Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Jumat, 06 Juli 2018

Bacaan Surat Al-Isra' Ayat 1-111 Lengkap Dengan Terjemahan dan Tulisan Latinya





Bacaan Surat Al-Isra' Lengkap Dengan Terjemahannya - Assalamualaikum Teman-teman, apa kabar kalian malam hari ini..? Muda-mudahan pada sehat ya. Kemarin-kemarin emang saya agak jarang memposting artikel di blog ini di karenakan ada banyak kerjaan di offline, tapi insyaallah saya akan selalu berusaha untuk terus mengupdate blog ini agar kita semua dengan mudah bisa membaca Al-Qur'an di mana saja dan kapan saja. Teman-teman yang baru pertama kali membuka blog ini saya beritahukan bahwa sebelumnya saya telah memposting bacaan Surat An-Nahl lengkap dengan terjemahannya. Kalian yang belum membacanya silahkan langsung buka aja link ya.

Surah Al-Isra' (Perjalanan malam) adalah salah satu surat yang ada pada kitab suci Al-Qur'an terdapat pada surat ke-17 dan Juz ke-15. Surat Ini terdiri atas 111 ayat dan tergolong dari bagian surat-surat makkiyah.  Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari". Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah SWT.


Bacaan Surat Al-Isra' Ayat 1-111 Yang Di Lengkapi Dengan Latin Beserta Terjemahan Bahsa Indonesia

Di atas kita telah mengetahui sedikit tentang surat Al-Isra' ini dan berikut ini adalah bacaannya. Tentu alasan kalian membuka postingan ini yaitu tidaklain  adalah untuk membaca suratar Al-Isra' ini. Silahkan teman-teman geser ke bawah untuk menemukan bacaanya, dan yang perlu teman-teman ketahui bahwa saya adalah manusia biasa yang tak luput dari salah maka jika ada yang kurang di pahami atau ada kesalahan dalam pengetikan, mohon untuk di informasikan kepada kami. Dan jika ada ayat yang kurang bisah di pahami lihat di bagian latinnya untuk memudahkan.

INFORMASI SURAT
Nama Surat           : Al-Isra' (Memperjalankan di waktu malam)
Surah ke                : 17
Jumlah ayat           : 111 Ayat
Surat sebelumnya : An-Nahl
Surat berikutnya   : Al-Kahf
Juz ke                    : Juz 15
Klasifikasi             : Makkiyah


سُبْحٰنَ الَّذِيْۤ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا   ۗ  اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
sub-haanallaziii asroo bi'abdihii lailam minal-masjidil-haroomi ilal-masjidil-aqshollazii baaroknaa haulahuu linuriyahuu min aayaatinaa, innahuu huwas-samii'ul-bashiir
"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 1)

وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْـكِتٰبَ وَ جَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَ لَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًا
wa aatainaa muusal-kitaaba wa ja'alnaahu hudal libaniii isrooo`iila allaa tattakhizuu min duunii wakiilaa
"Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 2)

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍ ۗ  اِنَّهٗ كَانَ عَبْدًا شَكُوْرًا
zurriyyata man hamalnaa ma'a nuuh, innahuu kaana 'abdan syakuuroo
"(Wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 3)

وَقَضَيْنَاۤ اِلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ فِى الْكِتٰبِ لَـتُفْسِدُنَّ فِى الْاَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيْرًا
wa qodhoinaaa ilaa baniii isrooo`iila fil-kitaabi latufsidunna fil-ardhi marrotaini wa lata'lunna 'uluwwang kabiiroo
"Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, Kamu pasti akan berbuat kerusakan di Bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 4)

فَاِذَا جَآءَ وَعْدُ اُوْلٰٮهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَاۤ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ فَجَاسُوْا خِلٰلَ الدِّيَارِ   ۗ  وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُوْلًا
fa izaa jaaa`a wa'du uulaahumaa ba'asnaa 'alaikum 'ibaadal lanaaa ulii ba`sin syadiidin fa jaasuu khilaalad-diyaar, wa kaana wa'dam maf'uulaa
"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 5)

ثُمَّ رَدَدْنَا لَـكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ  وَاَمْدَدْنٰـكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَجَعَلْنٰكُمْ اَكْثَرَ نَفِيْرًا
summa rodadnaa lakumul-karrota 'alaihim wa amdadnaakum bi`amwaaliw wa baniina wa ja'alnaakum aksaro nafiiroo
"Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 6)

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ  ۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا   ۗ  فَاِذَا جَآءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗٓئُوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
in ahsantum ahsantum li`anfusikum, wa in asa`tum fa lahaa, fa izaa jaaa`a wa'dul-aakhiroti liyasuuu`uu wujuuhakum wa liyadkhulul-masjida kamaa dakholuuhu awwala marrotiw wa liyutabbiruu maa 'alau tatbiiroo
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidilaqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 7)

عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يَّرْحَمَكُمْ   ۚ  وَاِنْ عُدْتُّمْ عُدْنَا ۘ  وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ حَصِيْرًا
'asaa robbukum ay yar-hamakum, wa in 'uttum 'udnaa, wa ja'alnaa jahannama lil-kaafiriina hashiiroo
"Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan Neraka Jahanam penjara bagi orang kafir."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 8)

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا
inna haazal-qur`aana yahdii lillatii hiya aqwamu wa yubasysyirul-mu`miniinallaziina ya'maluunash-shoolihaati anna lahum ajrong kabiiroo
"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 9)

وَّاَنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
wa annallaziina laa yu`minuuna bil-aakhiroti a'tadnaa lahum 'azaaban aliimaa
"dan bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 10)

وَيَدْعُ الْاِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَآءَهٗ بِالْخَيْرِ   ۗ  وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا
wa yad'ul-insaanu bisy-syarri du'aaa`ahuu bil-khoiir, wa kaanal-insaanu 'ajuulaa
"Dan manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 11)

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيْنِ فَمَحَوْنَاۤ اٰيَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَاۤ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَ ۗ  وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا
wa ja'alnal-laila wan-nahaaro aayataini fa mahaunaaa aayatal-laili wa ja'alnaaa aayatan-nahaari mubshirotal litabtaghuu fadhlam mir robbikum wa lita'lamuu 'adadas-siniina wal-hisaab, wa kulla syai`in fashsholnaahu tafshiilaa
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang-benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 12)

وَكُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنٰهُ  طٰٓئِرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖ ۗ  وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰٮهُ مَنْشُوْرًا
wa kulla insaanin alzamnaahu thooo`irohuu fii 'unuqih, wa nukhriju lahuu yaumal-qiyaamati kitaabay yalqoohu mansyuuroo
"Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 13)

اِقْرَأْ كِتٰبَك َ ۗ  كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًا
iqro` kitaabak, kafaa binafsikal-yauma 'alaika hasiibaa
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 14)

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ   ۚ  وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا   ۗ  وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى   ۗ  وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
manihtadaa fa innamaa yahtadii linafsih, wa man dholla fa innamaa yadhillu 'alaihaa, wa laa taziru waazirotuw wizro ukhroo, wa maa kunnaa mu'azzibiina hattaa nab'asa rosuulaa
"Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 15)

وَاِذَاۤ اَرَدْنَاۤ  اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا  الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا
wa izaaa arodnaaa an nuhlika qoryatan amarnaa mutrofiihaa fa fasaquu fiihaa fa haqqo 'alaihal-qoulu fa dammarnaahaa tadmiiroo
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 16)

وَكَمْ اَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْۢ  بَعْدِ نُوْحٍ ۗ  وَكَفٰى بِرَبِّكَ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًۢا بَصِيْرًا
wa kam ahlaknaa minal-quruuni mim ba'di nuuh, wa kafaa birobbika bizunuubi 'ibaadihii khobiirom bashiiroo
"Dan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui, Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 17)

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهٗ فِيْهَا مَا نَشَآءُ لِمَنْ نُّرِيْدُ ثُمَّ جَعَلْنَا  لَهٗ جَهَنَّمَ ۚ  يَصْلٰٮهَا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرًا
mang kaana yuriidul-'aajilata 'ajjalnaa lahuu fiihaa maa nasyaaa`u liman nuriidu summa ja'alnaa lahuu jahannam, yashlaahaa mazmuumam mad-huuroo
"Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) Neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 18)

وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا  سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰٓئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا
wa man aroodal-aakhirota wa sa'aa lahaa sa'yahaa wa huwa mu`minun fa ulaaa`ika kaana sa'yuhum masykuuroo
"Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 19)

كُلًّا نُّمِدُّ هٰٓ ؤُلَآ ءِ وَهٰٓ ؤُلَآ ءِ مِنْ عَطَآءِ رَبِّكَ   ۗ  وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحْظُوْرًا
kullan numiddu haaa`ulaaa`i wa haaa`ulaaa`i min 'athooo`i robbik, wa maa kaana 'athooo`u robbika mahzhuuroo
"Kepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat), Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 20)

اُنْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ   ۗ  وَلَـلْاٰخِرَةُ اَكْبَرُ دَرَجٰتٍ وَّاَكْبَرُ تَفْضِيْلًا
unzhur kaifa fadhdholnaa ba'dhohum 'alaa ba'dh, wa lal-aakhirotu akbaru darojaatiw wa akbaru tafdhiilaa
"Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 21)

لَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوْمًا مَّخْذُوْلًا
laa taj'al ma'allohi ilaahan aakhoro fa taq'uda mazmuumam makhzuulaa
"Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 22)

وَقَضٰى رَبُّكَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا  ۗ  اِمَّا يَـبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
wa qodhoo robbuka allaa ta'buduuu illaaa iyyaahu wa bil-waalidaini ihsaanaa, immaa yablughonna 'indakal-kibaro ahaduhumaaa au kilaahumaa fa laa taqul lahumaaa uffiw wa laa tan-har-humaa wa qul lahumaa qoulang kariimaa
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 23)

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا
wakhfidh lahumaa janaahaz-zulli minar-rohmati wa qur robbir-ham-humaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 24)

رَّبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗ  اِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ  فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا
robbukum a'lamu bimaa fii nufuusikum, in takuunuu shoolihiina fa innahuu kaana lil-awwaabiina ghofuuroo
"Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 25)

وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ  وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا
wa aati zal-qurbaa haqqohuu wal-miskiina wabnas-sabiili wa laa tubazzir tabziiroo
"Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 26)

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْۤا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ   ۗ  وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
innal-mubazziriina kaanuuu ikhwaanasy-syayaathiin, wa kaanasy-syaithoonu lirobbihii kafuuroo
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 27)

وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَآءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا
wa immaa tu'ridhonna 'an-humubtighooo`a rohmatim mir robbika tarjuuhaa fa qul lahum qoulam maisuuroo
"Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 28)

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ  مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا
wa laa taj'al yadaka maghluulatan ilaa 'unuqika wa laa tabsuth-haa kullal-basthi fa taq'uda maluumam mahsuuroo
"Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 29)

اِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَقْدِرُ ۗ  اِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ  خَبِيْرًۢا بَصِيْرًا
inna robbaka yabsuthur-rizqo limay yasyaaa`u wa yaqdir, innahuu kaana bi'ibaadihii khobiirom bashiiroo
"Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 30)

وَلَا تَقْتُلُوْۤا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍ ۗ  نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ  وَاِيَّاكُمْ ۗ  اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْاً كَبِيْرًا
wa laa taqtuluuu aulaadakum khosy-yata imlaaq, nahnu narzuquhum wa iyyaakum, inna qotlahum kaana khith`ang kabiiroo
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 31)

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً   ۗ  وَسَآءَ سَبِيْلًا
wa laa taqrobuz-zinaaa innahuu kaana faahisyah, wa saaa`a sabiilaa
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَـقِّ   ۗ  وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُوْمًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِـوَلِيِّهٖ سُلْطٰنًا فَلَا يُسْرِفْ فِّى الْقَتْلِ   ۗ  اِنَّهٗ كَانَ مَنْصُوْرًا
wa laa taqtulun-nafsallatii harromallohu illaa bil-haqq, wa mang qutila mazhluuman fa qod ja'alnaa liwaliyyihii sulthoonan fa laa yusrif fil-qotl, innahuu kaana manshuuroo
"Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 33)

وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗ  ۖ  وَاَوْفُوْا بِالْعَهْدِ  ۖ  اِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْــئُوْلًا
wa laa taqrobuu maalal-yatiimi illaa billatii hiya ahsanu hattaa yablugho asyuddahuu wa aufuu bil-'ahdi innal-'ahda kaana mas`uulaa
"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 34)

وَاَوْفُوا الْـكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِ ۗ  ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
wa auful-kaila izaa kiltum wazinuu bil-qisthoosil-mustaqiim, zaalika khoiruw wa ahsanu ta`wiilaa
"Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 35)

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ   ۗ  اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا
wa laa taqfu maa laisa laka bihii 'ilm, innas-sam'a wal-bashoro wal-fu`aada kullu ulaaa`ika kaana 'an-hu mas`uulaa
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 36)

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا  ۚ  اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
wa laa tamsyi fil-ardhi marohaa, innaka lan takhriqol-ardho wa lan tablughol-jibaala thuulaa
"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 37)

كُلُّ ذٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهٗ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوْهًا
kullu zaalika kaana sayyi`uhuu 'inda robbika makruuhaa
"Semua itu kejahatan sangat dibenci di sisi Tuhanmu."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 38)

ذٰلِكَ مِمَّاۤ اَوْحٰۤى اِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِ  ۗ  وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتُلْقٰى فِيْ جَهَنَّمَ مَلُوْمًا مَّدْحُوْرًا
zaalika mimmaaa auhaaa ilaika robbuka minal-hikmah, wa laa taj'al ma'allohi ilaahan aakhoro fa tulqoo fii jahannama maluumam mad-huuroo
"Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 39)

اَفَاَصْفٰٮكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَـنِيْنَ وَ اتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰٓئِكَةِ اِنَاثًا  ۗ  اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا
a fa ashfaakum robbukum bil-baniina wattakhoza minal-malaaa`ikati inaasaa, innakum lataquuluuna qoulan 'azhiimaa
"Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 40)

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لِيَذَّكَّرُوْا   ۗ  وَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا نُفُوْرًا
wa laqod shorrofnaa fii haazal-qur`aani liyazzakkaruu, wa maa yaziiduhum illaa nufuuroo
"Dan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (peringatan) itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 41)

قُلْ لَّوْ كَانَ مَعَهٗۤ اٰلِهَةٌ كَمَا يَقُوْلُوْنَ اِذًا لَّابْتَغَوْا اِلٰى ذِى الْعَرْشِ سَبِيْلًا
qul lau kaana ma'ahuuu aalihatung kamaa yaquuluuna izal labtaghou ilaa zil-'arsyi sabiilaa
"Katakanlah (Muhammad), Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 42)

سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يَقُوْلُوْنَ عُلُوًّا كَبِيْرًا
sub-haanahuu wa ta'aalaa 'ammaa yaquuluuna 'uluwwang kabiiroo
"Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan, luhur, dan agung (tidak ada bandingannya)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 43)

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ  وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ  وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰـكِنْ لَّا  تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ ۗ  اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
tusabbihu lahus-samaawaatus-sab'u wal-ardhu wa man fiihinn, wa im min syai`in illaa yusabbihu bihamdihii wa laakil laa tafqohuuna tasbiihahum, innahuu kaana haliiman ghofuuroo
"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 44)

وَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُوْرًا 
wa izaa qoro`tal-qur`aana ja'alnaa bainaka wa bainallaziina laa yu`minuuna bil-aakhiroti hijaabam mastuuroo
"Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Qur'an, Kami adakan suatu dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 45)

وَّجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْۤ اٰذَانِهِمْ وَقْرًا   ۗ  وَاِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِى الْقُرْاٰنِ وَحْدَهٗ وَلَّوْا عَلٰۤى اَدْبَارِهِمْ نُفُوْرًا
wa ja'alnaa 'alaa quluubihim akinnatan ay yafqohuuhu wa fiii aazaanihim waqroo, wa izaa zakarta robbaka fil-qur`aani wahdahuu wallau 'alaaa adbaarihim nufuuroo
"dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 46)

نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُوْنَ بِهٖۤ اِذْ يَسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَ وَاِذْ هُمْ نَجْوٰۤى اِذْ يَقُوْلُ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا
nahnu a'lamu bimaa yastami'uuna bihiii iz yastami'uuna ilaika wa iz hum najwaaa iz yaquuluzh-zhoolimuuna in tattabi'uuna illaa rojulam mas-huuroo
"Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad), dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata, Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 47)

اُنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوْا لَكَ الْاَمْثَالَ فَضَلُّوْا فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَبِيْلًا
unzhur kaifa dhorobuu lakal-amsaala fa dholluu fa laa yastathii'uuna sabiilaa
"Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan untukmu (Muhammad); karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 48)

وَقَالُوْۤا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا
wa qooluuu a izaa kunnaa 'izhoomaw wa rufaatan a innaa lamab'uusuuna kholqon jadiidaa
"Dan mereka berkata, Apabila Kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah Kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 49)

قُلْ كُوْنُوْا حِجَارَةً اَوْ حَدِيْدًا
qul kuunuu hijaarotan au hadiidaa
"Katakanlah (Muhammad), Jadilah kamu batu atau besi,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 50)

اَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِيْ صُدُوْرِكُمْ ۚ  فَسَيَـقُوْلُوْنَ مَنْ يُّعِيْدُنَا   ۗ  قُلِ الَّذِيْ فَطَرَكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍ   ۚ  فَسَيُنْغِضُوْنَ اِلَيْكَ رُءُوْسَهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هُوَ   ۗ  قُلْ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنَ قَرِيْبًا
au kholqom mimmaa yakburu fii shuduurikum, fa sayaquuluuna may yu'iidunaa, qulillazii fathorokum awwala marroh, fa sayun-ghidhuuna ilaika ru`uusahum wa yaquuluuna mataa huw, qul 'asaaa ay yakuuna qoriibaa
"atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu. Maka mereka akan bertanya, Siapa yang akan menghidupkan kami kembali? Katakanlah, Yang telah menciptakan kamu pertama kali. Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)? Katakanlah, Barangkali waktunya sudah dekat,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 51)

يَوْمَ يَدْعُوْكُمْ فَتَسْتَجِيْبُوْنَ بِحَمْدِهٖ وَتَظُنُّوْنَ اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا
yauma yad'uukum fa tastajiibuuna bihamdihii wa tazhunnuuna il labistum illaa qoliilaa
"yaitu pada hari (ketika) Dia memanggil kamu, dan kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, (rasanya) hanya sebentar saja kamu berdiam (di dalam kubur)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 52)

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ  اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۗ  اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
wa qul li'ibaadii yaquulullatii hiya ahsan, innasy-syaithoona yanzaghu bainahum, innasy-syaithoona kaana lil-insaani 'aduwwam mubiinaa
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 53)

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِكُمْ ۗ  اِنْ يَّشَأْ يَرْحَمْكُمْ اَوْ اِنْ يَّشَأْ يُعَذِّبْكُمْ  ۗ  وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ وَكِيْلًا
robbukum a'lamu bikum iy yasya` yar-hamkum au iy yasya` yu'azzibkum, wa maaa arsalnaaka 'alaihim wakiilaa
"Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepadamu, dan jika Dia menghendaki, pasti Dia akan mengazabmu. Dan Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi penjaga bagi mereka."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 54)

وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ  وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا
wa robbuka a'lamu biman fis-samaawaati wal-ardh, wa laqod fadhdholnaa ba'dhon-nabiyyiina 'alaa ba'dhiw wa aatainaa daawuuda zabuuroo
"Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 55)

قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ فَلَا يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيْلًا
qulid'ullaziina za'amtum min duunihii fa laa yamlikuuna kasyfadh-dhurri 'angkum wa laa tahwiilaa
"Katakanlah (Muhammad), Panggillah mereka yang kamu anggap (Tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 56)

اُولٰٓئِكَ  الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ وَيَرْجُوْنَ  رَحْمَتَهٗ وَيَخَافُوْنَ عَذَابَهٗ ۗ  اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوْرًا
ulaaa`ikallaziina yad'uuna yabtaghuuna ilaa robbihimul-wasiilata ayyuhum aqrobu wa yarjuuna rohmatahuu wa yakhoofuuna 'azaabah, inna 'azaaba robbika kaana mahzuuroo
"Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 57)

وَاِنْ مِّنْ قَرْيَةٍ اِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوْهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيٰمَةِ اَوْ مُعَذِّبُوْهَا عَذَابًا شَدِيْدًا   ۗ  كَانَ ذٰلِكَ فِى الْـكِتٰبِ مَسْطُوْرًا
wa im ming qoryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qobla yaumil-qiyaamati au mu'azzibuuhaa 'azaaban syadiidaa, kaana zaalika fil-kitaabi masthuuroo
"Dan  tidak ada suatu negeri  pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 58)

وَمَا مَنَعَنَاۤ اَنْ نُّرْسِلَ  بِالْاٰيٰتِ اِلَّاۤ اَنْ كَذَّبَ بِهَا الْاَوَّلُوْنَ ۗ  وَاٰتَيْنَا ثَمُوْدَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً  فَظَلَمُوْا بِهَا ۗ  وَمَا نُرْسِلُ بِالْاٰيٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا
wa maa mana'anaaa an nursila bil-aayaati illaaa ang kazzaba bihal-awwaluun, wa aatainaa samuudan-naaqota mubshirotan fa zholamuu bihaa, wa maa nursilu bil-aayaati illaa takhwiifaa
"Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 59)

وَاِذْ قُلْنَا لَـكَ اِنَّ رَبَّكَ اَحَاطَ بِالنَّاسِ   ۗ  وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِيْۤ اَرَيْنٰكَ اِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَ الشَّجَرَةَ الْمَلْعُوْنَةَ فِى الْقُرْاٰنِ   ۗ  وَنُخَوِّفُهُمْ ۙ  فَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا طُغْيَانًا كَبِيْرًا
wa iz qulnaa laka inna robbaka ahaatho bin-naas, wa maa ja'alnar-ru`yallatiii aroinaaka illaa fitnatal lin-naasi wasy-syajarotal-mal'uunata fil-qur`aan, wa nukhowwifuhum fa maa yaziiduhum illaa thughyaanang kabiiroo
"Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 60)

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ قَالَ ءَاَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِيْنًا 
wa iz qulnaa lil-malaaa`ikatisjuduu li`aadama fa sajaduuu illaaa ibliis, qoola a asjudu liman kholaqta thiinaa
"Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kamu semua kepada Adam, lalu mereka sujud, kecuali Iblis. la (Iblis) berkata, Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 61)

قَالَ اَرَءَيْتَكَ هٰذَا الَّذِيْ كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ اَخَّرْتَنِ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَاَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهٗۤ اِلَّا قَلِيْلًا
qoola a ro`aitaka haazallazii karromta 'alayya la`in akhkhortani ilaa yaumil-qiyaamati la`ahtanikanna zurriyyatahuuu illaa qoliilaa
"la (Iblis) berkata, Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 62)

قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَاِنَّ جَهَـنَّمَ جَزَآ ؤُكُمْ  جَزَآءً مَّوْفُوْرًا
qoolaz-hab fa man tabi'aka min-hum fa inna jahannama jazaaa`ukum jazaaa`am maufuuroo
"Dia (Allah) berfirman, Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, Neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 63)
وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَاَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ وَعِدْهُمْ  ۗ  وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا
wastafziz manistatho'ta min-hum bishoutika wa ajlib 'alaihim bikhoilika wa rojilika wa syaarik-hum fil-amwaali wal-aulaadi wa 'id-hum, wa maa ya'iduhumusy-syaithoonu illaa ghuruuroo
"Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka. Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 64)

اِنَّ عِبَادِيْ لَـيْسَ لَـكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌ   ۗ  وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيْلًا
inna 'ibaadii laisa laka 'alaihim sulthoon, wa kafaa birobbika wakiilaa
"Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 65)

رَبُّكُمُ الَّذِيْ يُزْجِيْ لَـكُمُ الْفُلْكَ فِى الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ ۗ  اِنَّهٗ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا
robbukumullazii yuzjii lakumul-fulka fil-bahri litabtaghuu min fadhlih, innahuu kaana bikum rohiimaa
"Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Penyayang terhadapmu."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 66)

وَاِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُوْنَ اِلَّاۤ اِيَّاهُ   ۚ  فَلَمَّا نَجّٰٮكُمْ اِلَى الْبَرِّ اَعْرَضْتُمْ   ۗ  وَكَانَ الْاِنْسَانُ كَفُوْرًا
wa izaa massakumudh-dhurru fil-bahri dholla man tad'uuna illaaa iyyaah, fa lammaa najjaakum ilal-barri a'rodhtum, wa kaanal-insaanu kafuuroo
"Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 67)

اَفَاَمِنْتُمْ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ اَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوْالَـكُمْ وَكِيْلًا 
a fa amintum ay yakhsifa bikum jaanibal-barri au yursila 'alaikum haashiban summa laa tajiduu lakum wakiilaa
"Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 68)

اَمْ اَمِنْتُمْ اَنْ يُّعِيْدَكُمْ فِيْهِ تَارَةً اُخْرٰى فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِّنَ  الرِّيْحِ فَيُغْرِقَكُمْ بِمَا كَفَرْتُمْ ۙ  ثُمَّ لَا تَجِدُوْا لَـكُمْ عَلَيْنَا بِهٖ تَبِيْعًا
am amintum ay yu'iidakum fiihi taarotan ukhroo fa yursila 'alaikum qooshifam minar-riihi fa yughriqokum bimaa kafartum summa laa tajiduu lakum 'alainaa bihii tabii'aa
"ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia tiupkan angin topan kepada kamu dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 69)

وَلَـقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْۤ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا
wa laqod karromnaa baniii aadama wa hamalnaahum fil-barri wal-bahri wa rozaqnaahum minath-thoyyibaati wa fadhdholnaahum 'alaa kasiirim mim man kholaqnaa tafdhiilaa
"Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 70)

يَوْمَ نَدْعُوْا كُلَّ اُنَاسٍ ۢبِاِمَامِهِمْ  ۚ  فَمَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ فَاُولٰٓئِكَ يَقْرَءُوْنَ كِتٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
yauma nad'uu kulla unaasim bi`imaamihim, fa man uutiya kitaabahuu biyamiinihii fa ulaaa`ika yaqro`uuna kitaabahum wa laa yuzhlamuuna fatiilaa
"(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan dizalimi sedikit pun."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 71)

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖۤ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
wa mang kaana fii haazihiii a'maa fa huwa fil-aakhiroti a'maa wa adhollu sabiilaa
"Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 72)

وَاِنْ كَادُوْا لَيَـفْتِنُوْنَكَ عَنِ الَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهٗ     ۖ    وَاِذًا لَّاتَّخَذُوْكَ خَلِيْلًا
wa ing kaaduu layaftinuunaka 'anillaziii auhainaaa ilaika litaftariya 'alainaa ghoirohuu wa izal lattakhozuuka kholiilaa
"Dan mereka hampir memalingkan engkau (Muhammad) dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami; dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 73)

وَلَوْلَاۤ اَنْ ثَبَّتْنٰكَ لَقَدْ كِدْتَّ تَرْكَنُ اِلَيْهِمْ شَيْـئًـا قَلِيْلًا   
walau laaa an sabbatnaaka laqod kitta tarkanu ilaihim syai`ang qoliilaa
"Dan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 74)

اِذًا لَّاَذَقْنٰكَ ضِعْفَ الْحَيٰوةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَـكَ  عَلَيْنَا نَصِيْرًا
izal la`azaqnaaka dhi'fal-hayaati wa dhi'fal-mamaati summa laa tajidu laka 'alainaa nashiiroo
"jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan berlipat ganda setelah mati, dan engkau (Muhammad) tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 75)

وَاِنْ كَادُوْا لَيَسْتَفِزُّوْنَكَ مِنَ الْاَرْضِ لِيُخْرِجُوْكَ مِنْهَا وَاِذًا لَّا يَلْبَـثُوْنَ خِلٰفَكَ اِلَّا قَلِيْلًا
wa ing kaaduu layastafizzuunaka minal-ardhi liyukhrijuuka min-haa wa izal laa yalbasuuna khilaafaka illaa qoliilaa
"Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar dari negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 76)

سُنَّةَ مَنْ قَدْ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُّسُلِنَا وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيْلًا
sunnata mang qod arsalnaa qoblaka mir rusulinaa wa laa tajidu lisunnatinaa tahwiilaa
"(Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 77)

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْـفَجْرِ ۗ  اِنَّ قُرْاٰنَ الْـفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا
aqimish-sholaata liduluukisy-syamsi ilaa ghosaqil-laili wa qur`aanal-fajr, inna qur`aanal-fajri kaana masy-huudaa
"Laksanakanlah sholat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula sholat) subuh. Sungguh, sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 78)

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَ  ۖ   عَسٰۤى اَنْ يَّبْعَـثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
wa minal-laili fa tahajjad bihii naafilatal laka 'asaaa ay yab'asaka robbuka maqoomam mahmuudaa
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 79)

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّ اَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا
wa qur robbi adkhilnii mudkhola shidqiw wa akhrijnii mukhroja shidqiw waj'al lii mil ladungka sulthoonan nashiiroo
"Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 80)

وَقُلْ جَآءَ الْحَـقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۗ  اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
wa qul jaaa`al-haqqu wa zahaqol-baathilu innal-baathila kaana zahuuqoo
"Dan katakanlah, Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 81)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْـقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ  وَلَا يَزِيْدُ  الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
wa nunazzilu minal-qur`aani maa huwa syifaaa`uw wa rohmatul lil-mu`miniina wa laa yaziiduzh-zhoolimiina illaa khosaaroo
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 82)

وَاِذَاۤ اَنْعَمْنَا عَلَى الْاِنْسَانِ اَعْرَضَ وَنَاٰ  بِجَانِبِهٖ ۚ  وَاِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَـئُوْسًا
wa izaaa an'amnaa 'alal-insaani a'rodho wa na`aa bijaanibih, wa izaa massahusy-syarru kaana ya`uusaa
"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 83)

قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖ ۗ  فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا
qul kulluy ya'malu 'alaa syaakilatih, fa robbukum a'lamu biman huwa ahdaa sabiilaa
"Katakanlah (Muhammad), Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 84)

وَيَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِ   ۗ  قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَاۤ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
wa yas`aluunaka 'anir-ruuh, qulir-ruuhu min amri robbii wa maaa uutiitum minal-'ilmi illaa qoliilaa
"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh, katakanlah, Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 85)

وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَـكَ بِهٖ عَلَيْنَا وَكِيْلًا 
wa la`in syi`naa lanaz-habanna billaziii auhainaaa ilaika summa laa tajidu laka bihii 'alainaa wakiilaa
"Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 86)

اِلَّا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ   ۗ  اِنَّ فَضْلَهٗ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيْرًا
illaa rohmatam mir robbik, inna fadhlahuu kaana 'alaika kabiiroo
"kecuali karena rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, karunia-Nya atasmu (Muhammad) sangat besar."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 87)

قُلْ لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰۤى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا
qul la`inijtama'atil-insu wal-jinnu 'alaaa ay ya`tuu bimisli haazal-qur`aani laa ya`tuuna bimislihii walau kaana ba'dhuhum liba'dhin zhohiiroo
"Katakanlah, Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 88)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ  كُلِّ مَثَلٍ ۖ  فَاَبٰۤى اَكْثَرُ النَّاسِ اِلَّا كُفُوْرًا
wa laqod shorrofnaa lin-naasi fii haazal-qur`aani ming kulli masalin fa abaaa aksarun-naasi illaa kufuuroo
"Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 89)

وَقَالُوْا لَنْ نُّـؤْمِنَ لَـكَ حَتّٰى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْاَرْضِ يَنْۢبُوْعًا
wa qooluu lan nu`mina laka hattaa tafjuro lanaa minal-ardhi yambuu'aa
"Dan mereka berkata, Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 90)

اَوْ تَكُوْنَ لَـكَ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْاَنْهٰرَ خِلٰلَهَا تَفْجِيْرًا  
au takuuna laka jannatum min nakhiiliw wa 'inabin fa tufajjirol-an-haaro khilaalahaa tafjiiroo
"atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 91)

اَوْ تُسْقِطَ السَّمَآءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا اَوْ تَأْتِيَ  بِاللّٰهِ وَالْمَلٰٓئِكَةِ قَبِيْلًا  
au tusqithos-samaaa`a kamaa za'amta 'alainaa kisafan au ta`tiya billaahi wal-malaaa`ikati qobiilaa
"atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas Kami, sebagaimana engkau katakan, atau (sebelum) engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 92)

اَوْ يَكُوْنَ لَـكَ بَيْتٌ مِّنْ زُخْرُفٍ اَوْ تَرْقٰى فِى السَّمَآءِ   ۗ  وَلَنْ نُّـؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتّٰى تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتٰبًا نَّـقْرَؤُهٗ   ۗ  قُلْ سُبْحَانَ رَبِّيْ هَلْ كُنْتُ اِلَّا بَشَرًا رَّسُوْلًا
au yakuuna laka baitum min zukhrufin au tarqoo fis-samaaa`, wa lan nu`mina liruqiyyika hattaa tunazzila 'alainaa kitaaban naqro`uh, qul sub-haana robbii hal kuntu illaa basyaror rosuulaa
"atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca. Katakanlah (Muhammad), Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul ?"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 93)

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْۤا اِذْ جَآءَهُمُ الْهُدٰۤى اِلَّاۤ اَنْ قَالُـوْۤا اَبَعَثَ اللّٰهُ بَشَرًا رَّسُوْلًا
wa maa mana'an-naasa ay yu`minuuu iz jaaa`ahumul-hudaaa illaaa ang qooluuu a ba'asallohu basyaror rosuulaa
"Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 94)

قُلْ لَّوْ كَانَ فِى الْاَرْضِ مَلٰٓئِكَةٌ يَّمْشُوْنَ مُطْمَئِنِّيْنَ لَـنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَآءِ مَلَـكًا رَّسُوْلًا
qul lau kaana fil-ardhi malaaa`ikatuy yamsyuuna muthma`inniina lanazzalnaa 'alaihim minas-samaaa`i malakar rosuulaa
"Katakanlah (Muhammad), Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 95)

قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًۢا بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ ۗ  اِنَّهٗ كَانَ  بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًۢا بَصِيْرًا
qul kafaa billaahi syahiidam bainii wa bainakum, innahuu kaana bi'ibaadihii khobiirom bashiiroo
"Katakanlah (Muhammad), Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 96)

وَمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ  ۚ  وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِهٖ  ۗ  وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ عُمْيًا وَّبُكْمًا وَّصُمًّا   ۗ  مَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ  ۗ  كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنٰهُمْ سَعِيْرًا
wa may yahdillaahu fa huwal-muhtad, wa may yudhlil fa lan tajida lahum auliyaaa`a min duunih, wa nahsyuruhum yaumal-qiyaamati 'alaa wujuuhihim 'umyaw wa bukmaw wa shummaa, ma`waahum jahannam, kullamaa khobat zidnaahum sa'iiroo
"Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah Neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 97)

ذٰلِكَ جَزَآ ؤُهُمْ بِاَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا وَقَالُوْۤا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا
zaalika jazaaa`uhum bi`annahum kafaruu bi`aayaatinaa wa qooluuu a izaa kunnaa 'izhoomaw wa rufaatan a innaa lamab'uusuuna kholqon jadiidaa
"Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 98)

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ قَادِرٌ عَلٰۤى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ اَجَلًا لَّا رَيْبَ فِيْهِ  ۗ  فَاَبَى الظّٰلِمُوْنَ اِلَّا كُفُوْرًا
a wa lam yarou annallohallazii kholaqos-samaawaati wal-ardho qoodirun 'alaaa ay yakhluqo mislahum wa ja'ala lahum ajalal laa roiba fiih, fa abazh-zhoolimuuna illaa kufuuroo
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Maha Kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu tertentu (mati atau dibangkitkan) bagi mereka, yang tidak diragukan lagi? Maka orang zalim itu tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 99)

قُلْ لَّوْ اَنْـتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَآئِنَ رَحْمَةِ رَبِّيْۤ اِذًا لَّاَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِنْفَاقِ  ۗ  وَكَانَ الْاِنْسَانُ قَتُوْرًا
qul lau antum tamlikuuna khozaaa`ina rohmati robbiii izal la`amsaktum khosy-yatal-infaaq, wa kaanal-insaanu qotuuroo
"Katakanlah (Muhammad), Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan manusia itu memang sangat kikir."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 100)

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسٰى تِسْعَ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ فَسْــئَلْ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِذْ جَآءَهُمْ فَقَالَ لَهٗ فِرْعَوْنُ اِنِّيْ لَاَظُنُّكَ يٰمُوْسٰى مَسْحُوْرًا
wa laqod aatainaa muusaa tis'a aayaatim bayyinaatin fas`al baniii isrooo`iila iz jaaa`ahum fa qoola lahuu fir'aunu innii la`azhunnuka yaa muusaa mas-huuroo
"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, ketika Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya, Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 101)

قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَاۤ اَنْزَلَ هٰٓ ؤُلَآ ءِ اِلَّا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ بَصَآئِرَ  ۚ  وَاِنِّيْ لَاَظُنُّكَ يٰفِرْعَوْنُ مَثْبُوْرًا
qoola laqod 'alimta maaa anzala haaa`ulaaa`i illaa robbus-samaawaati wal-ardhi bashooo`ir, wa innii la`azhunnuka yaa fir'aunu masbuuroo
"Dia (Musa) menjawab, Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir'aun."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 102)

فَاَرَادَ اَنْ يَّسْتَفِزَّهُمْ مِّنَ الْاَرْضِ فَاَغْرَقْنٰهُ وَ مَنْ مَّعَهٗ جَمِيْعًا 
fa arooda ay yastafizzahum minal-ardhi fa aghroqnaahu wa mam ma'ahuu jamii'aa
"Kemudian dia (Fir'aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikutnya) dari bumi (Mesir), maka Kami tenggelamkan dia (Fir'aun) beserta orang yang bersama dia seluruhnya,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 103)

وَّقُلْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ لِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اسْكُنُوا الْاَرْضَ فَاِذَا جَآءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيْفًا  
wa qulnaa mim ba'dihii libaniii isrooo`iilaskunul-ardho fa izaa jaaa`a wa'dul-aakhiroti ji`naa bikum lafiifaa
"dan setelah itu Kami berfirman kepada Bani Israil, Tinggallah di negeri ini, tetapi apabila masa Berbangkit datang, niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 104)

وَبِالْحَـقِّ اَنْزَلْنٰهُ وَبِالْحَـقِّ نَزَلَ   ۗ  وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًا
wa bil-haqqi anzalnaahu wa bil-haqqi nazal, wa maaa arsalnaaka illaa mubasysyirow wa naziiroo
"Dan Kami turunkan (Al-Qur'an) itu dengan sebenarnya dan (Al-Qur'an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus engkau (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 105)

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا
wa qur`aanan faroqnaahu litaqro`ahuu 'alan-naasi 'alaa muksiw wa nazzalnaahu tanziilaa
"Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 106)

قُلْ اٰمِنُوْا بِهٖۤ اَوْ لَا تُؤْمِنُوْۤا   ۗ  اِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهٖۤ اِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ سُجَّدًا 
qul aaminuu bihiii au laa tu`minuu, innallaziina uutul-'ilma ming qoblihiii izaa yutlaa 'alaihim yakhirruuna lil-azqooni sujjadaa
"Katakanlah (Muhammad), Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur'an) atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur'an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, bersujud,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 107)

وَّيَقُوْلُوْنَ سُبْحٰنَ رَبِّنَاۤ اِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُوْلًا
wa yaquuluuna sub-haana robbinaaa ing kaana wa'du robbinaa lamaf'uulaa
"dan mereka berkata, Maha Suci Tuhan Kami; sungguh, janji Tuhan Kami pasti dipenuhi."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 108)

وَيَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ  خُشُوْعًا
wa yakhirruuna lil-azqooni yabkuuna wa yaziiduhum khusyuu'aa
"Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 109)

قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَ  ۗ  اَ يًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى  ۚ  وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا
qulid'ulloha awid'ur-rohmaan, ayyam maa tad'uu fa lahul-asmaaa`ul-husnaa, wa laa taj-har bisholaatika wa laa tukhoofit bihaa wabtaghi baina zaalika sabiilaa
"Katakanlah (Muhammad), Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma'ul Husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam sholat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 110)

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا
wa qulil-hamdu lillaahillazii lam yattakhiz waladaw wa lam yakul lahuu syariikun fil-mulki wa lam yakul lahuu waliyyum minaz-zulli wa kabbir-hu takbiiroo
"Dan katakanlah, Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 111)

Vidio Bacan Surat Al-Isra'
Untuk pelengkap dalam postingan ini saya melampirkan satu buah vidio yang merupakan tidak lain adalah vidio bacaan Surat Al-Isra' ini. nah Jika teman-teman ingin mendengarkan lantunan bacaan surat ini kalian tinggal klik play pada vidio di bawah, vidionya saya ambil dari chanel youtube yang khusus bacaan Al-Qur'an yaitu M Asif saya tidak tau asal orang yang punya chanel ini yang penting isi kontenya yang bermanfaat kita perlukan dan terima kasih sudah membuat kontenya vidionya.


Terima kasih, Teman-teman sudah menyempatkan mampir di blog Al-Qur'an sederhana saya ini. Muda-mudahan kedepanya blog ini dapa menjadi blog besar (Aamiin) dan di kunjungi oleh jutaan orang di seluruh dunia. Karena sebuah kebahagiaan besar bagi saya jika banyak saudara-saudara saya yang di luar sana mampir membuka-buka halaman di blog ini, itu berarti mereka sedang mencari tambahan pahala untuk bekalnya di akhirat nanti.

Teman-teman saudaraku sekalian sebelum meninggalkan halaman Bacaan Surat Al-Isra' ini mohon kiranya untuk menyempatkan waktunya untuk membagikan postingan ini ke halaman sosial media kalian, agar banyak saudara-saudara kita yang melihat dan tertarik untuk membaca Al-Qur'an.

Yang sudah Membagikan saya ucapkan banyak Terima Kasih semoga kebaikan kalian di balas berlipat ganda oleh Allah SWT.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Al-Isra' Ayat 1-111 Lengkap Dengan Terjemahan dan Tulisan Latinya