Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Selasa, 03 April 2018

Bacaan Surat Al-Ma'idah Ayat 1-120 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia





Bacaan Surat Al-Ma'idah Lengkap Dengan Terjemahanya - Assalamualaikum Teman-teman, terima kasih sudah membuka blog saya ini. Alhamdulillah masih banyak orang yang mencari konten Al-Qur'an di internet, karna seperti yang kita ketahui bahwa smartphone beserta jejaring sosial yang ada di dalamnya telah meracuni kaum muslim, Terutama mereka muda mudi.

Dan Pada kesempatan kalia ini seperti biasanya saya akan mengupdate artikel tentang Al-Qur'an yaitu surat Al-Ma'idah lengkap dari ayat 1-120 dengan tulisan arab,latin, dan terjemahanya dalam bahasa indonesia agar memudahkan kita untuk membaca dan memahami maksud yang di kandung pada setiap ayat surat Al-Ma'idah ini.


Al-Ma'idah adalah surat ke 5 dalam kitab suci Al-Qur'an dan memiliki 120 ayat. Kata Al-Ma'idah yang berarti Hidangan di ambil dari makna yang terkandung dalam surat ini. Surat Al-Ma'idah termasuk dalam klasifikasi surat Madaniyah, Karna surat ini di turunkan pada saat Rasulullah telah hijrah ke madinah.


INFORMASI SURAT
Nama surah           : Al-Ma'idah
Surah ke                : 5
Jumlah ayat           : 120 Ayat
Surah sebelumnya : An-Nisa'
Surah berikutnya   : Al-An'am
Juz ke                    : Juz 6-7
Klasifikasi             : Madaniyah


Pastilah tujuan teman-teman membuka halaman ini karna ingin menemukan dan membaca surat Al-Ma'idah. Untuk membaca di sinilah tempatnya, berikut ini telah saya siapkan bacaannya dan telah di susun dengan rapi agar enak di baca dan di lengkapi dengan tulisan Arab, Latin, Dan terjemahan dalam bahasa indonesia yang jelas. Selamat Membaca


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِ  ۗ   اُحِلَّتْ لَـكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْـتُمْ حُرُمٌ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu aufuu bil-'uquud, uhillat lakum bahiimatul-an'aami illaa maa yutlaa 'alaikum ghoiro muhillish-shoidi wa antum hurum, innalloha yahkumu maa yuriid
"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 1)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَآئِرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَـرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَۤائِدَ وَلَاۤ آٰ مِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَـرَامَ يَبْـتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا   ۗ  وَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا  ۗ  وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْا  ۘ  وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ  وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tuhilluu sya'aaa`irollaahi wa lasy-syahrol-harooma wa lal-hadya wa lal-qolaaa`ida wa laaa aaammiinal-baital-harooma yabtaghuuna fadhlam mir robbihim wa ridhwaanaa, wa izaa halaltum fashthooduu, wa laa yajrimannakum syana`aanu qoumin an shodduukum 'anil-masjidil-haroomi an ta'taduu, wa ta'aawanuu 'alal-birri wat-taqwaa wa laa ta'aawanuu 'alal-ismi wal-'udwaani wattaqulloh, innalloha syadiidul-'iqoob
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban), dan Qalaid (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 2)

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَاۤ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَاۤ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ ۗ  وَمَا ذُ بِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِ  ۗ  ذٰ لِكُمْ فِسْقٌ  ۗ  اَلْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْـنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ  ۗ  اَ لْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا  ۗ  فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍ ۙ  فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ‏
hurrimat 'alaikumul-maitatu wad-damu wa lahmul-khinziiri wa maaa uhilla lighoirillaahi bihii wal-munkhoniqotu wal-mauquuzatu wal-mutaroddiyatu wan-nathiihatu wa maaa akalas-sabu'u illaa maa zakkaitum, wa maa zubiha 'alan-nushubi wa an tastaqsimuu bil-azlaam, zaalikum fisq, al-yauma ya`isallaziina kafaruu min diinikum fa laa takhsyauhum wakhsyauun, al-yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu 'alaikum ni'matii wa rodhiitu lakumul-islaama diinaa, fa manidhthurro fii makhmashotin ghoiro mutajaanifil li`ismin fa innalloha ghofuurur rohiim
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 3)

يَسْئَـــلُوْنَكَ مَاذَاۤ اُحِلَّ لَهُمْ ۗ  قُلْ اُحِلَّ لَـكُمُ الطَّيِّبٰتُ  ۙ  وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَـوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّاۤ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
yas`aluunaka maazaaa uhilla lahum, qul uhilla lakumuth-thoyyibaatu wa maa 'allamtum minal-jawaarihi mukallibiina tu'allimuunahunna mimmaa 'allamakumullohu fa kuluu mimmaaa amsakna 'alaikum wazkurusmallohi 'alaihi wattaqulloh, innalloha sarii'ul-hisaab
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), Apakah yang dihalalkan bagi mereka? Katakanlah, Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 4)

اَلْيَوْمَ اُحِلَّ لَـكُمُ الطَّيِّبٰتُ  ۗ  وَطَعَامُ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْكِتٰبَ حِلٌّ لَّـکُمْ ۖ  وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖ  وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الْمُؤْمِنٰتِ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْـكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَاۤ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَ وَلَا مُتَّخِذِيْۤ اَخْدَانٍ ۗ  وَمَنْ يَّكْفُرْ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهٗ ۖ  وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
al-yauma uhilla lakumuth-thoyyibaat, wa tho'aamullaziina uutul-kitaaba hillul lakum wa tho'aamukum hillul lahum wal-muhshonaatu minal-mu`minaati wal-muhshonaatu minallaziina uutul-kitaaba ming qoblikum izaaa aataitumuuhunna ujuurohunna muhshiniina ghoiro musaafihiina wa laa muttakhiziii akhdaan, wa may yakfur bil-iimaani fa qod habitho 'amaluhuu wa huwa fil-aakhiroti minal-khoosiriin
"Pada hari ini, dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barang siapa kafir setelah beriman, maka sungguh sia-sia amal mereka dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 5)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ  ۗ  وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا  ۗ  وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰۤى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَآئِطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ  ۗ  مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰـكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa qumtum ilash-sholaati faghsiluu wujuuhakum wa aidiyakum ilal-maroofiqi wamsahuu biru`uusikum wa arjulakum ilal-ka'baiin, wa ing kuntum junuban faththohharuu, wa ing kuntum mardhooo au 'alaa safarin au jaaa`a ahadum mingkum minal-ghooo`ithi au laamastumun-nisaaa`a fa lam tajiduu maaa`an fa tayammamuu sho'iidan thoyyiban famsahuu biwujuuhikum wa aidiikum min-h, maa yuriidullohu liyaj'ala 'alaikum min harojiw wa laakiy yuriidu liyuthohhirokum wa liyutimma ni'matahuu 'alaikum la'allakum tasykuruun
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 6)

وَاذْکُرُوْ انِعْمَةَ اللهِ عَلَیْکُمْ وَمِیْثَاقَهُ الَّذِیْ وَاثَقَکُمْ بِهٖۤ   ‏  ۖ  اِذْقُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا  ۖ  وَاتَّقُوا اللهَ  ۗ  اِنَّ اللهَ عَلِیْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
wazkuruu ni'matallohi 'alaikum wa miisaaqohullazii waasaqokum bihiii iz qultum sami'naa wa atho'naa wattaqulloh, innalloha 'aliimum bizaatish-shuduur
"Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, Kami mendengar dan kami menaati. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 7)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِالْقِسْطِ  ۖ  وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا  ۗ  اِعْدِلُوْا ۗ  هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى  ۖ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu kuunuu qowwaamiina lillaahi syuhadaaa`a bil-qisthi wa laa yajrimannakum syana`aanu qoumin 'alaaa allaa ta'diluu, i'diluu, huwa aqrobu lit-taqwaa wattaqulloh, innalloha khobiirum bimaa ta'maluun
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 8)

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ  ۙ  لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ
wa'adallohullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lahum maghfirotuw wa ajrun 'azhiim
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 9)

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ  الْجَحِيْمِ
wallaziina kafaruu wa kazzabuu bi`aayaatinaaa ulaaa`ika ash-haabul-jahiim
"Ada pun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 10)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ هَمَّ قَوْمٌ اَنْ يَّبْسُطُوْۤا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۚ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ  ۗ  وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuzkuruu ni'matallohi 'alaikum iz hamma qoumun ay yabsuthuuu ilaikum aidiyahum fa kaffa aidiyahum 'angkum, wattaqulloh, wa 'alallohi falyatawakkalil-mu`minuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 11)

وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ ۚ  وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًا  ۗ  وَقَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مَعَكُمْ ۗ  لَئِنْ اَقَمْتُمُ الصَّلٰوةَ وَاٰتَيْتُمُ الزَّكٰوةَ وَاٰمَنْتُمْ بِرُسُلِيْ وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّاُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَلَاُدْخِلَـنَّكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۚ  فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ السَّبِيْلِ
wa laqod akhozallohu miisaaqo baniii isrooo`iil, wa ba'asnaa min-humusnai 'asyaro naqiibaa, wa qoolallohu innii ma'akum, la`in aqomtumush-sholaata wa aataitumuz-zakaata wa aamantum birusulii wa 'azzartumuuhum wa aqrodhtumulloha qordhon hasanal la`ukaffironna 'angkum sayyi`aatikum wa la`udkhilannakum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haar, fa mang kafaro ba'da zaalika mingkum fa qod dholla sawaaa`as-sabiil
"Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu melaksanakan sholat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barang siapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 12)

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةً   ۚ  يُحَرِّفُوْنَ الْـكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖ ۙ  وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖ ۚ  وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَآئِنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
fa bimaa naqdhihim miisaaqohum la'annaahum wa ja'alnaa quluubahum qoosiyah, yuharrifuunal-kalima 'am mawaadhi'ihii wa nasuu hazhzhom mimmaa zukkiruu bih, wa laa tazaalu taththoli'u 'alaa khooo`inatim min-hum illaa qoliilam min-hum fa'fu 'an-hum washfah, innalloha yuhibbul-muhsiniin
"(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 13)

وَمِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰۤى اَخَذْنَا مِيْثَاقَهُمْ فَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖ ۖ  فَاَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ  ۗ  وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللّٰهُ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
wa minallaziina qooluuu innaa nashoorooo akhoznaa miisaaqohum fa nasuu hazhzhom mimmaa zukkiruu bihii fa aghroinaa bainahumul-'adaawata wal-baghdhooo`a ilaa yaumil-qiyaamah, wa saufa yunabbi`uhumullohu bimaa kaanuu yashna'uun
"Dan di antara orang-orang yang mengatakan, Kami ini orang Nasrani, Kami telah mengambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 14)

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ  ۗ    قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌ 
yaaa ahlal-kitaabi qod jaaa`akum rosuulunaa yubayyinu lakum kasiirom mimmaa kuntum tukhfuuna minal-kitaabi wa ya'fuu 'ang kasiir, qod jaaa`akum minallohi nuuruw wa kitaabum mubiin
"Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan,"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 15)

يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
yahdii bihillaahu manittaba'a ridhwaanahuu subulas-salaami wa yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-nuuri bi`iznihii wa yahdiihim ilaa shiroothim mustaqiim
"dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 16)

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۗ  قُلْ فَمَنْ يَّمْلِكُ مِنَ اللّٰهِ شَيْئًـــا اِنْ اَرَادَ اَنْ يُّهْلِكَ الْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا   ۗ  وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا   ۗ  يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ   ۗ  وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
laqod kafarollaziina qooluuu innalloha huwal-masiihubnu maryam, qul fa may yamliku minallohi syai`an in arooda ay yuhlikal-masiihabna maryama wa ummahuu wa man fil-ardhi jamii'aa, wa lillaahi mulkus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumaa, yakhluqu maa yasyaaa`, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Sungguh, telah kafir orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi? Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 17)

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصٰرٰى نَحْنُ اَبْنٰٓ ؤُا اللّٰهِ وَاَحِبَّآ ؤُهٗ  ۗ  قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوْبِكُمْ ۗ  بَلْ اَنْـتُمْ بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَ  ۗ  يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ  وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ
wa qoolatil-yahuudu wan-nashooroo nahnu abnaaa`ullohi wa ahibbaaa`uh, qul fa lima yu'azzibukum bizunuubikum, bal antum basyarum mim man kholaq, yaghfiru limay yasyaaa`u wa yu'azzibu may yasyaaa`, wa lillaahi mulkus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumaa wa ilaihil-mashiir
"Orang Yahudi dan Nasrani berkata, Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya. Katakanlah, Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 18)

يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ عَلٰى فَتْرَةٍ مِّنَ الرُّسُلِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا جَآءَنَا مِنْۢ بَشِيْرٍ وَّلَا نَذِيْرٍ  ۗ  فَقَدْ جَآءَكُمْ بَشِيْرٌ وَّنَذِيْرٌ ۗ  وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
yaaa ahlal-kitaabi qod jaaa`akum rosuulunaa yubayyinu lakum 'alaa fatrotim minar-rusuli an taquuluu maa jaaa`anaa mim basyiiriw wa laa naziir, fa qod jaaa`akum basyiiruw wa naziir, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan. Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 19)

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢـبِيَآءَ وَجَعَلَـكُمْ مُّلُوْكًا    ۖ    وَّاٰتٰٮكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
wa iz qoola muusaa liqoumihii yaa qoumizkuruu ni'matallohi 'alaikum iz ja'ala fiikum ambiyaaa`a wa ja'alakum muluukaw wa aataakum maa lam yu`ti ahadam minal-'aalamiin
"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 20)

يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰۤى اَدْبَارِكُمْ فَتَـنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ
yaa qoumidkhulul-ardhol-muqoddasatallatii kataballohu lakum wa laa tartadduu 'alaaa adbaarikum fa tangqolibuu khoosiriin
"Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 21)

قَالُوْا يٰمُوْسٰۤى اِنَّ فِيْهَا قَوْمًا جَبَّارِيْنَ  ۖ  وَاِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَا حَتّٰى يَخْرُجُوْا مِنْهَا  ۚ  فَاِنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنَّا دَاخِلُوْنَ
qooluu yaa muusaaa inna fiihaa qouman jabbaariina wa innaa lan nadkhulahaa hattaa yakhrujuu min-haa, fa iy yakhrujuu min-haa fa innaa daakhiluun
"Mereka berkata, Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 22)

قَالَ رَجُلٰنِ مِنَ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوْا عَلَيْهِمُ الْبَابَ ۚ  فَاِذَا دَخَلْتُمُوْهُ فَاِنَّكُمْ غٰلِبُوْنَ   ۚ  وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْۤا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
qoola rojulaani minallaziina yakhoofuuna an'amallohu 'alaihimadkhuluu 'alaihimul-baab, fa izaa dakholtumuuhu fa innakum ghoolibuuna wa 'alallohi fa tawakkaluuu ing kuntum mu`miniin
"Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya, niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 23)

قَالُوْا يٰمُوْسٰۤى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَاۤ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا فَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَاۤ اِنَّا هٰهُنَا قَاعِدُوْنَ
qooluu yaa muusaaa innaa lan nadkhulahaaa abadam maa daamuu fiihaa faz-hab anta wa robbuka fa qootilaaa innaa haahunaa qoo'iduun
"Mereka berkata, Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 24)

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ  لَاۤ اَمْلِكُ اِلَّا نَفْسِيْ وَاَخِيْ فَافْرُقْ بَيْنَـنَا وَبَيْنَ الْـقَوْمِ  الْفٰسِقِيْنَ
qoola robbi innii laaa amliku illaa nafsii wa akhii fafruq bainanaa wa bainal-qoumil-faasiqiin
"Dia (Musa) berkata, Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 25)

قَالَ فَاِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً   ۚ  يَتِيْهُوْنَ فِى الْاَرْضِ  ۗ  فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ
qoola fa innahaa muharromatun 'alaihim arba'iina sanah, yatiihuuna fil-ardh, fa laa ta`sa 'alal-qoumil-faasiqiin
"(Allah) berfirman, (Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka, janganlah engkau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 26)

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَـقِّ ۘ  اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ  مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِ ۗ  قَالَ لَاَقْتُلَـنَّكَ ۗ  قَالَ  اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
watlu 'alaihim naba`abnai aadama bil-haqq, iz qorrobaa qurbaanan fa tuqubbila min ahadihimaa wa lam yutaqobbal minal-aakhor, qoola la`aqtulannak, qoola innamaa yataqobbalullohu minal-muttaqiin
"Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, Sungguh, aku pasti membunuhmu! Dia (Habil) berkata, Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 27)

لَئِنْۢ بَسَطْتَّ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَاۤ اَنَاۡ بِبَاسِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَقْتُلَكَ  ۚ  اِنِّيْۤ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ
la`im basatta ilayya yadaka litaqtulanii maaa ana bibaasithiy yadiya ilaika li`aqtulak, inniii akhoofulloha robbal-'aalamiin
"Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 28)

اِنِّيْۤ اُرِيْدُ اَنْ تَبُوْٓءَ بِاِثْمِيْ وَ اِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ ۚ  وَذٰلِكَ جَزٰٓ ؤُا الظّٰلِمِيْنَ ۚ
inniii uriidu an tabuuu`a bi`ismii wa ismika fa takuuna min ash-haabin-naar, wa zaalika jazaaa`uzh-zhoolimiin
"Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 29)

فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَـتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
fa thowwa'at lahuu nafsuhuu qotla akhiihi fa qotalahuu fa ashbaha minal-khoosiriin
"Maka, nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 30)

فَبَـعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِيْ الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ  ۗ  قَالَ يَاوَيْلَتٰۤى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْ  ۚ  فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ 
fa ba'asallohu ghuroobay yab-hasu fil-ardhi liyuriyahuu kaifa yuwaarii sau`ata akhiih, qoola yaa wailataaa a 'ajaztu an akuuna misla haazal-ghuroobi fa uwaariya sau`ata akhii, fa ashbaha minan-naadimiin
"Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. (Qabil) berkata, Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? Maka, jadilah dia termasuk orang yang menyesal."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 31)

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ  ۛ  كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًا   ۗ  وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَاۤ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا  ۗ  وَلَـقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ
min ajli zaalika katabnaa 'alaa baniii isrooo`iila annahuu mang qotala nafsam bighoiri nafsin au fasaadin fil-ardhi fa ka`annamaa qotalan-naasa jamii'aa, wa man ahyaahaa fa ka`annamaaa ahyan-naasa jamii'aa, wa laqod jaaa`at-hum rusulunaa bil-bayyinaati summa inna kasiirom min-hum ba'da zaalika fil-ardhi lamusrifuun
"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 32)

اِنَّمَا جَزٰٓ ؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْۤا اَوْ يُصَلَّبُوْۤا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِ ۗ  ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ 
innamaa jazaaa`ullaziina yuhaaribuunalloha wa rosuulahuu wa yas'auna fil-ardhi fasaadan ay yuqottaluuu au yushollabuuu au tuqoththo'a aidiihim wa arjuluhum min khilaafin au yunfau minal-ardh, zaalika lahum khizyun fid-dun-yaa wa lahum fil-aakhiroti 'azaabun 'azhiim
"Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 33)

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا  مِنْ قَبْلِ اَنْ تَقْدِرُوْا عَلَيْهِمْ ۚ  فَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ
illallaziina taabuu ming qobli an taqdiruu 'alaihim, fa'lamuuu annalloha ghofuurur rohiim
"Kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menguasai mereka; maka ketahuilah, bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 34)

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wabtaghuuu ilaihil-wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la'allakum tuflihuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ اَنَّ لَهُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لِيَـفْتَدُوْا بِهٖ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۚ  وَلَهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
innallaziina kafaruu lau anna lahum maa fil-ardhi jamii'aw wa mislahuu ma'ahuu liyaftaduu bihii min 'azaabi yaumil-qiyaamati maa tuqubbila min-hum, wa lahum 'azaabun aliim
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari azab pada hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat azab yang pedih."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 36)

يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّخْرُجُوْا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِيْنَ مِنْهَا  ۖ  وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ
yuriiduuna ay yakhrujuu minan-naari wa maa hum bikhoorijiina min-haa wa lahum 'azaabum muqiim
"Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 37)

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْۤا اَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَـكَالًا مِّنَ اللّٰهِ   ۗ  وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
was-saariqu was-saariqotu faqtho'uuu aidiyahumaa jazaaa`am bimaa kasabaa nakaalam minalloh, wallohu 'aziizun hakiim
"Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 38)

فَمَنْ تَابَ مِنْۢ بَعْدِ ظُلْمِهٖ وَاَصْلَحَ فَاِنَّ اللّٰهَ  يَتُوْبُ عَلَيْهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
fa man taaba mim ba'di zhulmihii wa ashlaha fa innalloha yatuubu 'alaiih, innalloha ghofuurur rohiim
"Tetapi barang siapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 39)

اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ  يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ   ۗ  وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
a lam ta'lam annalloha lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, yu'azzibu may yasyaaa`u wa yaghfiru limay yasyaaa`, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki seluruh kerajaan langit dan bumi, Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 40)

يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوْلُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْكُفْرِ مِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اٰمَنَّا بِاَ فْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوْبُهُمْ  ۛ  وَمِنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا  ۛ  سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ سَمّٰعُوْنَ لِقَوْمٍ اٰخَرِيْنَ ۙ  لَمْ يَأْتُوْكَ ۗ  يُحَرِّفُوْنَ الْـكَلِمَ مِنْۢ بَعْدِ مَوَاضِعِهٖ ۚ  يَقُوْلُوْنَ اِنْ اُوْتِيْتُمْ هٰذَا فَخُذُوْهُ وَاِنْ لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوْا   ۗ  وَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتْنَـتَهٗ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًـا ۗ  اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَمْ يُرِدِ اللّٰهُ اَنْ يُّطَهِّرَ قُلُوْبَهُمْ  ۗ  لَهُمْ فِيْ الدُّنْيَا خِزْيٌ  ۖ  وَّلَهُمْ فِيْ الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
yaaa ayyuhar-rosuulu laa yahzungkallaziina yusaari'uuna fil-kufri minallaziina qooluuu aamannaa bi`afwaahihim wa lam tu`ming quluubuhum, wa minallaziina haaduu sammaa'uuna lil-kazibi sammaa'uuna liqoumin aakhoriina lam ya`tuuk, yuharrifuunal-kalima mim ba'di mawaadhi'ihii, yaquuluuna in uutiitum haazaa fa khuzuuhu wa il lam tu`tauhu fahzaruu, wa may yuridillaahu fitnatahuu fa lan tamlika lahuu minallohi syai`aa, ulaaa`ikallaziina lam yuridillaahu ay yuthohhiro quluubahum, lahum fid-dun-yaa khizyuw wa lahum fil-aakhiroti 'azaabun 'azhiim
"Wahai Rasul (Muhammad)! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, Kami telah beriman, padahal hati mereka belum beriman; dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. Mereka mengatakan, Jika ini yang diberikan kepadamu (yang sudah diubah) terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah. Barang siapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang besar."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 41)

سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ اَ كّٰلُوْنَ لِلسُّحْتِ ۗ  فَاِنْ جَآءُوْكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ اَوْ اَعْرِضْ عَنْهُمْ  ۚ  وَاِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَّضُرُّوْكَ شَيْـئًـا   ۗ  وَاِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
sammaa'uuna lil-kazibi akkaaluuna lis-suht, fa in jaaa`uuka fahkum bainahum au a'ridh 'an-hum, wa in tu'ridh 'an-hum fa lay yadhurruuka syai`aa, wa in hakamta fahkum bainahum bil-qisth, innalloha yuhibbul-muqsithiin
"Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 42)

وَكَيْفَ يُحَكِّمُوْنَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرٰٮةُ فِيْهَا حُكْمُ اللّٰهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ  ۗ  وَمَاۤ اُولٰٓئِكَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ
wa kaifa yuhakkimuunaka wa 'indahumut-taurootu fiihaa hukmullohi summa yatawallauna mim ba'di zaalik, wa maaa ulaaa`ika bil-mu`miniin
"Dan bagaimana mereka akan mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, nanti mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Sungguh, mereka bukan orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 43)

اِنَّاۤ اَنْزَلْنَا التَّوْرٰٮةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌ   ۚ  يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّوْنَ الَّذِيْنَ اَسْلَمُوْا لِلَّذِيْنَ هَادُوْا وَ الرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوْا مِنْ كِتٰبِ اللّٰهِ وَكَانُوْا عَلَيْهِ شُهَدَآءَ   ۚ  فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا   ۗ  وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ
innaaa anzalnat-tauroota fiihaa hudaw wa nuur, yahkumu bihan-nabiyyuunallaziina aslamuu lillaziina haaduu war-robbaaniyyuuna wal-ahbaaru bimastuhfizhuu ming kitaabillaahi wa kaanuu 'alaihi syuhadaaa`, fa laa takhsyawun-naasa wakhsyauni wa laa tasytaruu bi`aayaatii samanang qoliilaa, wa mal lam yahkum bimaaa anzalallohu fa ulaaa`ika humul-kaafiruun
"Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat, di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 44)

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيْهَاۤ اَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ ۙ  وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْاَنْفَ بِالْاَنْفِ وَالْاُذُنَ بِالْاُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ ۙ  وَالْجُرُوْحَ قِصَاصٌ ۗ  فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهٖ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَّهٗ   ۗ  وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
wa katabnaa 'alaihim fiihaaa annan-nafsa bin-nafsi wal-'aina bil-'aini wal-anfa bil-anfi wal-uzuna bil-uzuni was-sinna bis-sinni wal-juruuha qishoosh, fa man tashoddaqo bihii fa huwa kaffaarotul lah, wa mal lam yahkum bimaaa anzalallohu fa ulaaa`ika humuzh-zhoolimuun
"Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisasnya (balasan yang sama). Barang siapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 45)

وَقَفَّيْنَا عَلٰۤى اٰثَارِهِمْ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰٮةِ ۖ  وَاٰتَيْنٰهُ الْاِنْجِيْلَ فِيْهِ هُدًى وَّنُوْرٌ  ۙ  وَّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةً لِّـلْمُتَّقِيْنَ 
wa qoffainaa 'alaaa aasaarihim bi'iisabni maryama mushoddiqol limaa baina yadaihi minat-taurooti wa aatainaahul-injiila fiihi hudaw wa nuuruw wa mushoddiqol limaa baina yadaihi minat-taurooti wa hudaw wa mau'izhotal lil-muttaqiin
"Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 46)

وَلْيَحْكُمْ اَهْلُ الْاِنْجِيْلِ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فِيْهِ ۗ  وَمَنْ  لَّمْ يَحْكُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
walyahkum ahlul-injiili bimaaa anzalallohu fiih, wa mal lam yahkum bimaaa anzalallohu fa ulaaa`ika humul-faasiquun
"Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 47)

وَاَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ  لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا  ۗ  وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِ ۗ  اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
wa anzalnaaa ilaikal-kitaaba bil-haqqi mushoddiqol limaa baina yadaihi minal-kitaabi wa muhaiminan 'alaihi fahkum bainahum bimaaa anzalallohu wa laa tattabi' ahwaaa`ahum 'ammaa jaaa`aka minal-haqq, likullin ja'alnaa mingkum syir'ataw wa min-haajaa, walau syaaa`allohu laja'alakum ummataw waahidataw wa laakil liyabluwakum fii maaa aataakum fastabiqul-khoiroot, ilallohi marji'ukum jamii'an fa yunabbi`ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuun
"Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 48)

وَاَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ  وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْۢ بَعْضِ مَاۤ  اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَ ۗ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ  بِبَـعْضِ ذُنُوْبِهِمْ ۗ  وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُوْنَ
wa anihkum bainahum bimaaa anzalallohu wa laa tattabi' ahwaaa`ahum wahzar-hum ay yaftinuuka 'am ba'dhi maaa anzalallohu ilaiik, fa in tawallau fa'lam annamaa yuriidullohu ay yushiibahum biba'dhi zunuubihim, wa inna kasiirom minan-naasi lafaasiquun
"Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memerdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 49)

اَفَحُكْمَ  الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ  وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
a fa hukmal-jaahiliyyati yabghuun, wa man ahsanu minallohi hukmal liqoumiy yuuqinuun
"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 50)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰۤى اَوْلِيَآءَ  ۘ  بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ  ۗ  وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizul-yahuuda wan-nashoorooo auliyaaa`, ba'dhuhum auliyaaa`u ba'dh, wa may yatawallahum mingkum fa innahuu min-hum, innalloha laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 51)

فَتَـرَى الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ يُّسَارِعُوْنَ فِيْهِمْ يَقُوْلُوْنَ نَخْشٰۤى اَنْ تُصِيْبَـنَا دَآئِرَةٌ   ۗ  فَعَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّأْتِيَ بِالْفَتْحِ اَوْ اَمْرٍ مِّنْ عِنْدِهٖ فَيُصْبِحُوْا عَلٰى مَاۤ اَسَرُّوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ نٰدِمِيْنَ 
fa tarollaziina fii quluubihim marodhuy yusaari'uuna fiihim yaquuluuna nakhsyaaa an tushiibanaa daaa`iroh, fa 'asallohu ay ya`tiya bil-fat-hi au amrim min 'indihii fa yushbihuu 'alaa maaa asarruu fiii anfusihim naadimiin
"Maka, kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, Kami takut akan mendapat bencana. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 52)

وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَهٰٓ ؤُلَآ ءِ الَّذِيْنَ اَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ ۙ  اِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ  ۗ  حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فَاَصْبَحُوْا خٰسِرِيْنَ
wa yaquulullaziina aamanuuu a haaa`ulaaa`illaziina aqsamuu billaahi jahda aimaanihim innahum lama'akum, habithot a'maaluhum fa ashbahuu khoosiriin
"Dan orang-orang yang beriman akan berkata, Inikah orang yang bersumpah secara sungguh-sungguh dengan (nama) Allah bahwa mereka benar-benar beserta kamu? Segala amal mereka menjadi sia-sia sehingga mereka menjadi orang yang rugi."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 53)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ  ۙ  اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ  ۖ  يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَآ ئِمٍ  ۗ  ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ   ۗ  وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu may yartadda mingkum 'an diinihii fa saufa ya`tillaahu biqoumiy yuhibbuhum wa yuhibbuunahuuu azillatin 'alal-mu`miniina a'izzatin 'alal-kaafiriina yujaahiduuna fii sabiilillaahi wa laa yakhoofuuna laumata laaa`im, zaalika fadhlullohi yu`tiihi may yasyaaa`, wallohu waasi'un 'aliim
"Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 54)

اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رَاكِعُوْنَ
innamaa waliyyukumullohu wa rosuuluhuu wallaziina aamanullaziina yuqiimuunash-sholaata wa yu`tuunaz-zakaata wa hum rooki'uun
"Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 55)

وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْنَ
wa may yatawallalloha wa rosuulahuu wallaziina aamanuu fa inna hizballohi humul-ghoolibuun
"Dan barang siapa menjadikan Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 56)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَـتَّخِذُوا الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْـكُفَّارَ اَوْلِيَآءَ   ۚ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizullaziinattakhozuu diinakum huzuwaw wa la'ibam minallaziina uutul-kitaaba ming qoblikum wal-kuffaaro auliyaaa`, wattaqulloha ing kuntum mu`miniin
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 57)

وَ اِذَا نَادَيْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ اتَّخَذُوْهَا هُزُوًا وَّلَعِبًا   ۗ  ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ
wa izaa naadaitum ilash-sholaatittakhozuuhaa huzuwaw wa la'ibaa, zaalika bi`annahum qoumul laa ya'qiluun
"Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) sholat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 58)

قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ هَلْ تَـنْقِمُوْنَ مِنَّاۤ اِلَّاۤ اَنْ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَـيْنَا وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ  ۙ  وَاَنَّ اَكْثَرَكُمْ فٰسِقُوْنَ
qul yaaa ahlal-kitaabi hal tangqimuuna minnaaa illaaa an aamannaa billaahi wa maaa unzila ilainaa wa maaa unzila ming qoblu wa anna aksarokum faasiquun
"Katakanlah, Wahai Ahli Kitab! Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? Sungguh, kebanyakan dari kamu adalah orang-orang yang fasik."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 59)

قُلْ هَلْ اُنَـبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰلِكَ مَثُوْبَةً عِنْدَ اللّٰهِ  ۗ  مَنْ لَّعَنَهُ اللّٰهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَـنَازِيْرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوْتَ   ۗ  اُولٰٓئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ عَنْ سَوَآءِ السَّبِيْلِ
qul hal unabbi`ukum bisyarrim min zaalika masuubatan 'indalloh, mal la'anahullohu wa ghodhiba 'alaihi wa ja'ala min-humul-qirodata wal-khonaaziiro wa 'abadath-thooghuut, ulaaa`ika syarrum makaanaw wa adhollu 'an sawaaa`is-sabiil
"Katakanlah (Muhammad), Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Tagut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 60)

وَاِذَا جَآءُوْكُمْ قَالُوْۤا اٰمَنَّا وَقَدْ دَّخَلُوْا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوْا بِهٖ ۗ  وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا كَانُوْا يَكْتُمُوْنَ
wa izaa jaaa`uukum qooluuu aamannaa wa qod dakholuu bil-kufri wa hum qod khorojuu bih, wallohu a'lamu bimaa kaanuu yaktumuun
"Dan apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu; mereka mengatakan, Kami telah beriman, padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 61)

وَتَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يُسَارِعُوْنَ فِى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَ  ۗ  لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
wa taroo kasiirom min-hum yusaari'uuna fil-ismi wal-'udwaani wa aklihimus-suht, labi`sa maa kaanuu ya'maluun
"Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 62)

لَوْلَا يَنْهٰٮهُمُ الرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْاِثْمَ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۗ  لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
lau laa yan-haahumur-robbaaniyyuuna wal-ahbaaru 'ang qoulihimul-isma wa aklihimus-suht, labi`sa maa kaanuu yashna'uun
"Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 63)

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ يَدُ اللّٰهِ مَغْلُوْلَةٌ   ۗ  غُلَّتْ اَيْدِيْهِمْ وَلُعِنُوْا بِمَا قَالُوْا  ۘ  بَلْ يَدٰهُ مَبْسُوْطَتٰنِ  ۙ  يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَآءُ   ۗ  وَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًا   ۗ  وَاَ لْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ   ۗ  كُلَّمَاۤ اَوْقَدُوْا نَارًا لِّلْحَرْبِ اَطْفَاَهَا اللّٰهُ   ۙ  وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا   ۗ  وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
wa qoolatil-yahuudu yadullohi maghluulah, ghullat aidiihim wa lu'inuu bimaa qooluu, bal yadaahu mabsuuthotaani yunfiqu kaifa yasyaaa`, wa layaziidanna kasiirom min-hum maaa unzila ilaika mir robbika thughyaanaw wa kufroo, wa alqoinaa bainahumul-'adaawata wal-baghdhooo`a ilaa yaumil-qiyaamah, kullamaaa auqoduu naarol lil-harbi athfa`ahallohu wa yas'auna fil-ardhi fasaadaa, wallohu laa yuhibbul-mufsidiin
"Dan orang-orang Yahudi berkata, Tangan Allah terbelenggu. Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu, padahal kedua tangan Allah terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. Dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 64)

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْـكِتٰبِ اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاَدْخَلْنٰهُمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
walau anna ahlal-kitaabi aamanuu wattaqou lakaffarnaa 'an-hum sayyi`aatihim wa la`adkholnaahum jannaatin-na'iim
"Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 65)

وَلَوْ اَنَّهُمْ اَقَامُوا التَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ مِّنْ رَّبِّهِمْ لَاَ كَلُوْا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْ ۗ  مِنْهُمْ اُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌ   ۗ  وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ سَآءَ مَا يَعْمَلُوْنَ
walau annahum aqoomut-tauroota wal-injiila wa maaa unzila ilaihim mir robbihim la`akaluu min fauqihim wa min tahti arjulihim, min-hum ummatum muqtashidah, wa kasiirum min-hum saaa`a maa ya'maluun
"Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 66)

يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ  ۗ  وَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَـتَهٗ  ۗ  وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْـكٰفِرِيْنَ
yaaa ayyuhar-rosuulu balligh maaa unzila ilaika mir robbik, wa il lam taf'al fa maa ballaghta risaalatah, wallohu ya'shimuka minan-naas, innalloha laa yahdil-qoumal-kaafiriin
"Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 67)
 :
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ لَسْتُمْ عَلٰى شَيْءٍ حَتّٰى تُقِيْمُوا التَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ  ۗ  وَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًا ۚ  فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
qul yaaa ahlal-kitaabi lastum 'alaa syai`in hattaa tuqiimut-tauroota wal-injiila wa maaa unzila ilaikum mir robbikum, wa layaziidanna kasiirom min-hum maaa unzila ilaika mir robbika thughyaanaw wa kufroo, fa laa ta`sa 'alal-qoumil-kaafiriin
"Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan (Al-Qur'an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 68)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِئُـوْنَ وَالنَّصٰرٰى مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًـا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
innallaziina aamanuu wallaziina haaduu wash-shoobi`uuna wan-nashooroo man aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wa 'amila shoolihan fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabi'in, dan orang-orang Nasrani, barang siapa beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 69)

لَقَدْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ وَاَرْسَلْنَاۤ اِلَيْهِمْ رُسُلًا  ۗ  كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُوْلٌ ۢ بِمَا لَا تَهْوٰۤى اَنْفُسُهُمْ  ۙ  فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَفَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ
laqod akhoznaa miisaaqo baniii isrooo`iila wa arsalnaaa ilaihim rusulaa, kullamaa jaaa`ahum rosuulum bimaa laa tahwaaa anfusuhum fariiqong kazzabuu wa fariiqoy yaqtuluun
"Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 70)

وَحَسِبُوْۤا اَ لَّا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ فَعَمُوْا وَصَمُّوْا ثُمَّ تَابَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوْا وَصَمُّوْا كَثِيْرٌ مِّنْهُمْ ۗ  وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا  يَعْمَلُوْنَ
wa hasibuuu allaa takuuna fitnatun fa 'amuu wa shommuu summa taaballohu 'alaihim summa 'amuu wa shommuu kasiirum min-hum, wallohu bashiirum bimaa ya'maluun
"Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi bencana apa pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), karena itu mereka menjadi buta dan tuli, kemudian Allah menerima tobat mereka, lalu banyak di antara mereka buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 71)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ  ۗ  وَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ  ۗ  اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَـنَّةَ وَمَأْوٰٮهُ النَّارُ  ۗ  وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
laqod kafarollaziina qooluuu innalloha huwal-masiihubnu maryam, wa qoolal-masiihu yaa baniii isrooo`iila'budulloha robbii wa robbakum, innahuu may yusyrik billaahi fa qod harromallohu 'alaihil-jannata wa ma`waahun-naar, wa maa lizh-zhoolimiina min anshoor
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 72)

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ  ۘ  وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ   ۗ  وَاِنْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
laqod kafarollaziina qooluuu innalloha saalisu salaasah, wa maa min ilaahin illaaa ilaahuw waahid, wa il lam yantahuu 'ammaa yaquuluuna layamassannallaziina kafaruu min-hum 'azaabun aliim
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 73)

اَفَلَا يَتُوْبُوْنَ اِلَى  اللّٰهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَهٗ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
a fa laa yatuubuuna ilallohi wa yastaghfiruunah, wallohu ghofuurur rohiim
"Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 74)

مَا الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ اِلَّا رَسُوْلٌ  ۚ  قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ  وَاُمُّهٗ صِدِّيْقَةٌ   ۗ  كَانَا يَأْكُلٰنِ الطَّعَامَ ۗ  اُنْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْاٰيٰتِ ثُمَّ انْظُرْ اَ نّٰى يُؤْفَكُوْنَ
mal-masiihubnu maryama illaa rosuul, qod kholat ming qoblihir-rusul, wa ummuhuu shiddiiqoh, kaanaa ya`kulaanith-tho'aam, unzhur kaifa nubayyinu lahumul-aayaati summanzhur annaa yu`fakuun
"Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan  ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 75)

قُلْ اَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَـكُمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا   ۗ  وَاللّٰهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
qul a ta'buduuna min duunillaahi maa laa yamliku lakum dhorrow wa laa naf'aa, wallohu huwas-samii'ul-'aliim
"Katakanlah (Muhammad), Mengapa kamu menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat? Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 76)

قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْـنِكُمْ غَيْرَ الْحَـقِّ وَلَا تَتَّبِعُوْۤا اَهْوَآءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوْا مِنْ قَبْلُ وَاَضَلُّوْا كَثِيْرًا وَّضَلُّوْا عَنْ سَوَآءِ السَّبِيْلِ
qul yaaa ahlal-kitaabi laa taghluu fii diinikum ghoirol-haqqi wa laa tattabi'uuu ahwaaa`a qouming qod dholluu ming qoblu wa adholluu kasiirow wa dholluu 'an sawaaa`is-sabiil
"Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia), dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 77)

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ  ۗ  ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ
lu'inallaziina kafaruu mim baniii isrooo`iila 'alaa lisaani daawuuda wa 'iisabni maryam, zaalika bimaa 'ashow wa kaanuu ya'taduun
"Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Daud dan 'Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 78)

كَانُوْا لَا يَتَـنَاهَوْنَ عَنْ مُّنْكَرٍ فَعَلُوْهُ  ۗ  لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
kaanuu laa yatanaahauna 'am mungkarin fa'aluuh, labi`sa maa kaanuu yaf'aluun
"Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 79)

تَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۗ  لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ  لَهُمْ اَنْفُسُهُمْ اَنْ سَخِطَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ وَفِى الْعَذَابِ هُمْ  خٰلِدُوْنَ
taroo kasiirom min-hum yatawallaunallaziina kafaruu, labi`sa maa qoddamat lahum anfusuhum an sakhithollaahu 'alaihim wa fil-'azaabi hum khooliduun
"Kamu melihat banyak di antara mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sungguh, sangat buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri, yaitu kemurkaan Allah, dan mereka akan kekal dalam azab."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 80)

وَلَوْ كَانُوْا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالنَّبِيِّ وَمَاۤ اُنْزِلَ  اِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوْهُمْ اَوْلِيَآءَ وَلٰـكِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ  فٰسِقُوْنَ
walau kaanuu yu`minuuna billaahi wan-nabiyyi wa maaa unzila ilaihi mattakhozuuhum auliyaaa`a wa laakinna kasiirom min-hum faasiquun
"Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak di antara mereka, orang-orang yang fasik."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 81)


لَـتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا  ۚ  وَلَـتَجِدَنَّ اَ قْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰى  ۗ  ذٰلِكَ بِاَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ
latajidanna asyaddan-naasi 'adaawatal lillaziina aamanul-yahuuda wallaziina asyrokuu, wa latajidanna aqrobahum mawaddatal lillaziina aamanullaziina qooluuu innaa nashooroo, zaalika bi`anna min-hum qissiisiina wa ruhbaanaw wa annahum laa yastakbiruun
"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani. Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 82)

وَاِذَا سَمِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰۤى اَعْيُنَهُمْ  تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَـقِّ ۚ  يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا  فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
wa izaa sami'uu maaa unzila ilar-rosuuli tarooo a'yunahum tafiidhu minad-dam'i mimmaa 'arofuu minal-haqq, yaquuluuna robbanaaa aamannaa faktubnaa ma'asy-syaahidiin
"Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri), seraya berkata, Ya Tuhan, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 83)

وَمَا لَـنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَمَا جَآءَنَا مِنَ  الْحَـقِّ ۙ  وَنَطْمَعُ اَنْ يُّدْخِلَـنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصّٰلِحِيْنَ
wa maa lanaa laa nu`minu billaahi wa maa jaaa`anaa minal-haqqi wa nathma'u ay yudkhilanaa robbunaa ma'al-qoumish-shoolihiin
"Dan mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang saleh?"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 84)

فَاَثَابَهُمُ اللّٰهُ بِمَا قَالُوْا جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا   ۗ  وَذٰلِكَ جَزَآءُ الْمُحْسِنِيْنَ
fa asaabahumullohu bimaa qooluu jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, wa zaalika jazaaa`ul-muhsiniin
"Maka Allah memberi pahala kepada mereka atas perkataan yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 85)

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا  بِاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
wallaziina kafaruu wa kazzabuu bi`aayaatinaaa ulaaa`ika ash-haabul-jahiim
"Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 86)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحَرِّمُوْا طَيِّبٰتِ مَاۤ اَحَلَّ اللّٰهُ لَـكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tuharrimuu thoyyibaati maaa ahallallohu lakum wa laa ta'taduu, innalloha laa yuhibbul-mu'tadiin
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 87)

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ  وَّ اتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْۤ اَنْـتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
wa kuluu mimmaa rozaqokumullohu halaalan thoyyibaw wattaqullohallaziii antum bihii mu`minuun
"Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 88)

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِاللَّغْوِ فِيْۤ اَيْمَانِكُمْ وَلٰـكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُّمُ الْاَيْمَانَ  ۚ  فَكَفَّارَتُهٗۤ اِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسٰكِيْنَ مِنْ اَوْسَطِ مَا تُطْعِمُوْنَ اَهْلِيْكُمْ اَوْ كِسْوَتُهُمْ اَوْ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ   ۗ  فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ  ۗ  ذٰلِكَ كَفَّارَةُ اَيْمَانِكُمْ اِذَا حَلَفْتُمْ  ۗ  وَاحْفَظُوْۤا اَيْمَانَكُمْ  ۗ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
laa yu`aakhizukumullohu bil-laghwi fiii aimaanikum wa laakiy yu`aakhizukum bimaa 'aqqottumul-aimaan, fa kaffaarotuhuuu ith'aamu 'asyaroti masaakiina min ausathi maa tuth'imuuna ahliikum au kiswatuhum au tahriiru roqobah, fa mal lam yajid fa shiyaamu salaasati ayyaam, zaalika kaffaarotu aimaanikum izaa halaftum, wahfazhuuu aimaanakum, kazaalika yubayyinullohu lakum aayaatihii la'allakum tasykuruun
"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 89)

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ  رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu innamal-khomru wal-maisiru wal-anshoobu wal-azlaamu rijsum min 'amalisy-syaithooni fajtanibuuhu la'allakum tuflihuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 90)

اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ  ۚ  فَهَلْ اَنْـتُمْ مُّنْتَهُوْنَ
innamaa yuriidusy-syaithoonu ay yuuqi'a bainakumul-'adaawata wal-baghdhooo`a fil-khomri wal-maisiri wa yashuddakum 'an zikrillaahi wa 'anish-sholaati fa hal antum muntahuun
"Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan sholat, maka tidakkah kamu mau berhenti?"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 91)

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاحْذَرُوْا  ۚ  فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
wa athii'ulloha wa athii'ur-rosuula wahzaruu, fa in tawallaitum fa'lamuuu annamaa 'alaa rosuulinal-balaaghul-mubiin
"Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 92)

لَـيْسَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جُنَاحٌ فِيْمَا طَعِمُوْۤا اِذَا مَا اتَّقَوا وَّاٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ثُمَّ اتَّقَوا وَّاٰمَنُوْا ثُمَّ اتَّقَوا وَّاَحْسَنُوْا  ۗ  وَاللّٰهُ  يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
laisa 'alallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati junaahun fiimaa tho'imuuu izaa mattaqow wa aamanuu wa 'amilush-shoolihaati summattaqow wa aamanuu summattaqow wa ahsanuu, wallohu yuhibbul-muhsiniin
"Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka makan (dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 93)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللّٰهُ بِشَيْءٍ مِّنَ الصَّيْدِ تَنَالُـهٗۤ اَيْدِيْكُمْ وَ رِمَاحُكُمْ لِيَـعْلَمَ اللّٰهُ مَنْ يَّخَافُهٗ بِالْـغَيْبِ  ۚ  فَمَنِ اعْتَدٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهٗ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu layabluwannakumullohu bisyai`im minash-shoidi tanaaluhuuu aidiikum wa rimaahukum liya'lamallohu may yakhoofuhuu bil-ghoiib, fa mani'tadaa ba'da zaalika fa lahuu 'azaabun aliim
"Wahai orang-orang yang beriman! Allah pasti akan menguji kamu dengan hewan buruan yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka dia akan mendapat  azab yang pedih."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 94)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَاَنْـتُمْ حُرُمٌ  ۗ  وَمَنْ قَتَلَهٗ مِنْكُمْ مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهٖ ذَوَا عَدْلٍ مِّنْكُمْ هَدْيًاۢ بٰلِغَ الْـكَعْبَةِ اَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسٰكِيْنَ اَوْ عَدْلُ ذٰلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوْقَ وَبَالَ اَمْرِهٖ  ۗ  عَفَا اللّٰهُ عَمَّا سَلَفَ  ۗ  وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللّٰهُ مِنْهُ  ۗ  وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa taqtulush-shoida wa antum hurum, wa mang qotalahuu mingkum muta'ammidan fa jazaaa`um mislu maa qotala minan-na'ami yahkumu bihii zawaa 'adlim mingkum hadyam baalighol-ka'bati au kaffaarotun tho'aamu masaakiina au 'adlu zaalika shiyaamal liyazuuqo wa baala amrih, 'afallohu 'ammaa salaf, wa man 'aada fa yantaqimullohu min-h, wallohu 'aziizun zuntiqoom
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh hewan buruan, ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu yang dibawa ke Ka'bah, atau kafarat (membayar tebusan) dengan memberi makan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Dan Allah Maha Perkasa, memiliki (kekuasaan untuk) menyiksa."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 95)

اُحِلَّ لَـكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهٗ مَتَاعًا لَّـكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ   ۚ  وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَـرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا  ۗ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْۤ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
uhilla lakum shoidul-bahri wa tho'aamuhuu mataa'al lakum wa lis-sayyaaroh, wa hurrima 'alaikum shoidul-barri maa dumtum hurumaa, wattaqullohallaziii ilaihi tuhsyaruun
"Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan darat, selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 96)

جَعَلَ اللّٰهُ الْـكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَـرَامَ قِيٰمًا لِّـلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَـرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَآ ئِدَ   ۗ  ذٰلِكَ لِتَعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
ja'alallohul-ka'batal-baital-harooma qiyaamal lin-naasi wasy-syahrol-harooma wal-hadya wal-qolaaa`id, zaalika lita'lamuuu annalloha ya'lamu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardhi wa annalloha bikulli syai`in 'aliim
"Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram, hadyu, dan Qala'id. Yang demikian itu agar kamu mengetahui, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 97)

اِعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ وَاَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ  
i'lamuuu annalloha syadiidul-'iqoobi wa annalloha ghofuurur rohiim
"Ketahuilah, bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 98)

مَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ  ۗ  وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا تَكْتُمُوْنَ
maa 'alar-rosuuli illal-balaagh, wallohu ya'lamu maa tubduuna wa maa taktumuun
"Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 99)

قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِ  ۚ  فَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰۤاُولِى الْاَ لْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
qul laa yastawil-khobiisu wath-thoyyibu walau a'jabaka kasrotul khobiis, fattaqulloha yaaa ulil-albaabi la'allakum tuflihuun
"Katakanlah (Muhammad), Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 100)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَسْــئَلُوْا عَنْ اَشْيَآءَ اِنْ تُبْدَ لَـكُمْ تَسُؤْكُمْ ۚ  وَاِنْ تَسْـئَـلُوْا عَنْهَا حِيْنَ يُنَزَّلُ الْقُرْاٰنُ تُبْدَ لَـكُمْ  ۗ  عَفَا اللّٰهُ عَنْهَا   ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tas`aluu 'an asy-yaaa`a in tubda lakum tasu`kum, wa in tas`aluu 'an-haa hiina yunazzalul-qur`aanu tubda lakum, 'afallohu 'an-haa, wallohu ghofuurun haliim
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur'an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 101)

قَدْ سَاَ لَهَا قَوْمٌ مِّنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ اَصْبَحُوْا بِهَا كٰفِرِيْنَ
qod sa`alahaa qoumum ming qoblikum summa ashbahuu bihaa kaafiriin
"Sesungguhnya sebelum kamu telah ada segolongan manusia yang menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 102)

مَا جَعَلَ اللّٰهُ مِنْۢ بَحِيْرَةٍ وَّلَا سَآئِبَةٍ وَّلَا وَصِيْلَةٍ وَّلَا حَامٍ  ۙ  وَّلٰـكِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْـكَذِبَ   ۗ  وَاَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ
maa ja'alallohu mim bahiirotiw wa laa saaa`ibatiw wa laa washiilatiw wa laa haamiw wa laakinnallaziina kafaruu yaftaruuna 'alallohil-kazib, wa aksaruhum laa ya'qiluun
"Allah tidak pernah mensyariatkan adanya Bahirah, Sa'ibah, Washilah, dan Ham. Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 103)

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَآءَنَا   ۗ  اَوَلَوْ كَانَ اٰبَآ ؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْـئًـا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ
wa izaa qiila lahum ta'aalau ilaa maaa anzalallohu wa ilar-rosuuli qooluu hasbunaa maa wajadnaa 'alaihi aabaaa`anaa, a walau kaana aabaaa`uhum laa ya'lamuuna syai`aw wa laa yahtaduun
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul. Mereka menjawab, Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya). Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 104)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ ۚ  لَا يَضُرُّكُمْ مَّنْ ضَلَّ اِذَا اهْتَدَيْتُمْ  ۗ  اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُـنَـبِّـئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu 'alaikum anfusakum, laa yadhurrukum man dholla izahtadaitum, ilallohi marji'ukum jamii'an fa yunabbi`ukum bimaa kuntum ta'maluun
"Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 105)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِيْنَ الْوَصِيَّةِ اثْـنٰنِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنْكُمْ اَوْ اٰخَرَانِ مِنْ غَيْـرِكُمْ اِنْ اَنْـتُمْ ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَاَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةُ الْمَوْتِ  ۗ  تَحْبِسُوْنَهُمَا مِنْۢ بَعْدِ الصَّلٰوةِ فَيُقْسِمٰنِ بِاللّٰهِ اِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِيْ بِهٖ ثَمَنًا وَّلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى  ۙ  وَلَا نَـكْتُمُ شَهَادَةَ   ۙ  اللّٰهِ اِنَّاۤ اِذًا لَّمِنَ الْاٰثِمِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu syahaadatu bainikum izaa hadhoro ahadakumul-mautu hiinal-washiyyatisnaani zawaa 'adlim mingkum au aakhorooni min ghoirikum in antum dhorobtum fil-ardhi fa ashoobatkum mushiibatul-mauut, tahbisuunahumaa mim ba'dish-sholaati fa yuqsimaani billaahi inirtabtum laa nasytarii bihii samanaw walau kaana zaa qurbaa wa laa naktumu syahaadatallohi innaaa izal laminal-aasimiin
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang (di antara) kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan (agama) dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian, hendaklah kamu tahan kedua saksi itu setelah sholat, agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 106)

فَاِنْ عُثِرَ عَلٰۤى اَنَّهُمَا اسْتَحَقَّاۤ اِثْمًا فَاٰخَرٰنِ يَقُوْمٰنِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِيْنَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْاَوْلَيٰنِ فَيُقْسِمٰنِ بِاللّٰهِ لَشَهَادَتُنَاۤ اَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَ مَا اعْتَدَيْنَاۤ     ۖ  اِنَّاۤ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَ
fa in 'usiro 'alaaa annahumastahaqqooo isman fa aakhorooni yaquumaani maqoomahumaa minallaziinastahaqqo 'alaihimul-aulayaani fa yuqsimaani billaahi lasyahaadatunaaa ahaqqu min syahaadatihimaa wa ma'tadainaaa innaaa izal laminazh-zhoolimiin
"Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang mati, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian tentu kami termasuk orang-orang zalim."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 107)
  
ذٰلِكَ اَدْنٰۤى اَنْ يَّأْتُوْا بِالشَّهَادَةِ عَلٰى وَجْهِهَاۤ اَوْ يَخَافُوْۤا اَنْ تُرَدَّ اَيْمَانٌۢ بَعْدَ اَيْمَانِهِمْ ۗ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاسْمَعُوْا  ۗ  وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
zaalika adnaaa ay ya`tuu bisy-syahaadati 'alaa waj-hihaaa au yakhoofuuu an turodda aimaanum ba'da aimaanihim, wattaqulloha wasma'uu, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin
"Dengan cara itu mereka lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, dan mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 108)

يَوْمَ يَجْمَعُ اللّٰهُ الرُّسُلَ فَيَقُوْلُ مَاذَاۤ اُجِبْتُمْ  ۗ  قَالُوْا لَا عِلْمَ لَـنَا  ۗ  اِنَّكَ اَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
yauma yajma'ullohur-rusula fa yaquulu maazaaa ujibtum, qooluu laa 'ilma lanaa, innaka anta 'allaamul-ghuyuub
"(Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu? Mereka (para rasul) menjawab, Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 109)

اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ  ۘ  اِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِ ۗ   تُكَلِّمُ النَّاسَ فِيْ الْمَهْدِ وَكَهْلًا  ۚ  وَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْـكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ  ۚ  وَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْـئَـةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَـنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًۢا بِاِذْنِيْ وَ تُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْ  ۚ  وَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْ  ۚ  وَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَاۤ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
iz qoolallohu yaa 'iisabna maryamazkur ni'matii 'alaika wa 'alaa waalidatik, iz ayyattuka biruuhil-qudus, tukallimun-naasa fil-mahdi wa kahlaa, wa iz 'allamtukal-kitaaba wal-hikmata wat-tauroota wal-injiil, wa iz takhluqu minath-thiini kahai`atith-thoiri bi`iznii fa tanfukhu fiihaa fa takuunu thoirom bi`iznii wa tubri`ul-akmaha wal-abrosho bi`iznii, wa iz tukhrijul-mautaa bi`iznii, wa iz kafaftu baniii isrooo`iila 'angka iz ji`tahum bil-bayyinaati fa qoolallaziina kafaruu min-hum in haazaaa illaa sihrum mubiin
"Dan ingatlah, ketika Allah berfirman, Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulqudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat, dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, laIu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatIah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, Ini tidak lain hanyalah sihir yang  nyata."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 110)

وَ اِذْ اَوْحَيْتُ اِلَى الْحَـوَارِيّٖنَ اَنْ اٰمِنُوْا بِيْ وَبِرَسُوْلِيْ ۚ  قَالُوْۤا  اٰمَنَّا وَاشْهَدْ بِاَنَّـنَا مُسْلِمُوْنَ
wa iz auhaitu ilal-hawaariyyiina an aaminuu bii wa birosuulii, qooluuu aamannaa wasy-had bi`annanaa muslimuun
"Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia, Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku. Mereka menjawab, Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (muslim)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 111)

اِذْ قَالَ الْحَـوَارِيُّوْنَ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيْعُ رَبُّكَ اَنْ يُّنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَآءِ  ۗ  قَالَ اتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
iz qoolal-hawaariyyuuna yaa 'iisabna maryama hal yastathii'u robbuka ay yunazzila 'alainaa maaa`idatam minas-samaaa`, qoolattaqulloha ing kuntum mu`miniin
"(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata, Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami? Isa menjawab, Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 112)

قَالُوْا نُرِيْدُ اَنْ نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوْبُنَا  وَنَـعْلَمَ اَنْ قَدْ صَدَقْتَـنَا وَنَكُوْنَ عَلَيْهَا مِنَ الشّٰهِدِيْنَ
qooluu nuriidu an na`kula min-haa wa tathma`inna quluubunaa wa na'lama ang qod shodaqtanaa wa nakuuna 'alaihaa minasy-syaahidiin
"Mereka berkata, Kami ingin memakan hidangan itu agar tenteram hati kami dan agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan itu)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 113)

قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللّٰهُمَّ رَبَّنَاۤ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَآءِ  تَكُوْنُ لَـنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ ۚ  وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ  خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
qoola 'iisabnu maryamallohumma robbanaaa anzil 'alainaa maaa`idatam minas-samaaa`i takuunu lanaa 'iidal li`awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam mingka warzuqnaa wa anta khoirur-rooziqiin
"Isa putra Maryam berdoa, Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami ataupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 114)

قَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۚ  فَمَنْ يَّكْفُرْ بَعْدُ  مِنْكُمْ فَاِنِّيْۤ اُعَذِّبُهٗ عَذَابًا لَّاۤ اُعَذِّبُهٗۤ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
qoolallohu innii munazziluhaa 'alaikum, fa may yakfur ba'du mingkum fa inniii u'azzibuhuu 'azaabal laaa u'azzibuhuuu ahadam minal-'aalamiin
"Allah berfirman, Sungguh, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, tetapi barang siapa kafir di antaramu setelah (turun hidangan) itu, maka sungguh, Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia (seluruh alam)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 115)

وَاِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُمِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ  ۗ  قَالَ سُبْحٰنَكَ مَا يَكُوْنُ لِيْۤ اَنْ اَقُوْلَ مَا لَـيْسَ لِيْ بِحَقٍّ  ۗ   اِنْ كُنْتُ قُلْتُهٗ فَقَدْ عَلِمْتَهٗ  ۗ  تَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ وَلَاۤ اَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِكَ  ۗ  اِنَّكَ اَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
wa iz qoolallohu yaa 'iisabna maryama a anta qulta lin-naasittakhizuunii wa ummiya ilaahaini min duunillaah, qoola sub-haanaka maa yakuunu liii an aquula maa laisa lii bihaqq, ing kuntu qultuhuu fa qod 'alimtah, ta'lamu maa fii nafsii wa laaa a'lamu maa fii nafsik, innaka anta 'allaamul-ghuyuub
"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, Wahai 'Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah? ('Isa) menjawab, Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 116)

مَا قُلْتُ لَهُمْ  اِلَّا مَاۤ اَمَرْتَنِيْ بِهٖۤ اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۚ  وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ  شَهِيْدًا مَّا دُمْتُ فِيْهِمْ ۚ  فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِيْ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ ۗ   وَاَنْتَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
maa qultu lahum illaa maaa amartanii bihiii ani'budulloha robbii wa robbakum, wa kuntu 'alaihim syahiidam maa dumtu fiihim, fa lammaa tawaffaitanii kunta antar-roqiiba 'alaihim, wa anta 'alaa kulli syai`in syahiid
"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mengangkatku ke langit, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 117)

اِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَاِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۚ  وَاِنْ  تَغْفِرْ لَهُمْ فَاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
in tu'azzib-hum fa innahum 'ibaaduk, wa in taghfir lahum fa innaka antal-'aziizul-hakiim
"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 118)

قَالَ اللّٰهُ هٰذَا يَوْمُ يَـنْفَعُ الصّٰدِقِيْنَ صِدْقُهُمْ ۗ  لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا  ۗ  رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ   ۗ  ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ
qoolallohu haazaa yaumu yanfa'ush-shoodiqiina shidquhum, lahum jannaatun tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaaa abadaa, rodhiyallohu 'an-hum wa rodhuu 'an-h, zaalikal-fauzul-'azhiim
"Allah berfirman, Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 119)

لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا فِيْهِنَّ  ۗ  وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
lillaahi mulkus-samaawaati wal-ardhi wa maa fiihinn, wa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 120)

Vidio Bacaan Surat Al-Ma'idah Lengkap
Untuk teman-teman yang ingin mendengarkan bacaan dari surat Al-Ma'idah dengan suarah yang merdu silahkan play video youtube yang telah admin sediakan di bawah ini. Mungkin ada dari teman-teman yang menanyakan bagaimana cara mendownloadnya, untuk itu silahkan buka aplikasi youtube terus klik tombol panah ke bawah yang berarti untuk menyimpan video ke mode offline, jadi kalian bisa memutarnya kapan aja tanpa harus menguras kuota kalian lagi.


Terima kasih sudah mampir dan membaca surat Al-Ma'idah di blog saya ini, semoga kalian yang telah membaca dan memahami apa makna yang terkandung di setiap ayat yang ada dalam surat ini bisah kalian jadikan panduan dalam kehidupan kalian.

Dan jangan lupa untuk menyempatkan waktu membagikan postingan ini ke teman-teman kalian yang ada di sosmed, Karna dengan mengajak seseorang untuk melakukan kebaikan seperti membaca Al-qur'an maka dia dapat pahala dan kita pun juga dapat pahala. Jadi jagan sia-siakan kesempatan untuk mengumpulkan kebaikan, semasi kita masih ada di dunia ini.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bacaan Surat Al-Ma'idah Ayat 1-120 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia