Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Sabtu, 28 Juli 2018

Bacaan Surat Fatir Ayat 1-45 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Artinya





Bacaan Surat Fatir Ayat 1-45 Lengkap Dengan Terjemahannya


INFORMASI SURAT
Nama Surat           : Fatir (Pencipta)
Surat ke                : 35
Jumlah ayat           : 45 Ayat
Surat sebelumnya : Saba'
Surat berikutnya   : Ya-Sin
Juz ke                    : Juz 22
Klasifikasi             : Makkiyah

Allah SWT berfirman:
اَ لْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰٓئِكَةِ رُسُلًا اُولِيْۤ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ   ۗ  يَزِيْدُ فِى الْخَـلْقِ مَا يَشَآءُ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
al-hamdu lillaahi faathiris-samaawaati wal-ardhi jaa'ilil-malaaa`ikati rusulan uliii ajnihatim masnaa wa sulaasa wa rubaa', yaziidu fil-kholqi maa yasyaaa`, innalloha 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan Bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Fatir 35: Ayat 1)

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ  لَهَا   ۚ  وَمَا يُمْسِكْ  ۙ  فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِه   ۗ  وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
maa yaftahillaahu lin-naasi mir rohmatin fa laa mumsika lahaa, wa maa yumsik fa laa mursila lahuu mim ba'dih, wa huwal-'aziizul-hakiim
"Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Fatir 35: Ayat 2)

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ ۗ  هَلْ مِنْ خَالِـقٍ غَيْرُ اللّٰهِ  يَرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ ۗ  لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ  ۖ  فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ
yaaa ayyuhan-naasuzkuruu ni'matallohi 'alaikum, hal min khooliqin ghoirullohi yarzuqukum minas-samaaa`i wal-ardh, laaa ilaaha illaa huwa fa annaa tu`fakuun
"Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan Bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?"
(QS. Fatir 35: Ayat 3)

وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ ۗ  وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ  الْاُمُوْرُ
wa iy yukazzibuuka fa qod kuzzibat rusulum ming qoblik, wa ilallohi turja'ul-umuur
"Dan jika mereka mendustakan engkau (setelah engkau beri peringatan), maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."
(QS. Fatir 35: Ayat 4)

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ  الدُّنْيَا  ۗ  وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
yaaa ayyuhan-naasu inna wa'dallohi haqqun fa laa taghurronnakumul-hayaatud-dun-yaa, wa laa yaghurronnakum billaahil-ghoruur
"Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memerdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memerdayakan kamu tentang Allah."
(QS. Fatir 35: Ayat 5)

اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَـكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا   ۗ  اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ  لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ 
innasy-syaithoona lakum 'aduwwun fattakhizuuhu 'aduwwaa, innamaa yad'uu hizbahuu liyakuunuu min ash-haabis-sa'iir
"Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."
(QS. Fatir 35: Ayat 6)

اَ لَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ  ۗ  وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوْا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
allaziina kafaruu lahum 'azaabun syadiid, wallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lahum maghfirotuw wa ajrung kabiir
"Orang-orang yang kafir, mereka akan mendapat azab yang sangat keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Fatir 35: Ayat 7)

اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْٓءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًا   ۗ  فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَآءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ    ۖ  فَلَا تَذْهَبْ نَـفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ
a fa man zuyyina lahuu suuu`u 'amalihii fa ro`aahu hasanaa, fa innalloha yudhillu may yasyaaa`u wa yahdii may yasyaaa`u fa laa taz-hab nafsuka 'alaihim hasaroot, innalloha 'aliimum bimaa yashna'uun
"Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
(QS. Fatir 35: Ayat 8)

وَاللّٰهُ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ  الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَسُقْنٰهُ اِلٰى بَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَحْيَيْنَا بِهِ الْاَرْضَ  بَعْدَ مَوْتِهَا  ۗ  كَذٰلِكَ النُّشُوْرُ
wallohullaziii arsalar-riyaaha fa tusiiru sahaaban fa suqnaahu ilaa baladim mayyitin fa ahyainaa bihil-ardho ba'da mautihaa, kazaalikan-nusyuur
"Dan Allah-lah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu."
(QS. Fatir 35: Ayat 9)

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًا   ۗ  اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْـكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ   ۗ  وَ الَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ   ۗ  وَمَكْرُ اُولٰٓئِكَ هُوَ يَبُوْرُ
mang kaana yuriidul-'izzata fa lillaahil-'izzatu jamii'aa, ilaihi yash'adul-kalimuth-thoyyibu wal-'amalush-shoolihu yarfa'uh, wallaziina yamkuruunas-sayyi`aati lahum 'azaabun syadiid, wa makru ulaaa`ika huwa yabuur
"Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur."
(QS. Fatir 35: Ayat 10)

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَـكُمْ  اَزْوَاجًا  ۗ  وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِه ۗ  وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ  مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖۤ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ ۗ  اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
wallohu kholaqokum min turoobin summa min nuthfatin summa ja'alakum azwaajaa, wa maa tahmilu min unsaa wa laa tadho'u illaa bi'ilmih, wa maa yu'ammaru mim mu'ammariw wa laa yungqoshu min 'umurihiii illaa fii kitaab, inna zaalika 'alallohi yasiir
"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuz). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah."
(QS. Fatir 35: Ayat 11)

وَمَا يَسْتَوِيْ الْبَحْرٰنِ   ۖ    هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَآئِغٌ شَرَابُهٗ وَ هٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌ  ۗ  وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُوْنَ لَحْمًا طَرِيًّا وَّتَسْتَخْرِجُوْنَ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَا  ۚ  وَتَرَى الْـفُلْكَ فِيْهِ مَوَاخِرَ لِتَبْـتَـغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّـكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wa maa yastawil-bahrooni haazaa 'azbun furootun saaa`ighun syaroobuhuu wa haazaa mil-hun ujaaj, wa ming kullin ta`kuluuna lahman thoriyyaw wa tastakhrijuuna hilyatan talbasuunahaa, wa tarol-fulka fiihi mawaakhiro litabtaghuu min fadhlihii wa la'allakum tasykuruun
"Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari (masing-masing lautan) itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai, dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur."
(QS. Fatir 35: Ayat 12)

يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ  ۚ  وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّى  ۗ  ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَـهُ الْمُلْكُ   ۗ  وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ مَا يَمْلِكُوْنَ مِنْ قِطْمِيْرٍ 
yuulijul-laila fin-nahaari wa yuulijun-nahaaro fil-laiil, wa sakhkhorosy-syamsa wal-qomaro kulluy yajrii li`ajalim musammaa, zaalikumullohu robbukum lahul-mulk, wallaziina tad'uuna min duunihii maa yamlikuuna ming qithmiir
"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, milik-Nya-lah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari."
(QS. Fatir 35: Ayat 13)

اِنْ تَدْعُوْهُمْ لَا يَسْمَعُوْا دُعَآءَكُمْ  ۚ  وَلَوْ سَمِعُوْا مَا اسْتَجَابُوْا لَـكُمْ   ۗ  وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُوْنَ بِشِرْكِكُمْ  ۗ  وَلَا يُـنَـبِّـئُكَ مِثْلُ خَبِيْرٍ
in tad'uuhum laa yasma'uu du'aaa`akum, walau sami'uu mastajaabuu lakum, wa yaumal-qiyaamati yakfuruuna bisyirkikum, wa laa yunabbi`uka mislu khobiir
"Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu, dan sekiranya mereka mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Maha Mengetahui."
(QS. Fatir 35: Ayat 14)

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَآءُ اِلَى  اللّٰهِ ۚ  وَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
yaaa ayyuhan-naasu antumul-fuqorooo`u ilalloh, wallohu huwal-ghoniyyul-hamiid
"Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji."
(QS. Fatir 35: Ayat 15)

اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ  وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍ 
iy yasya` yuz-hibkum wa ya`ti bikholqin jadiid
"Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu)."
(QS. Fatir 35: Ayat 16)

وَمَا ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ بِعَزِيْزٍ
wa maa zaalika 'alallohi bi'aziiz
"Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah."
(QS. Fatir 35: Ayat 17)

وَ لَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى  ۗ  وَاِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ اِلٰى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَّلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى   ۗ  اِنَّمَا تُنْذِرُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ    ۗ  وَمَنْ تَزَكّٰى فَاِنَّمَا يَتَزَكّٰى لِنَفْسِهٖ   ۗ  وَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
wa laa taziru waazirotuw wizro ukhroo, wa in tad'u musqolatun ilaa himlihaa laa yuhmal min-hu syai`uw walau kaana zaa qurbaa, innamaa tunzirullaziina yakhsyauna robbahum bil-ghoibi wa aqoomush-sholaah, wa man tazakkaa fa innamaa yatazakkaa linafsih, wa ilallohil-mashiir
"Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka yang melaksanakan sholat. Dan barang siapa menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali."
(QS. Fatir 35: Ayat 18)

وَمَا يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُ  
wa maa yastawil-a'maa wal-bashiir
"Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat,"
(QS. Fatir 35: Ayat 19)

وَلَا الظُّلُمٰتُ وَلَا النُّوْرُ 
wa lazh-zhulumaatu wa lan-nuur
"dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya,"
(QS. Fatir 35: Ayat 20)

وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَـرُوْرُ 
wa lazh-zhillu wa lal-haruur
"dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas,"
(QS. Fatir 35: Ayat 21)

وَمَا يَسْتَوِى الْاَحْيَآءُ وَلَا الْاَمْوَاتُ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ يُسْمِعُ مَنْ يَّشَآءُ  ۚ  وَمَاۤ اَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَّنْ فِى الْقُبُوْرِ
wa maa yastawil-ahyaaa`u wa lal-amwaat, innalloha yusmi'u may yasyaaa`, wa maaa anta bimusmi'im man fil-qubuur
"dan tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar."
(QS. Fatir 35: Ayat 22)

اِنْ اَنْتَ اِلَّا نَذِيْرٌ
in anta illaa naziir
"Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan."
(QS. Fatir 35: Ayat 23)

اِنَّاۤ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَـقِّ  بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا ۗ  وَاِنْ مِّنْ اُمَّةٍ اِلَّا خَلَا فِيْهَا نَذِيْرٌ
innaaa arsalnaaka bil-haqqi basyiirow wa naziiroo, wa im min ummatin illaa kholaa fiihaa naziir
"Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan."
(QS. Fatir 35: Ayat 24)

وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ  جَآءَتْهُمْ  رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتٰبِ الْمُنِيْرِ
wa iy yukazzibuuka fa qod kazzaballaziina ming qoblihim, jaaa`at-hum rusuluhum bil-bayyinaati wa biz-zuburi wa bil-kitaabil-muniir
"Dan jika mereka mendustakanmu, maka sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul); ketika rasul-rasulnya datang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat), Zubur, dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna."
(QS. Fatir 35: Ayat 25)

ثُمَّ  اَخَذْتُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَكَيْفَ كَانَ نَـكِيْرِ
summa akhoztullaziina kafaruu fa kaifa kaana nakiir
"Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana akibat kemurkaan-Ku."
(QS. Fatir 35: Ayat 26)

اَلَمْ تَرَ اَنَّ  اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً   ۚ  فَاَخْرَجْنَا بِهٖ ثَمَرٰتٍ مُّخْتَلِفًا  اَلْوَانُهَا ۗ  وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيْضٌ وَّحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ  اَلْوَانُهَا وَغَرَابِيْبُ سُوْدٌ
a lam taro annalloha anzala minas-samaaa`i maaa`aa, fa akhrojnaa bihii samarootim mukhtalifan alwaanuhaa, wa minal-jibaali judadum biidhuw wa humrum mukhtalifun alwaanuhaa wa ghoroobiibu suud
"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat."
(QS. Fatir 35: Ayat 27)

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَآ بِّ وَالْاَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ اَ لْوَانُهٗ كَذٰلِكَ   ۗ  اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓ ؤُا   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
wa minan-naasi wad-dawaaabbi wal-an'aami mukhtalifun alwaanuhuu kazaalik, innamaa yakhsyalloha min 'ibaadihil-'ulamaaa`, innalloha 'aziizun ghofuur
"Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun."
(QS. Fatir 35: Ayat 28)

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَ 
innallaziina yatluuna kitaaballohi wa aqoomush-sholaata wa anfaquu mimmaa rozaqnaahum sirrow wa 'alaaniyatay yarjuuna tijaarotal lan tabuur
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,"
(QS. Fatir 35: Ayat 29)

لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ   ۗ  اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
liyuwaffiyahum ujuurohum wa yaziidahum min fadhlih, innahuu ghofuurun syakuur
"agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
(QS. Fatir 35: Ayat 30)

وَالَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ هُوَ الْحَـقُّ مُصَدِّقًا  لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ بِعِبَادِهٖ لَخَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
wallaziii auhainaaa ilaika minal-kitaabi huwal-haqqu mushoddiqol limaa baina yadaiih, innalloha bi'ibaadihii lakhobiirum bashiir
"Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al-Qur'an) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya."
(QS. Fatir 35: Ayat 31)

ثُمَّ اَوْرَثْنَا  الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۚ  فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚ   وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ   ۚ  وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ  ذٰلِكَ  هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُ 
summa aurosnal-kitaaballaziinashthofainaa min 'ibaadinaa, fa min-hum zhoolimul linafsih, wa min-hum muqtashid, wa min-hum saabiqum bil-khoirooti bi`iznillaah, zaalika huwal-fadhlul-kabiir
"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar."
(QS. Fatir 35: Ayat 32)

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا يُحَلَّوْنَ  فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّلُـؤْلُؤًا  ۚ  وَلِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ
jannaatu 'adniy yadkhuluunahaa yuhallauna fiihaa min asaawiro min zahabiw wa lu`lu`aa, wa libaasuhum fiihaa hariir
"(Mereka akan mendapat) Surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra."
(QS. Fatir 35: Ayat 33)

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْۤ اَذْهَبَ عَـنَّا الْحَزَنَ   ۗ  اِنَّ رَبَّنَا لَـغَفُوْرٌ شَكُوْرُ  
wa qoolul-hamdu lillaahillaziii az-haba 'annal-hazan, inna robbanaa laghofuurun syakuur
"Dan mereka berkata, Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri,"
(QS. Fatir 35: Ayat 34)

الَّذِيْۤ اَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهٖ ۚ   لَا يَمَسُّنَا فِيْهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيْهَا لُـغُوْبٌ
allaziii ahallanaa daarol-muqoomati min fadhlih, laa yamassunaa fiihaa nashobuw wa laa yamassunaa fiihaa lughuub
"yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu."
(QS. Fatir 35: Ayat 35)

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا  لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ ۚ  لَا يُقْضٰى عَلَيْهِمْ فَيَمُوْتُوْا وَلَا يُخَفَّفُ  عَنْهُمْ مِّنْ عَذَابِهَا  ۗ  كَذٰلِكَ نَـجْزِيْ كُلَّ كَفُوْرٍ 
wallaziina kafaruu lahum naaru jahannam, laa yuqdhoo 'alaihim fa yamuutuu wa laa yukhoffafu 'an-hum min 'azaabihaa, kazaalika najzii kulla kafuur
"Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka Neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir."
(QS. Fatir 35: Ayat 36)

وَهُمْ  يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَا  ۚ  رَبَّنَاۤ اَخْرِجْنَا نَـعْمَلْ صَالِحًـا غَيْرَ  الَّذِيْ كُـنَّا نَـعْمَلُ ۗ  اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ  تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيْرُ ۗ  فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
wa hum yashthorikhuuna fiihaa, robbanaaa akhrijnaa na'mal shoolihan ghoirollazii kunnaa na'mal, a wa lam nu'ammirkum maa yatazakkaru fiihi man tazakkaro wa jaaa`akumun-naziir, fa zuuquu fa maa lizh-zhoolimiina min nashiir
"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu. (Dikatakan kepada mereka), Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun."
(QS. Fatir 35: Ayat 37)

اِنَّ اللّٰهَ عٰلِمُ غَيْبِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ  اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ  الصُّدُوْرِ
innalloha 'aalimu ghoibis-samaawaati wal-ardh, innahuu 'aliimum bizaatish-shuduur
"Sungguh, Allah mengetahui yang gaib (tersembunyi) di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. Fatir 35: Ayat 38)

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَـكُمْ خَلٰٓئِفَ فِى الْاَرْضِ   ۗ  فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهٗ    ۗ  وَلَا يَزِيْدُ الْـكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ اِلَّا مَقْتًا   ۚ  وَلَا يَزِيْدُ الْـكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ اِلَّا خَسَارًا
huwallazii ja'alakum kholaaa`ifa fil-ardh, fa mang kafaro fa 'alaihi kufruh, wa laa yaziidul-kaafiriina kufruhum 'inda robbihim illaa maqtaa, wa laa yaziidul-kaafiriina kufruhum illaa khosaaroo
"Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barang siapa kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka."
(QS. Fatir 35: Ayat 39)

قُلْ اَرَءَيْتُمْ شُرَكَآءَكُمُ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ   ۗ  اَرُوْنِيْ مَاذَا خَلَقُوْا مِنَ الْاَرْضِ اَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِى السَّمٰوٰتِ  ۚ  اَمْ اٰتَيْنٰهُمْ كِتٰبًا فَهُمْ عَلٰى بَيِّنَتٍ مِّنْهُ   ۚ  بَلْ اِنْ يَّعِدُ الظّٰلِمُوْنَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا اِلَّا غُرُوْرًا
qul a ro`aitum syurokaaa`akumullaziina tad'uuna min duunillaah, aruunii maazaa kholaquu minal-ardhi am lahum syirkun fis-samaawaat, am aatainaahum kitaaban fa hum 'alaa bayyinatim min-h, bal iy ya'iduzh-zhoolimuuna ba'dhuhum ba'dhon illaa ghuruuroo
"Katakanlah, Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan Kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain."
(QS. Fatir 35: Ayat 40)

اِنَّ اللّٰهَ يُمْسِكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ اَنْ تَزُوْلَا  ۚ وَلَئِنْ زَالَــتَاۤ اِنْ اَمْسَكَهُمَا مِنْ اَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِهٖ  ۗ  اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
innalloha yumsikus-samaawaati wal-ardho an tazuulaa, wa la`in zaalataaa in amsakahumaa min ahadim mim ba'dih, innahuu kaana haliiman ghofuuroo
"Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun."
(QS. Fatir 35: Ayat 41)

وَاَ قْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَآءَهُمْ نَذِيْرٌ لَّيَكُوْنُنَّ اَهْدٰى مِنْ اِحْدَى الْاُمَمِ ۚ  فَلَمَّا جَآءَهُمْ نَذِيْرٌ مَّا زَادَهُمْ اِلَّا نُفُوْرًا  
wa aqsamuu billaahi jahda aimaanihim la`in jaaa`ahum naziirul layakuununna ahdaa min ihdal-umam, fa lammaa jaaa`ahum naziirum maa zaadahum illaa nufuuroo
"Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, tidak menambah (apa-apa) kepada mereka, bahkan semakin jauh mereka dari (kebenaran),"
(QS. Fatir 35: Ayat 42)

اسْتِكْبَارًا فِى الْاَرْضِ وَمَكْرَ السَّيّیٴِ ۗ  وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّـئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ   ۗ  فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا سُنَّتَ الْاَوَّلِيْنَ  ۚ  فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا  ۚ  وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَحْوِيْلًا
istikbaaron fil-ardhi wa makros-sayyi`, wa laa yahiiqul-makrus-sayyi`u illaa bi`ahlih, fa hal yanzhuruuna illaa sunnatal-awwaliin, fa lan tajida lisunnatillaahi tabdiilaa, wa lan tajida lisunnatillaahi tahwiilaa
"karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu."
(QS. Fatir 35: Ayat 43)

اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَكَانُوْۤا اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً    ۗ  وَمَا كَانَ اللّٰهُ  لِيُعْجِزَهٗ مِنْ شَيْءٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ   ۗ  اِنَّهٗ كَانَ عَلِيْمًا قَدِيْرًا
a wa lam yasiiruu fil-ardhi fa yanzhuruu kaifa kaana 'aaqibatullaziina ming qoblihim wa kaanuuu asyadda min-hum quwwah, wa maa kaanallohu liyu'jizahuu min syai`in fis-samaawaati wa laa fil-ardh, innahuu kaana 'aliimang qodiiroo
"Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul), padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa."
(QS. Fatir 35: Ayat 44)

وَلَوْ يُـؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَاۤ بَّةٍ وَّلٰـكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ  فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِعِبَادِهٖ بَصِيْرًا
walau yu`aakhizullohun-naasa bimaa kasabuu maa taroka 'alaa zhohrihaa min daaabbatiw wa laakiy yu`akhkhiruhum ilaaa ajalim musammaa, fa izaa jaaa`a ajaluhum fa innalloha kaana bi'ibaadihii bashiiroo
"Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya."
(QS. Fatir 35: Ayat 45)

Vidio Bacaan Surat Fatir


Terima Kasih teman-teman sudah berkunjung ke blog Qur'an ini. Semoga apa yang telah kalian baca dan pelajari di sini bermanfaat dan dapat di amalkan di kehidupan sehari-hari, Aamiin.

=>Jangan Lupa sebelum meninggalkan halaman ini..
Share Dulu Surat ini Yaaa...

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Fatir Ayat 1-45 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Artinya