudaahumuqtadih, qul laaa as`alukum 'alaihi ajroo, in huwa illaa zikroo lil-'aalamiin
"Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur'an). Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 90)

91.
wa maa qodarulloha haqqo qodrihiii iz qooluu maaa anzalallohu 'alaa basyarim min syaii`, qul man anzalal-kitaaballazii jaaa`a bihii muusaa nuurow wa hudal lin-naasi taj'aluunahuu qoroothiisa tubduunahaa wa tukhfuuna kasiiroo, wa 'ullimtum maa lam ta'lamuuu antum wa laaa aabaaa`ukum, qulillaahu summa zar-hum fii khoudhihim yal'abuun
"Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia. Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu. Katakanlah, Allah-lah (yang menurunkannya), kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 91)

92.
wa haazaa kitaabun anzalnaahu mubaarokum mushoddiqullazii baina yadaihi wa litunziro ummal-quroo wa man haulahaa, wallaziina yu`minuuna bil-aakhiroti yu`minuuna bihii wa hum 'alaa sholaatihim yuhaafizhuun
"Dan ini (Al-Qur'an), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan mereka selalu memelihara sholatnya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 92)

93.
wa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kaziban au qoola uuhiya ilayya wa lam yuuha ilaihi syai`uw wa mang qoola sa`unzilu misla maaa anzalalloh, walau tarooo izizh-zhoolimuuna fii ghomarootil-mauti wal-malaaa`ikatu baasithuuu aidiihim, akhrijuuu anfusakum, al-yauma tujzauna 'azaabal-huuni bimaa kuntum taquuluuna 'alallohi ghoirol-haqqi wa kuntum 'an aayaatihii tastakbiruun
"Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, Telah diwahyukan kepadaku, padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah. (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), Keluarkanlah nyawamu. Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 93)

94.
wa laqod ji`tumuunaa furoodaa kamaa kholaqnaakum awwala marrotiw wa taroktum maa khowwalnaakum warooo`a zhuhuurikum, wa maa naroo ma'akum syufa'aaa`akumullaziina za'amtum annahum fiikum syurokaaa`, laqot taqoththo'a bainakum wa dholla 'angkum maa kuntum taz'umuun
"Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 94)

95.
innalloha faaliqul-habbi wan-nawaa, yukhrijul-hayya minal-mayyiti wa mukhrijul-mayyiti minal-hayy, zaalikumullohu fa annaa tu`fakuun
"Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 95)

96.
faaliqul-ishbaah, wa ja'alal-laila sakanaw wasy-syamsa wal-qomaro husbaanaa, zaalika taqdiirul-'aziizil-'aliim
"Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 96)

97.
wa huwallazii ja'ala lakumun-nujuuma litahtaduu bihaa fii zhulumaatil-barri wal-bahr, qod fashsholnal-aayaati liqoumiy ya'lamuun
"Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 97)

98.
wa huwallaziii ansya`akum min nafsiw waahidatin fa mustaqorruw wa mustauda', qod fashsholnal-aayaati liqoumiy yafqohuun
"Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 98)

99.
wa huwallaziii anzala minas-samaaa`i maaa`aa, fa akhrojnaa bihii nabaata kulli syai`in fa akhrojnaa min-hu khodhiron nukhriju min-hu habbam mutarookibaa, wa minan-nakhli min thol'ihaa qinwaanun daaniyatuw wa jannaatim min a'naabiw waz-zaituuna war-rummaana musytabihaw wa ghoiro mutasyaabih, unzhuruuu ilaa samarihiii izaaa asmaro wa yan'ih, inna fii zaalikum la`aayaatil liqoumiy yu`minuun
"Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 99)

100.
wa ja'aluu lillaahi syurokaaa`al-jinna wa kholaqohum wa khoroquu lahuu baniina wa banaatim bighoiri 'ilm, sub-haanahuu wa ta'aalaa 'ammaa yashifuun
"Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan, tanpa (dasar) pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 100)

101.
badii'us-samaawaati wal-ardh, annaa yakuunu lahuu waladuw wa lam takul lahuu shoohibah, wa kholaqo kulla syaii`, wa huwa bikulli syai`in 'aliim
"Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 101)

102.
zaalikumullohu robbukum, laaa ilaaha illaa huw, khooliqu kulli syai`in fa'buduuh, wa huwa 'alaa kulli syai`iw wakiil
"Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 102)

103.
laa tudrikuhul-abshooru wa huwa yudrikul-abshoor, wa huwal-lathiiful-khobiir
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 103)

104.
qod jaaa`akum bashooo`iru mir robbikum, fa man abshoro fa linafsih, wa man 'amiya fa 'alaihaa, wa maaa ana 'alaikum bihafiizh
"Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 104)

105.
wa kazaalika nushorriful-aayaati wa liyaquuluu darosta wa linubayyinahuu liqoumiy ya'lamuun
"Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami agar orang-orang musyrik mengatakan, Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab), dan agar Kami menjelaskan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 105)

106.
ittabi' maaa uuhiya ilaika mir robbik, laaa ilaaha illaa huw, wa a'ridh 'anil-musyrikiin
"Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 106)

107.
walau syaaa`allohu maaa asyrokuu, wa maa ja'alnaaka 'alaihim hafiizhoo, wa maaa anta 'alaihim biwakiil
"Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan(-Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula pemelihara mereka."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 107)

108.
wa laa tasubbullaziina yad'uuna min duunillaahi fa yasubbulloha 'adwam bighoiri 'ilm, kazaalika zayyannaa likulli ummatin 'amalahum summa ilaa robbihim marji'uhum fa yunabbi`uhum bimaa kaanuu ya'maluun
"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 108)

109.
wa aqsamuu billaahi jahda aimaanihim la`in jaaa`at-hum aayatul layu`minunna bihaa, qul innamal-aayaatu 'indallohi wa maa yusy'irukum annahaaa izaa jaaa`at laa yu`minuun
"Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, Mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah. Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 109)

110.
wa nuqollibu af`idatahum wa abshoorohum kamaa lam yu`minuu bihiii awwala marrotiw wa nazaruhum fii thughyaanihim ya'mahuun
"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 110)

111.
walau annanaa nazzalnaaa ilaihimul-malaaa`ikata wa kallamahumul-mautaa wa hasyarnaa 'alaihim kulla syai`ing qubulam maa kaanuu liyu`minuuu illaaa ay yasyaaa`allohu wa laakinna aksarohum yaj-haluun
"Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 111)

112.
wa kazaalika ja'alnaa likulli nabiyyin 'aduwwan syayaathiinal-insi wal-jinni yuuhii ba'dhuhum ilaa ba'dhin zukhrufal-qouli ghuruuroo, walau syaaa`a robbuka maa fa'aluuhu fa zar-hum wa maa yaftaruun
"Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 112)

113.
wa litashghooo ilaihi af`idatullaziina laa yu`minuuna bil-aakhiroti wa liyardhouhu wa liyaqtarifuu maa hum muqtarifuun
"Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 113)

114.
a faghoirollaahi abtaghii hakamaw wa huwallaziii anzala ilaikumul-kitaaba mufashsholaa, wallaziina aatainaahumul-kitaaba ya'lamuuna annahuu munazzalum mir robbika bil-haqqi fa laa takuunanna minal-mumtariin
"Pantaskah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengetahui benar bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 114)

115.
wa tammat kalimatu robbika shidqow wa 'adlaa, laa mubaddila likalimaatih, wa huwas-samii'ul-'aliim
"Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur'an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 115)

116.
wa in tuthi' aksaro man fil-ardhi yudhilluuka 'an sabiilillaah, iy yattabi'uuna illazh-zhonna wa in hum illaa yakhrushuun
"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 116)

117.
inna robbaka huwa a'lamu may yadhillu 'an sabiilih, wa huwa a'lamu bil-muhtadiin
"Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 117)

118.
fa kuluu mimmaa zukirosmullohi 'alaihi ing kuntum bi`aayaatihii mu`miniin
"Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 118)

119.
wa maa lakum allaa ta`kuluu mimmaa zukirosmullohi 'alaihi wa qod fashshola lakum maa harroma 'alaikum illaa madhthurirtum ilaiih, wa inna kasiirol layudhilluuna bi`ahwaaa`ihim bighoiri 'ilm, inna robbaka huwa a'lamu bil-mu'tadiin
"Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 119)

120.
wa zaruu zhoohirol-ismi wa baathinah, innallaziina yaksibuunal-isma sayujzauna bimaa kaanuu yaqtarifuun
"Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 120)

121.
wa laa ta`kuluu mimmaa lam yuzkarismullohi 'alaihi wa innahuu lafisq, wa innasy-syayaathiina layuuhuuna ilaaa auliyaaa`ihim liyujaadiluukum, wa in atho'tumuuhum innakum lamusyrikuun
"Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 121)

122.
a wa mang kaana maitan fa ahyainaahu wa ja'alnaa lahuu nuuroy yamsyii bihii fin-naasi kamam masaluhuu fizh-zhulumaati laisa bikhoorijim min-haa, kazaalika zuyyina lil-kaafiriina maa kaanuu ya'maluun
"Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 122)

123.
wa kazaalika ja'alnaa fii kulli qoryatin akaabiro mujrimiihaa liyamkuruu fiihaa, wa maa yamkuruuna illaa bi`anfusihim wa maa yasy'uruun
"Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 123)

124.
wa izaa jaaa`at-hum aayatung qooluu lan nu`mina hattaa nu`taa misla maaa uutiya rusululloh, allohu a'lamu haisu yaj'alu risaalatah, sayushiibullaziina ajromuu shoghoorun 'indallohi wa 'azaabun syadiidum bimaa kaanuu yamkuruun
"Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 124)

125.
fa may yuridillaahu ay yahdiyahuu yasyroh shodrohuu lil-islaam, wa may yurid ay yudhillahuu yaj'al shodrohuu dhoyyiqon harojang ka`annamaa yashsho''adu fis-samaaa`, kazaalika yaj'alullohur-rijsa 'alallaziina laa yu`minuun
"Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 125)

126.
wa haazaa shiroothu robbika mustaqiimaa, qod fashsholnal-aayaati liqoumiy yazzakkaruun
"Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang menerima peringatan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 126)

127.
lahum daarus-salaami 'inda robbihim wa huwa waliyyuhum bimaa kaanuu ya'maluun
"Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 127)

128.
wa yauma yahsyuruhum jamii'aa, yaa ma'syarol-jinni qodistaksartum minal-ins, wa qoola auliyaaa`uhum minal-insi robbanastamta'a ba'dhunaa biba'dhiw wa balaghnaaa ajalanallaziii ajjalta lanaa, qoolan-naaru maswaakum khoolidiina fiihaaa illaa maa syaaa`alloh, inna robbaka hakiimun 'aliim
"Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia. Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang. Allah berfirman, Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain. Sungguh, Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 128)

129.
wa kazaalika nuwallii ba'dhozh-zhoolimiina ba'dhom bimaa kaanuu yaksibuun
"Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 129)

130.
yaa ma'syarol-jinni wal-insi a lam ya`tikum rusulum mingkum yaqushshuuna 'alaikum aayaatii wa yunziruunakum liqooo`a yaumikum haazaa, qooluu syahidnaa 'alaaa anfusinaa wa ghorrot-humul-hayaatud-dun-yaa wa syahiduu 'alaaa anfusihim annahum kaanuu kaafiriin
"Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, (Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri. Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 130)

131.
zaalika al lam yakur robbuka muhlikal-quroo bizhulmiw wa ahluhaa ghoofiluun
"Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam keadaan lengah (belum tahu)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 131)

132.
wa likullin darojaatum mimmaa 'amiluu, wa maa robbuka bighoofilin 'ammaa ya'maluun
"Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 132)

133.
wa robbukal-ghoniyyu zur-rohmah, iy yasya` yuz-hibkum wa yastakhlif mim ba'dikum maa yasyaaa`u kamaaa ansya`akum min zurriyyati qoumin aakhoriin
"Dan Tuhanmu Maha Kaya, penuh rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 133)

134.
inna maa tuu'aduuna la`aatiw wa maaa antum bimu'jiziin
"Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 134)

135.
qul yaa qoumi'maluu 'alaa makaanatikum innii 'aamil, fa saufa ta'lamuuna man takuunu lahuu 'aaqibatud-daar, innahuu laa yuflihuzh-zhoolimuun
"Katakanlah (Muhammad), Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 135)

136.
wa ja'aluu lillaahi mimmaa zaro`a minal-harsi wal-an'aami nashiiban fa qooluu haazaa lillaahi biza'mihim wa haazaa lisyurokaaa`inaa, fa maa kaana lisyurokaaa`ihim fa laa yashilu ilalloh, wa maa kaana lillaahi fa huwa yashilu ilaa syurokaaa`ihim, saaa`a maa yahkumuun
"Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami. Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 136)

137.
wa kazaalika zayyana likasiirim minal-musyrikiina qotla aulaadihim syurokaaa`uhum liyurduuhum wa liyalbisuu 'alaihim diinahum, walau syaaa`allohu maa fa'aluuhu fa zar-hum wa maa yaftaruun
"Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 137)

138.
wa qooluu haazihiii an'aamuw wa harsun hijrul laa yath'amuhaaa illaa man nasyaaa`u biza'mihim wa an'aamun hurrimat zhuhuuruhaa wa an'aamul laa yazkuruunasmallohi 'alaihaftirooo`an 'alaiih, sayajziihim bimaa kaanuu yaftaruun
"Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki. Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 138)

139.
wa qooluu maa fii buthuuni haazihil-an'aami khoolishotul lizukuurinaa wa muharromun 'alaaa azwaajinaa, wa iy yakum maitatan fa hum fiihi syurokaaa`, sayajziihim washfahum, innahuu hakiimun 'aliim
"Dan mereka berkata (pula), Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami. Dan jika yang dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 139)

140.
qod khosirollaziina qotaluuu aulaadahum safaham bighoiri 'ilmiw wa harromuu maa rozaqohumullohuftirooo`an 'alalloh, qod dholluu wa maa kaanuu muhtadiin
"Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 140)

141.
wa huwallaziii ansya`a jannaatim ma'ruusyaatiw wa ghoiro ma'ruusyaatiw wan-nakhla waz-zar'a mukhtalifan ukuluhuu waz-zaituuna war-rummaana mutasyaabihaw wa ghoiro mutasyaabih, kuluu min samarihiii izaaa asmaro wa aatuu haqqohuu yauma hashoodihii wa laa tusrifuu, innahuu laa yuhibbul-musrifiin
"Dan Dia-lah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 141)

142.
wa minal-an'aami hamuulataw wa farsyaa, kuluu mimmaa rozaqokumullohu wa laa tattabi'uu khuthuwaatisy-syaithoon, innahuu lakum 'aduwwum mubiin
"dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 142)

143.
samaaniyata azwaaj, minadh-dho`nisnaini wa minal-ma'zisnaiin, qul aaaz-zakaroini harroma amil-unsayaini ammasytamalat 'alaihi ar-haamul-unsayaiin, nabbi`uunii bi'ilmin ing kuntum shoodiqiin
"Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 143)

144.
wa minal-ibilisnaini wa minal-baqorisnaiin, qul aaaz-zakaroini harroma amil-unsayaini ammasytamalat 'alaihi ar-haamul-unsayaiin, am kuntum syuhadaaa`a iz washshookumullohu bihaazaa, fa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kazibal liyudhillan-naasa bighoiri 'ilm, innalloha laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin
"Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan? Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 144)

145.
qul laaa ajidu fii maaa uuhiya ilayya muharroman 'alaa thoo'imiy yath'amuhuuu illaaa ay yakuuna maitatan au damam masfuuhan au lahma khinziirin fa innahuu rijsun au fisqon uhilla lighoirillaahi bih, fa manidhthurro ghoiro baaghiw wa laa 'aadin fa inna robbaka ghofuurur rohiim
"Katakanlah, Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi, karena semua itu kotor atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barang siapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 145)

146.
wa 'alallaziina haaduu harromnaa kulla zii zhufur, wa minal-baqori wal-ghonami harromnaa 'alaihim syuhuumahumaaa illaa maa hamalat zhuhuuruhumaaa awil-hawaayaaa au makhtalatho bi'azhm, zaalika jazainaahum bibaghyihim, wa innaa lashoodiquun
"Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Maha Benar."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 146)

147.
fa ing kazzabuuka fa qur robbukum zuu rohmatiw waasi'ah, wa laa yuroddu ba`suhuu 'anil-qoumil-mujrimiin
"Maka, jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas, dan siksa-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 147)

148.
sayaquulullaziina asyrokuu lau syaaa`allohu maaa asyroknaa wa laaa aabaaa`unaa wa laa harromnaa min syaii`, kazaalika kazzaballaziina ming qoblihim hattaa zaaquu ba`sanaa, qul hal 'indakum min 'ilmin fa tukhrijuuhu lanaa, in tattabi'uuna illazh-zhonna wa in antum illaa takhrushuun
"Orang-orang musyrik akan berkata, Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun. Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Muhammad), Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka, dan kamu hanya mengira."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 148)

149.
qul falillaahil-hujjatul-baalighoh, falau syaaa`a lahadaakum ajma'iin
"Katakanlah (Muhammad), Alasan yang kuat hanya pada Allah. Maka, kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 149)

150.
qul halumma syuhadaaa`akumullaziina yasy-haduuna annalloha harroma haazaa, fa in syahiduu fa laa tasy-had ma'ahum, wa laa tattabi' ahwaaa`allaziina kazzabuu bi`aayaatinaa wallaziina laa yu`minuuna bil-aakhiroti wa hum birobbihim ya'diluun
"Katakanlah (Muhammad), Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini. Jika mereka memberikan kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberikan kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 150)

151.
qul ta'aalau atlu maa harroma robbukum 'alaikum allaa tusyrikuu bihii syai`aw wa bil-waalidaini ihsaanaa, wa laa taqtuluuu aulaadakum min imlaaq, nahnu narzuqukum wa iyyaahum, wa laa taqrobul-fawaahisya maa zhoharo min-haa wa maa bathon, wa laa taqtulun-nafsallatii harromallohu illaa bil-haqq, zaalikum washshookum bihii la'allakum ta'qiluun
"Katakanlah (Muhammad), Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 151)

152.
wa laa taqrobuu maalal-yatiimi illaa billatii hiya ahsanu hattaa yablugho asyuddah, wa auful-kaila wal-miizaana bil-qisth, laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa, wa izaa qultum fa'diluu walau kaana zaa qurbaa, wa bi'ahdillaahi aufuu, zaalikum washshookum bihii la'allakum tazakkaruun
"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 152)

153.
wa anna haazaa shiroothii mustaqiiman fattabi'uuh, wa laa tattabi'us-subula fa tafarroqo bikum 'an sabiilih, zaalikum washshookum bihii la'allakum tattaquun
"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 153)

154.
summa aatainaa muusal-kitaaba tamaaman 'alallaziii ahsana wa tafshiilal likulli syai`iw wa hudaw wa rohmatal la'allahum biliqooo`i robbihim yu`minuun
"Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 154)

155.
wa haazaa kitaabun anzalnaahu mubaarokun fattabi'uuhu wattaquu la'allakum tur-hamuun
"Dan ini adalah Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 155)

156.
an taquuluuu innamaaa unzilal-kitaabu 'alaa thooo`ifataini ming qoblinaa wa ing kunnaa 'an diroosatihim laghoofiliin
"(Kami turunkan Al-Qur'an itu) agar kamu (tidak) mengatakan, Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 156)

157.
au taquuluu lau annaaa unzila 'alainal-kitaabu lakunnaaa ahdaa min-hum, fa qod jaaa`akum bayyinatum mir robbikum wa hudaw wa rohmah, fa man azhlamu mim mang kazzaba bi`aayaatillaahi wa shodafa 'an-haa, sanajzillaziina yashdifuuna 'an aayaatinaa suuu`al-'azaabi bimaa kaanuu yashdifuun
"atau agar kamu (tidak) mengatakan, Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka. Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 157)

158.
hal yanzhuruuna illaaa an ta`tiyahumul-malaaa`ikatu au ya`tiya robbuka au ya`tiya ba'dhu aayaati robbik, yauma ya`tii ba'dhu aayaati robbika laa yanfa'u nafsan iimaanuhaa lam takun aamanat ming qoblu au kasabat fiii iimaanihaa khoiroo, qulintazhiruuu innaa muntazhiruun
"Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, Tunggulah! Kami pun menunggu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 158)

159.
innallaziina farroquu diinahum wa kaanuu syiya'al lasta min-hum fii syaii`, innamaaa amruhum ilallohi summa yunabbi`uhum bimaa kaanuu yaf'aluun
"Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 159)

160.
man jaaa`a bil-hasanati fa lahuu 'asyru amsaalihaa, wa man jaaa`a bis-sayyi`ati fa laa yujzaaa illaa mislahaa wa hum laa yuzhlamuun
"Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 160)

161.
qul innanii hadaanii robbiii ilaa shiroothim mustaqiim, diinang qiyamam millata ibroohiima haniifaa, wa maa kaana minal-musyrikiin
"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 161)

162.
qul inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil-'aalamiin
"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 162)

163.
laa syariika lah, wa bizaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin
"tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 163)

164.
qul a ghoirollaahi abghii robbaw wa huwa robbu kulli syaii`, wa laa taksibu kullu nafsin illaa 'alaihaa, wa laa taziru waazirotuw wizro ukhroo, summa ilaa robbikum marji'ukum fa yunabbi`ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuun
"Katakanlah (Muhammad), Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 164)

165.
wa huwallazii ja'alakum kholaaa`ifal-ardhi wa rofa'a ba'dhokum fauqo ba'dhin darojaatil liyabluwakum fii maaa aataakum, inna robbaka sarii'ul-'iqoobi wa innahuu laghofuurur rohiim
"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di Bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman, dan sungguh Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 165)


Vidio Bacaan Surat Al-An'am


Sekian postingan ini semoga bermanfaat bagi teman-teman. Postingan bacaan Latin Surat Al-An'am ini sengaja di buat untuk memudahkan teman-teman dalam membaca Al-Qur'an yang bertuliskan huruf arab, tapi semoga dengan adanya postingan ini tidak membuat teman-teman malas atau tidak belajar membaca Al-Qur'an Arab.

Membaca Al-Qur'an dengan tulisan arab menurut admin sangatlah penting, karna emang lebih afdol, Panjang pendeknya bisa kita ketahui, hukum bacaannya dapat kita ketahui sedangkan jika di bacaan latin tidak dapat kita ketahui apalagi jika admin ada salah atau kekurangngan huruf dalam pengtikan bahasa.

Intinya postingan ini hanyalah penunjang bagi kalian yang sedang belajar membaca Al-Qur'an dan admin harap postingan ini jangan di jadikan patokan karna ini hanyalah media penunjang saja.

Terima kasih teman-teman sudah berkunjung, jangan lupa selalu mampir ya ke sini.

Dan Jangan Lupa Share Yaaa.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Latin Surat Al-An'am Dan Terjemahan Indonesia