Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Kamis, 12 April 2018

Bacaan Surat Al-Anfal Ayat 1-75 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia





Bacaan Surat Al-Anfal Lengkap Arab, Latin, Dan Terjemahannya - Assalamualaikum Temen-temen, Apa kabar hari ini? Semoga kalian dalam keadaan sehat dan selalu semangat. Sebelumnya terima kasih sudah mampir di blog ini, dan seperti biasa saya akan membagikan bacaan Al-Qur'an. Kemarin saya telah membuat postingan Bacaan Surat Al-Araf  Dan kali ini saya akan membagikan Bacaan Surat Al-Anfal Lengkap.


Al-Anfal adalah surat ke 8 dalam Al-Qur'an yang terdiri atas 75 ayat, 1.631 kata, 5.294 huruf dan terdaat pada Juz ke-9 (ayat 1-40)  Juz 10 (ayat 41-75) dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah. Di namakan Al-Anfal yang berarti Harta Rampasan Perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan bacaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal lainya yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

INFORMASI SURAT
Nama surah           : Al-Anfal
Surah ke                : 8
Jumlah ayat           : 75 Ayat
Surah sebelumnya : Al-A'raf
Surah berikutnya   : At-Taubah
Juz ke                    : Juz 9-10
Klasifikasi             : Madaniyah

Bacaan Surat Al-Anfal Lengkap Ayat 1-75 Dengan Tulisan Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Yang sedang mencari surat Al-Anfal ini silahkan, Mungkin dari teman-teman yang lupa membawa Al-Qur'an ketika bepergian, Atau teman-teman yang lagi dapat tugas di sekolah tentang surat Al-Anfal. Berikut ini telah di sediakan suratnya silahkan di pergunakan dan di pelajari maknanya. Muda mudahan teman-teman semua dan juga admin sendiri termasuk orang yang soleh dan soleha dan selalu ingat baca Al-Qur'an Aamiin.


يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِ  ۗ  قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ  ۚ  فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ  وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۤ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
yas`aluunaka 'anil-anfaal, qulil-anfaalu lillaahi war-rosuul, fattaqulloha wa ashlihuu zaata bainikum wa athii'ulloha wa rosuulahuuu ing kuntum mu`miniin
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 1)

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ   
innamal-mu`minuunallaziina izaa zukirollaahu wajilat quluubuhum wa izaa tuliyat 'alaihim aayaatuhuu zaadat-hum iimaanaw wa 'alaa robbihim yatawakkaluun
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا  رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ 
allaziina yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yunfiquun
"(yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 3)

اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا   ۗ  لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
ulaaa`ika humul-mu`minuuna haqqoo, lahum darojaatun 'inda robbihim wa maghfirotuw wa rizqung kariim
"Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 4)

كَمَاۤ  اَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْۢ بَيْتِكَ بِالْحَـقِّ ۖ  وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ  لَـكٰرِهُوْنَ
kamaaa akhrojaka robbuka mim baitika bil-haqqi wa inna fariiqom minal-mu`miniina lakaarihuun
"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 5)

يُجَادِلُوْنَكَ فِى الْحَـقِّ بَعْدَ مَا تَبَيَّنَ كَاَنَّمَا يُسَاقُوْنَ اِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَ
yujaadiluunaka fil-haqqi ba'da maa tabayyana ka`annamaa yusaaquuna ilal-mauti wa hum yanzhuruun
"mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 6)

وَاِذْ يَعِدُكُمُ اللّٰهُ اِحْدَى  الطَّآئِفَتَيْنِ اَنَّهَا لَـكُمْ وَتَوَدُّوْنَ اَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ  تَكُوْنُ لَـكُمْ وَيُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّحِقَّ الْحَـقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَيَقْطَعَ دَابِرَ  الْـكٰفِرِيْنَ
wa iz ya'idukumullohu ihdath-thooo`ifataini annahaa lakum wa tawadduuna anna ghoiro zaatisy-syaukati takuunu lakum wa yuriidullohu ay yuhiqqol-haqqo bikalimaatihii wa yaqtho'a daabirol-kaafiriin
"Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 7)

لِيُحِقَّ الْحَـقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ
liyuhiqqol-haqqo wa yubthilal-baathila walau karihal-mujrimuun
"agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 8)

اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَـكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ  مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ
iz tastaghiisuuna robbakum fastajaaba lakum annii mumiddukum bi`alfim minal-malaaa`ikati murdifiin
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 9)

وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَئِنَّ  بِهٖ قُلُوْبُكُمْ ۚ  وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ  حَكِيْمٌ
wa maa ja'alahullohu illaa busyroo wa litathma`inna bihii quluubukum, wa man-nashru illaa min 'indillaah, innalloha 'aziizun hakiim
"Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 10)

اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ  مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ  الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَ
iz yughosysyiikumun-nu'aasa amanatam min-hu wa yunazzilu 'alaikum minas-samaaa`i maaa`al liyuthohhirokum bihii wa yuz-hiba 'angkum rijzasy-syaithooni wa liyarbitho 'alaa quluubikum wa yusabbita bihil-aqdaam
"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 11)

اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰٓئِكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۗ  سَاُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَعْنَاقِ وَاضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ
iz yuuhii robbuka ilal-malaaa`ikati annii ma'akum fa sabbitullaziina aamanuu, sa`ulqii fii quluubillaziina kafarur-ru'ba fadhribuu fauqol-a'naaqi wadhribuu min-hum kulla banaan
"(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 12)

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ شَاۤ قُّوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ  ۚ  وَمَنْ يُّشَاقِقِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
zaalika bi`annahum syaaaqqulloha wa rosuulah, wa may yusyaaqiqillaaha wa rosuulahuu fa innalloha syadiidul-'iqoob
"(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 13)

ذٰ لِكُمْ فَذُوْقُوْهُ وَاَنَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابَ النَّارِ
zaalikum fa zuuquuhu wa anna lil-kaafiriina 'azaaban-naar
"Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada (lagi) azab neraka."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 14)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوْهُمُ الْاَدْبَارَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa laqiitumullaziina kafaruu zahfan fa laa tuwalluuhumul-adbaar
"Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 15)

وَمَنْ يُّوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ  دُبُرَهٗۤ اِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ اَوْ مُتَحَيِّزًا اِلٰى فِئَةٍ فَقَدْ بَآءَ  بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰٮهُ جَهَـنَّمُ ۗ  وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wa may yuwallihim yauma`izin duburohuuu illaa mutaharrifal liqitaalin au mutahayyizan ilaa fi`atin fa qod baaa`a bighodhobim minallohi wa ma`waahu jahannam, wa bi`sal-mashiir
"Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah Neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 16)

فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْ ۖ  وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَ لٰـكِنَّ اللّٰهَ رَمٰى  ۚ  وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَآ ءً حَسَنًا  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
fa lam taqtuluuhum wa laakinnalloha qotalahum wa maa romaita iz romaita wa laakinnalloha romaa, wa liyubliyal-mu`miniina min-hu balaaa`an hasanaa, innalloha samii'un 'aliim
"Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 17)

ذٰ لِكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ مُوْهِنُ كَيْدِ الْـكٰفِرِيْنَ
zaalikum wa annalloha muuhinu kaidil-kaafiriin
"Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 18)

اِنْ تَسْتَفْتِحُوْا فَقَدْ جَآءَكُمُ الْفَتْحُ ۚ  وَاِنْ تَنْتَهُوْا فَهُوَ خَيْرٌ لَّـكُمْ ۚ  وَ اِنْ تَعُوْدُوْا نَـعُدْ ۚ  وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًـا وَّلَوْ كَثُرَتْ ۙ  وَاَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ
in tastaftihuu fa qod jaaa`akumul-fat-h, wa in tantahuu fa huwa khoirul lakum, wa in ta'uuduu na'ud, wa lan tughniya 'angkum fi`atukum syai`aw walau kasurot wa annalloha ma'al-mu`miniin
"Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 19)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَاَنْـتُمْ تَسْمَعُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu athii'ulloha wa rosuulahuu wa laa tawallau 'an-hu wa antum tasma'uun
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 20)

وَلَا  تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
wa laa takuunuu kallaziina qooluu sami'naa wa hum laa yasma'uun
"dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 21)

اِنَّ  شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا  يَعْقِلُوْنَ
inna syarrod-dawaaabbi 'indallohish-shummul-bukmullaziina laa ya'qiluun
"Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 22)

وَلَوْ عَلِمَ اللّٰهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَّاَسْمَعَهُمْ ۗ  وَلَوْ اَسْمَعَهُمْ لَـتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
walau 'alimallohu fiihim khoirol la`asma'ahum, walau asma'ahum latawallaw wa hum mu'ridhuun
"Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 23)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْ ۚ  وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗۤ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanustajiibuu lillaahi wa lir-rosuuli izaa da'aakum limaa yuhyiikum, wa'lamuuu annalloha yahuulu bainal-mar`i wa qolbihii wa annahuuu ilaihi tuhsyaruun
"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 24)

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَآ صَّةً   ۚ  وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
wattaquu fitnatal laa tushiibannallaziina zholamuu mingkum khoooshshoh, wa'lamuuu annalloha syadiidul-'iqoob
"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 25)

وَاذْكُرُوْۤا اِذْ اَنْـتُمْ قَلِيْلٌ مُّسْتَضْعَفُوْنَ فِى الْاَرْضِ تَخَافُوْنَ اَنْ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَاٰوٰٮكُمْ وَاَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهٖ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wazkuruuu iz antum qoliilum mustadh'afuuna fil-ardhi takhoofuuna ay yatakhoththofakumun-naasu fa aawaakum wa ayyadakum binashrihii wa rozaqokum minath-thoyyibaati la'allakum tasykuruun
"Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 26)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْۤا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa takhuunulloha war-rosuula wa takhuunuuu amaanaatikum wa antum ta'lamuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 27)

وَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ   ۙ  وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
wa'lamuuu annamaaa amwaalukum wa aulaadukum fitnatuw wa annalloha 'indahuuu ajrun 'azhiim
"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 28)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّـكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ  وَ اللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tattaqulloha yaj'al lakum furqoonaw wa yukaffir 'angkum sayyi`aatikum wa yaghfir lakum, wallohu zul-fadhlil-'azhiim
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 29)

وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا  لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَ ۗ  وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗ   وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ
wa iz yamkuru bikallaziina kafaruu liyusbituuka au yaqtuluuka au yukhrijuuk, wa yamkuruuna wa yamkurulloh, wallohu khoirul-maakiriin
"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 30)

وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا قَالُوْا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَـقُلْنَا مِثْلَ هٰذَۤا   ۙ  اِنْ هٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
wa izaa tutlaa 'alaihim aayaatunaa qooluu qod sami'naa lau nasyaaa`u laqulnaa misla haazaaa in haazaaa illaaa asaathiirul-awwaliin
"Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 31)

وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَ لِيْمٍ
wa iz qoolullohumma ing kaana haazaa huwal-haqqo min 'indika fa amthir 'alainaa hijaarotam minas-samaaa`i awi`tinaa bi'azaabin aliim
"Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 32)

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ  فِيْهِمْ ۗ  وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa maa kaanallohu liyu'azzibahum wa anta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun
"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)

وَمَا لَهُمْ اَ لَّا يُعَذِّبَهُمُ اللّٰهُ وَهُمْ يَصُدُّوْنَ عَنِ الْمَسْجِدِ  الْحَـرَامِ وَمَا كَانُوْۤا اَوْلِيَآءَهٗ  ۗ  اِنْ اَوْلِيَآ ؤُهٗۤ اِلَّا الْمُتَّقُوْنَ  وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
wa maa lahum allaa yu'azzibahumullohu wa hum yashudduuna 'anil-masjidil-haroomi wa maa kaanuuu auliyaaa`ah, in auliyaaa`uhuuu illal-muttaquuna wa laakinna aksarohum laa ya'lamuun
"Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 34)

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ اِلَّا مُكَآءً وَّتَصْدِيَةً   ۗ  فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
wa maa kaana sholaatuhum 'indal-baiti illaa mukaaa`aw wa tashdiyah, fa zuuqul-'azaaba bimaa kuntum takfuruun
"Dan sholat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 35)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ لِيَـصُدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ   ۗ  فَسَيُنْفِقُوْنَهَا ثُمَّ تَكُوْنُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُوْنَ  ۗ  وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِلٰى جَهَـنَّمَ يُحْشَرُوْنَ
innallaziina kafaruu yunfiquuna amwaalahum liyashudduu 'an sabiilillaah, fa sayunfiquunahaa summa takuunu 'alaihim hasrotan summa yughlabuun, wallaziina kafaruuu ilaa jahannama yuhsyaruun
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 36)

لِيَمِيْزَ اللّٰهُ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَ يَجْعَلَ الْخَبِيْثَ بَعْضَهٗ عَلٰى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهٗ جَمِيْعًا  فَيَجْعَلَهٗ فِيْ جَهَـنَّمَ ۗ  اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
liyamiizallohul-khobiisa minath-thoyyibi wa yaj'alal-khobiisa ba'dhohuu 'alaa ba'dhin fa yarkumahuu jamii'an fa yaj'alahuu fii jahannam, ulaaa`ika humul-khoosiruun
"agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 37)

قُلْ لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ يَّنْتَهُوْا يُغْفَرْ لَهُمْ مَّا قَدْ سَلَفَ ۚ  وَاِنْ يَّعُوْدُوْا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْاَوَّلِيْنَ
qul lillaziina kafaruuu iy yantahuu yughfar lahum maa qod salaf, wa iy ya'uuduu fa qod madhot sunnatul-awwaliin
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) Sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 38)

وَقَاتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا  تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِ ۚ  فَاِنِ انْـتَهَوْا  فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
wa qootiluuhum hattaa laa takuuna fitnatuw wa yakuunad-diinu kulluhuu lillaah, fa inintahau fa innalloha bimaa ya'maluuna bashiir
"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 39)

وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوْۤا  اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰٮكُمْ ۗ  نِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
wa in tawallau fa'lamuuu annalloha maulaakum, ni'mal-maulaa wa ni'man-nashiir
"Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 40)

وَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَ لِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ  ۙ  اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَاۤ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ  ۗ  وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
wa'lamuuu annamaa ghonimtum min syai`in fa anna lillaahi khumusahuu wa lir-rosuuli wa lizil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wabnis-sabiili ing kuntum aamantum billaahi wa maaa anzalnaa 'alaa 'abdinaa yaumal-furqooni yaumaltaqol jam'aan, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 41)

اِذْ اَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوٰى وَ الرَّكْبُ اَسْفَلَ مِنْكُمْ ۗ  وَلَوْ تَوَاعَدْتُّمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِى الْمِيْعٰدِ ۙ  وَلٰـكِنْ لِّيَقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا  ۙ  لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْۢ بَيِّنَةٍ وَّيَحْيٰى مَنْ حَيَّ عَنْۢ بَيِّنَةٍ  ۗ  وَاِنَّ اللّٰهَ لَسَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
iz antum bil-'udwatid-dun-yaa wa hum bil-'udwatil-qushwaa war-rokbu asfala mingkum, walau tawaa'attum lakhtalaftum fil-mii'aadi wa laakil liyaqdhiyallohu amrong kaana maf'uulal liyahlika man halaka 'am bayyinatiw wa yahyaa man hayya 'am bayyinah, wa innalloha lasamii'un 'aliim
"(Yaitu) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan (hari pertempuran itu), tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 42)

اِذْ يُرِيْكَهُمُ اللّٰهُ فِيْ مَنَامِكَ قَلِيْلًا  ۗ  وَّلَوْ اَرٰٮكَهُمْ كَثِيْرًا لَّـفَشِلْـتُمْ وَلَـتَـنَازَعْتُمْ فِى الْاَمْرِ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ سَلَّمَ ۗ  اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
iz yuriikahumullohu fii manaamika qoliilaa, walau arookahum kasiirol lafasyiltum wa latanaaza'tum fil-amri wa laakinnalloha sallam, innahuu 'aliimum bizaatish-shuduur
"(ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 43)

وَ اِذْ يُرِيْكُمُوْهُمْ اِذِ الْتَقَيْتُمْ فِيْۤ اَعْيُنِكُمْ قَلِيْلًا وَّيُقَلِّلُكُمْ فِيْۤ اَعْيُنِهِمْ لِيَـقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا  ۗ  وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
wa iz yuriikumuuhum iziltaqoitum fiii a'yunikum qoliilaw wa yuqollilukum fiii a'yunihim liyaqdhiyallohu amrong kaana maf'uulaa, wa ilallohi turja'ul-umuur
"Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 44)

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa laqiitum fi`atan fasbutuu wazkurulloha kasiirol la'allakum tuflihuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 45)

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْا   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
wa athii'ulloha wa rosuulahuu wa laa tanaaza'uu fa tafsyaluu wa taz-haba riihukum washbiruu, innalloha ma'ash-shoobiriin
"Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 46)

وَلَا تَكُوْنُوْا  كَالَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَّرِئَآءَ النَّاسِ وَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ  وَاللّٰهُ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
wa laa takuunuu kallaziina khorojuu min diyaarihim bathorow wa ri`aaa`an-naasi wa yashudduuna 'an sabiilillaah, wallohu bimaa ya'maluuna muhiith
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (riya) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 47)

وَاِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَـكُمُ  الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَاِنِّيْ جَارٌ لَّـكُمْ ۚ  فَلَمَّا تَرَآءَتِ الْفِئَتٰنِ  نَكَصَ عَلٰى عَقِبَيْهِ وَقَالَ اِنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّنْكُمْ اِنِّيْۤ اَرٰى مَا لَا تَرَوْنَ  اِنِّيْۤ اَخَافُ اللّٰهَ ۗ  وَاللّٰهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
wa iz zayyana lahumusy-syaithoonu a'maalahum wa qoola laa ghooliba lakumul-yauma minan-naasi wa innii jaarul lakum, fa lammaa tarooo`atil-fi`ataani nakasho 'alaa 'aqibaihi wa qoola innii bariii`um mingkum inniii aroo maa laa tarouna inniii akhoofulloh, wallohu syadiidul-'iqoob
"Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu. Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah. Allah sangat keras siksa-Nya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 48)

اِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ غَرَّ هٰٓ ؤُلَآ ءِ دِيْنُهُمْ ۗ  وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
iz yaquulul-munaafiquuna wallaziina fii quluubihim marodhun ghorro haaa`ulaaa`i diinuhum, wa may yatawakkal 'alallohi fa innalloha 'aziizun hakiim
"(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya. (Allah berfirman), Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 49)

وَ لَوْ تَرٰۤى اِذْ يَتَوَفَّى الَّذِيْنَ كَفَرُوا  ۙ  الْمَلٰٓئِكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَدْبَارَهُمْ ۚ  وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ
walau tarooo iz yatawaffallaziina kafarul-malaaa`ikatu yadhribuuna wujuuhahum wa adbaarohum, wa zuuquu 'azaabal-hariiq
"Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 50)

ذٰلِكَ  بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ لَـيْسَ بِظَلَّامٍ لِّـلْعَبِيْدِ
zaalika bimaa qoddamat aidiikum wa annalloha laisa bizhollaamil lil-'abiid
"Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 51)

كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْنَ ۙ  وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ  كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ  فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
kada`bi aali fir'auna wallaziina ming qoblihim, kafaruu bi`aayaatillaahi fa akhozahumullohu bizunuubihim, innalloha qowiyyun syadiidul-'iqoob
"(keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Maha Kuat lagi sangat keras siksa-Nya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 52)

ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّـعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى  يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ۙ  وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
zaalika bi`annalloha lam yaku mughoyyiron ni'matan an'amahaa 'alaa qoumin hattaa yughoyyiruu maa bi`anfusihim wa annalloha samii'un 'aliim
"Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 53)

كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْنَ ۙ  وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ  كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ فَاَهْلَكْنٰهُمْ  بِذُنُوْبِهِمْ وَاَغْرَقْنَاۤ اٰلَ فِرْعَوْنَ ۚ  وَكُلٌّ كَانُوْا ظٰلِمِيْنَ
kada`bi aali fir'auna wallaziina ming qoblihim, kazzabuu bi`aayaati robbihim fa ahlaknaahum bizunuubihim wa aghroqnaaa aala fir'auun, wa kullung kaanuu zhoolimiin
"(keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; karena mereka adalah orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 54)

اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ  
inna syarrod-dawaaabbi 'indallohillaziina kafaruu fa hum laa yu`minuun
"Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka tidak beriman."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 55)

اَلَّذِيْنَ عَاهَدْتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَهُمْ فِيْ كُلِّ مَرَّةٍ وَّهُمْ لَا يَـتَّـقُوْنَ
allaziina 'aahatta min-hum summa yangqudhuuna 'ahdahum fii kulli marrotiw wa hum laa yattaquun
"(Yaitu) orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 56)

فَاِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِى الْحَـرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
fa immaa tasqofannahum fil-harbi fa syarrid bihim man kholfahum la'allahum yazzakkaruun
"Maka, jika engkau (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, agar mereka mengambil pelajaran."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 57)

وَاِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْۢبِذْ اِلَيْهِمْ عَلٰى سَوَآءٍ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْخَآئِنِيْنَ
wa immaa takhoofanna ming qoumin khiyaanatan fambiz ilaihim 'alaa sawaaa`, innalloha laa yuhibbul-khooo`iniin
"Dan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 58)

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَبَقُوْا   ۗ  اِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُوْنَ
wa laa yahsabannallaziina kafaruu sabaquu, innahum laa yu'jizuun
"Dan janganlah orang-orang kafir mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan (Allah)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 59)

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَـيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْ  ۚ  لَا تَعْلَمُوْنَهُمُ  ۚ  اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْ ۗ  وَمَا تُـنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
wa a'idduu lahum mastatho'tum ming quwwatiw wa mir ribaathil-khoili tur-hibuuna bihii 'aduwwallohi wa 'aduwwakum wa aakhoriina min duunihim, laa ta'lamuunahum, allohu ya'lamuhum, wa maa tunfiquu min syai`in fii sabiilillaahi yuwaffa ilaikum wa antum laa tuzhlamuun
"Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 60)

وَاِنْ جَنَحُوْا لِلسَّلْمِ  فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ  اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
wa in janahuu lis-salmi fajnah lahaa wa tawakkal 'alalloh, innahuu huwas-samii'ul-'aliim
"Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 61)

وَاِنْ يُّرِيْدُوْۤا اَنْ يَّخْدَعُوْكَ فَاِنَّ حَسْبَكَ اللّٰهُ ۗ  هُوَ الَّذِيْۤ  اَيَّدَكَ بِنَصْرِهٖ وَبِالْمُؤْمِنِيْنَ
wa iy yuriiduuu ay yakhda'uuka fa inna hasbakalloh, huwallaziii ayyadaka binashrihii wa bil-mu`miniin
"Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 62)

وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ۗ  لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّاۤ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۗ  اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
wa allafa baina quluubihim, lau anfaqta maa fil-ardhi jamii'am maaa allafta baina quluubihim wa laakinnalloha allafa bainahum, innahuu 'aziizun hakiim
"dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di Bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 63)

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
yaaa ayyuhan-nabiyyu hasbukallohu wa manittaba'aka minal-mu`miniin
"Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 64)

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْقِتَالِ  ۗ  اِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَابِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِ  ۚ  وَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ يَّغْلِبُوْۤا اَ لْفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
yaaa ayyuhan-nabiyyu harridhil-mu`miniina 'alal-qitaal, iy yakum mingkum 'isyruuna shoobiruuna yaghlibuu mi`ataiin, wa iy yakum mingkum mi`atuy yaghlibuuu alfam minallaziina kafaruu bi`annahum qoumul laa yafqohuun
"Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 65)

اَلْئٰـنَ خَفَّفَ اللّٰهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ اَنَّ فِيْكُمْ ضَعْفًا ۗ  فَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ صَابِرَةٌ يَّغْلِبُوْا  مِائَتَيْنِ ۚ  وَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ اَلْفٌ يَّغْلِبُوْۤا اَلْفَيْنِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ  وَ اللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
al-aana khoffafallohu 'angkum wa 'alima anna fiikum dho'faa, fa iy yakum mingkum mi`atun shoobirotuy yaghlibuu mi`ataiin, wa iy yakum mingkum alfuy yaghlibuuu alfaini bi`iznillaah, wallohu ma'ash-shoobiriin
"Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka, jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 66)

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗۤ اَسْرٰى حَتّٰى يُثْخِنَ فِى الْاَرْضِ ۗ  تُرِيْدُوْنَ عَرَضَ الدُّنْيَا   ۖ    وَاللّٰهُ يُرِيْدُ الْاٰخِرَةَ   ۗ  وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
maa kaana linabiyyin ay yakuuna lahuuu asroo hattaa yuskhina fil-ardh, turiiduuna 'arodhod-dun-yaa wallohu yuriidul-aakhiroh, wallohu 'aziizun hakiim
"Tidaklah pantas, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di Bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 67)

لَوْلَا كِتٰبٌ مِّنَ اللّٰهِ سَبَقَ  لَمَسَّكُمْ فِيْمَاۤ اَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
lau laa kitaabum minallohi sabaqo lamassakum fiimaaa akhoztum 'azaabun 'azhiim
"Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 68)

فَكُلُوْا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلٰلاً طَيِّبًا    ۖ  وَّاتَّقُوا اللّٰهَ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
fa kuluu mimmaa ghonimtum halaalan thoyyibaw wattaqulloh, innalloha ghofuurur rohiim
"Maka, makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 69)

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّمَنْ فِيْۤ اَيْدِيْكُمْ مِّنَ الْاَسْرٰۤى ۙ  اِنْ يَّعْلَمِ اللّٰهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ خَيْرًا يُّؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّاۤ اُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
yaaa ayyuhan-nabiyyu qul liman fiii aidiikum minal-asrooo iy ya'lamillaahu fii quluubikum khoiroy yu`tikum khoirom mimmaaa ukhiza mingkum wa yaghfir lakum, wallohu ghofuurur rohiim
"Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 70)

وَاِنْ يُّرِيْدُوْا خِيَانَـتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللّٰهَ مِنْ قَبْلُ فَاَمْكَنَ مِنْهُمْ  ۗ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
wa iy yuriiduu khiyaanataka fa qod khoonulloha ming qoblu fa amkana min-hum wallohu 'aliimun hakiim
"Tetapi jika mereka (tawanan itu) hendak mengkhianatimu (Muhammad) maka sesungguhnya sebelum itu pun mereka telah berkhianat kepada Allah, maka Dia memberikan kekuasaan kepadamu atas mereka, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 71)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْۤا اُولٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يُهَاجِرُوْا مَا لَـكُمْ مِّنْ وَّلَايَتِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ حَتّٰى يُهَاجِرُوْا   ۚ  وَاِنِ اسْتَـنْصَرُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ اِلَّا عَلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌ   ۗ  وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
innallaziina aamanuu wa haajaruu wa jaahaduu bi`amwaalihim wa anfusihim fii sabiilillaahi wallaziina aawaw wa nashoruuu ulaaa`ika ba'dhuhum auliyaaa`u ba'dh, wallaziina aamanuu wa lam yuhaajiruu maa lakum miw walaayatihim min syai`in hattaa yuhaajiruu, wa inistanshoruukum fid-diini fa 'alaikumun-nashru illaa 'alaa qoumim bainakum wa bainahum miisaaq, wallohu bimaa ta'maluuna bashiir
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 72)

وَالَّذِيْنَ  كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ  اِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الْاَرْضِ  وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ
wallaziina kafaruu ba'dhuhum auliyaaa`u ba'dh, illaa taf'aluuhu takun fitnatun fil-ardhi wa fasaadung kabiir
"Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di Bumi dan kerusakan yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 73)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجٰهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْۤا اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا   ۗ  لَّهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
wallaziina aamanuu wa haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi wallaziina aawaw wa nashoruuu ulaaa`ika humul-mu`minuuna haqqoo, lahum maghfirotuw wa rizqung kariim
"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 74)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْۢ بَعْدُ وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا مَعَكُمْ فَاُولٰٓئِكَ مِنْكُمْ ۗ  وَاُولُوا الْاَرْحَامِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
wallaziina aamanuu mim ba'du wa haajaruu wa jaahaduu ma'akum fa ulaaa`ika mingkum, wa ulul-ar-haami ba'dhuhum aulaa biba'dhin fii kitaabillaah, innalloha bikulli syai`in 'aliim
"Dan orang-orang yang beriman setelah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 75)

Vidio Bacaan Surat Al-Anfal Lengkap 75 Ayat
Berikut saya sertakan vidio yang dapat kalian play untuk mendengarkan sekaligus melihat bacaan yang tertera. Mungkin ini sedikit membantu teman-teman untuk lebih muda membaca Al-Qur'an, karna dengan mendengarkan kita bisah meniru/mengikuti bacaan dan akan terbiasa nantinya. Dengan vidio ini juga semoga dapat menjadi inspirasi kita untuk selalu semangat membaca Al-Qur'an Aamiin.


Terima kasih telah mampir di blog Qur'an sederhana saya ini, semoga dengan adanya Al-Qur'an online ini teman-teman bisa terbantu untuk membaca Al-Qur'an di mana saja dan kapan saja. Cukup sekian postingan kali ini semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan ke halaman sosial media kalian dengan mengklik tombol share di bawah. Terima Kasih Atas Partisipasinya

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Al-Anfal Ayat 1-75 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia