Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Jumat, 13 Juli 2018

Bacaan Surat Al-Anbiya Ayat 1-112 Beserta Arab, Latin, Dan Terjemahannya





Bacaan Surat Al-Anbiya Beserta Arab, Latin, Dan Terjemahannya - Assalamualaikum teman-teman, Bagaimana kabar hari ini.? semoga semuanya dalam keadaan baik dan sehat walafiat. Seperti  biasa saya kembali menulis kata-kata pendek di blog ini sebagai pembuka dan sapaan saya ke teman-teman semua sebelum membuka bagian untuk membaca Surat Al-Anbiya. Semoga tulisan ini Bermanfaat dan bisah di jadikan media pembelajaran. Sedikit informasi, di blog ini juga telah memposting Surat Ta Ha Lengkap dengan terjemahanya, silahkan teman teman yang ingin membaca.


INFORMASI SURAT
Nama Surat           : Al-Anbiya (Nabi-Nabi)
Surah ke                : 21
Jumlah ayat           : 112 Ayat
Surat sebelumnya : Ta Ha
Surat berikutnya   : Al-Hajj
Juz ke                    : Juz 17
Klasifikasi             : Makkiyah

 

اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ  مُّعْرِضُوْنَ 
iqtaroba lin-naasi hisaabuhum wa hum fii ghoflatim mu'ridhuun
"Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 1)

مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنْ رَّبِّہِمْ مُّحْدَثٍ اِلَّا اسْتَمَعُوْهُ  وَهُمْ يَلْعَبُوْنَ 
maa ya`tiihim min zikrim mir robbihim muhdasin illastama'uuhu wa hum yal'abuun
"Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 2)

لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْ  ۗ  وَاَسَرُّوا النَّجْوَى ۖ  الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا    ۖ    هَلْ هٰذَاۤ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ   ۚ  اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ
laahiyatang quluubuhum, wa asarrun-najwallaziina zholamuu hal haazaaa illaa basyarum mislukum, a fa ta`tuunas-sihro wa antum tubshiruun
"hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, (Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerimanya (sihir itu) padahal kamu menyaksikannya?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 3)

قٰلَ رَبِّيْ يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِى السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ ۖ  وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
qoola robbii ya'lamul-qoula fis-samaaa`i wal-ardhi wa huwas-samii'ul-'aliim
"Dia (Muhammad) berkata, Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit dan di bumi, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui!"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 4)

بَلْ قَالُوْۤا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۢ بَلِ افْتَـرٰٮهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ  ۚ  فَلْيَأْتِنَا بِاٰيَةٍ كَمَاۤ اُرْسِلَ الْاَوَّلُوْنَ
bal qooluuu adhghoosu ahlaam, baliftaroohu bal huwa syaa'ir, falya`tinaa bi`aayating kamaaa ursilal-awwaluun
"Bahkan mereka mengatakan, (Al-Qur'an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 5)

مَاۤ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَـكْنٰهَا ۚ   اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ
maaa aamanat qoblahum ming qoryatin ahlaknaahaa, a fa hum yu`minuun
"Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, mereka itu tidak beriman (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka akan beriman?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 6)

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْۤ اِلَيْهِمْ فَسْــئَلُوْۤا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
wa maaa arsalnaa qoblaka illaa rijaalan nuuhiii ilaihim fas`aluuu ahlaz-zikri ing kuntum laa ta'lamuun
"Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 7)

وَمَا جَعَلْنٰهُمْ  جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوْا خٰلِدِيْنَ
wa maa ja'alnaahum jasadal laa ya`kuluunath-tho'aama wa maa kaanuu khoolidiin
"Dan Kami tidak menjadikan mereka (rasul-rasul) suatu tubuh yang tidak memakan makanan, dan mereka tidak (pula) hidup kekal."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 8)

ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ  الْوَعْدَ فَاَنْجَيْنٰهُمْ وَمَنْ نَّشَآءُ وَاَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِيْنَ
summa shodaqnaahumul-wa'da fa anjainaahum wa man nasyaaa`u wa ahlaknal-musrifiin
"Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 9)

لَقَدْ  اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكُمْ كِتٰبًا فِيْهِ ذِكْرُكُمْ ۗ  اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
laqod anzalnaaa ilaikum kitaaban fiihi zikrukum, a fa laa ta'qiluun
"Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur'an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Maka apakah kamu tidak mengerti?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 10)

وَكَمْ قَصَمْنَا  مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَّاَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَ
wa kam qoshomnaa ming qoryating kaanat zhoolimataw wa ansya`naa ba'dahaa qouman aakhoriin
"Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 11)

فَلَمَّاۤ اَحَسُّوْا بَأْسَنَاۤ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَرْكُضُوْنَ 
fa lammaaa ahassuu ba`sanaaa izaa hum min-haa yarkudhuun
"Maka ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negerinya) itu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 12)

لَا تَرْكُضُوْا وَ ارْجِعُوْۤا اِلٰى مَاۤ اُتْرِفْتُمْ فِيْهِ وَمَسٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـئَلُوْنَ
laa tarkudhuu warji'uuu ilaa maaa utriftum fiihi wa masaakinikum la'allakum tus`aluun
"Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik) agar kamu dapat ditanya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 13)

قَالُوْا يٰوَيْلَنَاۤ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
qooluu yaa wailanaaa innaa kunnaa zhoolimiin
"Mereka berkata, Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 14)

فَمَا زَالَتْ تِّلْكَ دَعْوٰٮهُمْ حَتّٰى  جَعَلْنٰهُمْ حَصِيْدًا خٰمِدِيْنَ
fa maa zaalat tilka da'waahum hattaa ja'alnaahum hashiidan khoomidiin
"Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 15)

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَآءَ وَالْاَرْضَ  وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ
wa maa kholaqnas-samaaa`a wal-ardho wa maa bainahumaa laa'ibiin
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 16)

لَوْ اَرَدْنَاۤ اَنْ نَّـتَّخِذَ لَهْوًا لَّا تَّخَذْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّاۤ    ۖ    اِنْ كُنَّا فٰعِلِيْنَ
lau arodnaaa an nattakhiza lahwal lattakhoznaahu mil ladunnaaa ing kunnaa faa'iliin
"Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 17)

بَلْ نَـقْذِفُ بِالْحَـقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌ  ۗ  وَلَـكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ
bal naqzifu bil-haqqi 'alal-baathili fa yadmaghuhuu fa izaa huwa zaahiq, wa lakumul-wailu mimmaa tashifuun
"Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 18)

وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ  وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ 
wa lahuu man fis-samaawaati wal-ardh, wa man 'indahuu laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihii wa laa yastahsiruun
"Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 19)

يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ  لَا يَفْتُرُوْنَ
yusabbihuunal-laila wan-nahaaro laa yafturuun
"Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 20)

اَمِ اتَّخَذُوْۤا اٰلِهَةً مِّنَ الْاَرْضِ هُمْ يُنْشِرُوْنَ
amittakhozuuu aalihatam minal-ardhi hum yunsyiruun
"Apakah mereka mengambil Tuhan-Tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 21)

لَوْ كَانَ فِيْهِمَاۤ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَـفَسَدَتَا ۚ  فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ  الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
lau kaana fiihimaaa aalihatun illallohu lafasadataa, fa sub-haanallohi robbil-'arsyi 'ammaa yashifuun
"Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada Tuhan-Tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 22)

لَا يُسْـئَـلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْئَــلُوْنَ
laa yus`alu 'ammaa yaf'alu wa hum yus`aluun
"Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 23)

اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اٰلِهَةً   ۗ  قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ   ۚ  هٰذَا ذِكْرُ مَنْ مَّعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِيْ   ۗ  بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ  ۙ  الْحَـقَّ فَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
amittakhozuu min duunihiii aalihah, qul haatuu bur-haanakum, haazaa zikru mam ma'iya wa zikru mang qoblii, bal aksaruhum laa ya'lamuunal-haqqo fa hum mu'ridhuun
"Atau apakah mereka mengambil Tuhan-Tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), Kemukakanlah alasan-alasanmu! (Al-Qur'an) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku dan peringatan bagi orang sebelumku. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran), karena itu mereka berpaling."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 24)

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْۤ اِلَيْهِ اَنَّهٗ  لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَاعْبُدُوْنِ
wa maaa arsalnaa ming qoblika mir rosuulin illaa nuuhiii ilaihi annahuu laaa ilaaha illaaa ana fa'buduun
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku maka sembahlah Aku."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 25)

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ   ۗ  بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُوْنَ  
wa qooluttakhozar-rohmaanu waladan sub-haanah, bal 'ibaadum mukromuun
"Dan mereka berkata, Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak. Maha Suci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 26)

لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ  بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ
laa yasbiquunahuu bil-qouli wa hum bi`amrihii ya'maluun
"mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 27)

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَ لَا يَشْفَعُوْنَ ۙ  اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَـتِهٖ مُشْفِقُوْنَ
ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yasyfa'uuna illaa limanirtadhoo wa hum min khosy-yatihii musyfiquun
"Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 28)

وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْۤ اِلٰـهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَـنَّمَ ۗ  كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ
wa may yaqul min-hum inniii ilaahum min duunihii fa zaalika najziihi jahannam, kazaalika najzizh-zhoolimiin
"Dan barang siapa di antara mereka berkata, Sungguh, aku adalah Tuhan selain Allah, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 29)

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَـتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَا   ۗ  وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَآءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ   ۗ  اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
a wa lam yarollaziina kafaruuu annas-samaawaati wal-ardho kaanataa rotqon fa fataqnaahumaa, wa ja'alnaa minal-maaa`i kulla syai`in hayy, a fa laa yu`minuun
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 30)

وَجَعَلْنَا فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِهِمْ ۖ  وَجَعَلْنَا فِيْهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ
wa ja'alnaa fil-ardhi rowaasiya an tamiida bihim wa ja'alnaa fiihaa fijaajan subulal la'allahum yahtaduun
"Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh agar dia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 31)

وَجَعَلْنَا السَّمَآءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًا  ۚ  وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ
wa ja'alnas-samaaa`a saqfam mahfuuzhoo, wa hum 'an aayaatihaa mu'ridhuun
"Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 32)

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۗ  كُلٌّ  فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
wa huwallazii kholaqol-laila wan-nahaaro wasy-syamsa wal-qomar, kullun fii falakiy yasbahuun
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 33)

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُـلْدَ   ۗ  اَفَاۡئِن مِّتَّ فَهُمُ الْخٰـلِدُوْنَ
wa maa ja'alnaa libasyarim ming qoblikal-khuld, a faa im mitta fa humul-khooliduun
"Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 34)

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ  وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً   ۗ  وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
kullu nafsin zaaa`iqotul-mauut, wa nabluukum bisy-syarri wal-khoiri fitnah, wa ilainaa turja'uun
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 35)

وَاِذَا رَاٰكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًا   ۗ  اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَـتَكُمْ ۚ  وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
wa izaa ro`aakallaziina kafaruuu iy yattakhizuunaka illaa huzuwaa, a haazallazii yazkuru aalihatakum, wa hum bizikrir-rohmaani hum kaafiruun
"Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), Apakah ini orang yang mencela Tuhan-Tuhanmu? Padahal, mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 36)

خُلِقَ الْاِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۗ  سَاُورِيْكُمْ اٰيٰتِيْ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْنِ
khuliqol-insaanu min 'ajal, sa`uriikum aayaatii fa laa tasta'jiluun
"Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 37)

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
wa yaquuluuna mataa haazal-wa'du ing kuntum shoodiqiin
"Dan mereka berkata, Kapankah janji itu (akan datang) jika kamu orang yang benar?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 38)

لَوْ يَعْلَمُ  الَّذِيْنَ كَفَرُوْا حِيْنَ لَا يَكُفُّوْنَ عَنْ وُّجُوْهِهِمُ النَّارَ وَلَا  عَنْ ظُهُوْرِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
lau ya'lamullaziina kafaruu hiina laa yakuffuuna 'aw wujuuhihimun-naaro wa laa 'an zhuhuurihim wa laa hum yunshoruun
"Seandainya orang kafir itu mengetahui ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 39)

بَلْ تَأْتِيْهِمْ بَغْتَةً  فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ
bal ta`tiihim baghtatan fa tab-hatuhum fa laa yastathii'uuna roddahaa wa laa hum yunzhoruun
"Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 40)

وَلَـقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِيْنَ سَخِرُوْا  مِنْهُمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
wa laqodistuhzi`a birusulim ming qoblika fa haaqo billaziina sakhiruu min-hum maa kaanuu bihii yastahzi`uun
"Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 41)

قُلْ مَنْ يَّكْلَـؤُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمٰنِ ۗ  بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُّعْرِضُوْنَ
qul may yakla`ukum bil-laili wan-nahaari minar-rohmaan, bal hum 'an zikri robbihim mu'ridhuun
"Katakanlah, Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) Allah Yang Maha Pengasih? Tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 42)

اَمْ لَهُمْ اٰلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِّنْ دُوْنِنَا   ۗ  لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَـصْرَ اَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِّنَّا يُصْحَبُوْنَ
am lahum aalihatun tamna'uhum min duuninaa, laa yastathii'uuna nashro anfusihim wa laa hum minnaa yush-habuun
"Ataukah mereka mempunyai Tuhan-Tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Tuhan-Tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 43)

بَلْ مَتَّـعْنَا هٰٓ ؤُلَآ ءِ وَ اٰبَآءَهُمْ حَتّٰى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ   ۗ  اَفَلَا يَرَوْنَ اَنَّا نَأْتِى الْاَرْضَ نَـنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَا   ۗ  اَفَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
bal matta'naa haaa`ulaaa`i wa aabaaa`ahum hattaa thoola 'alaihimul-'umur, a fa laa yarouna annaa na`til-ardho nangqushuhaa min athroofihaa, a fa humul-ghoolibuun
"Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir) lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 44)

قُلْ اِنَّمَاۤ اُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ   ۖ  وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَآءَ اِذَا مَا يُنْذَرُوْنَ
qul innamaaa unzirukum bil-wahyi wa laa yasma'ush-shummud-du'aaa`a izaa maa yunzaruun
"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan wahyu. Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 45)

وَلَئِنْ مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ يٰوَيْلَنَاۤ  اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
wa la`im massat-hum naf-hatum min 'azaabi robbika layaquulunna yaa wailanaaa innaa kunnaa zhoolimiin
"Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 46)

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَـفْسٌ شَيْـئًـا   ۗ  وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا   ۗ  وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ
wa nadho'ul-mawaaziinal-qistho liyaumil-qiyaamati fa laa tuzhlamu nafsun syai`aa, wa ing kaana misqoola habbatim min khordalin atainaa bihaa, wa kafaa binaa haasibiin
"Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 47)

وَلَـقَدْ اٰتَيْنَا  مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ الْفُرْقَانَ وَضِيَآءً وَّذِكْرًا لِّـلْمُتَّقِيْنَ 
wa laqod aatainaa muusaa wa haaruunal-furqoona wa dhiyaaa`aw wa zikrol lil-muttaqiin
"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Al-Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 48)

الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِّنَ السَّاعَةِ  مُشْفِقُوْنَ
allaziina yakhsyauna robbahum bil-ghoibi wa hum minas-saa'ati musyfiquun
"(yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari Kiamat."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 49)

وَهٰذَا ذِكْرٌ مُّبٰرَكٌ اَنْزَلْنٰهُ ۗ  اَفَاَنْتُمْ لَهٗ  مُنْكِرُوْنَ
wa haazaa zikrum mubaarokun anzalnaah, a fa antum lahuu mungkiruun
"Dan ini (Al-Qur'an) adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 50)

وَلَـقَدْ اٰتَيْنَاۤ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَ كُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ 
wa laqod aatainaaa ibroohiima rusydahuu ming qoblu wa kunnaa bihii 'aalimiin
"Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk dan Kami telah mengetahui dia."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 51)

اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا هٰذِهِ التَّمَاثِيْلُ  الَّتِيْۤ اَنْتُمْ لَهَا عٰكِفُوْنَ
iz qoola li`abiihi wa qoumihii maa haazihit-tamaasiilullatiii antum lahaa 'aakifuun
"(Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 52)

قَالُوْا وَجَدْنَاۤ اٰبَآءَنَا لَهَا  عٰبِدِيْنَ
qooluu wajadnaaa aabaaa`anaa lahaa 'aabidiin
"Mereka menjawab, Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 53)

قَالَ لَـقَدْ كُنْتُمْ اَنْتُمْ وَاٰبَآ ؤُكُمْ فِيْ ضَلٰلٍ  مُّبِيْنٍ
qoola laqod kuntum antum wa aabaaa`ukum fii dholaalim mubiin
"Dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 54)

قَالُوْۤا اَجِئْتَـنَا بِالْحَـقِّ اَمْ اَنْتَ مِنَ اللّٰعِبِيْنَ
qooluuu a ji`tanaa bil-haqqi am anta minal-laa'ibiin
"Mereka berkata, Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran atau engkau main-main?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 55)

قَالَ بَلْ رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الَّذِيْ فَطَرَهُنَّ   ۖ  وَاَنَاۡ عَلٰى ذٰلِكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ
qoola bar robbukum robbus-samaawaati wal-ardhillazii fathorohunna wa ana 'alaa zaalikum minasy-syaahidiin
"Dia (Ibrahim) menjawab, Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 56)

وَ تَاللّٰهِ لَاَكِيْدَنَّ اَصْنَامَكُمْ بَعْدَ اَنْ تُوَلُّوْا مُدْبِرِيْنَ
wa tallohi la`akiidanna ashnaamakum ba'da an tuwalluu mudbiriin
"Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 57)

فَجَعَلَهُمْ جُذٰذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ
fa ja'alahum juzaazan illaa kabiirol lahum la'allahum ilaihi yarji'uun
"Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 58)

قَالُوْا مَنْ فَعَلَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَاۤ اِنَّهٗ لَمِنَ الظّٰلِمِيْنَ
qooluu man fa'ala haazaa bi`aalihatinaaa innahuu laminazh-zhoolimiin
"Mereka berkata, Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap Tuhan-Tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 59)

قَالُوْا سَمِعْنَا فَتًى يَّذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهٗۤ اِبْرٰهِيْمُ   
qooluu sami'naa fatay yazkuruhum yuqoolu lahuuu ibroohiim
"Mereka (yang lain) berkata, Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 60)

قَالُوْا  فَأْتُوْا بِهٖ عَلٰۤى اَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ
qooluu fa`tuu bihii 'alaaa a'yunin-naasi la'allahum yasy-haduun
"Mereka berkata, (Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak agar mereka menyaksikan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 61)

قَالُوْۤا  ءَاَنْتَ فَعَلْتَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَا يٰۤاِبْرٰهِيْمُ 
qooluuu a anta fa'alta haazaa bi`aalihatinaa yaaa ibroohiim
"Mereka bertanya, Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap Tuhan-Tuhan kami, wahai Ibrahim?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 62)

قَالَ بَلْ فَعَلَهٗ    ۖ     كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْــئَلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُوْنَ
qoola bal fa'alahuu kabiiruhum haazaa fas`aluuhum ing kaanuu yanthiquun
"Dia (Ibrahim) menjawab, Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka jika mereka dapat berbicara."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 63)

فَرَجَعُوْۤا اِلٰۤى اَنْـفُسِهِمْ فَقَالُوْۤا اِنَّكُمْ اَنْـتُمُ الظّٰلِمُوْنَ 
fa roja'uuu ilaaa anfusihim fa qooluuu innakum antumuzh-zhoolimuun
"Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 64)

ثُمَّ نُكِسُوْا عَلٰى رُءُوْسِہِمْ ۚ  لَـقَدْ عَلِمْتَ مَا هٰٓ ؤُلَآ ءِ يَنْطِقُوْنَ
summa nukisuu 'alaa ru`uusihim, laqod 'alimta maa haaa`ulaaa`i yanthiquun
"Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 65)

قَالَ اَفَتَعْبُدُوْنَ  مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًـا وَّلَا يَضُرُّكُمْ 
qoola a fa ta'buduuna min duunillaahi maa laa yanfa'ukum syai`aw wa laa yadhurrukum
"Dia (Ibrahim) berkata, Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 66)

اُفٍّ  لَّـكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ  اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
uffil lakum wa limaa ta'buduuna min duunillaah, a fa laa ta'qiluun
"Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 67)

قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْۤا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ
qooluu harriquuhu wanshuruuu aalihatakum ing kuntum faa'iliin
"Mereka berkata, Bakarlah dia dan bantulah Tuhan-Tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 68)

قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ 
qulnaa yaa naaru kuunii bardaw wa salaaman 'alaaa ibroohiim
"Kami (Allah) berfirman, Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 69)

وَاَرَادُوْا  بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَ 
wa arooduu bihii kaidan fa ja'alnaahumul-akhsariin
"dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 70)

وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا  اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ
wa najjainaahu wa luuthon ilal-ardhillatii baaroknaa fiihaa lil-'aalamiin
"Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 71)

وَوَهَبْنَا لَهٗۤ اِسْحٰقَ   ۗ  وَيَعْقُوْبَ نَافِلَةً   ۗ  وَكُلًّا جَعَلْنَا صٰلِحِيْنَ
wa wahabnaa lahuuu is-haaqo wa ya'quuba naafilah, wa kullan ja'alnaa shoolihiin
"Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim), Ishaq, dan Ya'qub sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 72)

وَجَعَلْنٰهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَاۤ اِلَيْهِمْ فِعْلَ  الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَآءَ الزَّكٰوةِ ۚ  وَكَانُوْا لَـنَا عٰبِدِيْنَ  
wa ja'alnaahum a`immatay yahduuna bi`amrinaa wa auhainaaa ilaihim fi'lal-khoirooti wa iqoomash-sholaati wa iitaaa`az-zakaah, wa kaanuu lanaa 'aabidiin
"Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 73)

وَلُوْطًا اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًا وَّنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ  كَانَتْ تَّعْمَلُ الْخَبٰٓئِثَ ۗ  اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فٰسِقِيْنَ 
wa luuthon aatainaahu hukmaw wa 'ilmaw wa najjainaahu minal-qoryatillatii kaanat ta'malul-khobaaa`is, innahum kaanuu qouma sau`in faasiqiin
"Dan kepada Lut, Kami berikan hikmah dan ilmu dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji. Sungguh, mereka orang-orang yang jahat lagi fasik,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 74)

وَاَدْخَلْنٰهُ فِيْ رَحْمَتِنَا   ۗ  اِنَّهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa adkholnaahu fii rohmatinaa, innahuu minash-shoolihiin
"dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang saleh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 75)

وَنُوْحًا  اِذْ نَادٰى مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ  الْعَظِيْمِ 
wa nuuhan iz naadaa ming qoblu fastajabnaa lahuu fa najjainaahu wa ahlahuu minal-karbil-'azhiim
"Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 76)

وَنَصَرْنٰهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا   ۗ  اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فَاَغْرَقْنٰهُمْ اَجْمَعِيْنَ
wa nashornaahu minal-qoumillaziina kazzabuu bi`aayaatinaa, innahum kaanuu qouma sau`in fa aghroqnaahum ajma'iin
"Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 77)

وَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَـرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِ ۚ  وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ   
wa daawuuda wa sulaimaana iz yahkumaani fil-harsi iz nafasyat fiihi ghonamul-qouum, wa kunnaa lihukmihim syaahidiin
"Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 78)

فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَ ۚ  وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًا ۖ  وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاوٗدَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ   ۗ  وَكُنَّا فٰعِلِيْنَ
fa fahhamnaahaa sulaimaan, wa kullan aatainaa hukmaw wa 'ilmaw wa sakhkhornaa ma'a daawuudal-jibaala yusabbihna wath-thoiir, wa kunnaa faa'iliin
"Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 79)

وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ  لَبُوْسٍ لَّـكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْ ۚ  فَهَلْ اَنْـتُمْ  شٰكِرُوْنَ
wa 'allamnaahu shon'ata labuusil lakum lituhshinakum mim ba`sikum, fa hal antum syaakiruun
"Dan Kami ajarkan (pula) kepada Daud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperanganmu. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 80)

وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖۤ  اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا ۗ  وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ
wa lisulaimaanar-riiha 'aashifatan tajrii bi`amrihiii ilal-ardhillatii baaroknaa fiihaa, wa kunnaa bikulli syai`in 'aalimiin
"Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 81)

وَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَ   ۚ  وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَ 
wa minasy-syayaathiini may yaghuushuuna lahuu wa ya'maluuna 'amalan duuna zaalik, wa kunnaa lahum haafizhiin
"Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 82)

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى  رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ   
wa ayyuuba iz naadaa robbahuuu annii massaniyadh-dhurru wa anta ar-hamur-roohimiin
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, (Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 83)

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ
fastajabnaa lahuu fa kasyafnaa maa bihii min dhurriw wa aatainaahu ahlahuu  wa mislahum ma'ahum rohmatam min 'indinaa wa zikroo lil-'aabidiin
"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 84)

وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِدْرِيْسَ وَذَا الْكِفْلِ  ۗ  كُلٌّ مِّنَ الصّٰبِرِيْنَ   
wa ismaa'iila wa idriisa wa zal-kifl, kullum minash-shoobiriin
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 85)

وَاَدْخَلْنٰهُمْ فِيْ رَحْمَتِنَا   ۗ  اِنَّهُمْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa adkholnaahum fii rohmatinaa, innahum minash-shoolihiin
"dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang saleh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 86)

وَ ذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّـقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ   
wa zan-nuuni iz zahaba mughoodhiban fa zhonna al lan naqdiro 'alaihi fa naadaa fizh-zhulumaati al laaa ilaaha illaaa anta sub-haanaka innii kuntu minazh-zhoolimiin
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 87)

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۙ  وَنَجَّيْنٰهُ  مِنَ الْـغَمِّ ۗ  وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ
fastajabnaa lahuu wa najjainaahu minal-ghomm, wa kazaalika nunjil-mu`miniin
"Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 88)

وَزَكَرِيَّاۤ  اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ  الْوٰرِثِيْنَ   
wa zakariyyaaa iz naadaa robbahuu robbi laa tazarnii fardaw wa anta khoirul-waarisiin
"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 89)

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖ  وَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗ   ۗ  اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِيْ الْخَيْـرٰتِ وَ يَدْعُوْنَـنَا رَغَبًا وَّرَهَبًا   ۗ  وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ
fastajabnaa lahuu wa wahabnaa lahuu yahyaa wa ashlahnaa lahuu zaujah, innahum kaanuu yusaari'uuna fil-khoirooti wa yad'uunanaa roghobaw wa rohabaa, wa kaanuu lanaa khoosyi'iin
"Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 90)

وَالَّتِيْۤ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَـنَفَخْنَا فِيْهَا مِنْ رُّوْحِنَا وَ جَعَلْنٰهَا وَابْنَهَاۤ اٰيَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
wallatiii ahshonat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa wa ja'alnaahaa wabnahaaa aayatal lil-'aalamiin
"Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya lalu Kami tiupkan (ruh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 91)

اِنَّ هٰذِهٖۤ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً  ۖ  وَّاَنَاۡ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ
inna haazihiii ummatukum ummataw waahidataw wa ana robbukum fa'buduun
"Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu maka sembahlah Aku."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 92)

وَتَقَطَّعُوْۤا اَمْرَهُمْ  بَيْنَهُمْ ۗ  كُلٌّ اِلَـيْنَا رٰجِعُوْنَ
wa taqoththo'uuu amrohum bainahum, kullun ilainaa rooji'uun
"Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 93)

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ  وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهٖ ۚ  وَاِنَّا لَهٗ كٰتِبُوْنَ
fa may ya'mal minash-shoolihaati wa huwa mu`minun fa laa kufroona lisa'yih, wa innaa lahuu kaatibuun
"Barang siapa mengerjakan kebajikan dan dia beriman maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 94)

وَ حَرٰمٌ عَلٰى قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۤ اَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
wa haroomun 'alaa qoryatin ahlaknaahaaa annahum laa yarji'uun
"Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 95)

حَتّٰۤى اِذَا  فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّنْسِلُوْنَ
hattaaa izaa futihat ya`juuju wa ma`juuju wa hum ming kulli hadabiy yansiluun
"Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 96)

وَاقْتَـرَبَ الْوَعْدُ الْحَـقُّ فَاِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ اَبْصَارُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا   ۗ  يٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا بَلْ كُـنَّا ظٰلِمِيْنَ
waqtarobal-wa'dul-haqqu fa izaa hiya syaakhishotun abshoorullaziina kafaruu, yaa wailanaa qod kunnaa fii ghoflatim min haazaa bal kunnaa zhoolimiin
"Dan (apabila) janji yang benar (hari Berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 97)

اِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ  حَصَبُ جَهَـنَّمَ ۗ  اَنْـتُمْ لَهَا وَارِدُوْنَ
innakum wa maa ta'buduuna min duunillaahi hashobu jahannam, antum lahaa waariduun
"Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 98)

لَوْ كَانَ هٰٓ ؤُلَآ ءِ اٰلِهَةً مَّا وَرَدُوْهَا   ۗ  وَكُلٌّ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
lau kaana haaa`ulaaa`i aalihatam maa waroduuhaa, wa kullun fiihaa khooliduun
"Seandainya (berhala-berhala) itu Tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka). Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 99)

لَهُمْ فِيْهَا  زَفِيْرٌ وَّهُمْ فِيْهَا لَا يَسْمَعُوْنَ
lahum fiihaa zafiiruw wa hum fiihaa laa yasma'uun
"Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka) dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 100)

اِنَّ الَّذِيْنَ سَبَقَتْ  لَهُمْ مِّنَّا الْحُسْنٰۤى ۙ  اُولٰٓئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُوْنَ 
innallaziina sabaqot lahum minnal-husnaaa ulaaa`ika 'an-haa mub'aduun
"Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 101)

لَا يَسْمَعُوْنَ حَسِيْسَهَا   ۚ  وَهُمْ فِيْ مَا اشْتَهَتْ اَنْفُسُهُمْ خٰلِدُوْنَ   
laa yasma'uuna hasiisahaa, wa hum fii masytahat anfusuhum khooliduun
"Mereka tidak mendengar bunyi desisnya (api neraka) dan mereka kekal dalam (menikmati) semua yang mereka inginkan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 102)

لَا يَحْزُنُهُمُ الْـفَزَعُ الْاَكْبَرُ وَتَتَلَقّٰٮهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ    ۗ  هٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِيْ كُنْـتُمْ تُوْعَدُوْنَ
laa yahzunuhumul-faza'ul-akbaru wa tatalaqqoohumul-malaaa`ikah, haazaa yaumukumullazii kuntum tuu'aduun
"Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 103)

يَوْمَ نَـطْوِى السَّمَآءَ كَطَـيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ   ۗ  كَمَا بَدَأْنَاۤ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗ   ۗ  وَعْدًا عَلَيْنَا   ۗ  اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ
yauma nathwis-samaaa`a kathoyyis-sijilli lil-kutub, kamaa bada`naaa awwala kholqin nu'iiduh, wa'dan 'alainaa, innaa kunnaa faa'iliin
"(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 104)

وَلَـقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ
wa laqod katabnaa fiz-zabuuri mim ba'diz-zikri annal-ardho yarisuhaa 'ibaadiyash-shoolihuun
"Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuz), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 105)

اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا  لّـِقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ 
inna fii haazaa labalaaghol liqoumin 'aabidiin
"Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur'an) ini benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 106)

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
wa maaa arsalnaaka illaa rohmatal lil-'aalamiin
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107)

قُلْ اِنَّمَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ   ۚ  فَهَلْ اَنْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
qul innamaa yuuhaaa ilayya annamaaa ilaahukum ilaahuw waahid, fa hal antum muslimuun
"Katakanlah (Muhammad), Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 108)

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ اٰذَنْـتُكُمْ عَلٰى سَوَآءٍ   ۗ  وَاِنْ اَدْرِيْۤ اَقَرِيْبٌ اَمْ بَعِيْدٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ
fa in tawallau fa qul aazantukum 'alaa sawaaa`, wa in adriii a qoriibun am ba'iidum maa tuu'aduun
"Maka jika mereka berpaling maka katakanlah (Muhammad), Aku telah menyampaikan kepadamu (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 109)

اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَـهْرَ مِنَ  الْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُوْنَ
innahuu ya'lamul-jahro minal-qouli wa ya'lamu maa taktumuun
"Sungguh, Dia (Allah) mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan mengetahui (pula) apa yang kamu rahasiakan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 110)

وَاِنْ اَدْرِيْ لَعَلَّهٗ فِتْنَةٌ لَّـكُمْ  وَمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ
wa in adrii la'allahuu fitnatul lakum wa mataa'un ilaa hiin
"Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 111)

قٰلَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَـقِّ ۗ  وَرَبُّنَا  الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ
qoola robbihkum bil-haqq, wa robbunar-rohmaanul-musta'aanu 'alaa maa tashifuun
"Dia (Muhammad) berkata, Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 112)

Vidio Bacaan Surat Al-Anbiya


Sekian postingan kali ini, sekali lagi semoga bermanfaat dan terima kasih buat teman-teman yang sudah mampir membaca postingan saya ini Bacaan Surat Al-Anbiya Ayat 1-112 semoga apa yang telah kalian baca dalam blog ini bermanfaat dan bisah menjadi catatan amal buat bekal di akhirat nanti Aamiin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Al-Anbiya Ayat 1-112 Beserta Arab, Latin, Dan Terjemahannya