Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Senin, 09 Juli 2018

Bacaan Surat Ta Ha 1-135 Lengkap Dengan Arab, Latin, Juga Terjemahan





Bacaan Surat Ta Ha 1-135 Lengkap Dengan Arab, Latin, Juga Terjemahan - Assalamualaikum teman-teman alhamdulillah kalian sudah mau menyempatkan waktu mampir di blog Al-Qur'an ini muda mudahan dengan berkunjungnya kalian kalian membuat teman-teman lainya ikut mengunjungi blog ini untuk membaca dan mempelajari Al-Qur'an Aamiin.

Pada kesempatan kali ini saya akan memposting bacaan Surat Ta Ha lengkap dengan tulisan latin, dan Terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Untuk teman-teman yang baru pertama kali mengunjungi blog saya ini saya beritahukan bahwa kemarin saya juga telah mempublikasikan Bacaan Surat Maryam yang juga lengkap, Yuk baca Al-Qur'an sebanyak banyaknya agar kita juga mendapat pahala yang banyak pula..


INFORMASI SURAT
Nama Surat           : Ta Ha
Surah ke                : 20
Jumlah ayat           : 135 Ayat
Surat sebelumnya : Maryam
Surat berikutnya   : Al-Anbiya
Juz ke                    : Juz 16
Klasifikasi             : Makkiyah

طٰهٰ   
thoo haa
"Thaha."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 1)

مَاۤ اَنْزَلْـنَا عَلَيْكَ الْـقُرْاٰنَ لِتَشْقٰۤى  
maaa anzalnaa 'alaikal-qur`aana litasyqooo
"Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 2)

اِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى  
illaa tazkirotal limay yakhsyaa
"melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 3)

تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلَى   
tanziilam mim man kholaqol-ardho was-samaawaatil-'ulaa
"diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 4)

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى
ar-rohmaanu 'alal-'arsyistawaa
"(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas 'Arsy."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 5)

لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰى
lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardhi wa maa bainahumaa wa maa tahtas-saroo
"Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di Bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 6)

وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ  فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى
wa in taj-har bil-qouli fa innahuu ya'lamus-sirro wa akhfaa
"Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 7)

اَللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ    ۗ  لَـهُ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى
allohu laaa ilaaha illaa huw, lahul-asmaaa`ul-husnaa
"(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 8)

وَهَلْ اَتٰٮكَ حَدِيْثُ مُوْسٰى 
wa hal ataaka hadiisu muusaa
"Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 9)

اِذْ رَاٰ نَارًا فَقَالَ  لِاَهْلِهِ امْكُثُوْۤا اِنِّيْۤ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْۤ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِقَبَسٍ اَوْ  اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
iz ro`aa naaron fa qoola li`ahlihimkusuuu inniii aanastu naarol la'alliii aatiikum min-haa biqobasin au ajidu 'alan-naari hudaa
"Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 10)

فَلَمَّاۤ اَتٰٮهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰى 
fa lammaaa ataahaa nuudiya yaa muusaa
"Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil. Wahai Musa!"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 11)

اِنِّيْۤ اَنَاۡ  رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَـعْلَيْكَ ۚ  اِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى 
inniii anaa robbuka fakhla' na'laiik, innaka bil-waadil-muqoddasi thuwaa
"Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 12)

وَاَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوْحٰى
wa anakhtartuka fastami' limaa yuuhaa
"Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 13)

اِنَّنِيْۤ اَنَا اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ  اَنَا فَاعْبُدْنِيْ  ۙ  وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
innaniii anallohu laaa ilaaha illaaa ana fa'budnii wa aqimish-sholaata lizikrii
"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)

اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَـةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى
innas-saa'ata aatiyatun akaadu ukhfiihaa litujzaa kullu nafsim bimaa tas'aa
"Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 15)

فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ فَتَرْدٰى
fa laa yashuddannaka 'an-haa mal laa yu`minu bihaa wattaba'a hawaahu fa tardaa
"Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat itu) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 16)

وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى
wa maa tilka biyamiinika yaa muusaa
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 17)

قَالَ هِيَ عَصَايَ ۚ  اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَهُشُّ بِهَا عَلٰى غَـنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰرِبُ اُخْرٰى
qoola hiya 'ashooy, atawakka`u 'alaihaa wa ahusysyu bihaa 'alaa ghonamii wa liya fiihaa ma`aaribu ukhroo
"Dia (Musa) berkata, Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 18)

قَالَ اَلْقِهَا يٰمُوْسٰى
qoola alqihaa yaa muusaa
"Dia (Allah) berfirman, Lemparkanlah dia, wahai Musa!"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 19)

فَاَلْقٰٮهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ  تَسْعٰى
fa alqoohaa fa izaa hiya hayyatun tas'aa
"Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 20)

قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ  ۗ  سَنُعِيْدُهَا سِيْرَتَهَا الْاُوْلٰى
qoola khuz-haa wa laa takhof, sanu'iiduhaa siirotahal-uulaa
"Dia (Allah) berfirman, Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 21)

وَاضْمُمْ يَدَكَ اِلٰى جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوْٓءٍ اٰيَةً  اُخْرٰى 
wadhmum yadaka ilaa janaahika takhruj baidhooo`a min ghoiri suuu`in aayatan ukhroo
"dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih (bercahaya) tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 22)

لِنُرِيَكَ مِنْ اٰيٰتِنَا الْـكُبْـرٰى 
linuriyaka min aayaatinal-kubroo
"untuk Kami perlihatkan kepadamu (sebagian) dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 23)

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ  طَغٰى
iz-hab ilaa fir'auna innahuu thoghoo
"Pergilah kepada Fir'aun; dia benar-benar telah melampaui batas."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 24)

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ   
qoola robbisyroh lii shodrii
"Dia (Musa) berkata, Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 25)

وَيَسِّرْ لِيْۤ اَمْرِيْ   
wa yassir liii amrii
"dan mudahkanlah untukku urusanku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 26)

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِیْ   
wahlul 'uqdatam mil lisaanii
"dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 27)

يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ  
yafqohuu qoulii
"agar mereka mengerti perkataanku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 28)

وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ   
waj'al lii waziirom min ahlii
"dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 29)

هٰرُوْنَ اَخِى   
haaruuna akhii
"(yaitu) Harun, saudaraku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 30)

اشْدُدْ بِهٖۤ اَزْرِيْ  
usydud bihiii azrii
"teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 31)

وَاَشْرِكْهُ فِيْۤ اَمْرِيْ   
wa asyrik-hu fiii amrii
"dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 32)

كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًا  
kai nusabbihaka kasiiroo
"agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 33)

وَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًا  
wa nazkuroka kasiiroo
"dan banyak mengingat-Mu,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 34)

اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا  بَصِيْرًا
innaka kunta binaa bashiiroo
"sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 35)

قَالَ قَدْ اُوْتِيْتَ سُؤْلَـكَ يٰمُوْسٰى
qoola qod uutiita su`laka yaa muusaa
"Dia (Allah) berfirman, Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 36)

وَلَـقَدْ مَنَـنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً اُخْرٰۤى 
wa laqod manannaa 'alaika marrotan ukhrooo
"Dan sungguh, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini),"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 37)

اِذْ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰۤى اُمِّكَ مَا يُوْحٰۤى  
iz auhainaaa ilaaa ummika maa yuuhaaa
"(yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 38)

اَنِ اقْذِفِيْهِ فِى التَّابُوْتِ فَاقْذِفِيْهِ فِى الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّ لَّهٗ   ۗ  وَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَـبَّةً مِّنِّيْ  ۚ  وَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْ  
aniqzi fiihi fit-taabuuti faqzi fiihi fil-yammi falyulqihil-yammu bis-saahili ya`khuz-hu 'aduwwul lii wa 'aduwwul lah, wa alqoitu 'alaika mahabbatam minnii, wa litushna'a 'alaa 'ainii
"(yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 39)

اِذْ تَمْشِيْۤ اُخْتُكَ فَتَقُوْلُ هَلْ اَدُلُّـكُمْ عَلٰى مَنْ يَّكْفُلُهٗ   ۗ  فَرَجَعْنٰكَ اِلٰۤى اُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ  ۗ  وَقَتَلْتَ نَـفْسًا فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَـنّٰكَ فُتُوْنًا ۗ  فَلَبِثْتَ سِنِيْنَ فِيْۤ اَهْلِ مَدْيَنَ  ۙ  ثُمَّ جِئْتَ عَلٰى قَدَرٍ يّٰمُوْسٰى
iz tamsyiii ukhtuka fa taquulu hal adullukum 'alaa may yakfuluh, fa roja'naaka ilaaa ummika kai taqorro 'ainuhaa wa laa tahzan, wa qotalta nafsan fa najjainaaka minal-ghommi wa fatannaaka futuunaa, fa labista siniina fiii ahli madyana summa ji`ta 'alaa qodariy yaa muusaa
"(Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir'aun), Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 40)

وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِى 
washthona'tuka linafsii
"dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 41)

اِذْهَبْ اَنْتَ وَاَخُوْكَ بِاٰيٰتِيْ  وَلَا تَنِيَا فِيْ ذِكْرِى 
iz-hab anta wa akhuuka bi`aayaatii wa laa taniyaa fii zikrii
"Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 42)

اِذْهَبَاۤ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى  
iz-habaaa ilaa fir'auna innahuu thoghoo
"pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 43)

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
fa quulaa lahuu qoulal layyinal la'allahuu yatazakkaru au yakhsyaa
"maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 44)

قَالَا رَبَّنَاۤ اِنَّـنَا نَخَافُ اَنْ  يَّفْرُطَ عَلَيْنَاۤ اَوْ اَنْ يَّطْغٰى
qoolaa robbanaaa innanaa nakhoofu ay yafrutho 'alainaaa au ay yathghoo
"Keduanya berkata, Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 45)

قَالَ لَا تَخَافَاۤ اِنَّنِيْ مَعَكُمَاۤ اَسْمَعُ  وَاَرٰى
qoola laa takhoofaaa innanii ma'akumaaa asma'u wa aroo
"Dia (Allah) berfirman, Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 46)

فَأْتِيٰهُ فَقُوْلَاۤ اِنَّا رَسُوْلَا رَبِّكَ فَاَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ  ۙ  وَلَا تُعَذِّبْهُمْ  ۗ  قَدْ جِئْنٰكَ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ   ۗ  وَالسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدٰى
fa`tiyaahu fa quulaaa innaa rosuulaa robbika fa arsil ma'anaa baniii isrooo`iila wa laa tu'azzib-hum, qod ji`naaka bi`aayatim mir robbik, was-salaamu 'alaa manittaba'al-hudaa
"Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah, Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 47)

اِنَّا قَدْ اُوْحِيَ اِلَـيْنَاۤ اَنَّ الْعَذَابَ عَلٰى مَنْ  كَذَّبَ وَتَوَلّٰى
innaa qod uuhiya ilainaaa annal-'azaaba 'alaa mang kazzaba wa tawallaa
"Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak memedulikannya)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 48)

قَالَ فَمَنْ رَّبُّكُمَا يٰمُوْسٰى
qoola fa mar robbukumaa yaa muusaa
"Dia (Fir'aun) berkata, Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 49)

قَالَ رَبُّنَا الَّذِيْۤ اَعْطٰـى  كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهٗ ثُمَّ هَدٰى
qoola robbunallaziii a'thoo kulla syai`in kholqohuu summa hadaa
"Dia (Musa) menjawab, Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 50)

قَالَ فَمَا بَالُ الْقُرُوْنِ الْاُوْلٰى
qoola fa maa baalul-quruunil-uulaa
"Dia (Fir'aun) berkata, Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 51)

قَالَ عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْ فِيْ كِتٰبٍ ۚ  لَا يَضِلُّ رَبِّيْ وَلَا يَنْسَى 
qoola 'ilmuhaa 'inda robbii fii kitaab, laa yadhillu robbii wa laa yansaa
"Dia (Musa) menjawab, Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuz), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 52)

الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَـكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً  ۗ  فَاَخْرَجْنَا بِهٖۤ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰى
allazii ja'ala lakumul-ardho mahdaw wa salaka lakum fiihaa subulaw wa anzala minas-samaaa`i maaa`aa, fa akhrojnaa bihiii azwaajam min nabaatin syattaa
"(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit. Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 53)

كُلُوْا وَارْعَوْا اَنْعَامَكُمْ   ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الـنُّهٰى
kuluu war'au an'aamakum, inna fii zaalika la`aayaatil li`ulin-nuhaa
"Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 54)

مِنْهَا  خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى
min-haa kholaqnaakum wa fiihaa nu'iidukum wa min-haa nukhrijukum taarotan ukhroo
"Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 55)

وَلَـقَدْ اَرَيْنٰهُ  اٰيٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَاَبٰى
wa laqod aroinaahu aayaatinaa kullahaa fa kazzaba wa abaa
"Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya, ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 56)

قَالَ اَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ اَرْضِنَا  بِسِحْرِكَ يٰمُوْسٰى
qoola a ji`tanaa litukhrijanaa min ardhinaa bisihrika yaa muusaa
"Dia (Fir'aun) berkata, Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 57)

فَلَنَأْتِيَنَّكَ بِسِحْرٍ مِّثْلِهٖ فَاجْعَلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ  مَوْعِدًا لَّا نُخْلِفُهٗ نَحْنُ وَلَاۤ اَنْتَ مَكَانًـا سُوًى
fa lana`tiyannaka bisihrim mislihii faj'al bainanaa wa bainaka mau'idal laa nukhlifuhuu nahnu wa laaa anta makaanan suwaa
"Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 58)

قَالَ مَوْعِدُكُمْ  يَوْمُ الزِّيْنَةِ وَاَنْ يُّحْشَرَ النَّاسُ ضُحًى
qoola mau'idukum yaumuz-ziinati wa ay yuhsyaron-naasu dhuhaa
"Dia (Musa) berkata, (Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 59)

فَتَوَلّٰى فِرْعَوْنُ فَجَمَعَ كَيْدَهٗ ثُمَّ اَتٰى
fa tawallaa fir'aunu fa jama'a kaidahuu summa ataa
"Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu) lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 60)

قَالَ لَهُمْ مُّوْسٰى وَيْلَكُمْ لَا تَفْتَرُوْا عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا  فَيُسْحِتَكُمْ بِعَذَابٍ ۚ  وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرٰى
qoola lahum muusaa wailakum laa taftaruu 'alallohi kaziban fa yus-hitakum bi'azaab, wa qod khooba maniftaroo
"Musa berkata kepada mereka (para pesihir), Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab. Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kebohongan."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 61)

فَتَنَازَعُوْۤا اَمْرَهُمْ  بَيْنَهُمْ وَاَسَرُّوا النَّجْوٰى
fa tanaaza'uuu amrohum bainahum wa asarrun-najwaa
"Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 62)

قَالُوْۤا اِنْ هٰذٰٮنِ لَسٰحِرٰنِ يُرِيْدٰنِ اَنْ يُّخْرِجٰكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيْقَتِكُمُ الْمُثْلٰى
qooluuu in haazaani lasaahirooni yuriidaani ay yukhrijaakum min ardhikum bisihrihimaa wa yaz-habaa bithoriiqotikumul-muslaa
"Mereka (para pesihir) berkata, Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir'aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua, dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 63)

فَاَجْمِعُوْا كَيْدَكُمْ ثُمَّ ائْتُوْا صَفًّا  ۚ  وَقَدْ اَفْلَحَ الْيَوْمَ مَنِ اسْتَعْلٰى
fa ajmi'uu kaidakum summa`tuu shoffaa, wa qod aflahal-yauma manista'laa
"Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh beruntung orang yang menang pada hari ini."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 64)

قَالُوْا يٰمُوْسٰۤى اِمَّاۤ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّاۤ اَنْ نَّكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَلْقٰى
qooluu yaa muusaaa immaaa an tulqiya wa immaaa an nakuuna awwala man alqoo
"Mereka berkata, Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 65)

قَالَ بَلْ اَلْقُوْا ۚ  فَاِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ  اَنَّهَا تَسْعٰى
qoola bal alquu, fa izaa hibaaluhum wa 'ishiyyuhum yukhoyyalu ilaihi min sihrihim annahaa tas'aa
"Dia (Musa) berkata, Silakan kamu melemparkan! Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 66)

فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى
fa aujasa fii nafsihii khiifatam muusaa
"Maka Musa merasa takut dalam hatinya."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 67)

قُلْنَا لَا تَخَفْ  اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى
qulnaa laa takhof innaka antal-a'laa
"Kami berfirman, Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 68)

وَاَ لْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْا   ۗ اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍ   ۗ  وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى
wa alqi maa fii yamiinika talqof maa shona'uu, innamaa shona'uu kaidu saahir, wa laa yuflihus-saahiru haisu ataa
"Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun dia datang."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 69)

فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ  سُجَّدًا قَالُوْۤا اٰمَنَّا بِرَبِّ هٰرُوْنَ وَمُوْسٰى
fa ulqiyas-saharotu sujjadang qooluuu aamannaa birobbi haaruuna wa muusaa
"Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 70)

قَالَ اٰمَنْتُمْ لَهٗ قَبْلَ  اَنْ اٰذَنَ لَـكُمْ ۗ  اِنَّهٗ لَـكَبِيْرُكُمُ الَّذِيْ عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ ۚ  فَلَاُقَطِّعَنَّ  اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ وَّلَاُصَلِّبَـنَّكُمْ فِيْ جُذُوْعِ النَّخْلِ ۖ   وَلَـتَعْلَمُنَّ اَيُّنَاۤ اَشَدُّ عَذَابًا وَّاَبْقٰى
qoola aamantum lahuu qobla an aazana lakum, innahuu lakabiirukumullazii 'allamakumus-sihr, fa la`uqoththi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilaafiw wa la`ushollibannakum fii juzuu'in-nakhli wa lata'lamunna ayyunaaa asyaddu 'azaabaw wa abqoo
"Dia (Fir'aun) berkata, Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 71)

قَالُوْا لَنْ نُّؤْثِرَكَ عَلٰى مَا جَآءَنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالَّذِيْ فَطَرَنَا فَاقْضِ مَاۤ اَنْتَ قَاضٍ  ۗ  اِنَّمَا تَقْضِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا   
qooluu lan nu`siroka 'alaa maa jaaa`anaa minal-bayyinaati wallazii fathoronaa faqdhi maaa anta qoodh, innamaa taqdhii haazihil-hayaatad-dun-yaa
"Mereka (para pesihir) berkata, Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 72)

اِنَّاۤ اٰمَنَّا بِرَبِّنَا لِيَـغْفِرَ لَـنَا  خَطٰيٰنَا وَمَاۤ اَكْرَهْتَـنَا عَلَيْهِ مِنَ السِّحْرِ ۗ  وَاللّٰهُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى
innaaa aamannaa birobbinaa liyaghfiro lanaa khothooyaanaa wa maaa akrohtanaa 'alaihi minas-sihr, wallohu khoiruw wa abqoo
"Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 73)

اِنَّهٗ مَنْ يَّأْتِ رَبَّهٗ مُجْرِمًا فَاِنَّ لَهٗ جَهَـنَّمَ ۚ  لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَ لَا يَحْيٰى
innahuu may ya`ti robbahuu mujriman fa inna lahuu jahannam, laa yamuutu fiihaa wa laa yahyaa
"Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (tidak dapat bertobat)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 74)

وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰٓئِكَ  لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى
wa may ya`tihii mu`minang qod 'amilash-shoolihaati fa ulaaa`ika lahumud-darojaatul-'ulaa
"Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 75)

جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا   ۗ  وَذٰلِكَ جَزَآءُ مَنْ تَزَكّٰى
jannaatu 'adnin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, wa zaalika jazaaa`u man tazakkaa
"(yaitu) Surga-Surga 'Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 76)

وَلَقَدْ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى  ۙ  اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْ فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيْقًا فِى الْبَحْرِ يَبَسًا   ۙ  لَّا تَخٰفُ دَرَكًا وَّلَا تَخْشٰى
wa laqod auhainaaa ilaa muusaaa an asri bi'ibaadii fadhrib lahum thoriiqon fil-bahri yabasal laa takhoofu darokaw wa laa takhsyaa
"Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 77)

فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُوْدِهٖ فَغَشِيَهُمْ مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ
fa atba'ahum fir'aunu bijunuudihii fa ghosyiyahum minal-yammi maa ghosyiyahum
"Kemudian Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 78)

وَاَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهٗ وَمَا هَدٰى
wa adholla fir'aunu qoumahuu wa maa hadaa
"Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 79)

يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ قَدْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوٰعَدْنٰكُمْ جَانِبَ الطُّوْرِ الْاَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى
yaa baniii isrooo`iila qod anjainaakum min 'aduwwikum wa waa'adnaakum jaanibath-thuuril-aimana wa nazzalnaa 'alaikumul-manna was-salwaa
"Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (Gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwa."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 80)

كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا  رَزَقْنٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْ ۚ  وَمَنْ  يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى
kuluu min thoyyibaati maa rozaqnaakum wa laa tathghou fiihi fa yahilla 'alaikum ghodhobii, wa may yahlil 'alaihi ghodhobii fa qod hawaa
"Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku maka sungguh, binasalah dia."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 81)

وَاِنِّيْ لَـغَفَّارٌ لِّمَنْ  تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًـا ثُمَّ اهْتَدٰى
wa innii laghoffaarul liman taaba wa aamana wa 'amila shoolihan summahtadaa
"Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 82)

وَمَاۤ اَعْجَلَكَ  عَنْ قَوْمِكَ يٰمُوْسٰى
wa maaa a'jalaka 'ang qoumika yaa muusaa
"Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 83)

قَالَ هُمْ اُولَآ ءِ عَلٰۤى اَثَرِيْ وَ عَجِلْتُ اِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضٰى
qoola hum ulaaa`i 'alaaa asarii wa 'ajiltu ilaika robbi litardhoo
"Dia (Musa) berkata, Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 84)

قَالَ فَاِنَّا قَدْ فَتَـنَّا  قَوْمَكَ مِنْۢ بَعْدِكَ وَاَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ
qoola fa innaa qod fatannaa qoumaka mim ba'dika wa adhollahumus-saamiriyy
"Dia (Allah) berfirman, Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 85)

فَرَجَعَ مُوْسٰۤى اِلٰى قَوْمِهٖ غَضْبَانَ اَسِفًا   ۙ  قَالَ يٰقَوْمِ اَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا   ۙ  اَفَطَالَ عَلَيْكُمُ الْعَهْدُ اَمْ اَرَدْتُّمْ اَنْ يَّحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَخْلَفْتُمْ مَّوْعِدِيْ
fa roja'a muusaaa ilaa qoumihii ghodhbaana asifaa, qoola yaa qoumi a lam ya'idkum robbukum wa'dan hasanaa, a fa thoola 'alaikumul-'ahdu am arottum ay yahilla 'alaikum ghodhobum mir robbikum fa akhlaftum mau'idii
"Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata, Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 86)

قَالُوْا مَاۤ اَخْلَـفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلٰـكِنَّا حُمِّلْنَاۤ اَوْزَارًا مِّنْ زِيْنَةِ الْقَوْمِ فَقَذَفْنٰهَا فَكَذٰلِكَ اَلْقَى السَّامِرِيُّ 
qooluu maaa akhlafnaa mau'idaka bimalkinaa wa laakinnaa hummilnaaa auzaarom min ziinatil-qoumi fa qozafnaahaa fa kazaalika alqos-saamiriyy
"Mereka berkata, Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir'aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 87)

فَاَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهٗ خُوَارٌ فَقَالُوْا هٰذَاۤ اِلٰهُكُمْ وَاِلٰهُ مُوْسٰى  فَنَسِيَ
fa akhroja lahum 'ijlan jasadal lahuu khuwaarun fa qooluu haazaaa ilaahukum wa ilaahu muusaa fa nasiy
"kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 88)

اَفَلَا يَرَوْنَ اَ لَّا يَرْجِعُ اِلَيْهِمْ قَوْلًا  ۙ  وَّلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا
a fa laa yarouna allaa yarji'u ilaihim qoulaw wa laa yamliku lahum dhorrow wa laa naf'aa
"Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada mereka?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 89)

وَلَـقَدْ قَالَ لَهُمْ هٰرُوْنُ مِنْ قَبْلُ يٰقَوْمِ اِنَّمَا فُتِنْتُمْ بِهٖ ۚ  وَاِنَّ  رَبَّكُمُ الرَّحْمٰنُ فَاتَّبِعُوْنِيْ وَاَطِيْعُوْۤا اَمْرِيْ
wa laqod qoola lahum haaruunu ming qoblu yaa qoumi innamaa futintum bih, wa inna robbakumur-rohmaanu fattabi'uunii wa athii'uuu amrii
"Dan sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekadar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 90)

قَالُوْا لَنْ نَّبْرَحَ عَلَيْهِ عٰكِفِيْنَ حَتّٰى يَرْجِعَ اِلَيْنَا مُوْسٰى
qooluu lan nabroha 'alaihi 'aakifiina hattaa yarji'a ilainaa muusaa
"Mereka menjawab, Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 91)

قَالَ يٰهٰرُوْنُ مَا مَنَعَكَ اِذْ رَاَيْتَهُمْ ضَلُّوْۤا  
qoola yaa haaruunu maa mana'aka iz ro`aitahum dholluuu
"Dia (Musa) berkata, Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 92)

اَ لَّا تَتَّبِعَنِ ۗ  اَفَعَصَيْتَ اَمْرِيْ
allaa tattabi'an, a fa 'ashoita amrii
"(sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 93)

قَالَ يَابْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِيْ وَلَا بِرَأْسِيْ ۚ  اِنِّيْ خَشِيْتُ اَنْ تَقُوْلَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِيْ
qoola yabna`umma laa ta`khuz bilihyatii wa laa biro`sii, innii khosyiitu an taquula farroqta baina baniii isrooo`iila wa lam tarqub qoulii
"Dia (Harun) menjawab, Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 94)

قَالَ  فَمَا خَطْبُكَ يٰسَامِرِيُّ
qoola fa maa khothbuka yaa saamiriyy
"Dia (Musa) berkata, Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 95)

قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَـبْصُرُوْا بِهٖ  فَقَبَـضْتُ قَبْضَةً مِّنْ اَثَرِ الرَّسُوْلِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذٰلِكَ سَوَّلَتْ  لِيْ نَفْسِى
qoola bashurtu bimaa lam yabshuruu bihii fa qobadhtu qobdhotam min asarir-rosuuli fa nabaztuhaa wa kazaalika sawwalat lii nafsii
"Dia (Samiri) menjawab, Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 96)

قَالَ فَاذْهَبْ فَاِنَّ لَـكَ فِى الْحَيٰوةِ اَنْ تَقُوْلَ لَا مِسَاسَ ۖ  وَاِنَّ لَـكَ مَوْعِدًا لَّنْ تُخْلَفَهٗ   ۚ  وَانْظُرْ اِلٰۤى اِلٰهِكَ الَّذِيْ ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا   ۗ  لَـنُحَرِّقَنَّهٗ ثُمَّ لَـنَنْسِفَنَّهٗ فِى الْيَمِّ نَسْفًا
qoola faz-hab fa inna laka fil-hayaati an taquula laa misaasa wa inna laka mau'idal lan tukhlafah, wanzhur ilaaa ilaahikallazii zholta 'alaihi 'aakifaa, lanuharriqonnahuu summa lanansifannahuu fil-yammi nasfaa
"Dia (Musa) berkata, Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, Janganlah menyentuh (aku).Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak akan dapat engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 97)

اِنَّمَاۤ اِلٰهُكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰـهَ اِلَّا هُوَ ۗ  وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا
innamaaa ilaahukumullohullazii laaa ilaaha illaa huw, wasi'a kulla syai`in 'ilmaa
"Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 98)

كَذٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ مَا قَدْ سَبَقَ   ۚ  وَقَدْ اٰتَيْنٰكَ مِنْ لَّدُنَّا ذِكْرًا 
kazaalika naqushshu 'alaika min ambaaa`i maa qod sabaq, wa qod aatainaaka mil ladunnaa zikroo
"Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Al-Qur'an) dari sisi Kami."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 99)

مَنْ اَعْرَضَ عَنْهُ فَاِنَّهٗ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وِزْرًا  
man a'rodho 'an-hu fa innahuu yahmilu yaumal-qiyaamati wizroo
"Barang siapa berpaling darinya (Al-Qur'an), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari Kiamat,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 100)

خٰلِدِيْنَ فِيْهِ   ۗ  وَسَآءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ حِمْلًا 
khoolidiina fiih, wa saaa`a lahum yaumal-qiyaamati himlaa
"mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 101)

يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِيْنَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا 
yauma yunfakhu fish-shuuri wa nahsyurul-mujrimiina yauma`izin zurqoo
"pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 102)

يَّتَخَافَـتُوْنَ بَيْنَهُمْ اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا  عَشْرًا
yatakhoofatuuna bainahum il labistum illaa 'asyroo
"mereka saling berbisik satu sama lain, Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sepuluh (hari)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 103)

نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَقُوْلُوْنَ اِذْ يَقُوْلُ اَمْثَلُهُمْ طَرِيْقَةً اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا يَوْمًا
nahnu a'lamu bimaa yaquuluuna iz yaquulu amsaluhum thoriiqotan il labistum illaa yaumaa
"Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 104)

وَيَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًا 
wa yas`aluunaka 'anil-jibaali fa qul yansifuhaa robbii nasfaa
"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 105)

فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا 
fa yazaruhaa qoo'an shofshofaa
"kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 106)

لَّا تَرٰى فِيْهَا عِوَجًا وَّلَاۤ اَمْتًا 
laa taroo fiihaa 'iwajaw wa laaa amtaa
"(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 107)

يَوْمَئِذٍ  يَّتَّبِعُوْنَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهٗ ۗ  وَخَشَعَتِ الْاَصْوَاتُ لِلرَّحْمٰنِ  فَلَا تَسْمَعُ اِلَّا هَمْسًا
yauma`iziy yattabi'uunad-daa'iya laa 'iwaja lah, wa khosya'atil-ashwaatu lir-rohmaani fa laa tasma'u illaa hamsaa
"Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 108)

يَوْمَئِذٍ لَّا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَـهُ الرَّحْمٰنُ وَرَضِيَ لَـهٗ قَوْلًا
yauma`izil laa tanfa'usy-syafaa'atu illaa man azina lahur-rohmaanu wa rodhiya lahuu qoulaa
"Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 109)

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ  وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِهٖ عِلْمًا
ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bihii 'ilmaa
"Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 110)

وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ ۗ  وَقَدْ  خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا
wa 'anatil-wujuuhu lil-hayyil-qoyyuum, wa qod khooba man hamala zhulmaa
"Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 111)

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ  فَلَا يَخٰفُ ظُلْمًا وَّلَا هَضْمًا
wa may ya'mal minash-shoolihaati wa huwa mu`minun fa laa yakhoofu zhulmaw wa laa hadhmaa
"Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 112)

وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا وَّ صَرَّفْنَا فِيْهِ مِنَ الْوَعِيْدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ اَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا
wa kazaalika anzalnaahu qur`aanan 'arobiyyaw wa shorrofnaa fiihi minal-wa'iidi la'allahum yattaquuna au yuhdisu lahum zikroo
"Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (Al-Qur'an) itu memberi pengajaran bagi mereka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 113)

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَـقُّ   ۚ  وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰۤى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖ  وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
fa ta'aalallohul-malikul-haqq, wa laa ta'jal bil-qur`aani ming qobli ay yuqdhooo ilaika wahyuhuu wa qur robbi zidnii 'ilmaa
"Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur'an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 114)

وَلَـقَدْ عَهِدْنَاۤ  اِلٰۤى اٰدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهٗ عَزْمًا
wa laqod 'ahidnaaa ilaaa aadama ming qoblu fa nasiya wa lam najid lahuu 'azmaa
"Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 115)

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ  اَبٰى
wa iz qulnaa lil-malaaa`ikatisjuduu li`aadama fa sajaduuu illaaa ibliisa abaa
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kamu kepada Adam! Lalu mereka pun sujud kecuali iblis; dia menolak."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 116)

فَقُلْنَا يٰۤاٰدَمُ اِنَّ هٰذَا  عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَـنَّةِ فَتَشْقٰى
fa qulnaa yaaa aadamu inna haazaa 'aduwwul laka wa lizaujika fa laa yukhrijannakumaa minal-jannati fa tasyqoo
"Kemudian Kami berfirman, Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 117)
اِنَّ  لَـكَ اَ لَّا تَجُوْعَ فِيْهَا وَلَا تَعْرٰى
inna laka allaa tajuu'a fiihaa wa laa ta'roo
"Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 118)

وَاَنَّكَ لَا تَظْمَؤُا فِيْهَا وَلَا تَضْحٰى
wa annaka laa tazhma`u fiihaa wa laa tadh-haa
"dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 119)

فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰۤاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ  الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى
fa waswasa ilaihisy-syaithoonu qoola yaaa aadamu hal adulluka 'alaa syajarotil-khuldi wa mulkil laa yablaa
"Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 120)

فَاَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْاٰ تُہُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفٰنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَـنَّةِ  ۚ  وَعَصٰۤى اٰدَمُ رَبَّهٗ فَغَوٰى
fa akalaa min-haa fa badat lahumaa sau`aatuhumaa wa thofiqoo yakhshifaani 'alaihimaa miw waroqil jannah, wa 'ashooo aadamu robbahuu fa ghowaa
"Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 121)

ثُمَّ اجْتَبٰهُ رَبُّهٗ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدٰى
summajtabaahu robbuhuu fa taaba 'alaihi wa hadaa
"Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 122)

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيْعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ  ۚ  فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى  ۙ  فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
qoolahbithoo min-haa jamii'am ba'dhukum liba'dhin 'aduww, fa immaa ya`tiyannakum minnii hudan fa manittaba'a hudaaya fa laa yadhillu wa laa yasyqoo
"Dia (Allah) berfirman, Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 123)

وَمَنْ اَعْرَضَ  عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  اَعْمٰى
wa man a'rodho 'an zikrii fa inna lahuu ma'iisyatan dhongkaw wa nahsyuruhuu yaumal-qiyaamati a'maa
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 124)

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْۤ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا
qoola robbi lima hasyartaniii a'maa wa qod kuntu bashiiroo
"Dia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 125)

قَالَ كَذٰلِكَ اَتَـتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَا ۚ  وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى
qoola kazaalika atatka aayaatunaa fa nasiitahaa, wa kazaalikal-yauma tunsaa
"Dia (Allah) berfirman, Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 126)

وَكَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ اَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْۢ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ ۗ  وَلَعَذَابُ  الْاٰخِرَةِ اَشَدُّ وَاَبْقٰى
wa kazaalika najzii man asrofa wa lam yu`mim bi`aayaati robbih, wa la'azaabul-aakhiroti asyaddu wa abqoo
"Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 127)

اَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ يَمْشُوْنَ فِيْ مَسٰكِنِهِمْ ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى النُّهٰى
a fa lam yahdi lahum kam ahlaknaa qoblahum minal-quruuni yamsyuuna fii masaakinihim, inna fii zaalika la`aayaatil li`ulin-nuhaa
"Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 128)

وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ لَــكَانَ لِزَامًا وَّاَجَلٌ مُّسَمًّى
walau laa kalimatun sabaqot mir robbika lakaana lizaamaw wa ajalum musammaa
"Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 129)

فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا   ۚ  وَمِنْ اٰنَاۤىٴِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى
fashbir 'alaa maa yaquuluuna wa sabbih bihamdi robbika qobla thuluu'isy-syamsi wa qobla ghuruubihaa, wa min aanaaa`il-laili fa sabbih wa athroofan-nahaari la'allaka tardhoo
"Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 130)

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖۤ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا  ۙ  لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ  ۗ  وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى
wa laa tamuddanna 'ainaika ilaa maa matta'naa bihiii azwaajam min-hum zahrotal-hayaatid-dun-yaa linaftinahum fiih, wa rizqu robbika khoiruw wa abqoo
"Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 131)

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا   ۗ  لَا نَسْــئَلُكَ رِزْقًا   ۗ  نَحْنُ نَرْزُقُكَ   ۗ  وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
wa`mur ahlaka bish-sholaati washthobir 'alaihaa, laa nas`aluka rizqoo, nahnu narzuquk, wal-'aaqibatu lit-taqwaa
"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 132)

وَقَالُوْا لَوْلَا يَأْتِيْنَا بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّهٖ   ۗ  اَوَلَمْ تَأْتِہِمْ بَيِّنَةُ مَا فِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰى
wa qooluu lau laa ya`tiinaa bi`aayatim mir robbih, a wa lam ta`tihim bayyinatu maa fish-shuhufil-uulaa
"Dan mereka berkata, Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya? Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 133)

وَلَوْ اَنَّاۤ اَهْلَكْنٰهُمْ بِعَذَابٍ مِّنْ قَبْلِهٖ لَـقَالُوْا رَبَّنَا لَوْلَاۤ اَرْسَلْتَ اِلَـيْنَا رَسُوْلًا فَنَتَّبِعَ اٰيٰتِكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ نَّذِلَّ وَنَخْزٰى
walau annaaa ahlaknaahum bi'azaabim ming qoblihii laqooluu robbanaa lau laaa arsalta ilainaa rosuulan fa nattabi'a aayaatika ming qobli an nazilla wa nakhzaa
"Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Al-Qur'an itu diturunkan), tentulah mereka berkata, Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 134)

قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوْا   ۚ  فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ اَصْحٰبُ الصِّرَاطِ السَّوِيِّ وَمَنِ اهْتَدٰى
qul kullum mutarobbishun fa tarobbashuu, fa sata'lamuuna man ash-haabush-shiroothis-sawiyyi wa manihtadaa
"Katakanlah (Muhammad), Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 135)

Vidio Bacaan Surat Ta Ha
Sudah baca surat Ta Ha Di atas..? Alhamdulillah kalo sudah, selanjutnya di bawah saya sertakan satu vidio yang melantunkan ayat-ayat Surat Ta Ha yang bisa kalian dengarkan, di jamin kalian akan suka, mimin aja suka. Teman-teman yang berminat untuk menyimpan vidio ini kalian bisah menyimpannya ke mode offline melalui aplikasi YouTube dengan cara mendownloadnya.


Terima Kasih teman-teman telah berkunjung di blog Qur'an sederhana saya ini, semoga dengan berkunjungnya teman-teman dapat memberikan dampak postif bagi blog ini dan kedepanya semakin banyak lagi yang berkunjung untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Semoga kedepanya blog ini semakin ramai pengunjungya yang pasti orang-orang yang mau membaca dan belajar Al-Qur'an, karna ini adalah blog untuk membaca A-Qur'an dan juga kumpulan Doa-doa. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Ta Ha 1-135 Lengkap Dengan Arab, Latin, Juga Terjemahan