Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Jumat, 20 Juli 2018

Bacaan Surat An-Naml Ayat 1-93 Lengkap Arab, Latin, Dan Terjemahannya





Bacaan Surat An-Naml Ayat 1-93 Lengkap Dengan Terjemahannya - Assalamualaikum teman-teman, bagaimana kabar hari ini.?, saya doakan kalian semua dalam keadaan sehat agar bisah menunaikan ibadah dengan baik untuk bekal di kehidupan yang kekal yaitu akhirat. 

Pada postingan kali ini saya akan membagikan salah satu surat yang ada dalam Al-Qur'an yaitu surat An-Naml yang jika di terjemahkan ke bahasa indonesia memiliki arti nama hewan yaitu Semut. Dalam surat ini pada ayat 2-3 di jelaskan bahwa turunnya kitab suci Al-Qur'an merupakan petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.

Muda-mudahan kita semua termasuk orang-orang mukmin yang beriman. Oh iya perlu saya informasikan juga bahwa sebelumnya admin telah menerbitkan postingan tentang surat Asy-Syu'ara lengkap dengan terjemahannya, untuk membacanya Klik Disini.
bacaan surat an-naml, terjemahan surat an-naml, latin surat an-naml, belajar surat an-naml

INFORMASI SURAT
Nama surah           : An-Naml
Surah ke                : 27
Jumlah ayat           : 93 Ayat
Surah sebelumnya : Asy-Syu'ara'
Surah berikutnya   : Al-Qasas
Juz ke                    : Juz 19-20
Klasifikasi             : Makkiyah

bacaan surat an-naml, terjemahan surat an-naml, latin surat an-naml, belajar surat an-naml

Allah SWT berfirman:
طٰسٓ  ۚ  تِلْكَ اٰيٰتُ الْقُرْاٰنِ وَكِتَابٍ مُّبِيْنٍ
thoo siiin, tilka aayaatul-qur`aani wa kitaabim mubiin
"Ta Sin. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an, dan Kitab yang jelas,"
(QS. An-Naml 27: Ayat 1)

هُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
hudaw wa busyroo lil-mu`miniin
"petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,"
(QS. An-Naml 27: Ayat 2)

الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَ هُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ
allaziina yuqiimuunash-sholaata wa yu`tuunaz-zakaata wa hum bil-aakhiroti hum yuuqinuun
"(yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat."
(QS. An-Naml 27: Ayat 3)

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ  زَيَّـنَّا لَهُمْ اَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُوْنَ
innallaziina laa yu`minuuna bil-aakhiroti zayyannaa lahum a'maalahum fa hum ya'mahuun
"Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 4)

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَهُمْ سُوْٓءُ الْعَذَابِ وَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْاَخْسَرُوْنَ
ulaaa`ikallaziina lahum suuu`ul-'azaabi wa hum fil-aakhiroti humul-akhsaruun
"Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi."
(QS. An-Naml 27: Ayat 5)

وَاِنَّكَ لَـتُلَـقَّى الْقُرْاٰنَ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ عَلِيْمٍ
wa innaka latulaqqol-qur`aana mil ladun hakiimin 'aliim
"Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Al-Qur'an dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui."
(QS. An-Naml 27: Ayat 6)

اِذْ قَالَ مُوْسٰى  لِاَهْلِهٖۤ اِنِّيْۤ اٰنَسْتُ نَارًا ۗ  سَاٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِخَبَرٍ اَوْ اٰتِيْكُمْ بِشِهَابٍ قَبَسٍ  لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُوْنَ
iz qoola muusaa li`ahlihiii inniii aanastu naaroo, sa`aatiikum min-haa bikhobarin au aatiikum bisyihaabing qobasil la'allakum tashtholuun
"(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 7)

فَلَمَّا جَآءَهَا نُوْدِيَ اَنْۢ بُوْرِكَ مَنْ فِى النَّارِ وَ مَنْ حَوْلَهَا  ۗ  وَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
fa lammaa jaaa`ahaa nuudiya am buurika man fin-naari wa man haulahaa, wa sub-haanallohi robbil-'aalamiin
"Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. An-Naml 27: Ayat 8)

يٰمُوْسٰۤى اِنَّـهٗۤ اَنَا اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
yaa muusaaa innahuuu anallohul-'aziizul-hakiim
"(Allah berfirman), Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,"
(QS. An-Naml 27: Ayat 9)

وَاَ لْقِ عَصَاكَ   ۗ  فَلَمَّا رَاٰهَا تَهْتَزُّ كَاَنَّهَا جَآ نٌّ وَّلّٰى مُدْبِرًا وَّلَمْ يُعَقِّبْ  ۗ  يٰمُوْسٰى لَا تَخَفْ ۗ  اِنِّيْ لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُوْنَ 
wa alqi 'ashook, fa lammaa ro`aahaa tahtazzu ka`annahaa jaaannuw wallaa mudbirow wa lam yu'aqqib, yaa muusaa laa takhof, innii laa yakhoofu ladayyal-mursaluun
"dan lemparkanlah tongkatmu! Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku, para rasul tidak perlu takut,"
(QS. An-Naml 27: Ayat 10)

اِلَّا مَنْ ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًۢا بَعْدَ سُوْٓءٍ فَاِنِّيْ  غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
illaa man zholama summa baddala husnam ba'da suuu`in fa innii ghofuurur rohiim
"Kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Naml 27: Ayat 11)

وَاَدْخِلْ يَدَكَ فِيْ جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ  غَيْرِ سُوْٓءٍ ۗ  فِيْ تِسْعِ اٰيٰتٍ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهٖ ۗ  اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
wa adkhil yadaka fii jaibika takhruj baidhooo`a min ghoiri suuu`in fii tis'i aayaatin ilaa fir'auna wa qoumih, innahum kaanuu qouman faasiqiin
"Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik."
(QS. An-Naml 27: Ayat 12)

فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ اٰيٰتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوْا هٰذَا  سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
fa lammaa jaaa`at-hum aayaatunaa mubshirotang qooluu haazaa sihrum mubiin
"Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, Ini sihir yang nyata."
(QS. An-Naml 27: Ayat 13)

وَجَحَدُوْا بِهَا وَاسْتَيْقَنَـتْهَاۤ اَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَّعُلُوًّا   ۗ  فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ
wa jahaduu bihaa wastaiqonat-haaa anfusuhum zhulmaw wa 'uluwwaa, fanzhur kaifa kaana 'aaqibatul-mufsidiin
"Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 14)

وَلَـقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَ سُلَيْمٰنَ عِلْمًا   ۚ  وَقَالَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ
wa laqod aatainaa daawuuda wa sulaimaana 'ilmaa, wa qoolal-hamdu lillaahillazii fadhdholanaa 'alaa kasiirim min 'ibaadihil-mu`miniin
"Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya berkata, Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman."
(QS. An-Naml 27: Ayat 15)

وَوَرِثَ سُلَيْمٰنُ دَاوٗدَ وَقَالَ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا  مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَاُوْتِيْنَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۗ  اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِيْنُ
wa warisa sulaimaanu daawuuda wa qoola yaaa ayyuhan-naasu 'ullimnaa manthiqoth-thoiri wa uutiinaa ming kulli syaii`, inna haazaa lahuwal-fadhlul-mubiin
"Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia (Sulaiman) berkata, Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."
(QS. An-Naml 27: Ayat 16)

وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُهٗ مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ
wa husyiro lisulaimaana junuuduhuu minal-jinni wal-insi wath-thoiri fa hum yuuza'uun
"Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib."
(QS. An-Naml 27: Ayat 17)

حَتّٰۤى اِذَاۤ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِ ۙ  قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰۤاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا  مَسٰكِنَكُمْ ۚ  لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗ ۙ  وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
hattaaa izaaa atau 'alaa waadin-namli qoolat namlatuy yaaa ayyuhan-namludkhuluu masaakinakum, laa yahthimannakum sulaimaanu wa junuuduhuu wa hum laa yasy'uruun
"Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
(QS. An-Naml 27: Ayat 18)

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ  نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ
fa tabassama dhoohikam ming qoulihaa wa qoola robbi auzi'niii an asykuro ni'matakallatiii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii 'ibaadikash-shoolihiin
"Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
(QS. An-Naml 27: Ayat 19)

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَاۤ اَرَى الْهُدْهُدَ    ۖ  اَمْ كَانَ مِنَ الْغَآئِبِيْنَ
wa tafaqqodath-thoiro fa qoola maa liya laaa arol-hudhuda am kaana minal-ghooo`ibiin
"Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?"
(QS. An-Naml 27: Ayat 20)

لَاُعَذِّبَـنَّهٗ عَذَابًا شَدِيْدًا اَوْ لَاۡاَذْبَحَنَّهٗۤ اَوْ لَيَأْتِيَنِّيْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ
la`u'azzibannahuu 'azaaban syadiidan au la`azbahannahuuu au laya`tiyannii bisulthoonim mubiin
"Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."
(QS. An-Naml 27: Ayat 21)

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيْدٍ فَقَالَ اَحَطْتُّ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهٖ وَ جِئْتُكَ مِنْ سَبَاٍۢ بِنَبَاٍ يَّقِيْنٍ
fa makasa ghoiro ba'iidin fa qoola ahathtu bimaa lam tuhith bihii wa ji`tuka min saba`im binaba`iy yaqiin
"Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' membawa suatu berita yang meyakinkan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 22)

اِنِّيْ وَجَدْتُّ امْرَاَةً تَمْلِكُهُمْ  وَاُوْتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَّلَهَا عَرْشٌ عَظِيْمٌ
innii wajattumro`atan tamlikuhum wa uutiyat ming kulli syai`iu wa lahaa 'arsyun 'azhiim
"Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar."
(QS. An-Naml 27: Ayat 23)

وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا  يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ  فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُوْنَ
wajattuhaa wa qoumahaa yasjuduuna lisy-syamsi min duunillaahi wa zayyana lahumusy-syaithoonu a'maalahum fa shoddahum 'anis-sabiili fa hum laa yahtaduun
"Aku (burung Hud-hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,"
(QS. An-Naml 27: Ayat 24)

اَ لَّا يَسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَ
allaa yasjuduu lillaahillazii yukhrijul-khob`a fis-samaawaati wal-ardhi wa ya'lamu maa tukhfuuna wa maa tu'linuun
"mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 25)

اَللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
allohu laaa ilaaha illaa huwa robbul-'arsyil-'azhiim
"Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai 'Arsy yang agung."
(QS. An-Naml 27: Ayat 26)

قَالَ سَنَـنْظُرُ اَصَدَقْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ
qoola sananzhuru a shodaqta am kunta minal-kaazibiin
"Dia (Sulaiman) berkata, Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta."
(QS. An-Naml 27: Ayat 27)

اِذْهَبْ بِّكِتٰبِيْ هٰذَا فَاَلْقِهْ اِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُوْنَ
iz-hab bikitaabii haazaa fa alqih ilaihim summa tawalla 'an-hum fanzhur maazaa yarji'uun
"Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 28)

قَالَتْ  يٰۤاَيُّهَا الْمَلَؤُا اِنِّيْۤ اُلْقِيَ اِلَيَّ كِتٰبٌ كَرِيْمٌ
qoolat yaaa ayyuhal-mala`u inniii ulqiya ilayya kitaabung kariim
"Dia (Balqis) berkata, Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia."
(QS. An-Naml 27: Ayat 29)

اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillaahir-rohmaanir-rohiim
"Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,"
(QS. An-Naml 27: Ayat 30)

اَ لَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ
allaa ta'luu 'alayya wa`tuunii muslimiin
"janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
(QS. An-Naml 27: Ayat 31)

قَالَتْ يٰۤاَيُّهَا الْمَلَؤُا اَفْتُوْنِيْ فِيْۤ اَمْرِيْ ۚ  مَا كُنْتُ قَاطِعَةً اَمْرًا  حَتّٰى تَشْهَدُوْنِ
qoolat yaaa ayyuhal-mala`u aftuunii fiii amrii, maa kuntu qoothi'atan amron hattaa tasy-haduun
"Dia (Balqis) berkata, Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 32)

قَالُوْا نَحْنُ اُولُوْا قُوَّةٍ وَّاُولُوْا بَأْسٍ شَدِيْدٍ  ۙ  وَّالْاَمْرُ اِلَيْكِ فَانْظُرِيْ مَاذَا تَأْمُرِيْنَ
qooluu nahnu uluu quwwatiw wa uluu ba`sin syadiidiw wal-amru ilaiki fanzhurii maazaa ta`muriin
"Mereka menjawab, Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 33)

قَالَتْ اِنَّ الْمُلُوْكَ اِذَا دَخَلُوْا قَرْيَةً اَفْسَدُوْهَا وَجَعَلُوْۤا اَعِزَّةَ اَهْلِهَاۤ اَذِلَّةً   ۚ  وَكَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ
qoolat innal-muluuka izaa dakholuu qoryatan afsaduuhaa wa ja'aluuu a'izzata ahlihaaa azillah, wa kazaalika yaf'aluun
"Dia (Balqis) berkata, Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat."
(QS. An-Naml 27: Ayat 34)

وَاِنِّيْ مُرْسِلَةٌ اِلَيْهِمْ بِهَدِيَّةٍ فَنٰظِرَةٌۢ بِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُوْنَ
wa innii mursilatun ilaihim bihadiyyatin fa naazhirotum bima yarji'ul-mursaluun
"Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu."
(QS. An-Naml 27: Ayat 35)

فَلَمَّا جَآءَ سُلَيْمٰنَ قَالَ اَتُمِدُّوْنَنِ بِمَالٍ فَمَاۤ اٰتٰٮنِيَ اللّٰهُ خَيْرٌ مِّمَّاۤ اٰتٰٮكُمْ ۚ  بَلْ اَنْـتُمْ بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُوْنَ
fa lammaa jaaa`a sulaimaana qoola a tumidduunani bimaalin fa maaa aataaniyallohu khoirum mimmaaa aataakum, bal antum bihadiyyatikum tafrohuun
"Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu."
(QS. An-Naml 27: Ayat 36)

اِرْجِعْ  اِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُمْ بِجُنُوْدٍ لَّا قِبَلَ لَهُمْ بِهَا وَلَـنُخْرِجَنَّهُمْ مِّنْهَاۤ  اَذِلَّةً وَّهُمْ صٰغِرُوْنَ
irji' ilaihim falana`tiyannahum bijunuudil laa qibala lahum bihaa wa lanukhrijannahum min-haaa azillataw wa hum shooghiruun
"Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba') secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina."
(QS. An-Naml 27: Ayat 37)

قَالَ يٰۤاَيُّهَا الْمَلَؤُا اَيُّكُمْ يَأْتِيْنِيْ بِعَرْشِهَا  قَبْلَ اَنْ يَّأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ
qoola yaaa ayyuhal-mala`u ayyukum ya`tiinii bi'arsyihaa qobla ay ya`tuunii muslimiin
"Dia (Sulaiman) berkata, Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?"
(QS. An-Naml 27: Ayat 38)

قَالَ عِفْرِيْتٌ مِّنَ الْجِنِّ اَنَاۡ اٰتِيْكَ  بِهٖ قَبْلَ اَنْ تَقُوْمَ مِنْ مَّقَامِكَ ۚ  وَاِنِّيْ عَلَيْهِ لَـقَوِيٌّ اَمِيْنٌ
qoola 'ifriitum minal-jinni ana aatiika bihii qobla an taquuma mim maqoomik, wa innii 'alaihi laqowiyyun amiin
"'Ifrit dari golongan jin berkata, Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya."
(QS. An-Naml 27: Ayat 39)

قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْـكِتٰبِ اَنَاۡ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَ  ۗ  فَلَمَّا رَاٰهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْ  ۗ  لِيَبْلُوَنِيْٓءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُ  ۗ  وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ  ۚ  وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ
qoolallazii 'indahuu 'ilmum minal-kitaabi ana aatiika bihii qobla ay yartadda ilaika thorfuk, fa lammaa ro`aahu mustaqirron 'indahuu qoola haazaa min fadhli robbii, liyabluwaniii a asykuru am akfur, wa man syakaro fa innamaa yasykuru linafsih, wa mang kafaro fa inna robbii ghoniyyung kariim
"Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya, Maha Mulia."
(QS. An-Naml 27: Ayat 40)

قَالَ نَكِّرُوْا لَهَا عَرْشَهَا نَـنْظُرْ اَتَهْتَدِيْۤ اَمْ تَكُوْنُ  مِنَ الَّذِيْنَ لَا يَهْتَدُوْنَ
qoola nakkiruu lahaa 'arsyahaa nanzhur a tahtadiii am takuunu minallaziina laa yahtaduun
"Dia (Sulaiman) berkata, Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi."
(QS. An-Naml 27: Ayat 41)

فَلَمَّا جَآءَتْ قِيْلَ اَهٰكَذَا  عَرْشُكِ ۗ  قَالَتْ كَاَنَّهٗ هُوَ ۚ  وَاُوْتِيْنَا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهَا وَ كُنَّا مُسْلِمِيْنَ
fa lammaa jaaa`at qiila a haakazaa 'arsyuk, qoolat ka`annahuu huw, wa uutiinal-'ilma ming qoblihaa wa kunnaa muslimiin
"Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), Serupa inikah singgasanamu? Dia (Balqis) menjawab, Seakan-akan itulah dia. (Dan dia Balqis berkata), Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 42)

وَصَدَّهَا مَا كَانَتْ تَّعْبُدُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ   اِنَّهَا كَانَتْ مِنْ قَوْمٍ كٰفِرِيْنَ
wa shoddahaa maa kaanat ta'budu min duunillaah, innahaa kaanat ming qouming kaafiriin
"Dan kebiasaannya menyembah selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir."
(QS. An-Naml 27: Ayat 43)

قِيْلَ لَهَا ادْخُلِى الصَّرْحَ   ۚ  فَلَمَّا رَاَتْهُ حَسِبَـتْهُ لُـجَّةً وَّكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَا   ۗ  قَالَ اِنَّهٗ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّنْ قَوَارِيْرَ  ۙ قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَـفْسِيْ وَ اَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمٰنَ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
qiila lahadkhulish-shor-h, fa lammaa ro`at-hu hasibat-hu lujjataw wa kasyafat 'an saaqoihaa, qoola innahuu shor-hum mumarrodum ming qowaariir, qoolat robbi innii zholamtu nafsii wa aslamtu ma'a sulaimaana lillaahi robbil-'aalamiin
"Dikatakan kepadanya (Balqis), Masuklah ke dalam istana. Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca. Dia (Balqis) berkata, Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. An-Naml 27: Ayat 44)

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَاۤ اِلٰى  ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا اَنِ اعْبُدُوْا اللّٰهَ فَاِذَا هُمْ فَرِيْقٰنِ يَخْتَصِمُوْنَ
wa laqod arsalnaaa ilaa samuuda akhoohum shoolihan ani'budulloha fa izaa hum fariiqooni yakhtashimuun
"Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Salih (yang menyeru), Sembahlah Allah! Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 45)

قَالَ يٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُوْنَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ  الْحَسَنَةِ ۚ  لَوْلَا تَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
qoola yaa qoumi lima tasta'jiluuna bis-sayyi`ati qoblal-hasanah, lau laa tastaghfiruunalloha la'allakum tur-hamuun
"Dia (Salih) berkata, Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?"
(QS. An-Naml 27: Ayat 46)

قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَّعَكَ   ۗ  قَالَ طٰٓئِرُكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ بَلْ اَنْـتُمْ قَوْمٌ تُفْتَـنُوْنَ
qooluth thoyyarnaa bika wa bimam ma'ak, qoola thooo`irukum 'indallohi bal antum qoumun tuftanuun
"Mereka menjawab, Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu. Dia (Salih) berkata, Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji."
(QS. An-Naml 27: Ayat 47)

وَكَانَ فِى الْمَدِيْنَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُّفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا يُصْلِحُوْنَ
wa kaana fil-madiinati tis'atu rohthiy yufsiduuna fil-ardhi wa laa yushlihuun
"Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 48)

قَالُوْا تَقَاسَمُوْا بِاللّٰهِ لَـنُبَيِّتَـنَّهٗ وَ اَهْلَهٗ ثُمَّ لَـنَقُوْلَنَّ لِوَلِيِّهٖ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ اَهْلِهٖ وَاِنَّا لَصٰدِقُوْنَ
qooluu taqoosamuu billaahi lanubayyitannahuu wa ahlahuu summa lanaquulanna liwaliyyihii maa syahidnaa mahlika ahlihii wa innaa lashoodiquun
"Mereka berkata, Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, dan sungguh, kita orang yang benar."
(QS. An-Naml 27: Ayat 49)

وَمَكَرُوْا مَكْرًا وَّمَكَرْنَا مَكْرًا وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
wa makaruu makrow wa makarnaa makrow wa hum laa yasy'uruun
"Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari."
(QS. An-Naml 27: Ayat 50)

فَانْظُرْ كَيْفَ  كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ ۙ  اَنَّا دَمَّرْنٰهُمْ وَقَوْمَهُمْ اَجْمَعِيْنَ
fanzhur kaifa kaana 'aaqibatu makrihim annaa dammarnaahum wa qoumahum ajma'iin
"Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya."
(QS. An-Naml 27: Ayat 51)

فَتِلْكَ بُيُوْتُهُمْ خَاوِيَةً ۢ بِمَا ظَلَمُوْا  ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّـقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
fa tilka buyuutuhum khoowiyatam bimaa zholamuu, inna fii zaalika la`aayatal liqoumiy ya'lamuun
"Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui."
(QS. An-Naml 27: Ayat 52)

وَاَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ
wa anjainallaziina aamanuu wa kaanuu yattaquun
"Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa."
(QS. An-Naml 27: Ayat 53)

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ  لِقَوْمِهٖۤ اَتَأْتُوْنَ الْـفَاحِشَةَ وَاَنْـتُمْ تُبْصِرُوْنَ
wa luuthon iz qoola liqoumihiii a ta`tuunal-faahisyata wa antum tubshiruun
"Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"
(QS. An-Naml 27: Ayat 54)

اَئِنَّكُمْ  لَـتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَآءِ ۗ  بَلْ اَنْـتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ
a innakum lata`tuunar-rijaala syahwatam min duunin-nisaaa`, bal antum qoumun taj-haluun
"Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 55)

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖۤ اِلَّاۤ اَنْ قَالُـوْۤا اَخْرِجُوْۤا اٰلَ  لُوْطٍ مِّنْ قَرْيَتِكُمْ ۚ  اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ
fa maa kaana jawaaba qoumihiii illaaa ang qooluuu akhrijuuu aala luuthim ming qoryatikum innahum unaasuy yatathohharuun
"Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan, Usirlah Lut dan keluarganya dari negerimu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci."
(QS. An-Naml 27: Ayat 56)

فَاَنْجَيْنٰهُ وَ اَهْلَهٗۤ اِلَّا امْرَاَتَهٗ قَدَّرْنٰهَا مِنَ الْغٰبِرِيْنَ
fa anjainaahu wa ahlahuuu illamro`atahuu qoddarnaahaa minal-ghoobiriin
"Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 57)

وَاَمْطَرْنَا  عَلَيْهِمْ مَّطَرًا ۚ  فَسَآءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ
wa amthornaa 'alaihim mathoroo, fa saaa`a mathorul-munzariin
"Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka sangat buruklah hujan (yang ditimpakan) pada orang-orang yang diberi peringatan itu (tetapi tidak mengindahkan)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 58)

قُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَسَلٰمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى ۗ  ءٰۤللّٰهُ خَيْرٌ اَمَّا يُشْرِكُوْنَ
qulil-hamdu lillaahi wa salaamun 'alaa 'ibaadihillaziinashthofaa, aaallohu khoirun ammaa yusyrikuun
"Katakanlah (Muhammad), Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)?"
(QS. An-Naml 27: Ayat 59)

اَمَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَاَنْزَلَ لَـكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً   ۚ  فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ   ۚ  مَا كَانَ لَـكُمْ اَنْ تُـنْۢبِتُوْا شَجَرَهَا   ۗ  ءَاِلٰـهٌ مَّعَ اللّٰهِ   ۗ  بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَّعْدِلُوْنَ  
am man kholaqos-samaawaati wal-ardho wa anzala lakum minas-samaaa`i maaa`an fa ambatnaa bihii hadaaa`iqo zaata bahjah, maa kaana lakum an tumbituu syajarohaa, a ilaahum ma'alloh, bal hum qoumuy ya'diluun
"Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 60)

اَمَّنْ جَعَلَ الْاَرْضَ قَرَارًا وَّجَعَلَ خِلٰلَهَاۤ اَنْهٰرًا وَّجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا   ۗ  ءَاِلٰـهٌ مَّعَ اللّٰهِ   ۗ  بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ 
am man ja'alal-ardho qoroorow wa ja'ala khilaalahaaa an-haarow wa ja'ala lahaa rowaasiya wa ja'ala bainal-bahroini haajizaa, a ilaahum ma'alloh, bal aksaruhum laa ya'lamuun
"Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya, dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(QS. An-Naml 27: Ayat 61)

اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ الْاَرْضِ   ۗ  ءَاِلٰـهٌ مَّعَ اللّٰهِ   ۗ  قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ  
am may yujiibul-mudhthorro izaa da'aahu wa yaksyifus-suuu`a wa yaj'alukum khulafaaa`al-ardh, a ilaahum ma'alloh, qoliilam maa tazakkaruun
"Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di Bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat."
(QS. An-Naml 27: Ayat 62)

اَمَّنْ يَّهْدِيْكُمْ فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ وَمَنْ يُّرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖ ۗ   ءَاِلٰـهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗ  تَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
am may yahdiikum fii zhulumaatil-barri wal-bahri wa may yursilur-riyaaha busyrom baina yadai rohmatih, a ilaahum ma'alloh, ta'aalallohu 'ammaa yusyrikuun
"Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 63)

اَمَّنْ يَّبْدَؤُا  الْخَـلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ وَمَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ ۗ   ءَاِلٰـهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗ  قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
am may yabda`ul-kholqo summa yu'iiduhuu wa may yarzuqukum minas-samaaa`i wal-ardh, a ilaahum ma'alloh, qul haatuu bur-haanakum ing kuntum shoodiqiin
"Bukankah Dia (Allah yang menciptakan (makhluk) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (lagi) dan yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Katakanlah, Kemukakanlah bukti kebenaranmu, jika kamu orang yang benar."
(QS. An-Naml 27: Ayat 64)

قُلْ لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ  وَمَا يَشْعُرُوْنَ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ
qul laa ya'lamu man fis-samaawaati wal-ardhil-ghoiba illalloh, wa maa yasy'uruuna ayyaana yub'asuun
"Katakanlah (Muhammad), Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 65)

بَلِ ادّٰرَكَ عِلْمُهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ ۗ  بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْهَا  ۗ  بَلْ هُمْ مِّنْهَا عَمُوْنَ
baliddaaroka 'ilmuhum fil-aakhiroh, bal hum fii syakkim min-haa, bal hum min-haa 'amuun
"Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya (akhirat itu). Bahkan mereka buta tentang itu."
(QS. An-Naml 27: Ayat 66)

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا ءَاِذَا كُنَّا تُرٰبًا وَّاٰبَآ ؤُنَاۤ اَئِنَّا  لَمُخْرَجُوْنَ
wa qoolallaziina kafaruuu a izaa kunnaa turoobaw wa aabaaa`unaaa a innaa lamukhrojuun
"Dan orang-orang yang kafir berkata, Setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) nenek moyang kita, apakah benar kita akan dikeluarkan (dari kubur)?"
(QS. An-Naml 27: Ayat 67)

لَـقَدْ وُعِدْنَا هٰذَا نَحْنُ وَاٰبَآ ؤُنَا مِنْ  قَبْلُ ۙ  اِنْ هٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
laqod wu'idnaa haazaa nahnu wa aabaaa`unaa ming qoblu in haazaaa illaaa asaathiirul-awwaliin
"Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini (hari kebangkitan); kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
(QS. An-Naml 27: Ayat 68)

قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِيْنَ
qul siiruu fil-ardhi fanzhuruu kaifa kaana 'aaqibatul-mujrimiin
"Katakanlah (Muhammad), Berjalanlah kamu di Bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa."
(QS. An-Naml 27: Ayat 69)

وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُنْ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ
wa laa tahzan 'alaihim wa laa takun fii dhoiqim mimmaa yamkuruun
"Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka."
(QS. An-Naml 27: Ayat 70)

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
wa yaquuluuna mataa haazal-wa'du ing kuntum shoodiqiin
"Dan mereka (orang kafir) berkata, Kapankah datangnya janji (azab) itu, jika kamu orang yang benar."
(QS. An-Naml 27: Ayat 71)

قُلْ  عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنَ رَدِفَ لَـكُمْ بَعْضُ الَّذِيْ تَسْتَعْجِلُوْنَ
qul 'asaaa ay yakuuna rodifa lakum ba'dhullazii tasta'jiluun
"Katakanlah (Muhammad), Boleh jadi sebagian dari (azab) yang kamu minta disegerakan itu telah hampir sampai kepadamu."
(QS. An-Naml 27: Ayat 72)

وَاِنَّ رَبَّكَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا  يَشْكُرُوْنَ
wa inna robbaka lazuu fadhlin 'alan-naasi wa laakinna aksarohum laa yasykuruun
"Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki karunia (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 73)

وَاِنَّ رَبَّكَ لَيَـعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُوْرُهُمْ وَمَا  يُعْلِنُوْنَ
wa inna robbaka laya'lamu maa tukinnu shuduuruhum wa maa yu'linuun
"Dan sungguh, Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 74)

وَمَا مِنْ غَآئِبَةٍ فِى السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
wa maa min ghooo`ibatin fis-samaaa`i wal-ardhi illaa fii kitaabim mubiin
"Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di Bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 75)

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَقُصُّ عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَكْثَرَ الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
inna haazal-qur`aana yaqushshu 'alaa baniii isrooo`iila aksarollazii hum fiihi yakhtalifuun
"Sungguh, Al-Qur'an ini menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari (perkara) yang mereka perselisihkan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 76)

وَاِنَّهٗ  لَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
wa innahuu lahudaw wa rohmatul lil-mu`miniin
"Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
(QS. An-Naml 27: Ayat 77)

اِنَّ رَبَّكَ  يَقْضِيْ بَيْنَهُمْ بِحُكْمِهٖ ۚ  وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْعَلِيْمُ 
inna robbaka yaqdhii bainahum bihukmih, wa huwal-'aziizul-'aliim
"Sungguh, Tuhanmu akan menyelesaikan (perkara) di antara mereka dengan hukum-Nya, dan Dia Maha Perkasa, Maha Mengetahui."
(QS. An-Naml 27: Ayat 78)

فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ  اِنَّكَ عَلَى الْحَـقِّ الْمُبِيْنِ
fa tawakkal 'alalloh, innaka 'alal-haqqil-mubiin
"Maka bertawakallah kepada Allah, sungguh engkau (Muhammad) berada di atas kebenaran yang nyata."
(QS. An-Naml 27: Ayat 79)

اِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَآءَ اِذَا  وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَ
innaka laa tusmi'ul-mautaa wa laa tusmi'ush-shummad-du'aaa`a izaa wallau mudbiriin
"Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang."
(QS. An-Naml 27: Ayat 80)

وَمَاۤ اَنْتَ بِهٰدِى الْعُمْيِ عَنْ ضَلٰلَتِهِمْ ۗ  اِنْ تُسْمِعُ اِلَّا مَنْ يُّؤْمِنُ بِاٰيٰتِنَا فَهُمْ مُّسْلِمُوْنَ
wa maaa anta bihaadil-'umyi 'an dholaalatihim, in tusmi'u illaa may yu`minu bi`aayaatinaa fa hum muslimuun
"Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk orang buta dari kesesatannya. Engkau tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri."
(QS. An-Naml 27: Ayat 81)

وَ اِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ اَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآ بَّةً مِّنَ الْاَرْضِ  تُكَلِّمُهُمْ ۙ  اَنَّ النَّاسَ كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا لَا يُوْقِنُوْنَ
wa izaa waqo'al-qoulu 'alaihim akhrojnaa lahum daaabbatam minal-ardhi tukallimuhum annan-naasa kaanuu bi`aayaatinaa laa yuuqinuun
"Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."
(QS. An-Naml 27: Ayat 82)

وَ يَوْمَ نَحْشُرُ مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ فَوْجًا مِّمَّنْ يُّكَذِّبُ  بِاٰيٰتِنَا فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ
wa yauma nahsyuru ming kulli ummatin faujam mim may yukazzibu bi`aayaatinaa fa hum yuuza'uun
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat, segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok)."
(QS. An-Naml 27: Ayat 83)

حَتّٰۤى اِذَا جَآءُوْ قَالَ اَكَذَّبْتُمْ  بِاٰيٰتِيْ وَلَمْ تُحِيْطُوْا بِهَا عِلْمًا اَمَّاذَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
hattaaa izaa jaaa`uu qoola a kazzabtum bi`aayaatii wa lam tuhiithuu bihaa 'ilman ammaazaa kuntum ta'maluun
"Hingga apabila mereka datang, Dia (Allah) berfirman, Mengapa kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, atau apakah yang telah kamu kerjakan?"
(QS. An-Naml 27: Ayat 84)

وَوَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ بِمَا ظَلَمُوْا فَهُمْ لَا يَنْطِقُوْنَ
wa waqo'al-qoulu 'alaihim bimaa zholamuu fa hum laa yanthiquun
"Dan berlakulah perkataan (janji azab) atas mereka karena kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata."
(QS. An-Naml 27: Ayat 85)

اَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا الَّيْلَ لِيَسْكُنُوْا فِيْهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا   ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّـقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
a lam yarou annaa ja'alnal-laila liyaskunuu fiihi wan-nahaaro mubshiroo, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy yu`minuun
"Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman."
(QS. An-Naml 27: Ayat 86)

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِيْ الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِيْ السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَآءَ اللّٰهُ ۗ  وَكُلٌّ اَتَوْهُ دٰخِرِيْنَ
wa yauma yunfakhu fish-shuuri fa fazi'a man fis-samaawaati wa man fil-ardhi illaa man syaaa`alloh, wa kullun atauhu daakhiriin
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri."
(QS. An-Naml 27: Ayat 87)

وَتَرَى الْجِبَالَ  تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۗ  صُنْعَ اللّٰهِ  الَّذِيْۤ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۗ  اِنَّهٗ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَفْعَلُوْنَ
wa tarol-jibaala tahsabuhaa jaamidataw wa hiya tamurru marros-sahaab, shun'allohillaziii atqona kulla syaii`, innahuu khobiirum bimaa taf'aluun
"Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 88)

مَنْ جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيْرٌ مِّنْهَا ۚ  وَهُمْ مِّنْ فَزَعٍ يَّوْمَئِذٍ  اٰمِنُوْنَ
man jaaa`a bil-hasanati fa lahuu khoirum min-haa, wa hum min faza'iy yauma`izin aaminuun
"Barang siapa membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu."
(QS. An-Naml 27: Ayat 89)

وَمَنْ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ ۗ  هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
wa man jaaa`a bis-sayyi`ati fa kubbat wujuuhuhum fin-naar, hal tujzauna illaa maa kuntum ta'maluun
"Dan barang siapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 90)

اِنَّمَاۤ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ رَبَّ هٰذِهِ  الْبَلْدَةِ الَّذِيْ حَرَّمَهَا وَلَهٗ كُلُّ شَيْءٍ وَّاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ  الْمُسْلِمِيْنَ
innamaaa umirtu an a'buda robba haazihil-baldatillazii harromahaa wa lahuu kullu syai`iw wa umirtu an akuuna minal-muslimiin
"Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang Dia telah menjadikan suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang muslim,"
(QS. An-Naml 27: Ayat 91)

وَاَنْ اَتْلُوَا الْقُرْاٰنَ ۚ  فَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ   وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ
wa an atluwal-qur`aan, fa manihtadaa fa innamaa yahtadii linafsih, wa man dholla fa qul innamaaa ana minal-munziriin
"dan agar aku membacakan Al-Qur'an (kepada manusia). Maka barang siapa mendapat petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa sesat, maka katakanlah, Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 92)

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ سَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ فَتَعْرِفُوْنَهَا   ۗ  وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
wa qulil-hamdu lillaahi sayuriikum aayaatihii fa ta'rifuunahaa, wa maa robbuka bighoofilin 'ammaa ta'maluun
"Dan katakanlah (Muhammad), Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran)-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 93)

Vidio Bacaan Surat An-Naml


Terimakasih teman-teman yang sudah membuka halaman bacaan surat An-Naml ini. Semoga dengan berkunjungnya kalian membuat teman-teman kita yang lainya ikut berkunjung juga ke sini, Aamiin. Dan jangan lupa ya teman-teman untuk selalu membagikan postingan yang ada di blog ini.

TERIMAKASIH

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu

Jangan Lupa Share Ya.......

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat An-Naml Ayat 1-93 Lengkap Arab, Latin, Dan Terjemahannya