Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Senin, 09 April 2018

Bacaan Surat Ali-Imran Ayat 1-200 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia





Bacaan Surat Ali-'Imran Lengkap Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia - Assalamualaikum teman-teman, semoga kalian tetap dalam lindungan Allah dan dalam keadaan sehat tak kurang dari suatu apapun. Pada kesempatan kali ini seperti biasa saya akan membagikan bacan surat dalam Al-Qur'an yang kemarin admin telah memposting surat Al-Baqarah, untuk yang sekarang admin akan membagikan bacaan surat Ali-Imran lengkap dengan terjemahan juga bacaan dalam tulisan arab dan latin.

Ali-Imran adalah surat ke 3 dalam kitab suci Al-Qur'an dan terdiri atas 200 ayat, Di namakan Ali-Imran karna surat ini banyak membahas tentang keluarga imran di bandingkan dengan surat lain. Terdapat pada pembagian juz ke 3 dan 4 dan tergolong surat Madaniyyah, karna surat ini di terima Rasulullah pada saat telah hijrah ke madinah.

INFORMASI SURAT
Nama surah           : Ali-'Imran
Surah ke                : 3
Jumlah ayat           : 200 Ayat
Surah sebelumnya : Al-Baqarah
Surah berikutnya   : An-Nisa'
Juz ke                    : Juz 3-4
Klasifikasi             : Madaniyah

Bacaan Surat Ali-Imran Lengkap Ayat 1-200 Dengan Tulisan Arab Latin, Dan Terjemahannya Dalam bahasa Indonesia
Berikut ini adalah bacaan suratnya, untuk teman-teman yang ingin segera membacanya silahkan. Dengan pengaturan seperti berikut  semoga kalian dapat membacanya dengan santai. Untuk saran dan jika ada kekurangan jangan sungkan-sungkan untuk memberitahu kami di kolom komentar. Terima kasih, Selamat Membaca
 
الٓمّٓ 
alif laaam miiim
"Alif Lam Mim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 1)

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۙ  الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ
allohu laaa ilaaha illaa huwal-hayyul-qoyyuum
"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 2)

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْـكِتٰبَ  بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ
nazzala 'alaikal-kitaaba bil-haqqi mushoddiqol limaa baina yadaihi wa anzalat-tauroota wal-injiil
"Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 3)

مِنْ قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَاَنْزَلَ الْفُرْقَانَ    ۗ  اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ   ۗ  وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍ
ming qoblu hudal lin-naasi wa anzalal-furqoon, innallaziina kafaruu bi`aayaatillaahi lahum 'azaabun syadiid, wallohu 'aziizun zuntiqoom
"sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan. Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai hukuman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 4)

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَخْفٰى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَآءِ 
innalloha laa yakhfaa 'alaihi syai`un fil-ardhi wa laa fis-samaaa`
"Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 5)

هُوَ الَّذِيْ يُصَوِّرُكُمْ فِى الْاَرْحَامِ كَيْفَ يَشَآءُ  ۗ  لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
huwallazii yushowwirukum fil-ar-haami kaifa yasyaaa`, laaa ilaaha illaa huwal-'aziizul-hakiim
"Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 6)

هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ  ۗ  فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيْلِهٖ  ۚ  وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ  ۘ  وَ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖ  ۙ  كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا  ۚ  وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَلْبَابِ
huwallaziii anzala 'alaikal-kitaaba min-hu aayaatum muhkamaatun hunna ummul-kitaabi wa ukhoru mutasyaabihaat, fa ammallaziina fii quluubihim zaighun fayattabi'uuna maa tasyaabaha min-hubtighooo`al-fitnati wabtighooo`a ta`wiilih, wa maa ya'lamu ta`wiilahuuu illalloh, war-roosikhuuna fil-'ilmi yaquuluuna aamannaa bihii kullum min 'indi robbinaa, wa maa yazzakkaru illaaa ulul-albaab
"Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur'an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, Kami beriman kepadanya (Al-Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 7)

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً   ۚ  اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da iz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladungka rohmah, innaka antal-wahhaab
"(Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 8)

رَبَّنَاۤ اِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ  الْمِيْعَادَ
robbanaaa innaka jaami'un-naasi liyaumil laa roiba fiih, innalloha laa yukhliful-mii'aad
"Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 9)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَاۤ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْــئًا  ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمْ وَقُوْدُ النَّارِ
innallaziina kafaruu lan tughniya 'an-hum amwaaluhum wa laaa aulaaduhum minallohi syai`aa, wa ulaaa`ika hum waquudun-naar
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 10)

كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْنَ ۙ  وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ  كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا  ۚ  فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْ ۗ  وَاللّٰهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
kada`bi aali fir'auna wallaziina ming qoblihim, kazzabuu bi`aayaatinaa, fa akhozahumullohu bizunuubihim, wallohu syadiidul-'iqoob
"(Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 11)

قُلْ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَتُغْلَبُوْنَ وَتُحْشَرُوْنَ اِلٰى جَهَنَّمَ ۗ  وَبِئْسَ الْمِهَادُ
qul lillaziina kafaruu satughlabuuna wa tuhsyaruuna ilaa jahannam, wa bi`sal-mihaad
"Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang kafir, Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam Neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 12)

قَدْ كَانَ لَـكُمْ اٰيَةٌ فِيْ فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا  ۗ  فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاُخْرٰى كَافِرَةٌ يَّرَوْنَهُمْ مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۗ  وَاللّٰهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهٖ مَنْ يَّشَآءُ   ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ
qod kaana lakum aayatun fii fi`atainiltaqotaa, fi`atun tuqootilu fii sabiilillaahi wa ukhroo kaafirotuy yarounahum mislaihim ro`yal-'aiin, wallohu yu`ayyidu binashrihii may yasyaaa`, inna fii zaalika la'ibrotal li`ulil-abshoor
"Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 13)

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَالْبَـنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَـرْثِ ۗ  ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا  ۚ  وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ
zuyyina lin-naasi hubbusy-syahawaati minan-nisaaa`i wal-baniina wal-qonathiiril-muqonthoroti minaz-zahabi wal-fidhdhoti wal-khoilil-musawwamati wal-an'aami wal-hars, zaalika mataa'ul-hayaatid-dun-yaa, wallohu 'indahuu husnul-ma`aab
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 14)

قُلْ اَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِّنْ ذٰ لِكُمْ ۗ  لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَاَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ ۗ  وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِالْعِبَادِ
qul a unabbi`ukum bikhoirim min zaalikum, lillaziinattaqou 'inda robbihim jannaatun tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa wa azwaajum muthohharotuw wa ridhwaanum minalloh, wallohu bashiirum bil-'ibaad
"Katakanlah, Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 15)

اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اِنَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
allaziina yaquuluuna robbanaaa innanaaa aamannaa faghfir lanaa zunuubanaa wa qinaa 'azaaban-naar
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 16)

اَلصّٰــبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِــيْنَ وَالْقٰنِتِــيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ
ash-shoobiriina wash-shoodiqiina wal-qoonitiina wal-munfiqiina wal-mustaghfiriina bil-as-haar
"(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 17)

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۙ  وَالْمَلٰٓئِكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا ۢ بِالْقِسْطِ ۗ  لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
syahidallohu annahuu laaa ilaaha illaa huwa wal-malaaa`ikatu wa ulul-'ilmi qooo`imam bil-qisth, laaa ilaaha illaa huwal-'aziizul-hakiim
"Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 18)

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ  وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۗ  وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
innad-diina 'indallohil-islaam, wa makhtalafallaziina uutul-kitaaba illaa mim ba'di maa jaaa`ahumul-'ilmu baghyam bainahum, wa may yakfur bi`aayaatillaahi fa innalloha sarii'ul-hisaab
"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 19)

فَاِنْ حَآ جُّوْكَ فَقُلْ اَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّٰهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ  ۗ  وَقُلْ لِّلَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْاُمِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْ  ۗ  فَاِنْ اَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْا  ۚ  وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ  ۗ  وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِالْعِبَادِ
fa in haaajjuuka fa qul aslamtu waj-hiya lillaahi wa manittaba'an, wa qul lillaziina uutul-kitaaba wal-ummiyyiina a aslamtum, fa in aslamuu fa qodihtadau, wa in tawallau fa innamaa 'alaikal-balaagh, wallohu bashiirum bil-'ibaad
"Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi kitab dan kepada orang-orang buta huruf, Sudahkah kamu masuk Islam? Jika mereka masuk Islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 20)

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۙ  وَّيَقْتُلُوْنَ الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ ۙ  فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَ لِيْمٍ
innallaziina yakfuruuna bi`aayaatillaahi wa yaqtuluunan-nabiyyiina bighoiri haqqiw wa yaqtuluunallaziina ya`muruuna bil-qisthi minan-naasi fa basysyir-hum bi'azaabin aliim
"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira, yaitu azab yang pedih."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 21)

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۖ  وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
ulaaa`ikallaziina habithot a'maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroti wa maa lahum min naashiriin
"Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 22)

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُدْعَوْنَ اِلٰى كِتٰبِ  اللّٰهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلّٰى فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ وَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
a lam taro ilallaziina uutuu nashiibam minal-kitaabi yud'auna ilaa kitaabillaahi liyahkuma bainahum summa yatawallaa fariiqum min-hum wa hum mu'ridhuun
"Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada Kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka. Kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 23)

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّاۤ اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍ  ۖ  وَّغَرَّهُمْ فِيْ دِيْنِهِمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
zaalika bi`annahum qooluu lan tamassanan-naaru illaaa ayyaamam ma'duudaatiw wa ghorrohum fii diinihim maa kaanuu yaftaruun
"Hal itu adalah karena mereka berkata, Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja. Mereka teperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 24)

فَكَيْفَ اِذَا جَمَعْنٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا  رَيْبَ فِيْهِ ۗ  وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
fa kaifa izaa jama'naahum liyaumil laa roiba fiih, wa wuffiyat kullu nafsim maa kasabat wa hum laa yuzhlamuun
"Bagaimana jika (nanti) mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak diragukan terjadinya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 25)

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ ۖ  وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ  ۗ  بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ  اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
qulillaahumma maalikal-mulki tu`til-mulka man tasyaaa`u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyaaa`u wa tu'izzu man tasyaaa`u wa tuzillu man tasyaaa`, biyadikal-khoiir, innaka 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Katakanlah (Muhammad), Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 26)

تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
tuulijul-laila fin-nahaari wa tuulijun-nahaaro fil-laili wa tukhrijul-hayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-hayyi wa tarzuqu man tasyaaa`u bighoiri hisaab
"Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 27)

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ  وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّاۤ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰٮةً   ۗ  وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ  ۗ وَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
laa yattakhizil-mu`minuunal-kaafiriina auliyaaa`a min duunil-mu`miniin, wa may yaf'al zaalika fa laisa minallohi fii syai`in illaaa an tattaquu min-hum tuqooh, wa yuhazzirukumullohu nafsah, wa ilallohil-mashiir
"Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 28)

قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ  وَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
qul in tukhfuu maa fii shuduurikum au tubduuhu ya'lam-hulloh, wa ya'lamu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Katakanlah, Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 29)

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا  ۛ  وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْٓءٍ  ۛ  تَوَدُّ لَوْ اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗۤ اَمَدًاۢ بَعِيْدًا  ۗ  وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ ۗ  وَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ
yauma tajidu kullu nafsim maa 'amilat min khoirim muhdhorow wa maa 'amilat min suuu`, tawaddu lau anna bainahaa wa bainahuuu amadam ba'iidaa, wa yuhazzirukumullohu nafsah, wallohu ro`uufum bil-'ibaad
"(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 30)

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
qul ing kuntum tuhibbuunalloha fattabi'uunii yuhbibkumullohu wa yaghfir lakum zunuubakum, wallohu ghofuurur rohiim
"Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 31)

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ  ۚ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ
qul athii'ulloha war-rosuul, fa in tawallau fa innalloha laa yuhibbul-kaafiriin
"Katakanlah (Muhammad), Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 32)

اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰۤى اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرٰنَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
innallohashthofaaa aadama wa nuuhaw wa aala ibroohiima wa aala 'imroona 'alal-'aalamiin
"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing),"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 33)

ذُرِّيَّةًۢ بَعْضُهَا مِنْۢ بَعْضٍ ۗ  وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
zurriyyatam ba'dhuhaa mim ba'dh, wallohu samii'un 'aliim
"(sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 34)

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَـكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ  ۚ  اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
iz qoolatimro`atu 'imroona robbi innii nazartu laka maa fii bathnii muharroron fa taqobbal minnii, innaka antas-samii'ul-'aliim
"(Ingatlah), ketika istri `Imran berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 35)

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا  قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَاۤ اُنْثٰى ۗ  وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ ۗ  وَ لَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى ۚ  وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْۤ اُعِيْذُهَا  بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
fa lammaa wadho'at-haa qoolat robbi innii wadho'tuhaaa unsaa, wallohu a'lamu bimaa wadho'at, wa laisaz-zakaru kal-unsaa, wa innii sammaituhaa maryama wa inniii u'iizuhaa bika wa zurriyyatahaa minasy-syaithoonir-rojiim
"Maka ketika melahirkannya, dia berkata, Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan. Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak-cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 36)

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا  ۙ  وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا  ۗ  كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ ۙ  وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا  ۚ  قَالَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَـكِ هٰذَا  ۗ  قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
fa taqobbalahaa robbuhaa biqobuulin hasaniw wa ambatahaa nabaatan hasanaw wa kaffalahaa zakariyyaa, kullamaa dakhola 'alaihaa zakariyyal-mihrooba wajada 'indahaa rizqoo, qoola yaa maryamu annaa laki haazaa, qoolat huwa min 'indillaah, innalloha yarzuqu may yasyaaa`u bighoiri hisaab
"Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh? Dia (Maryam) menjawab, Itu dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 37)

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ  ۚ  قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً   ۚ  اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَآءِ
hunaalika da'aa zakariyyaa robbah, qoola robbi hab lii mil ladungka zurriyyatan thoyyibah, innaka samii'ud-du'aaa`
"Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 38)

فَنَادَتْهُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِ ۙ  اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
fa naadat-hul-malaaa`ikatu wa huwa qooo`imuy yushollii fil-mihroobi annalloha yubasysyiruka biyahyaa mushoddiqom bikalimatim minallohi wa sayyidaw wa hashuurow wa nabiyyam minash-shoolihiin
"Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan sholat di mihrab, Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, teladan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang nabi di antara orang-orang saleh."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 39)

قَالَ رَبِّ  اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَاَتِيْ عَاقِرٌ ۗ  قَالَ كَذٰلِكَ اللّٰهُ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ
qoola robbi annaa yakuunu lii ghulaamuw wa qod balaghoniyal-kibaru wamro`atii 'aaqir, qoola kazaalikallohu yaf'alu maa yasyaaa`
"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul? Dia (Allah) berfirman, Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 40)

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْۤ اٰيَةً  ۗ  قَالَ اٰيَتُكَ اَ لَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ اِلَّا رَمْزًا  ۗ  وَاذْكُرْ رَّبَّكَ كَثِيْرًا وَّسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ
qoola robbij'al liii aayah, qoola aayatuka allaa tukalliman-naasa salaasata ayyaamin illaa romzaa, wazkur robbaka kasiirow wa sabbih bil-'asyiyyi wal-ibkaar
"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda. Allah berfirman, Tanda bagimu adalah bahwa engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 41)

وَاِذْ قَالَتِ الْمَلٰٓئِكَةُ  يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰٮكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفٰٮكِ عَلٰى  نِسَآءِ الْعٰلَمِيْنَ
wa iz qoolatil-malaaa`ikatu yaa maryamu innallohashthofaaki wa thohharoki washthofaaki 'alaa nisaaa`il-'aalamiin
"Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 42)

يٰمَرْيَمُ اقْنُتِيْ لِرَبِّكِ وَاسْجُدِيْ وَارْكَعِيْ  مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
yaa maryamuqnutii lirobbiki wasjudii warka'ii ma'ar-rooki'iin
"Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 43)

ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢـبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۗ  وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَامَهُمْ اَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ ۖ  وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
zaalika min ambaaa`il-ghoibi nuuhiihi ilaiik, wa maa kunta ladaihim iz yulquuna aqlaamahum ayyuhum yakfulu maryama wa maa kunta ladaihim iz yakhtashimuun
"Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 44)

اِذْ قَالَتِ الْمَلٰٓئِكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ  ۖ  اسْمُهُ الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيْهًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ
iz qoolatil-malaaa`ikatu yaa maryamu innalloha yubasysyiruki bikalimatim min-husmuhul-masiihu 'iisabnu maryama wajiihan fid-dun-yaa wal-aakhiroti wa minal-muqorrobiin
"(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih 'Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 45)

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَّمِنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa yukallimun-naasa fil-mahdi wa kahlaw wa minash-shoolihiin
"dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang saleh."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 46)

قَالَتْ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ وَلَدٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ  ۗ  قَالَ كَذٰلِكِ اللّٰهُ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ  ۗ  اِذَا قَضٰۤى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
qoolat robbi annaa yakuunu lii waladuw wa lam yamsasnii basyar, qoola kazaalikillaahu yakhluqu maa yasyaaa`, izaa qodhooo amron fa innamaa yaquulu lahuu kun fa yakuun
"Dia (Maryam) berkata, Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku? Dia (Allah) berfirman, Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 47)

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ
wa yu'allimuhul-kitaaba wal-hikmata wat-tauroota wal-injiil
"Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya ('Isa) Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 48)

وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْۤ اِسْرٰٓءِيْلَ  ۙ  اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ  ۙ  اَنِّيْۤ اَخْلُقُ لَـكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَیْــئَةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚ  وَاُبْرِئُ الْاَ كْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚ  وَ اُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙ  فِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ 
wa rosuulan ilaa baniii isrooo`iila annii qod ji`tukum bi`aayatim mir robbikum anniii akhluqu lakum minath-thiini kahai`atith-thoiri fa anfukhu fiihi fa yakuunu thoirom bi`iznillaah, wa ubri`ul-akmaha wal-abrosho wa uhyil-mautaa bi`iznillaah, wa unabbi`ukum bimaa ta`kuluuna wa maa taddakhiruuna fii buyuutikum, inna fii zaalika la`aayatal lakum ing kuntum mu`miniin
"Dan sebagai rasul kepada Bani Israil (dia berkata), Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 49)

وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَلِاُحِلَّ لَـكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ  فَاتَّقُوْا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
wa mushoddiqol limaa baina yadayya minat-taurooti wa li`uhilla lakum ba'dhollazii hurrima 'alaikum wa ji`tukum bi`aayatim mir robbikum, fattaqulloha wa athii'uun
"Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 50)

اِنَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُ  ۗ  هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
innalloha robbii wa robbukum fa'buduuh, haazaa shiroothum mustaqiim
"Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 51)

فَلَمَّاۤ اَحَسَّ عِيْسٰى مِنْهُمُ  الْكُفْرَ قَالَ مَنْ اَنْصَارِيْۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ  قَالَ الْحَـوَارِيُّوْنَ نَحْنُ  اَنْصَارُ اللّٰهِ ۚ  اٰمَنَّا بِاللّٰهِ ۚ  وَاشْهَدْ بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
fa lammaaa ahassa 'iisaa min-humul-kufro qoola man anshooriii ilalloh, qoolal-hawaariyyuuna nahnu anshoorulloh, aamannaa billaah, wasy-had bi`annaa muslimuun
"Maka ketika 'Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? Para hawariyyun (sahabat setianya) menjawab. Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 52)

رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا  بِمَاۤ اَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
robbanaaa aamannaa bimaaa anzalta wattaba'nar-rosuula faktubnaa ma'asy-syaahidiin
"Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 53)

وَمَكَرُوْا وَمَكَرَاللّٰهُ  ۗ  وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ
wa makaruu wa makarollaah, wallohu khoirul-maakiriin
"Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 54)

اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰۤى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ  ۚ  ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
iz qoolallohu yaa 'iisaaa innii mutawaffiika wa roofi'uka ilayya wa muthohhiruka minallaziina kafaruu wa jaa'ilullaziinattaba'uuka fauqollaziina kafaruuu ilaa yaumil-qiyaamah, summa ilayya marji'ukum fa ahkumu bainakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuun
"(Ingatlah), ketika Allah berfirman, Wahai 'Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 55)

فَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَاُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۖ  وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
fa ammallaziina kafaruu fa u'azzibuhum 'azaaban syadiidan fid-dun-yaa wal-aakhiroti wa maa lahum min naashiriin
"Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 56)

وَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ ۗ  وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
wa ammallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati fa yuwaffiihim ujuurohum, wallohu laa yuhibbuzh-zhoolimiin
"Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan, maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan Allah tidak menyukai orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 57)

ذٰلِكَ نَـتْلُوْهُ عَلَيْكَ مِنَ الْاٰيٰتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
zaalika natluuhu 'alaika minal-aayaati waz-zikril-hakiim
"Demikianlah Kami bacakan kepadamu (Muhammad) sebagian ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 58)

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ  خَلَقَهٗ  مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
inna masala 'iisaa 'indallohi kamasali aadam, kholaqohuu min turoobin summa qoola lahuu kun fa yakuun
"Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) 'Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 59)

اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا  تَكُنْ مِّنَ الْمُمْتَرِيْنَ
al-haqqu mir robbika fa laa takum minal-mumtariin
"Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 60)

فَمَنْ حَآ جَّكَ فِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَكَ  مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ اَبْنَآءَنَا وَاَبْنَآءَكُمْ وَنِسَآءَنَا  وَنِسَآءَكُمْ وَاَنْفُسَنَا وَاَنْفُسَكُمْ  ۗ  ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَّعْنَتَ اللّٰهِ  عَلَى الْكٰذِبِيْنَ
fa man haaajjaka fiihi mim ba'di maa jaaa`aka minal-'ilmi fa qul ta'aalau nad'u abnaaa`anaa wa abnaaa`akum wa nisaaa`anaa wa nisaaa`akum wa anfusanaa wa anfusakum, summa nabtahil fa naj'al la'natallohi 'alal-kaazibiin
"Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 61)

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَـقُّ  ۚ  وَمَا مِنْ  اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ ۗ  وَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
inna haazaa lahuwal-qoshoshul-haqq, wa maa min ilaahin illalloh, wa innalloha lahuwal-'aziizul-hakiim
"Sungguh, ini adalah kisah yang benar. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 62)

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِالْمُفْسِدِيْنَ
fa in tawallau fa innalloha 'aliimum bil-mufsidiin
"Kemudian jika mereka berpaling, maka (ketahuilah) bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 63)

قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَآءٍۢ بَيْنَـنَا وَبَيْنَكُمْ اَ لَّا نَـعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْــئًا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
qul yaaa ahlal-kitaabi ta'aalau ilaa kalimatin sawaaa`im bainanaa wa bainakum allaa na'buda illalloha wa laa nusyrika bihii syai`aw wa laa yattakhiza ba'dhunaa ba'dhon arbaabam min duunillaah, fa in tawallau fa quulusy-haduu bi`annaa muslimuun
"Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama yang lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka), Saksikanlah, bahwa kami adalah orang muslim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 64)

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تُحَآ جُّوْنَ فِيْۤ اِبْرٰهِيْمَ وَمَاۤ اُنْزِلَتِ التَّوْرٰٮةُ وَالْاِنْجِيْلُ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِهٖ ۗ  اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
yaaa ahlal-kitaabi lima tuhaaajjuuna fiii ibroohiima wa maaa unzilatit-taurootu wal-injiilu illaa mim ba'dih, a fa laa ta'qiluun
"Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 65)

هٰۤاَنْـتُمْ هٰٓ ؤُلَآ ءِ حٰجَجْتُمْ فِيْمَا لَـكُمْ بِهٖ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَآ جُّوْنَ فِيْمَا لَـيْسَ لَـكُمْ بِهٖ عِلْمٌ ۗ  وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
haaa`antum haaa`ulaaa`i haajajtum fiimaa lakum bihii 'ilmun fa lima tuhaaajjuuna fiimaa laisa lakum bihii 'ilm, wallohu ya'lamu wa antum laa ta'lamuun
"Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 66)

مَا كَانَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَانِيًّا وَّ لٰكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا  ۗ  وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
maa kaana ibroohiimu yahuudiyyaw wa laa nashrooniyyaw wa laaking kaana haniifam muslimaa, wa maa kaana minal-musyrikiin
"Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 67)

اِنَّ اَوْلَى النَّاسِ بِاِبْرٰهِيْمَ لَـلَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ وَهٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۗ  وَاللّٰهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ
inna aulan-naasi bi`ibroohiima lallaziinattaba'uuhu wa haazan-nabiyyu wallaziina aamanuu, wallohu waliyyul-mu`miniin
"Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 68)

وَدَّتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يُضِلُّوْنَكُم ۗ ْ  وَمَا يُضِلُّوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ
waddath thooo`ifatum min ahlil-kitaabi lau yudhilluunakum, wa maa yudhilluuna illaaa anfusahum wa maa yasy'uruun
"Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya), mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 69)

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَاَنْـتُمْ تَشْهَدُوْنَ
yaaa ahlal-kitaabi lima takfuruuna bi`aayaatillaahi wa antum tasy-haduun
"Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya)?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 70)

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَلْبِسُوْنَ الْحَـقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوْنَ الْحَـقَّ وَاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
yaaa ahlal-kitaabi lima talbisuunal-haqqo bil-baathili wa taktumuunal-haqqo wa antum ta'lamuun
"Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 71)

وَقَالَتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اٰمِنُوْا بِالَّذِيْۤ اُنْزِلَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوْۤا اٰخِرَهٗ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
wa qoolath thooo`ifatum min ahlil-kitaabi aaminuu billaziii unzila 'alallaziina aamanuu waj-han-nahaari wakfuruuu aakhirohuu la'allahum yarji'uun
"Dan segolongan Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah di akhirnya, agar mereka kembali (kepada kekafiran)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 72)

وَلَا تُؤْمِنُوْۤا اِلَّا لِمَنْ تَبِعَ دِيْنَكُمْ ۗ  قُلْ اِنَّ الْهُدٰى هُدَى اللّٰهِ ۙ  اَنْ يُّؤْتٰۤى اَحَدٌ مِّثْلَ مَاۤ اُوْتِيْتُمْ اَوْ يُحَآ جُّوْكُمْ عِنْدَ رَبِّكُمْ ۗ  قُلْ اِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللّٰهِ ۚ  يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ 
wa laa tu`minuuu illaa liman tabi'a diinakum, qul innal-hudaa hudallohi ay yu`taaa ahadum misla maaa uutiitum au yuhaaajjuukum 'inda robbikum, qul innal-fadhla biyadillaah, yu`tiihi may yasyaaa`, wallohu waasi'un 'aliim
"Dan janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya petunjuk itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu, atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu. Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas, Maha Mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 73)

يَّخْتَصُّ بِرَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
yakhtashshu birohmatihii may yasyaaa`, wallohu zul-fadhlil-'azhiim
"Dia menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki karunia yang besar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 74)

وَمِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مَنْ اِنْ تَأْمَنْهُ بِقِنْطَارٍ يُّؤَدِّهٖۤ اِلَيْكَ ۚ  وَمِنْهُمْ مَّنْ اِنْ تَأْمَنْهُ بِدِيْنَارٍ لَّا يُؤَدِّهٖۤ اِلَيْكَ اِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًا  ۗ  ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْا لَيْسَ عَلَيْنَا فِيْ الْاُمِّيّٖنَ سَبِيْلٌ ۚ  وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ
wa min ahlil-kitaabi man in ta`man-hu biqinthooriy yu`addihiii ilaiik, wa min-hum man in ta`man-hu bidiinaaril laa yu`addihiii ilaika illaa maa dumta 'alaihi qooo`imaa, zaalika bi`annahum qooluu laisa 'alainaa fil-ummiyyiina sabiil, wa yaquuluuna 'alallohil-kaziba wa hum ya'lamuun
"Dan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikan kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang yang buta huruf. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 75)

بَلٰى مَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ وَاتَّقٰى فَاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
balaa man aufaa bi'ahdihii wattaqoo fa innalloha yuhibbul-muttaqiin
"Sebenarnya barang siapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 76)

اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰٓئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ ۖ  وَلَهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
innallaziina yasytaruuna bi'ahdillaahi wa aimaanihim samanang qoliilan ulaaa`ika laa kholaaqo lahum fil-aakhiroti wa laa yukallimuhumullohu wa laa yanzhuru ilaihim yaumal-qiyaamati wa laa yuzakkiihim wa lahum 'azaabun aliim
"Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 77)

وَاِنَّ مِنْهُمْ لَـفَرِيْقًا يَّلْوٗنَ اَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتٰبِ لِتَحْسَبُوْهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتٰبِ ۚ  وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ  وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ
wa inna min-hum lafariiqoy yalwuuna alsinatahum bil-kitaabi litahsabuuhu minal-kitaabi wa maa huwa minal-kitaab, wa yaquuluuna huwa min 'indillaahi wa maa huwa min 'indillaah, wa yaquuluuna 'alallohil-kaziba wa hum ya'lamuun
"Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, Itu dari Allah, padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 78)

مَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ  وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّاسِ كُوْنُوْا عِبَادًا لِّيْ مِنْ  دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰـكِنْ كُوْنُوْا رَبَّانِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ  وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ
maa kaana libasyarin ay yu`tiyahullohul-kitaaba wal-hukma wan-nubuwwata summa yaquula lin-naasi kuunuu 'ibaadal lii min duunillaahi wa laaking kuunuu robbaaniyyiina bimaa kuntum tu'allimuunal-kitaaba wa bimaa kuntum tadrusuun
"Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah, tetapi (dia berkata), Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan Kitab dan karena kamu mempelajarinya!"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 79)

وَلَا يَأْمُرَكُمْ اَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلٰٓئِكَةَ وَالنَّبِيّٖنَ اَرْبَابًا  ۗ  اَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
wa laa ya`murokum an tattakhizul-malaaa`ikata wan-nabiyyiina arbaabaa, a ya`murukum bil-kufri ba'da iz antum muslimuun
"Dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah dia (patut) menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi muslim?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 80)

وَاِذْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ النَّبِيّٖنَ لَمَاۤ اٰتَيْتُكُمْ مِّنْ كِتٰبٍ وَّحِكْمَةٍ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَـتُؤْمِنُنَّ بِهٖ وَلَـتَـنْصُرُنَّهٗ  ۗ  قَالَ ءَاَقْرَرْتُمْ وَاَخَذْتُمْ عَلٰى ذٰ لِكُمْ اِصْرِيْ ۗ  قَالُوْۤا اَقْرَرْنَا  ۗ  قَالَ فَاشْهَدُوْا وَاَنَاۡ مَعَكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ
wa iz akhozallohu miisaaqon-nabiyyiina lamaaa aataitukum ming kitaabiw wa hikmatin summa jaaa`akum rosuulum mushoddiqul limaa ma'akum latu`minunna bihii wa latanshurunnah, qoola a aqrortum wa akhoztum 'alaa zaalikum ishrii, qooluuu aqrornaa, qoola fasy-haduu wa ana ma'akum minasy-syaahidiin
"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, Manakala Aku memberikan Kitab dan Hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya. Allah berfirman, Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu? Mereka menjawab, Kami setuju. Allah berfirman, Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 81)

فَمَنْ تَوَلّٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
fa man tawallaa ba'da zaalika fa ulaaa`ika humul-faasiquun
"Maka barang siapa berpaling setelah itu, maka mereka itulah orang yang fasik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 82)

اَفَغَيْرَ دِيْنِ اللّٰهِ يَبْغُوْنَ وَلَهٗۤ اَسْلَمَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّاِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ
a fa ghoiro diinillaahi yabghuuna wa lahuuu aslama man fis-samaawaati wal-ardhi thou'aw wa kar-haw wa ilaihi yurja'uun
"Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 83)

قُلْ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَاۤ اُنْزِلَ عَلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ وَ اِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَمَاۤ اُوْتِيَ مُوْسٰى وَ عِيْسٰى وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبِّهِمْ ۖ  لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْ ۖ  وَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ
qul aamannaa billaahi wa maaa unzila 'alainaa wa maaa unzila 'alaaa ibroohiima wa ismaa'iila wa is-haaqo wa ya'quuba wal-asbaathi wa maaa uutiya muusaa wa 'iisaa wan-nabiyyuuna mir robbihim laa nufarriqu baina ahadim min-hum wa nahnu lahuu muslimuun
"Katakanlah (Muhammad), Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 84)


وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ  ۚ  وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
wa may yabtaghi ghoirol-islaami diinan fa lay yuqbala min-h, wa huwa fil-aakhiroti minal-khoosiriin
"Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 85)

كَيْفَ يَهْدِى اللّٰهُ قَوْمًا كَفَرُوْا بَعْدَ اِيْمَانِهِمْ وَشَهِدُوْۤا اَنَّ الرَّسُوْلَ حَقٌّ وَّجَآءَهُمُ الْبَيِّنٰتُ ۗ  وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
kaifa yahdillaahu qoumang kafaruu ba'da iimaanihim wa syahiduuu annar-rosuula haqquw wa jaaa`ahumul-bayyinaat, wallohu laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin
"Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul), dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 86)

اُولٰٓئِكَ جَزَآ ؤُهُمْ  اَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللّٰهِ وَالْمَلٰٓئِكَةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ
ulaaa`ika jazaaa`uhum anna 'alaihim la'natallohi wal-malaaa`ikati wan-naasi ajma'iin
"Mereka itu, balasannya ialah ditimpa laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 87)

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا  ۚ  لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ
khoolidiina fiihaa, laa yukhoffafu 'an-humul-'azaabu wa laa hum yunzhoruun
"mereka kekal di dalamnya, tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 88)

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ وَاَصْلَحُوْا  ۗ  فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
illallaziina taabuu mim ba'di zaalika wa ashlahuu, fa innalloha ghofuurur rohiim
"kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 89)


اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْدَ اِيْمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوْا كُفْرًا لَّنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ ۚ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الضَّاۤ لُّوْنَ
innallaziina kafaruu ba'da iimaanihim summazdaaduu kufrol lan tuqbala taubatuhum, wa ulaaa`ika humudh-dhooolluun
"Sungguh, orang-orang yang kafir setelah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, tidak akan diterima tobatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 90)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَاتُوْا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْ اَحَدِهِمْ مِّلْءُ الْاَرْضِ ذَهَبًا وَّلَوِ افْتَدٰى بِهٖ  ۗ  اُولٰٓئِكَ لَـهُمْ عَذَابٌ اَلِـيْمٌ ۙ  وَّمَا لَـهُمْ مِّــنْ نّٰصِــرِيْنَ
innallaziina kafaruu wa maatuu wa hum kuffaarun fa lay yuqbala min ahadihim mil`ul-ardhi zahabaw wa lawiftadaa bih, ulaaa`ika lahum 'azaabun aliimuw wa maa lahum min naashiriin
"Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 91)

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ  ۗ   وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
lan tanaalul-birro hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuun, wa maa tunfiquu min syai`in fa innalloha bihii 'aliim
"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu, sungguh Allah Maha mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 92)

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِّبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِلَّا مَا حَرَّمَ اِسْرَآءِيْلُ عَلٰى نَفْسِهٖ مِنْ قَبْلِ اَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرٰٮةُ  ۗ  قُلْ فَأْتُوْا بِالتَّوْرٰٮةِ فَاتْلُوْهَاۤ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
kulluth-tho'aami kaana hillal libaniii isrooo`iila illaa maa harroma isrooo`iilu 'alaa nafsihii ming qobli an tunazzalat-taurooh, qul fa`tuu bit-taurooti fatluuhaaa ing kuntum shoodiqiin
"Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad), Maka bawalah Taurat, lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 93)

فَمَنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
fa maniftaroo 'alallohil-kaziba mim ba'di zaalika fa ulaaa`ika humuzh-zhoolimuun
"Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 94)

قُلْ صَدَقَ اللّٰهُ ۗ  فَاتَّبِعُوْا مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا  ۗ  وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
qul shodaqollaah, fattabi'uu millata ibroohiima haniifaa, wa maa kaana minal-musyrikiin
"Katakanlah (Muhammad), Benarlah (segala yang difirmankan) Allah. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 95)

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ  لَـلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَ
inna awwala baitiw wudhi'a lin-naasi lallazii bibakkata mubaarokaw wa hudal lil-'aalamiin
"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 96)

فِيْهِ اٰيٰتٌ ۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ۚ    وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا  ۗ  وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا  ۗ  وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
fiihi aayaatum bayyinaatum maqoomu ibroohiim, wa man dakholahuu kaana aaminaa, wa lillaahi 'alan-naasi hijjul-baiti manistathoo'a ilaihi sabiilaa, wa mang kafaro fa innalloha ghoniyyun 'anil-'aalamiin
"Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 97)

قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ شَهِيْدٌ عَلٰى مَا تَعْمَلُوْنَ
qul yaaa ahlal-kitaabi lima takfuruuna bi`aayaatillaahi wallohu syahiidun 'alaa maa ta'maluun
"Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 98)

قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ تَبْغُوْنَهَا عِوَجًا وَّاَنْتُمْ شُهَدَآءُ  ۗ  وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
qul yaaa ahlal-kitaabi lima tashudduuna 'an sabiilillaahi man aamana tabghuunahaa 'iwajaw wa antum syuhadaaa`, wa mallohu bighoofilin 'ammaa ta'maluun
"Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok, padahal kamu menyaksikan? Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 99)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تُطِيْعُوْا فَرِيْقًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ يَرُدُّوْكُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ كٰفِرِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii'uu fariiqom minallaziina uutul-kitaaba yarudduukum ba'da iimaanikum kaafiriin
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 100)

وَكَيْفَ تَكْفُرُوْنَ وَاَنْـتُمْ تُتْلٰى عَلَيْكُمْ اٰيٰتُ اللّٰهِ وَفِيْكُمْ رَسُوْلُهٗ  ۗ  وَمَنْ يَّعْتَصِمْ بِاللّٰهِ فَقَدْ هُدِيَ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
wa kaifa takfuruuna wa antum tutlaa 'alaikum aayaatullohi wa fiikum rosuuluh, wa may ya'tashim billaahi fa qod hudiya ilaa shiroothim mustaqiim
"Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 101)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha haqqo tuqootihii wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ  وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَانًا  ۚ  وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا  ۗ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
wa'tashimuu bihablillaahi jamii'aw wa laa tafarroquu wazkuruu ni'matallohi 'alaikum iz kuntum a'daaa`an fa allafa baina quluubikum fa ashbahtum bini'matihiii ikhwaanaa, wa kuntum 'alaa syafaa hufrotim minan-naari fa angqozakum min-haa, kazaalika yubayyinullohu lakum aayaatihii la'allakum tahtaduun
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 103)

وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ  عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
waltakum mingkum ummatuy yad'uuna ilal-khoiri wa ya`muruuna bil-ma'ruufi wa yan-hauna 'anil-mungkar, wa ulaaa`ika humul-muflihuun
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ  تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْبَيِّنٰتُ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ لَهُمْ  عَذَابٌ عَظِيْمٌ
wa laa takuunuu kallaziina tafarroquu wakhtalafuu mim ba'di maa jaaa`ahumul-bayyinaat, wa ulaaa`ika lahum 'azaabun 'azhiim
"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 105)

يَّوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ   ۗ  فَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْوَدَّتْ وُجُوْهُهُمْ ۗ  اَكَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
yauma tabyadhdhu wujuuhuw wa taswaddu wujuuh, fa ammallaziinaswaddat wujuuhuhum, a kafartum ba'da iimaanikum fa zuuqul-'azaaba bimaa kuntum takfuruun
"Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Ada pun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 106)

وَاَمَّا الَّذِيْنَ ابْيَـضَّتْ وُجُوْهُهُمْ فَفِيْ رَحْمَةِ اللّٰهِ  ۗ  هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
wa ammallaziinabyadhdhot wujuuhuhum fa fii rohmatillaah, hum fiihaa khooliduun
"Dan ada pun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 107)

تِلْكَ اٰيٰتُ اللّٰهِ  نَـتْلُوْهَا عَلَيْكَ بِالْحَـقِّ ۗ  وَمَا اللّٰهُ يُرِيْدُ ظُلْمًا لِّلْعٰلَمِيْنَ
tilka aayaatullohi natluuhaa 'alaika bil-haqq, wa mallohu yuriidu zhulmal lil-'aalamiin
"Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapa pun) di seluruh alam."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 108)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
wa lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa ilallohi turja'ul-umuur
"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 109)

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ  بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ  وَلَوْ  اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ  مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ  الْفٰسِقُوْنَ
kuntum khoiro ummatin ukhrijat lin-naasi ta`muruuna bil-ma'ruufi wa tan-hauna 'anil-mungkari wa tu`minuuna billaah, walau aamana ahlul-kitaabi lakaana khoirol lahum, min-humul-mu`minuuna wa aksaruhumul-faasiquun
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 110)

لَنْ يَّضُرُّوْكُمْ اِلَّاۤ اَذًى ۗ  وَاِنْ يُّقَاتِلُوْكُمْ يُوَلُّوْكُمُ الْاَدْبَارَ ۗ  ثُمَّ لَا يُنْصَرُوْنَ
lay yadhurruukum illaaa azaa, wa iy yuqootiluukum yuwalluukumul-adbaar, summa laa yunshoruun
"Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 111)

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْۤا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ   ۗ  ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَنْۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۗ  ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ
dhuribat 'alaihimuz-zillatu aina maa suqifuuu illaa bihablim minallohi wa hablim minan-naasi wa baaa`uu bighodhobim minallohi wa dhuribat 'alaihimul-maskanah, zaalika bi`annahum kaanuu yakfuruuna bi`aayaatillaahi wa yaqtuluunal-ambiyaaa`a bighoiri haqq, zaalika bimaa 'ashow wa kaanuu ya'taduun
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 112)

لَـيْسُوْا سَوَآءً  ۗ  مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَّتْلُوْنَ اٰيٰتِ اللّٰهِ اٰنَآءَ الَّيْلِ وَ هُمْ يَسْجُدُوْنَ
laisuu sawaaa`aa, min ahlil-kitaabi ummatung qooo`imatuy yatluuna aayaatillaahi aanaaa`al-laili wa hum yasjuduun
"Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (sholat)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 113)

يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ  ۗ  وَاُولٰٓئِكَ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
yu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhiri wa ya`muruuna bil-ma'ruufi wa yan-hauna 'anil-mungkari wa yusaari'uuna fil-khoiroot, wa ulaaa`ika minash-shoolihiin
"Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 114)

وَمَا يَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ يُّكْفَرُوْهُ  ۗ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالْمُتَّقِيْنَ
wa maa yaf'aluu min khoirin fa lay yukfaruuh, wallohu 'aliimum bil-muttaqiin
"Dan kebajikan apa pun yang mereka kerjakan, tidak ada yang mengingkarinya. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 115)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَاۤ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْــئًا   ۗ  وَاُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ  هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
innallaziina kafaruu lan tughniya 'an-hum amwaaluhum wa laaa aulaaduhum minallohi syai`aa, wa ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun
"Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka kekal di dalamnya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 116)

مَثَلُ مَا يُنْفِقُوْنَ فِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيْحٍ فِيْهَا صِرٌّ اَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ فَاَهْلَكَتْهُ  ۗ  وَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰـكِنْ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
masalu maa yunfiquuna fii haazihil-hayaatid-dun-yaa kamasali riihin fiihaa shirrun ashoobat harsa qoumin zholamuuu anfusahum fa ahlakat-h, wa maa zholamahumullohu wa laakin anfusahum yazhlimuun
"Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 117)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَانَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَالًا  ۗ  وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْ ۚ  قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْ  ۖ  وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُ ۗ  قَدْ بَيَّنَّا لَـكُمُ الْاٰيٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuu bithoonatam min duunikum laa ya`luunakum khobaalaa, wadduu maa 'anittum, qod badatil-baghdhooo`u min afwaahihim wa maa tukhfii shuduuruhum akbar, qod bayyannaa lakumul-aayaati ing kuntum ta'qiluun
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 118)

هٰۤاَنْتُمْ اُولَآ ءِ تُحِبُّوْنَهُمْ وَلَا يُحِبُّوْنَكُمْ وَتُؤْمِنُوْنَ بِالْكِتٰبِ كُلِّهٖ  ۚ  وَاِذَا لَقُوْكُمْ قَالُوْۤا اٰمَنَّا  ۖ  وَاِذَا خَلَوْا عَضُّوْا عَلَيْكُمُ الْاَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ  ۗ  قُلْ مُوْتُوْا بِغَيْظِكُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
haaa`antum ulaaa`i tuhibbuunahum wa laa yuhibbuunakum wa tu`minuuna bil-kitaabi kullih, wa izaa laquukum qooluuu aamannaa wa izaa kholau 'adhdhuu 'alaikumul-anaamila minal-ghoiizh, qul muutuu bighoizhikum, innalloha 'aliimum bizaatish-shuduur
"Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, Matilah kamu karena kemarahanmu itu! Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 119)

اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ  ۖ  وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَا  ۗ  وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْــئًا  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
in tamsaskum hasanatun tasu`hum wa in tushibkum sayyi`atuy yafrohuu bihaa, wa in tashbiruu wa tattaquu laa yadhurrukum kaiduhum syai`aa, innalloha bimaa ya'maluuna muhiith
"Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana,  mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 120)

وَاِذْ غَدَوْتَ مِنْ اَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِيْنَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ  وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
wa iz ghodauta min ahlika tubawwi`ul-mu`miniina maqoo'ida lil-qitaal, wallohu samii'un 'aliim
"Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 121)

اِذْ هَمَّتْ طَّآئِفَتٰنِ مِنْكُمْ اَنْ تَفْشَلَا  ۙ  وَاللّٰهُ وَلِيُّهُمَا  ۗ  وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
iz hammath thooo`ifataani mingkum an tafsyalaa wallohu waliyyuhumaa, wa 'alallohi falyatawakkalil-mu`minuun
"Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 122)

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ بِبَدْرٍ وَّاَنْـتُمْ اَذِلَّةٌ   ۚ  فَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wa laqod nashorokumullohu bibadriw wa antum azillah, fattaqulloha la'allakum tasykuruun
"Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 123)

اِذْ تَقُوْلُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ  اَلَنْ يَّكْفِيَكُمْ اَنْ يُّمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلٰثَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ  مُنْزَلِيْنَ
iz taquulu lil-mu`miniina a lay yakfiyakum ay yumiddakum robbukum bisalaasati aalaafim minal-malaaa`ikati munzaliin
"(Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman, Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 124)

بَلٰۤى  ۙ  اِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ  هٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِيْنَ
balaaa in tashbiruu wa tattaquu wa ya`tuukum min faurihim haazaa yumdidkum robbukum bikhomsati aalaafim minal-malaaa`ikati musawwimiin
"Ya (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 125)

وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى لَـكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوْبُكُمْ بِهٖ ۗ  وَمَا  النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ
wa maa ja'alahullohu illaa busyroo lakum wa litathma`inna quluubukum bih, wa man-nashru illaa min 'indillaahil-'aziizil-hakiim
"Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 126)

لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِّنَ  الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوْا خَآئِبِيْنَ
liyaqtho'a thorofam minallaziina kafaruuu au yakbitahum fa yangqolibuu khooo`ibiin
"(Allah menolong kamu dalam Perang Badar dan memberi bantuan) adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 127)

لَيْسَ لَكَ  مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ اَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَاِنَّهُمْ ظٰلِمُوْنَ
laisa laka minal-amri syai`un au yatuuba 'alaihim au yu'azzibahum fa innahum zhoolimuun
"Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad) apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 128)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَ يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, yaghfiru limay yasyaaa`u wa yu'azzibu may yasyaaa`, wallohu ghofuurur rohiim
"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 129)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰۤوا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً  ۖ  وَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa ta`kulur-ribaaa adh'aafam mudhoo'afataw wattaqulloha la'allakum tuflihuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 130)

وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْۤ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ
wattaqun-naarollatiii u'iddat lil-kaafiriin
"Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang-orang kafir."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 131)

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
wa athii'ulloha war-rosuula la'allakum tur-hamuun
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 132)

وَسَارِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ  وَالْاَرْضُ ۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
wa saari'uuu ilaa maghfirotim mir robbikum wa jannatin 'ardhuhas-samaawaatu wal-ardhu u'iddat lil-muttaqiin
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ ۗ  وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
allaziina yunfiquuna fis-sarrooo`i wadh-dhorrooo`i wal-kaazhimiinal-ghoizho wal-'aafiina 'anin-naas, wallohu yuhibbul-muhsiniin
"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 134)

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ  وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ  ۗ  وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
wallaziina izaa fa'aluu faahisyatan au zholamuuu anfusahum zakarulloha fastaghfaruu lizunuubihim, wa may yaghfiruz-zunuuba illalloh, wa lam yushirruu 'alaa maa fa'aluu wa hum ya'lamuun
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 135)

اُولٰٓئِكَ جَزَآ ؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا  ۗ  وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ
ulaaa`ika jazaaa`uhum maghfirotum mir robbihim wa jannaatun tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, wa ni'ma ajrul-'aamiliin
"Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 136)

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ  ۙ  فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
qod kholat ming qoblikum sunanun fa siiruu fil-ardhi fanzhuruu kaifa kaana 'aaqibatul-mukazzibiin
"Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 137)

هٰذَا  بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
haazaa bayaanul lin-naasi wa hudaw wa mau'izhotul lil-muttaqiin
"Inilah (Al-Qur'an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 138)

وَلَا تَهِنُوْا وَ لَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
wa laa tahinuu wa laa tahzanuu wa antumul-a'launa ing kuntum mu`miniin
"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 139)

اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗ  ۗ  وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ ۚ  وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَآءَ ۗ  وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
iy yamsaskum qor-hun fa qod massal-qouma qor-hum misluh, wa tilkal-ayyaamu nudaawiluhaa bainan-naas, wa liya'lamallohullaziina aamanuu wa yattakhiza mingkum syuhadaaa`, wallohu laa yuhibbuzh-zhoolimiin
"Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 140)

وَلِيُمَحِّصَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَمْحَقَ الْكٰفِرِيْنَ
wa liyumahhishollaahullaziina aamanuu wa yam-haqol-kaafiriin
"dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 141)

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِيْنَ
am hasibtum an tadkhulul-jannata wa lammaa ya'lamillaahullaziina jaahaduu mingkum wa ya'lamash-shoobiriin
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 142)

وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ  قَبْلِ اَنْ تَلْقَوْهُ ۖ  فَقَدْ رَاَيْتُمُوْهُ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
wa laqod kuntum tamannaunal-mauta ming qobli an talqouhu fa qod ro`aitumuuhu wa antum tanzhuruun
"Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh, telah melihatnya dan kamu menyaksikannya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 143)

وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌ   ۚ  قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ  اَفَاۡئِنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰۤى اَعْقَابِكُمْ ۗ  وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْــئًا  ۗ  وَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ
wa maa muhammadun illaa rosuul, qod kholat ming qoblihir-rusul, a fa im maata au qutilangqolabtum 'alaaa a'qoobikum, wa may yangqolib 'alaa 'aqibaihi fa lay yadhurrollaaha syai`aa, wa sayajzillaahusy-syaakiriin
"Dan Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 144)

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا  ۗ  وَ مَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَا  ۚ  وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا  ۗ  وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
wa maa kaana linafsin an tamuuta illaa bi`iznillaahi kitaabam mu`ajjalaa, wa may yurid sawaabad-dun-yaa nu`tihii min-haa, wa may yurid sawaabal-aakhiroti nu`tihii min-haa, wa sanajzisy-syaakiriin
"Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 145)

وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قٰتَلَ  ۙ  مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌ  ۚ  فَمَا وَهَنُوْا لِمَاۤ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْا  ۗ  وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ
wa ka`ayyim min nabiyying qootala ma'ahuu ribbiyyuuna kasiir, fa maa wahanuu limaaa ashoobahum fii sabiilillaahi wa maa dho'ufuu wa mastakaanuu, wallohu yuhibbush-shoobiriin
"Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 146)

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ اِلَّاۤ اَنْ قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْۤ اَمْرِنَا وَ ثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
wa maa kaana qoulahum illaaa ang qooluu robbanaghfir lanaa zunuubanaa wa isroofanaa fiii amrinaa wa sabbit aqdaamanaa wanshurnaa 'alal-qoumil-kaafiriin
"Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 147)

فَاٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْاٰخِرَةِ  ۗ  وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
fa aataahumullohu sawaabad-dun-yaa wa husna sawaabil-aakhiroh, wallohu yuhibbul-muhsiniin
"Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 148)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تُطِيْعُوا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَرُدُّوْكُمْ عَلٰۤى اَعْقَابِكُمْ فَتَـنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii'ullaziina kafaruu yarudduukum 'alaaa a'qoobikum fa tangqolibuu khoosiriin
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 149)

بَلِ اللّٰهُ مَوْلٰٮكُمْ ۚ  وَهُوَ خَيْرُ النّٰصِرِيْنَ
balillaahu maulaakum, wa huwa khoirun naashiriin
"Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 150)

سَنُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَاۤ اَشْرَكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا  ۚ  وَمَأْوٰٮهُمُ النَّارُ ۗ  وَ بِئْسَ مَثْوَى الظّٰلِمِيْنَ
sanulqii fii quluubillaziina kafarur-ru'ba bimaaa asyrokuu billaahi maa lam yunazzil bihii sulthoonaa, wa ma`waahumun-naar, wa bi`sa maswazh-zhoolimiin
"Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 151)

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللّٰهُ وَعْدَهٗۤ اِذْ تَحُسُّوْنَهُمْ بِاِذْنِهٖ ۚ  حَتّٰۤی اِذَا فَشِلْتُمْ وَتَـنَازَعْتُمْ فِى الْاَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَاۤ اَرٰٮكُمْ مَّا تُحِبُّوْنَ ۗ  مِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الْاٰخِرَةَ   ۚ  ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۚ  وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ ۗ  وَ اللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ
wa laqod shodaqokumullohu wa'dahuuu iz tahussuunahum bi`iznih, hattaaa izaa fasyiltum wa tanaaza'tum fil-amri wa 'ashoitum mim ba'di maaa arookum maa tuhibbuun, mingkum may yuriidud-dun-yaa wa mingkum may yuriidul-aakhiroh, summa shorofakum 'an-hum liyabtaliyakum, wa laqod 'afaa 'angkum, wallohu zuu fadhlin 'alal-mu`miniin
"Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 152)

اِذْ تُصْعِدُوْنَ وَلَا تَلْوٗنَ عَلٰۤى اَحَدٍ وَّالرَّسُوْلُ يَدْعُوْكُمْ فِيْۤ اُخْرٰٮكُمْ فَاَثَابَكُمْ غَمًّا ۢ بِغَمٍّ لِّـكَيْلَا تَحْزَنُوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَاۤ اَصَابَكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
iz tush'iduuna wa laa talwuuna 'alaaa ahadiw war-rosuulu yad'uukum fiii ukhrookum fa asaabakum ghommam bighommil likai laa tahzanuu 'alaa maa faatakum wa laa maaa ashoobakum, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun
"(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 153)

ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَاسًا يَّغْشٰى طَآئِفَةً مِّنْكُمْ ۙ  وَطَآئِفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ غَيْرَ الْحَـقِّ ظَنَّ الْجَـاهِلِيَّةِ ۗ  يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ  قُلْ اِنَّ الْاَمْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِ ۗ  يُخْفُوْنَ فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَ ۗ  يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَا  ۗ  قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَاجِعِهِمْ ۚ  وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
summa anzala 'alaikum mim ba'dil-ghommi amanatan nu'aasay yaghsyaa thooo`ifatam mingkum wa thooo`ifatung qod ahammat-hum anfusuhum yazhunnuuna billaahi ghoirol-haqqi zhonnal-jaahiliyyah, yaquuluuna hal lanaa minal-amri min syaii`, qul innal-amro kullahuu lillaah, yukhfuuna fiii anfusihim maa laa yubduuna lak, yaquuluuna lau kaana lanaa minal-amri syai`um maa qutilnaa haahunaa, qul lau kuntum fii buyuutikum labarozallaziina kutiba 'alaihimul-qotlu ilaa madhooji'ihim, wa liyabtaliyallohu maa fii shuduurikum wa liyumahhisho maa fii quluubikum, wallohu 'aliimum bizaatish-shuduur
"Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini? Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah. Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini. Katakanlah (Muhammad), Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi  hati."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 154)

اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ ۙ  اِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوْا  ۚ  وَلَقَدْ عَفَا اللّٰهُ عَنْهُمْ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
innallaziina tawallau mingkum yaumaltaqol-jam'aani innamastazallahumusy-syaithoonu biba'dhi maa kasabuu, wa laqod 'afallohu 'an-hum, innalloha ghofuurun haliim
"Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 155)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقَالُوْا لِاِخْوَانِهِمْ اِذَا ضَرَبُوْا فِى الْاَرْضِ اَوْ كَانُوْا غُزًّى لَّوْ كَانُوْا عِنْدَنَا مَا مَاتُوْا وَمَا قُتِلُوْا  ۚ  لِيَجْعَلَ اللّٰهُ ذٰلِكَ حَسْرَةً فِيْ قُلُوْبِهِمْ ۗ  وَاللّٰهُ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۗ  وَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa takuunuu kallaziina kafaruu wa qooluu li`ikhwaanihim izaa dhorobuu fil-ardhi au kaanuu ghuzzal lau kaanuu 'indanaa maa maatuu wa maa qutiluu, liyaj'alallohu zaalika hasrotan fii quluubihim, wallohu yuhyii wa yumiit, wallohu bimaa ta'maluuna bashiir
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh. (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 156)

وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ  اَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
wa la`ing qutiltum fii sabiilillaahi au muttum lamaghfirotum minallohi wa rohmatun khoirum mimmaa yajma'uun
"Dan sungguh, sekiranya kamu gugur di jalan Allah atau mati, sungguh, pastilah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) daripada apa (harta rampasan) yang mereka kumpulkan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 157)

وَلَئِنْ مُّتُّمْ اَوْ قُتِلْتُمْ لَاِ لَى اللّٰهِ تُحْشَرُوْنَ
wa la`im muttum au qutiltum la`ilallohi tuhsyaruun
"Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 158)

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ  وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ  فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ ۚ  فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
fa bimaa rohmatim minallohi linta lahum, walau kunta fazhzhon gholiizhol-qolbi lanfadhdhuu min haulika fa'fu 'an-hum wastaghfir lahum wa syaawir-hum fil-amr, fa izaa 'azamta fa tawakkal 'alalloh, innalloha yuhibbul-mutawakkiliin
"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 159)

اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَـكُمْ ۚ  وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖ  ۗ  وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
iy yanshurkumullohu fa laa ghooliba lakum, wa iy yakhzulkum fa man zallazii yanshurukum mim ba'dih, wa 'alallohi falyatawakkalil-mu`minuun
"Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang beriman bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 160)

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّ ۗ  وَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۚ  ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

wa maa kaana linabiyyin ay yaghull, wa may yaghlul ya'ti bimaa gholla yaumal-qiyaamah, summa tawaffaa kullu nafsim maa kasabat wa hum laa yazhlamuun
"Dan tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya dan mereka tidak dizalimi."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 161)

اَفَمَنِ اتَّبَعَ  رِضْوَانَ اللّٰهِ كَمَنْۢ بَآءَ بِسَخَطٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰٮهُ جَهَنَّمُ ۗ  وَ بِئْسَ الْمَصِيْرُ
a fa manittaba'a ridhwaanallohi kamam baaa`a bisakhothim minallohi wa ma`waahu jahannam, wa bi`sal-mashiir
"Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 162)

هُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ اللّٰهِ  ۗ  وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ
hum darojaatun 'indalloh, wallohu bashiirum bimaa ya'maluun
"(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 163)

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ   ۚ  وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
laqod mannallohu 'alal-mu`miniina iz ba'asa fiihim rosuulam min anfusihim yatluu 'alaihim aayaatihii wa yuzakkiihim wa yu'allimuhumul-kitaaba wal-hikmah, wa ing kaanuu ming qoblu lafii dholaalim mubiin
"Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 164)

اَوَلَمَّاۤ اَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَدْ اَصَبْتُمْ مِّثْلَيْهَا  ۙ  قُلْتُمْ اَنّٰى هٰذَا ۗ  قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اَنْفُسِكُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
a wa lammaaa ashoobatkum mushiibatung qod ashobtum mislaihaa qultum annaa haazaa, qul huwa min 'indi anfusikum, innalloha 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, Dari mana datangnya (kekalahan) ini? Katakanlah, Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 165)

وَمَاۤ اَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ فَبِاِذْنِ اللّٰهِ وَلِيَعْلَمَ  الْمُؤْمِنِيْنَ
wa maaa ashoobakum yaumaltaqol-jam'aani fa bi`iznillaahi wa liya'lamal-mu`miniin
"Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 166)

وَلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ نَافَقُوْا  ۖ  وَقِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَوِ ادْفَعُوْا  ۚ  قَالُوْا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَّا تَّبَعْنٰكُمْ ۗ  هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ اَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْاِيْمَانِ ۚ  يَقُوْلُوْنَ بِاَفْوَاهِهِمْ مَّا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ ۗ  وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُوْنَ
wa liya'lamallaziina naafaquu wa qiila lahum ta'aalau qootiluu fii sabiilillaahi awidfa'uu, qooluu lau na'lamu qitaalal lattaba'naakum, hum lil-kufri yauma`izin aqrobu min-hum lil-iimaan, yaquuluuna bi`afwaahihim maa laisa fii quluubihim, wallohu a'lamu bimaa yaktumuun
"dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan, Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu). Mereka berkata, Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 167)

اَلَّذِيْنَ قَالُوْا لِاِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوْا لَوْ اَطَاعُوْنَا مَا قُتِلُوْا  ۗ  قُلْ فَادْرَءُوْا عَنْ اَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
allaziina qooluu li`ikhwaanihim wa qo'aduu lau athoo'uunaa maa qutiluu, qul fadro`uu 'an anfusikumul-mauta ing kuntum shoodiqiin
"(Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh. Katakanlah, Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 168)

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا  ۗ  بَلْ اَحْيَآءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَ
wa laa tahsabannallaziina qutiluu fii sabiilillaahi amwaataa, bal ahyaaa`un 'inda robbihim yurzaquun
"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 169)

فَرِحِيْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ  ۙ  وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ  اَ لَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
farihiina bimaaa aataahumullohu min fadhlihii wa yastabsyiruuna billaziina lam yal-haquu bihim min kholfihim allaa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun
"mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 170)

يَسْتَبْشِرُوْنَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍ ۗ  وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ
yastabsyiruuna bini'matim minallohi wa fadhl, wa annalloha laa yudhii'u ajrol-mu`miniin
"Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 171)

اَلَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ مِنْۢ بَعْدِ مَاۤ اَصَابَهُمُ الْقَرْحُ   ۖ  لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا اَجْرٌ عَظِيْمٌ
allaziinastajaabuu lillaahi war-rosuuli mim ba'di maaa ashoobahumul-qor-hu lillaziina ahsanuu min-hum wattaqou ajrun 'azhiim
"(yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 172)

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًا    ۖ  وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
allaziina qoola lahumun-naasu innan-naasa qod jama'uu lakum fakhsyauhum fa zaadahum iimaanaw wa qooluu hasbunallohu wa ni'mal-wakiil
"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 173)

فَانْقَلَبُوْا بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوْٓءٌ  ۙ  وَّاتَّبَعُوْا رِضْوَانَ اللّٰهِ  ۗ  وَاللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَظِيْمٍ
fangqolabuu bini'matim minallohi wa fadhlil lam yamsas-hum suuu`uw wattaba'uu ridhwaanalloh, wallohu zuu fadhlin 'azhiim
"Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 174)

اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ  يُخَوِّفُ اَوْلِيَآءَهٗ ۖ  فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
innamaa zaalikumusy-syaithoonu yukhowwifu auliyaaa`ahuu fa laa takhoofuuhum wa khoofuuni ing kuntum mu`miniin
"Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 175)

وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْكُفْرِ ۚ  اِنَّهُمْ لَنْ يَّضُرُّوا اللّٰهَ شَيْــئًا  ۗ  يُرِيْدُ اللّٰهُ اَ لَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِيْ الْاٰخِرَةِ  ۚ  وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
wa laa yahzungkallaziina yusaari'uuna fil-kufr, innahum lay yadhurrulloha syai`aa, yuriidullohu allaa yaj'ala lahum hazhzhon fil-aakhiroti wa lahum 'azaabun 'azhiim
"Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir, sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 176)

اِنَّ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْاِيْمَانِ لَنْ يَّضُرُّوا اللّٰهَ شَيْــئًا  ۚ  وَلَهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
innallaziinasytarowul-kufro bil-iimaani lay yadhurrulloha syai`aa, wa lahum 'azaabun aliim
"Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekafiran dengan iman, sedikit pun tidak merugikan Allah; dan mereka akan mendapat azab yang pedih."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 177)

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ خَيْرٌ لِّاَنْفُسِهِمْ ۗ  اِنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ لِيَزْدَادُوْۤا اِثْمًا  ۚ  وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
wa laa yahsabannallaziina kafaruuu annamaa numlii lahum khoirul li`anfusihim, innamaa numlii lahum liyazdaaduuu ismaa, wa lahum 'azaabum muhiin
"Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 178)

مَا كَانَ اللّٰهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَنْـتُمْ عَلَيْهِ حَتّٰى يَمِيْزَ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ  وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَ لٰكِنَّ اللّٰهَ يَجْتَبِيْ مِنْ رُّسُلِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۖ  فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ ۚ  وَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَلَـكُمْ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
maa kaanallohu liyazarol-mu`miniina 'alaa maaa antum 'alaihi hattaa yamiizal-khobiisa minath-thoyyib, wa maa kaanallohu liyuthli'akum 'alal-ghoibi wa laakinnalloha yajtabii mir rusulihii may yasyaaa`u fa aaminuu billaahi wa rusulih, wa in tu`minuu wa tattaquu fa lakum ajrun 'azhiim
"Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 179)

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْـرًا لَّهُمْ ۗ  بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۗ  سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۗ  وَ لِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ  وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
wa laa yahsabannallaziina yabkholuuna bimaaa aataahumullohu min fadhlihii huwa khoirol lahum, bal huwa syarrul lahum, sayuthowwaquuna maa bakhiluu bihii yaumal-qiyaamah, wa lillaahi miiroosus-samaawaati wal-ardh, wallohu bimaa ta'maluuna khobiir
"Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 180)

لَقَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ فَقِيْرٌ وَّنَحْنُ اَغْنِيَآءُ  ۘ  سَنَكْتُبُ مَا قَالُوْا وَقَتْلَهُمُ الْاَنْۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ  ۙ  وَّنَقُوْلُ ذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ
laqod sami'allohu qoulallaziina qooluuu innalloha faqiiruw wa nahnu aghniyaaa`, sanaktubu maa qooluu wa qotlahumul-ambiyaaa`a bighoiri haqqiw wa naquulu zuuquu 'azaabal-hariiq
"Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya. Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), Rasakanlah olehmu azab yang membakar!"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 181)

ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ
zaalika bimaa qoddamat aidiikum wa annalloha laisa bizhollaamil lil-'abiid
"Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 182)

اَلَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ عَهِدَ اِلَيْنَاۤ اَ لَّا نُؤْمِنَ لِرَسُوْلٍ حَتّٰى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ  قُلْ قَدْ جَآءَكُمْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِيْ بِالْبَيِّنٰتِ وَبِالَّذِيْ قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوْهُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
allaziina qooluuu innalloha 'ahida ilainaaa allaa nu`mina lirosuulin hattaa ya`tiyanaa biqurbaanin ta`kuluhun-naar, qul qod jaaa`akum rusulum ming qoblii bil-bayyinaati wa billazii qultum fa lima qotaltumuuhum ing kuntum shoodiqiin
"(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api. Katakanlah (Muhammad), Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 183)

فَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ جَآءُوْ  بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتٰبِ الْمُنِيْرِ
fa ing kazzabuuka fa qod kuzziba rusulum ming qoblika jaaa`uu bil-bayyinaati waz-zuburi wal-kitaabil-muniir
"Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad), maka (ketahuilah) rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 184)

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ  الْمَوْتِ ۗ  وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ  فَمَنْ  زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَازَ  ۗ  وَمَا  الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
kullu nafsin zaaa`iqotul mauut, wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal-qiyaamah, fa man zuhziha 'anin-naari wa udkhilal-jannata fa qod faaz, wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa mataa'ul-ghuruur
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 185)

لَـتُبْلَوُنَّ فِيْۤ اَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ ۗ  وَلَـتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْۤا اَذًى كَثِيْـرًا ۗ  وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ
latublawunna fiii amwaalikum wa anfusikum, wa latasma'unna minallaziina uutul-kitaaba ming qoblikum wa minallaziina asyrokuuu azang kasiiroo, wa in tashbiruu wa tattaquu fa inna zaalika min 'azmil-umuur
"Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 186)

وَاِذْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْكِتٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهٗ  لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُوْنَهٗ ۖ  فَنَبَذُوْهُ وَرَآءَ ظُهُوْرِهِمْ وَ اشْتَرَوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ  فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُوْنَ
wa iz akhozallohu miisaaqollaziina uutul-kitaaba latubayyinunnahuu lin-naasi wa laa taktumuunahuu fa nabazuuhu warooo`a zhuhuurihim wasytarou bihii samanang qoliilaa, fa bi`sa maa yasytaruun
"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya, lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itu seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 187)

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَاۤ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِ ۚ  وَلَهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
laa tahsabannallaziina yafrohuuna bimaaa ataw wa yuhibbuuna ay yuhmaduu bimaa lam yaf'aluu fa laa tahsabannahum bimafaazatim minal-'azaab, wa lahum 'azaabun aliim
"Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 188)

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ  وَاللّٰهُ  عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
wa lillaahi mulkus-samaawaati wal-ardh, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 189)

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ
inna fii kholqis-samaawaati wal-ardhi wakhtilaafil-laili wan-nahaari la`aayaatil li`ulil-albaab
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 190)

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ  وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ  رَبَّنَا مَا  خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا  ۚ  سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
allaziina yazkuruunalloha qiyaamaw wa qu'uudaw wa 'alaa junuubihim wa yatafakkaruuna fii kholqis-samaawaati wal-ardh, robbanaa maa kholaqta haazaa baathilaa, sub-haanaka fa qinaa 'azaaban-naar
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 191)

رَبَّنَاۤ اِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ اَخْزَيْتَهٗ  ۗ  وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
robbanaaa innaka man tudkhilin-naaro fa qod akhzaitah, wa maa lizh-zhoolimiina min anshoor
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 192)

رَبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ لِلْاِيْمَانِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰمَنَّا    ۖ  رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِ
robbanaaa innanaa sami'naa munaadiyay yunaadii lil-iimaani an aaminuu birobbikum fa aamannaa robbanaa faghfir lanaa zunuubanaa wa kaffir 'annaa sayyi`aatinaa wa tawaffanaa ma'al-abroor
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 193)

رَبَّنَا وَاٰتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلٰى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۗ  اِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
robbanaa wa aatinaa maa wa'attanaa 'alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal-qiyaamah, innaka laa tukhliful-mii'aad
"Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 194)

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَاۤ اُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى ۚ  بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ  فَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَاُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاُوْذُوْا فِيْ سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاُدْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۚ  ثَوَابًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ  ۗ  وَ اللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَابِ
fastajaaba lahum robbuhum annii laaa udhii'u 'amala 'aamilim mingkum min zakarin au unsaa, ba'dhukum mim ba'dh, fallaziina haajaruu wa ukhrijuu min diyaarihim wa uuzuu fii sabiilii wa qootaluu wa qutiluu la`ukaffironna 'an-hum sayyi`aatihim wa la`udkhilannahum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haar, sawaabam min 'indillaah, wallohu 'indahuu husnus-sawaab
"Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 195)

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِى الْبِلَادِ
laa yaghurronnaka taqollubullaziina kafaruu fil-bilaad
"Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 196)

مَتَاعٌ قَلِيْلٌ ۗ  ثُمَّ مَأْوٰٮهُمْ جَهَنَّمُ ۗ  وَ بِئْسَ الْمِهَادُ
mataa'ung qoliil, summa ma`waahum jahannam, wa bi`sal-mihaad
"Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah Neraka Jahanam. (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 197)

لٰكِنِ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا نُزُلًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ  وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ لِّلْاَبْرَارِ
laakinillaziinattaqou robbahum lahum jannaatun tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa nuzulam min 'indillaah, wa maa 'indallohi khoirul lil-abroor
"Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 198)


وَاِنَّ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَمَنْ يُّؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ خٰشِعِيْنَ لِلّٰهِ  ۙ  لَا يَشْتَرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا  ۗ  اُولٰٓئِكَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
wa inna min ahlil-kitaabi lamay yu`minu billaahi wa maaa unzila ilaikum wa maaa unzila ilaihim khoosyi'iina lillaahi laa yasytaruuna bi`aayaatillaahi samanang qoliilaa, ulaaa`ika lahum ajruhum 'inda robbihim, innalloha sarii'ul-hisaab
"Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungannya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 199)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْا ۗ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanushbiruu wa shoobiruu wa roobithuu, wattaqulloha la'allakum tuflihuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 200)
Vidio Bacaan Surat Ali-Imran Ayat 1-200
Nah ini untuk teman-teman yang ingin mendengarkan bacaan surat Ali-Imran, Bisa buat refrensi bacaan atau cengkoknya biar bacaan teman-teman juga ikut merdu terdengar. Untuk teman-teman yang ingin mendownloadnya teman-teman buka aplikasi youtube di smartphone kalian dan buka vidio ini, di sana akan ada tombol bergambar panah ke bawah, itu tandanya untuk menyimpan vidio secara Offline. Dengan menyimpan vidionya secara offline teman-teman akan mudah untuk memutarnya berulang-ulang dan tanpa memkan paket data lagi.


Kalian telah membaca dan mendengarkan surat Ali-Imran, semoga apa yang teman-teman baca dan dengarkan tercatat pahala di sisi Allah SWT. Sebelum kalian menutup halaman ini mohon untuk teman-teman membagikan surat Ali-Imran ini ke teman-teman kita lainya di sosial media. Kalian juga tentunya tau jika mengajak seseorang ke dalam kebaikan maka kita yang mengajak pun akan mendapatkan kebaikan, maka jangan sia-siakan itu. Terima kasih telah berkunjung

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bacaan Surat Ali-Imran Ayat 1-200 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia