Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Kamis, 26 Juli 2018

Bacaan Surat Al-'Ankabut Ayat 1-69 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia





Bacaan Surat Al-'Ankabut Ayat 1-69 Lengkap Dengan Artinya

bacaan suratAl-'Ankabut, terjemahan surat Al-'Ankabut, latin surat Al-'Ankabut, Al-Qur'an surat Al-'Ankabut

INFORMASI SURAT
Nama surah           : Al-'Ankabut (Laba-Laba)
Surah ke                : 29
Jumlah ayat           : 69 Ayat
Surah sebelumnya : Al-Qasas
Surah berikutnya   : Ar-Rum
Juz ke                    : Juz 20-21
Klasifikasi             : Makkiyah

bacaan suratAl-'Ankabut, terjemahan surat Al-'Ankabut, latin surat Al-'Ankabut, Al-Qur'an surat Al-'Ankabut
Allah SWT berfirman:
الٓمّٓ
alif laaam miiim
"Alif Lam Mim."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 1)

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا  يُفْتَـنُوْنَ
a hasiban-naasu ay yutrokuuu ay yaquuluuu aamannaa wa hum laa yuftanuun
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 2)

وَلَقَدْ فَتَـنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَـعْلَمَنَّ اللّٰهُ  الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ
wa laqod fatannallaziina ming qoblihim fa laya'lamannallohullaziina shodaquu walaya'lamannal-kaazibiin
"Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 3)

اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّسْبِقُوْنَا   ۗ  سَآءَ مَا يَحْكُمُوْنَ
am hasiballaziina ya'maluunas-sayyi`aati ay yasbiquunaa, saaa`a maa yahkumuun
"Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 4)

مَنْ كَانَ  يَرْجُوْا لِقَآءَ اللّٰهِ فَاِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ لَاٰتٍ ۗ  وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
mang kaana yarjuu liqooo`allohi fa inna ajalallohi la`aat, wa huwas-samii'ul-'aliim
"Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 5)

وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِيٌّ عَنِ  الْعٰلَمِيْنَ
wa man jaahada fa innamaa yujaahidu linafsih, innalloha laghoniyyun 'anil-'aalamiin
"Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 6)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـنُكَفِّرَنَّ  عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَـنَجْزِيَنَّهُمْ اَحْسَنَ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
wallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lanukaffironna 'an-hum sayyi`aatihim wa lanajziyannahum ahsanallazii kaanuu ya'maluun
"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 7)

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا   ۗ  وَاِنْ جَاهَدٰكَ لِتُشْرِكَ بِيْ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا   ۗ  اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
wa washshoinal-insaana biwaalidaihi husnaa, wa in jaahadaaka litusyrika bii maa laisa laka bihii 'ilmun fa laa tuthi'humaa, ilayya marji'ukum fa unabbi`ukum bimaa kuntum ta'maluun
"Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 8)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـنُدْخِلَـنَّهُمْ فِى الصّٰلِحِيْنَ
wallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lanudkhilannahum fish-shoolihiin
"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka pasti akan Kami masukkan ke dalam (golongan) orang yang saleh."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 9)

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ فَاِذَاۤ اُوْذِيَ فِى اللّٰهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللّٰهِ ۗ  وَلَئِنْ جَآءَ نَـصْرٌ مِّنْ رَّبِّكَ لَيَـقُوْلُنَّ اِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ ۗ  اَوَلَـيْسَ اللّٰهُ بِاَعْلَمَ بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعٰلَمِيْنَ
wa minan-naasi may yaquulu aamannaa billaahi fa izaaa uuziya fillaahi ja'ala fitnatan-naasi ka'azaabillaah, wa la`in jaaa`a nashrum mir robbika layaquulunna innaa kunnaa ma'akum, a wa laisallohu bi`a'lama bimaa fii shuduuril-'aalamiin
"Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata, Kami beriman kepada Allah, tetapi apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu, niscaya mereka akan berkata, Sesungguhnya kami bersama kamu. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia?"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 10)

وَلَيَـعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَيَـعْلَمَنَّ  الْمُنٰفِقِيْنَ
wa laya'lamannallohullaziina aamanuu wa laya'lamannal-munaafiqiin
"Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang yang munafik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 11)

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّبِعُوْا سَبِيْلَـنَا وَلْـنَحْمِلْ خَطٰيٰكُمْ   ۗ  وَمَا هُمْ بِحٰمِلِيْنَ مِنْ خَطٰيٰهُمْ مِّنْ شَيْءٍ ۗ  اِنَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ
wa qoolallaziina kafaruu lillaziina aamanuttabi'uu sabiilanaa walnahmil khothooyaakum, wa maa hum bihaamiliina min khothooyaahum min syaii`, innahum lakaazibuun
"Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, Ikutilah jalan kami, dan kami akan memikul dosa-dosamu, padahal mereka sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka sendiri. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 12)

وَلَيَحْمِلُنَّ اَ ثْقَالَهُمْ وَاَ ثْقَالًا مَّعَ اَثْقَالِهِمْ وَلَـيُسْـئَـلُنَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَمَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
wa layahmilunna asqoolahum wa asqoolam ma'a asqoolihim wa layus`alunna yaumal-qiyaamati 'ammaa kaanuu yaftaruun
"Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 13)

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَ لْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا   ۗ  فَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ
wa laqod arsalnaa nuuhan ilaa qoumihii fa labisa fiihim alfa sanatin illaa khomsiina 'aamaa, fa akhozahumuth-thuufaanu wa hum zhoolimuun
"Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 14)

فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَصْحٰبَ السَّفِيْنَةِ وَجَعَلْنٰهَاۤ اٰيَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
fa anjainaahu wa ash-haabas-safiinati wa ja'alnaahaaa aayatal lil-'aalamiin
"Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai pelajaran bagi semua manusia."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 15)

وَاِبْرٰهِيْمَ اِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاتَّقُوْهُ   ۗ  ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
wa ibroohiima iz qoola liqoumihi'budulloha wattaquuh, zaalikum khoirul lakum ing kuntum ta'lamuun
"Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 16)

اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا   ۗ  اِنَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَـكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهٗ   ۗ  اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
innamaa ta'buduuna min duunillaahi ausaanaw wa takhluquuna ifkaa, innallaziina ta'buduuna min duunillaahi laa yamlikuuna lakum rizqon fabtaghuu 'indallohir-rizqo wa'buduuhu wasykuruu lah, ilaihi turja'uun
"Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 17)

وَاِنْ تُكَذِّبُوْا فَقَدْ كَذَّبَ اُمَمٌ مِّنْ  قَبْلِكُمْ ۗ  وَمَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
wa in tukazzibuu fa qod kazzaba umamum ming qoblikum, wa maa 'alar-rosuuli illal-balaaghul-mubiin
"Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka sungguh, umat sebelum kamu juga telah mendustakan (para rasul). Dan kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan jelas."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 18)

اَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللّٰهُ الْخَـلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ    ۗ  اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
a wa lam yarou kaifa yubdi`ullohul-kholqo summa yu'iiduh, inna zaalika 'alallohi yasiir
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 19)

قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَاَ الْخَـلْقَ ثُمَّ اللّٰهُ يُنْشِئُ النَّشْاَةَ الْاٰخِرَةَ    ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
qul siiruu fil-ardhi fanzhuruu kaifa bada`al-kholqo summallohu yunsyi`un-nasy`atal-aakhiroh, innalloha 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Katakanlah, Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 20)

يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَّشَآءُ   ۚ  وَاِلَيْهِ تُقْلَبُوْنَ
yu'azzibu may yasyaaa`u wa yar-hamu may yasyaaa`, wa ilaihi tuqlabuun
"Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 21)

وَمَاۤ اَنْـتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَآءِ ۖ  وَمَا لَـكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
wa maaa antum bimu'jiziina fil-ardhi wa laa fis-samaaa`i wa maa lakum min duunillaahi miw waliyyiw wa laa nashiir
"Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 22)

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَلِقَآئِهٖۤ اُولٰٓئِكَ يَئِسُوْا مِنْ رَّحْمَتِيْ  وَاُولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
wallaziina kafaruu bi`aayaatillaahi wa liqooo`ihiii ulaaa`ika ya`isuu mir rohmatii wa ulaaa`ika lahum 'azaabun aliim
"Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 23)

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖۤ اِلَّاۤ اَنْ قَالُوا اقْتُلُوْهُ اَوْ حَرِّقُوْهُ فَاَنْجٰٮهُ اللّٰهُ مِنَ النَّارِ   ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
fa maa kaana jawaaba qoumihiii illaaa ang qooluqtuluuhu au harriquuhu fa anjaahullohu minan-naar, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy yu`minuun
"Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim), selain mengatakan, Bunuhlah atau bakarlah dia, lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 24)

وَقَالَ اِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا   ۙ  مَّوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا   ۚ  ثُمَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَّيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا  ۖ  وَّمَأْوٰٮكُمُ النَّارُ وَمَا لَـكُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
wa qoola innamattakhoztum min duunillaahi ausaanam mawaddata bainikum fil-hayaatid-dun-yaa, summa yaumal-qiyaamati yakfuru ba'dhukum biba'dhiw wa yal'anu ba'dhukum ba'dhow wa ma`waakumun-naaru wa maa lakum min naashiriin
"Dan dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 25)

فَاٰمَنَ لَهٗ لُوْطٌ ۘ  وَقَالَ اِنِّيْ مُهَاجِرٌ اِلٰى رَبِّيْ   ۗ  اِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
fa aamana lahuu luuth, wa qoola innii muhaajirun ilaa robbii, innahuu huwal-'aziizul-hakiim
"Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 26)

وَوَهَبْنَا لَهٗۤ اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَجَعَلْنَا فِيْ ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتٰبَ وَاٰتَيْنٰهُ اَجْرَهٗ فِى الدُّنْيَا   ۚ  وَاِنَّهٗ فِى الْاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa wahabnaa lahuuu is-haaqo wa ya'quuba wa ja'alnaa fii zurriyyatihin-nubuwwata wal-kitaaba wa aatainaahu ajrohuu fid-dun-yaa, wa innahuu fil-aakhiroti laminash-shoolihiin
"Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 27)

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖۤ اِنَّكُمْ لَـتَأْتُوْنَ  الْفَاحِشَةَ ۖ  مَا سَبَـقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
wa luuthon iz qoola liqoumihiii innakum lata`tuunal-faahisyata maa sabaqokum bihaa min ahadim minal-'aalamiin
"Dan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya, Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 28)

اَئِنَّكُمْ لَـتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُوْنَ السَّبِيْلَ  ۙ  وَتَأْ تُوْنَ فِيْ نَادِيْكُمُ الْمُنْكَرَ   ۗ  فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖۤ اِلَّاۤ اَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
a innakum lata`tuunar-rijaala wa taqtho'uunas-sabiila wa ta`tuuna fii naadiikumul-mungkar, fa maa kaana jawaaba qoumihiii illaaa ang qoolu`tinaa bi'azaabillaahi ing kunta minash-shoodiqiin
"Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 29)

قَالَ رَبِّ  انْصُرْنِيْ عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ
qoola robbinshurnii 'alal-qoumil-mufsidiin
"Dia (Lut) berdoa, Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 30)

وَلَمَّا جَآءَتْ رُسُلُنَاۤ اِبْرٰهِيْمَ بِالْبُشْرٰى ۙ  قَالُـوْۤا اِنَّا مُهْلِكُوْۤا اَهْلِ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ   ۚ  اِنَّ اَهْلَهَا كَانُوْا ظٰلِمِيْنَ 
wa lammaa jaaa`at rusulunaaa ibroohiima bil-busyroo qooluuu innaa muhlikuuu ahli haazihil-qoryah, inna ahlahaa kaanuu zhoolimiin
"Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, Sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 31)

قَالَ اِنَّ فِيْهَا لُوْطًا  ۗ  قَالُوْا نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَنْ فِيْهَا  ۖ  لَـنُـنَجِّيَـنَّهٗ وَاَهْلَهٗۤ اِلَّا امْرَاَتَهٗ كَانَتْ مِنَ الْغٰبِرِيْنَ
qoola inna fiihaa luuthoo, qooluu nahnu a'lamu biman fiihaa lanunajjiyannahuu wa ahlahuuu illamro`atahuu kaanat minal-ghoobiriin
"Ibrahim berkata, Sesungguhnya di kota itu ada Lut. Mereka (para malaikat) berkata, Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 32)

وَلَمَّاۤ اَنْ جَآءَتْ  رُسُلُـنَا لُوْطًا سِيْٓءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَّقَالُوْا  لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۗ  اِنَّا مُنَجُّوْكَ وَاَهْلَكَ اِلَّا  امْرَاَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغٰبِرِيْنَ
wa lammaaa an jaaa`at rusulunaa luuthon siii`a bihim wa dhooqo bihim zar'aw wa qooluu laa takhof wa laa tahzan, innaa munajjuuka wa ahlaka illamro`ataka kaanat minal-ghoobiriin
"Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Lut, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang tinggal (dibinasakan)."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 33)

اِنَّا مُنْزِلُوْنَ عَلٰۤى اَهْلِ  هٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ السَّمَآءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
innaa munziluuna 'alaaa ahli haazihil-qoryati rijzam minas-samaaa`i bimaa kaanuu yafsuquun
"Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 34)

وَلَقَدْ تَّرَكْنَا مِنْهَاۤ اٰيَةًۢ بَيِّنَةً لِّـقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
wa laqot taroknaa min-haaa aayatam bayyinatal liqoumiy ya'qiluun
"Dan sungguh, tentang itu telah Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang mengerti."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 35)

وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًا   ۙ  فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَ ارْجُوا الْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ
wa ilaa madyana akhoohum syu'aiban fa qoola yaa qoumi'budulloha warjul-yaumal-aakhiro wa laa ta'sau fil-ardhi mufsidiin
"Dan kepada penduduk Madyan, (Kami telah mengutus) saudara mereka Syu'aib, dia berkata, Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari Akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 36)

فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ  جٰثِمِيْنَ
fa kazzabuuhu fa akhozat-humur-rojfatu fa ashbahuu fii daarihim jaasimiin
"Mereka mendustakannya (Syu'aib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka,"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 37)

وَعَادًا وَّثَمُوْدَاۡ وَقَدْ تَّبَيَّنَ لَـكُمْ مِّنْ مَّسٰكِنِهِمْ ۗ   وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ  وَكَانُوْا مُسْتَـبْصِرِيْنَ
wa 'aadaw wa samuuda wa qot tabayyana lakum mim masaakinihim, wa zayyana lahumusy-syaithoonu a'maalahum fa shoddahum 'anis-sabiili wa kaanuu mustabshiriin
"juga (ingatlah) kaum 'Ad dan Samud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam,"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 38)

وَقَارُوْنَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامٰنَ ۗ  وَلَقَدْ جَآءَهُمْ مُّوْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ فَاسْتَكْبَرُوْا فِى الْاَرْضِ وَمَا كَانُوْا سٰبِقِيْنَ
wa qooruuna wa fir'auna wa haamaan, wa laqod jaaa`ahum muusaa bil-bayyinaati fastakbaruu fil-ardhi wa maa kaanuu saabiqiin
"dan (juga) Qarun, Fir'aun, dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah)."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 39)

فَكُلًّا اَخَذْنَا بِذَنْۢبِهٖ   ۚ  فَمِنْهُمْ مَّنْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا   ۚ  وَمِنْهُمْ مَّنْ اَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ     ۚ  وَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْاَرْضَ   ۚ  وَمِنْهُمْ مَّنْ اَغْرَقْنَا   ۚ  وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَـظْلِمَهُمْ وَلٰـكِنْ كَانُوْۤا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
fa kullan akhoznaa bizambihii fa min-hum man arsalnaa 'alaihi haashibaa, wa min-hum man akhozat-hush-shoihah, wa min-hum man khosafnaa bihil-ardh, wa min-hum man aghroqnaa, wa maa kaanallohu liyazhlimahum wa laaking kaanuuu anfusahum yazhlimuun
"Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam Bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 40)

مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِ  ۚ  اِتَّخَذَتْ بَيْتًا   ۗ  وَ اِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِ ۘ  لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
masalullaziinattakhozuu min duunillaahi auliyaaa`a kamasalil-'angkabuut, ittakhozat baitaa, wa inna auhanal-buyuuti labaitul-'angkabuut, lau kaanuu ya'lamuun
"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 41)

اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ مِنْ شَيْءٍ ۗ  وَهُوَ  الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
innalloha ya'lamu maa yad'uuna min duunihii min syaii`, wa huwal-'aziizul-hakiim
"Sungguh, Allah mengetahui apa saja yang mereka sembah selain Dia. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 42)

وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۚ  وَمَا  يَعْقِلُهَاۤ اِلَّا الْعٰلِمُوْنَ
wa tilkal-amsaalu nadhribuhaa lin-naas, wa maa ya'qiluhaaa illal-'aalimuun
"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 43)

خَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضَ بِالْحَـقِّ  ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ
kholaqollaahus-samaawaati wal-ardho bil-haqq, inna fii zaalika la`aayatal lil-mu`miniin
"Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 44)

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ    ۗ   اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ  وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ   ۗ   وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
utlu maaa uuhiya ilaika minal-kitaabi wa aqimish-sholaah, innash-sholaata tan-haa 'anil-fahsyaaa`i wal-mungkar, walazikrullohi akbar, wallohu ya'lamu maa tashna'uun
"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45)

وَلَا تُجَادِلُوْۤا اَهْلَ الْكِتٰبِ  اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ   ۖ  اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ وَقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا  بِالَّذِيْۤ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَاُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَاِلٰهُـنَا وَاِلٰهُكُمْ وَاحِدٌ  وَّنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ
wa laa tujaadiluuu ahlal-kitaabi illaa billatii hiya ahsanu illallaziina zholamuu min-hum wa quuluuu aamannaa billaziii unzila ilainaa wa unzila ilaikum wa ilaahunaa wa ilaahukum waahiduw wa nahnu lahuu muslimuun
"Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, Kami telah beriman kepada (Kitab-Kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 46)

وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ ۗ  فَالَّذِيْنَ  اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ ۚ  وَمِنْ هٰٓ ؤُلَآ ءِ مَنْ يُّؤْمِنُ بِهٖ  ۗ  وَ مَا يَجْحَدُ بِاٰيٰتِنَاۤ اِلَّا الْكٰفِرُوْنَ
wa kazaalika anzalnaaa ilaikal-kitaab, fallaziina aatainaahumul-kitaaba yu`minuuna bih, wa min haaa`ulaaa`i may yu`minu bih, wa maa yaj-hadu bi`aayaatinaaa illal-kaafiruun
"Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 47)

وَمَا كُنْتَ تَـتْلُوْا مِنْ قَبْلِهٖ  مِنْ كِتٰبٍ وَّلَا تَخُطُّهٗ بِيَمِيْنِكَ اِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُوْنَ
wa maa kunta tatluu ming qoblihii ming kitaabiw wa laa takhuththuhuu biyamiinika izal lartaabal-mubthiluun
"Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu Kitab sebelum (Al-Qur'an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 48)

بَلْ هُوَ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ فِيْ صُدُوْرِ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ ۗ  وَمَا يَجْحَدُ بِاٰيٰتِنَاۤ اِلَّا الظّٰلِمُوْنَ
bal huwa aayaatum bayyinaatun fii shuduurillaziina uutul-'ilm, wa maa yaj-hadu bi`aayaatinaaa illazh-zhoolimuun
"Sebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 49)

وَقَالُوْا لَوْلَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيٰتٌ مِّنْ رَّبِّهٖ  ۗ  قُلْ  اِنَّمَا الْاٰيٰتُ عِنْدَ اللّٰهِ  ۗ   وَاِنَّمَاۤ اَنَاۡ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
wa qooluu lau laaa unzila 'alaihi aayaatum mir robbih, qul innamal-aayaatu 'indalloh, wa innamaaa ana naziirum mubiin
"Dan mereka (orang-orang kafir Mekah) berkata, Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya? Katakanlah (Muhammad), Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 50)

اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ اَنَّاۤ اَنْزَلْنَا  عَلَيْكَ الْكِتٰبَ يُتْلٰى عَلَيْهِمْ ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَرَحْمَةً وَّذِكْرٰى لِقَوْمٍ  يُّؤْمِنُوْنَ
a wa lam yakfihim annaaa anzalnaa 'alaikal-kitaaba yutlaa 'alaihim, inna fii zaalika larohmataw wa zikroo liqoumiy yu`minuun
"Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 51)

قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ شَهِيْدًا    ۚ  يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ   ۗ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوْا بِاللّٰهِ   ۙ  اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
qul kafaa billaahi bainii wa bainakum syahiidaa, ya'lamu maa fis-samaawaati wal-ardh, wallaziina aamanuu bil-baathili wa kafaruu billaahi ulaaa`ika humul-khoosiruun
"Katakanlah (Muhammad), Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 52)

وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالْعَذَابِ ۗ  وَلَوْلَاۤ اَجَلٌ مُّسَمًّى لَّجَآءَهُمُ الْعَذَابُ ۗ   وَلَيَأْتِيَنَّهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
wa yasta'jiluunaka bil-'azaab, walau laaa ajalum musammal lajaaa`ahumul-'azaab, wa laya`tiyannahum baghtataw wa hum laa yasy'uruun
"Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 53)

يَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالْعَذَابِ ۗ  وَ اِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ  ۢ بِالْكٰفِرِيْنَ
yasta'jiluunaka bil-'azaab, wa inna jahannama lamuhiithotum bil-kaafiriin
"Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir,"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 54)

يَوْمَ يَغْشٰٮهُمُ الْعَذَابُ مِنْ  فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْ وَيَقُوْلُ ذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
yauma yaghsyaahumul-'azaabu min fauqihim wa min tahti arjulihim wa yaquulu zuuquu maa kuntum ta'maluun
"pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) berkata (kepada mereka), Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 55)

يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ اَرْضِيْ وَاسِعَةٌ فَاِيَّايَ فَاعْبُدُوْنِ
yaa 'ibaadiyallaziina aamanuuu inna ardhii waasi'atun fa iyyaaya fa'buduun
"Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja)."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 56)

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ  ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
kullu nafsin zaaa`iqotul-mauut, summa ilainaa turja'uun
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 57)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوْا الصّٰلِحٰتِ لَـنُبَـوِّئَنَّهُمْ مِّنَ الْجَـنَّةِ غُرَفًا تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا   ۗ  نِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ
wallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lanubawwi`annahum minal-jannati ghurofan tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, ni'ma ajrul-'aamiliin
"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan,"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 58)

الَّذِيْنَ  صَبَرُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
allaziina shobaruu wa 'alaa robbihim yatawakkaluun
"(yaitu) orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 59)

وَكَاَيِّنْ مِّنْ دَآ بَّةٍ لَّا تَحْمِلُ  رِزْقَهَا  ۖ  اللّٰهُ يَرْزُقُهَا وَاِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
wa ka`ayyim min daaabbatil laa tahmilu rizqohallohu yarzuquhaa wa iyyaakum wa huwas-samii'ul-'aliim
"Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 60)

وَلَئِنْ  سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ  لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۚ  فَاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
wa la`in sa`altahum man kholaqos-samaawaati wal-ardho wa sakhkhorosy-syamsa wal-qomaro layaquulunnalloh, fa annaa yu`fakuun
"Dan jika engkau bertanya kepada mereka, Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Pasti mereka akan menjawab, Allah. Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran)."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 61)

اَللّٰهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
allohu yabsuthur-rizqo limay yasyaaa`u min 'ibaadihii wa yaqdiru lah, innalloha bikulli syai`in 'aliim
"Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 62)

وَلَئِنْ  سَاَلْتَهُمْ مَّنْ نَّزَّلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ مِنْۢ بَعْدِ  مَوْتِهَا لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۗ  قُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ۗ  بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ
wa la`in sa`altahum man nazzala minas-samaaa`i maaa`an fa ahyaa bihil-ardho mim ba'di mautihaa layaquulunnallohu qulil-hamdu lillaah, bal aksaruhum laa ya'qiluun
"Dan jika kamu bertanya kepada mereka, Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati? Pasti mereka akan menjawab, Allah. Katakanlah, Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 63)

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌ ۗ  وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ  لَهِيَ الْحَـيَوَانُ ۘ  لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
wa maa haazihil-hayaatud-dun-yaaa illaa lahwuw wa la'ib, wa innad-daarol-aakhirota lahiyal-hayawaan, lau kaanuu ya'lamuun
"Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 64)

فَاِذَا رَكِبُوْا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ  ۚ  فَلَمَّا نَجّٰٮهُمْ اِلَى الْبَـرِّ اِذَا هُمْ يُشْرِكُوْنَ
fa izaa rokibuu fil-fulki da'awulloha mukhlishiina lahud-diin, fa lammaa najjaahum ilal-barri izaa hum yusyrikuun
"Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) menyekutukan (Allah),"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 65)

لِيَكْفُرُوْا بِمَاۤ اٰتَيْنٰهُمْ   ۙ  وَلِيَتَمَتَّعُوْا   ۗ  فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
liyakfuruu bimaaa aatainaahum wa liyatamatta'uu, fa saufa ya'lamuun
"biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silakan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 66)

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا اٰمِنًا وَّيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ   ۗ  اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ    وَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَكْفُرُوْنَ
a wa lam yarou annaa ja'alnaa haroman aaminaw wa yutakhoththofun-naasu min haulihim, a fa bil-baathili yu`minuuna wa bini'matillaahi yakfuruun
"Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 67)

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِالْحَـقِّ  لَـمَّا جَآءَهٗ ۗ  اَلَيْسَ فِيْ جَهَـنَّمَ مَثْوًى لِّلْكٰفِرِيْنَ
wa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kaziban au kazzaba bil-haqqi lammaa jaaa`ah, a laisa fii jahannama maswal lil-kaafiriin
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam Neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 68)

وَالَّذِيْنَ  جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  ۗ  وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
wallaziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa, wa innalloha lama'al-muhsiniin
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)

Vidio Bacaan Surat Al-'Ankabut


Terima kasih sudah berkunjung dan mebaca surat Al-'Ankabut di blog ini.
Jangan Lupa Share Ya.....

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Al-'Ankabut Ayat 1-69 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia