Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Selasa, 31 Juli 2018

Bacaan Surat Ghafir Ayat 1-85 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Terjemahannya





Bacaan Surat Ghafir Lengkap Dengan Artinya Dalam Bahasa Indonesia

bacaan surat ghafir, arab surat ghafir, terjemahan surat ghafir, latin surat ghafir, Al-Qur'an surat ghafir

INFORMASI SURAT
Nama Surat           : Ghafir
Surat ke                : 40
Jumlah ayat           : 85 Ayat
Surat sebelumnya : Az-Zumar
Surat berikutnya   : Fussilat
Juz ke                    : Juz 24
Klasifikasi             : Makkiyah

bacaan surat ghafir, arab surat ghafir, terjemahan surat ghafir, latin surat ghafir, Al-Qur'an surat ghafir
Allah SWT berfirman:

حٰمٓ  
haa miiim
"Ha Mim."
(QS. Ghafir 40: Ayat 1)

تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ
tanziilul-kitaabi minallohil-'aziizil-'aliim
"Kitab ini (Al-Qur'an) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 2)

غَافِرِ الذَّنْۢبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ ۗ  لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ  اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ
ghoofiriz-zambi wa qoobilit-taubi syadiidil-'iqoobi zith-thouul, laaa ilaaha illaa huw, ilaihil-mashiir
"yang mengampuni dosa dan menerima tobat dan keras hukuman-Nya; yang memiliki karunia. Tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah (semua makhluk) kembali."
(QS. Ghafir 40: Ayat 3)

مَا يُجَادِلُ فِيْۤ اٰيٰتِ اللّٰهِ اِلَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِى الْبِلَادِ
maa yujaadilu fiii aayaatillaahi illallaziina kafaruu fa laa yaghrurka taqollubuhum fil-bilaad
"Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu, janganlah engkau (Muhammad) tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri."
(QS. Ghafir 40: Ayat 4)

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّ الْاَحْزَابُ مِنْۢ بَعْدِهِمْ ۖ  وَهَمَّتْ كُلُّ اُمَّةٍۢ بِرَسُوْلِهِمْ لِيَأْخُذُوْهُ وَجَادَلُوْا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوْا بِهِ الْحَقَّ فَاَخَذْتُهُمْ  ۗ  فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ
kazzabat qoblahum qoumu nuuhiw wal-ahzaabu mim ba'dihim wa hammat kullu ummatim birosuulihim liya`khuzuuhu wa jaadaluu bil-baathili liyud-hidhuu bihil-haqqo fa akhoztuhum, fa kaifa kaana 'iqoob
"Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan (rasul) dan setiap umat telah merencanakan (tipu daya) terhadap rasul mereka untuk membunuhnya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran; karena itu Aku siksa mereka (dengan azab). Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?"
(QS. Ghafir 40: Ayat 5)

وَكَذٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ النَّارِ 
wa kazaalika haqqot kalimatu robbika 'alallaziina kafaruuu annahum ash-haabun-naar
"Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, (yaitu) sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka."
(QS. Ghafir 40: Ayat 6)

اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ  حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ  لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۚ  رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ  لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
allaziina yahmiluunal-'arsya wa man haulahuu yusabbihuuna bihamdi robbihim wa yu`minuuna bihii wa yastaghfiruuna lillaziina aamanuu, robbanaa wasi'ta kulla syai`ir rohmataw wa 'ilman faghfir lillaziina taabuu wattaba'uu sabiilaka wa qihim 'azaabal-jahiim
"(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka."
(QS. Ghafir 40: Ayat 7)

رَبَّنَا وَاَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنِ اِلَّتِيْ وَعَدْتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَآئِهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ  ۗ  اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ 
robbanaa wa adkhil-hum jannaati 'adninillatii wa'attahum wa man sholaha min aabaaa`ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim, innaka antal-'aziizul-hakiim
"Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam Surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 8)

وَقِهِمُ السَّيِّاٰتِ   ۗ  وَمَنْ تَقِ السَّيِّاٰتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهٗ   ۗ  وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
wa qihimus-sayyi`aat, wa man taqis-sayyi`aati yauma`izin fa qod rohimtah, wa zaalika huwal-fauzul-'azhiim
"dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung."
(QS. Ghafir 40: Ayat 9)

اِنَّ الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللّٰهِ اَكْبَرُ مِنْ مَّقْتِكُمْ اَنْفُسَكُمْ  اِذْ تُدْعَوْنَ اِلَى الْاِيْمَانِ فَتَكْفُرُوْنَ
innallaziina kafaruu yunaadauna lamaqtullohi akbaru mim maqtikum anfusakum iz tud'auna ilal-iimaani fa takfuruun
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, kepada mereka (pada hari Kiamat) diserukan, Sungguh, kebencian Allah (kepadamu) jauh lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri, ketika kamu diseru untuk beriman lalu kamu mengingkarinya."
(QS. Ghafir 40: Ayat 10)

قَالُوْا رَبَّنَاۤ اَمَتَّنَا  اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا فَهَلْ اِلٰى  خُرُوْجٍ مِّنْ سَبِيْلٍ
qooluu robbanaaa amattanasnataini wa ahyaitanasnataini fa'tarofnaa bizunuubinaa fa hal ilaa khuruujim min sabiil
"Mereka menjawab, Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"
(QS. Ghafir 40: Ayat 11)

ذٰ لِكُمْ بِاَنَّهٗۤ اِذَا دُعِيَ اللّٰهُ وَحْدَهٗ كَفَرْتُمْ  ۚ  وَاِنْ يُّشْرَكْ بِهٖ تُؤْمِنُوْا   ۗ  فَالْحُكْمُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ
zaalikum bi`annahuuu izaa du'iyallohu wahdahuu kafartum, wa iy yusyrok bihii tu`minuu, fal-hukmu lillaahil-'aliyyil-kabiir
"Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah disekutukan, kamu percaya. Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. Ghafir 40: Ayat 12)

هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ وَيُنَزِّلُ لَـكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ رِزْقًا   ۗ  وَمَا يَتَذَكَّرُ اِلَّا مَنْ يُّنِيْبُ
huwallazii yuriikum aayaatihii wa yunazzilu lakum minas-samaaa`i rizqoo, wa maa yatazakkaru illaa may yuniib
"Dialah yang memperlihatkan tanda-tanda (kekuasaan)-Nya kepadamu dan menurunkan rezeki dari langit untukmu. Dan tidak lain yang mendapat pelajaran hanyalah orang-orang yang kembali (kepada Allah)."
(QS. Ghafir 40: Ayat 13)

فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْـكٰفِرُوْنَ
fad'ulloha mukhlishiina lahud-diina walau karihal-kaafiruun
"Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)."
(QS. Ghafir 40: Ayat 14)

رَفِيْعُ الدَّرَجٰتِ ذُو الْعَرْشِ   ۚ  يُلْقِى الرُّوْحَ مِنْ اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهٖ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ 
rofii'ud-darojaati zul-'arsy, yulqir-ruuha min amrihii 'alaa may yasyaaa`u min 'ibaadihii liyunziro yaumat-talaaq
"(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, yang memiliki 'Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat),"
(QS. Ghafir 40: Ayat 15)

يَوْمَ هُمْ بَارِزُوْنَ  ۚ  لَا يَخْفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ  ۗ  لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ   ۗ  لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
yauma hum baarizuun, laa yakhfaa 'alallohi min-hum syaii`, limanil-mulkul-yauum, lillaahil-waahidil-qohhaar
"(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman), Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan."
(QS. Ghafir 40: Ayat 16)

اَ لْيَوْمَ تُجْزٰى كُلُّ نَـفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ   ۗ  لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
al-yauma tujzaa kullu nafsim bimaa kasabat, laa zhulmal-yauum, innalloha sarii'ul-hisaab
"Pada hari ini, setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
(QS. Ghafir 40: Ayat 17)

وَاَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْاٰزِفَةِ اِذِ الْقُلُوْبُ لَدَى الْحَـنَاجِرِ كٰظِمِيْنَ  ۗ  مَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ حَمِيْمٍ وَّلَا شَفِيْعٍ يُّطَاعُ   
wa anzir-hum yaumal-aazifati izil-quluubu ladal-hanaajiri kaazhimiin, maa lizh-zhoolimiina min hamiimiw wa laa syafii'iy yuthoo'
"Dan berilah mereka peringatan akan hari yang semakin dekat (hari Kiamat), yaitu ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan karena menahan kesedihan. Tidak ada seorang pun teman setia bagi orang yang zalim dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima (pertolongannya)."
(QS. Ghafir 40: Ayat 18)

يَعْلَمُ خَآئِنَةَ الْاَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى الصُّدُوْرُ
ya'lamu khooo`inatal-a'yuni wa maa tukhfish-shuduur
"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada."
(QS. Ghafir 40: Ayat 19)

وَاللّٰهُ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ ۗ  وَالَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا  يَقْضُوْنَ بِشَيْءٍ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
wallohu yaqdhii bil-haqq, wallaziina yad'uuna min duunihii laa yaqdhuuna bisyaii`, innalloha huwas-samii'ul-bashiir
"Dan Allah memutuskan dengan kebenaran. Sedang mereka yang disembah selain-Nya tidak mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat."
(QS. Ghafir 40: Ayat 20)

اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ كَانُوْا مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ  كَانُوْا هُمْ اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَّاٰثَارًا فِى الْاَرْضِ فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْ ۗ  وَمَا كَانَ لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ وَّاقٍ
a wa lam yasiiruu fil-ardhi fa yanzhuruu kaifa kaana 'aaqibatullaziina kaanuu ming qoblihim, kaanuu hum asyadda min-hum quwwataw wa aasaaron fil-ardhi fa akhozahumullohu bizunuubihim, wa maa kaana lahum minallohi miw waaq
"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) peninggalan-peninggalan (peradaban)nya di bumi, tetapi Allah mengazab mereka karena dosa-dosanya. Dan tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah."
(QS. Ghafir 40: Ayat 21)

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانَتْ تَّأْتِيْهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ  فَكَفَرُوْا فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ ۗ  اِنَّهٗ قَوِيٌّ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
zaalika bi`annahum kaanat ta`tiihim rusuluhum bil-bayyinaati fa kafaruu fa akhozahumulloh, innahuu qowiyyun syadiidul-'iqoob
"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka ingkar; maka Allah mengazab mereka. Sungguh, Dia Maha Kuat, Maha Keras hukuman-Nya."
(QS. Ghafir 40: Ayat 22)

وَلَقَدْ  اَرْسَلْنَا مُوْسٰى بِاٰيٰتِنَا وَسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ
wa laqod arsalnaa muusaa bi`aayaatinaa wa sulthoonim mubiin
"Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 23)

اِلٰى فِرْعَوْنَ وَ هَامٰنَ وَقَارُوْنَ فَقَالُوْا سٰحِرٌ كَذَّابٌ
ilaa fir'auna wa haamaana wa qooruuna fa qooluu saahirung kazzaab
"kepada Fir'aun, Haman, dan Karun; lalu mereka berkata, (Musa) itu seorang pesihir dan pendusta."
(QS. Ghafir 40: Ayat 24)

فَلَمَّا جَآءَهُمْ  بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوْا اقْتُلُوْۤا اَبْنَآءَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ  وَاسْتَحْيُوْا نِسَآءَهُمْ ۗ  وَمَا كَيْدُ الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ
fa lammaa jaaa`ahum bil-haqqi min 'indinaa qooluqtuluuu abnaaa`allaziina aamanuu ma'ahuu wastahyuu nisaaa`ahum, wa maa kaidul-kaafiriina illaa fii dholaal
"Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa kebenaran dari Kami, mereka berkata, Bunuhlah anak-anak laki-laki dari orang-orang yang beriman bersama dia dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka. Namun, tipu daya orang-orang kafir itu sia-sia belaka."
(QS. Ghafir 40: Ayat 25)

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُوْنِيْۤ اَقْتُلْ مُوْسٰى وَلْيَدْعُ رَبَّهٗ ۚ  اِنِّيْۤ اَخَافُ اَنْ يُّبَدِّلَ دِيْنَكُمْ اَوْ اَنْ يُّظْهِرَ فِى الْاَرْضِ الْفَسَادَ
wa qoola fir'aunu zaruuniii aqtul muusaa walyad'u robbah, inniii akhoofu ay yubaddila diinakum au ay yuzh-hiro fil-ardhil-fasaad
"Dan Fir'aun berkata (kepada pembesar-pembesarnya), Biar aku yang membunuh Musa dan suruh dia memohon kepada Tuhannya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di bumi."
(QS. Ghafir 40: Ayat 26)

وَقَالَ مُوْسٰۤى اِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ  مِّنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ
wa qoola muusaaa innii 'uztu birobbii wa robbikum ming kulli mutakabbiril laa yu`minu biyaumil-hisaab
"Dan Musa berkata, Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari Perhitungan."
(QS. Ghafir 40: Ayat 27)

وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ  ۖ  مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ اِيْمَانَهٗۤ اَتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا اَنْ يَّقُوْلَ رَبِّيَ اللّٰهُ وَقَدْ جَآءَكُمْ بِالْبَيِّنٰتِ مِنْ رَّبِّكُمْ   ۗ  وَاِنْ يَّكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهٗ    ۗ  وَاِنْ يَّكُ صَادِقًا يُّصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِيْ يَعِدُكُمْ   ۚ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ
wa qoola rojulum mu`minum min aali fir'auna yaktumu iimaanahuuu a taqtuluuna rojulan ay yaquula robbiyallohu wa qod jaaa`akum bil-bayyinaati mir robbikum, wa iy yaku kaaziban fa 'alaihi kazibuh, wa iy yaku shoodiqoy yushibkum ba'dhullazii ya'idukum, innalloha laa yahdii man huwa musrifung kazzaab
"Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata, Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata, 'Tuhanku adalah Allah', padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang akan menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta."
(QS. Ghafir 40: Ayat 28)

يٰقَوْمِ لَـكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظٰهِرِيْنَ فِى الْاَرْضِ ۖ   فَمَنْ يَّنْصُرُنَا مِنْۢ بَأْسِ اللّٰهِ اِنْ جَآءَنَا   ۗ  قَالَ فِرْعَوْنُ مَاۤ اُرِيْكُمْ اِلَّا مَاۤ اَرٰى وَمَاۤ اَهْدِيْكُمْ اِلَّا سَبِيْلَ الرَّشَادِ
yaa qoumi lakumul-mulkul-yauma zhoohiriina fil-ardhi fa may yanshurunaa mim ba`sillaahi in jaaa`anaa, qoola fir'aunu maaa uriikum illaa maaa aroo wa maaa ahdiikum illaa sabiilar-rosyaad
"Wahai kaumku! Pada hari ini kerajaan ada padamu dengan berkuasa di bumi, tetapi siapa yang akan menolong kita dari azab Allah jika (azab itu) menimpa kita? Fir'aun berkata, Aku hanya mengemukakan kepadamu apa yang aku pandang baik; dan aku hanya menunjukkan kepadamu jalan yang benar."
(QS. Ghafir 40: Ayat 29)

وَقَالَ الَّذِيْۤ اٰمَنَ يٰقَوْمِ اِنِّيْۤ اَخَافُ عَلَيْكُمْ مِّثْلَ  يَوْمِ الْاَحْزَابِ
wa qoolallaziii aamana yaa qoumi inniii akhoofu 'alaikum misla yaumil-ahzaab
"Dan orang yang beriman itu berkata, Wahai kaumku! Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti hari kehancuran golongan yang bersekutu,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 30)

مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ  وَالَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ ۗ  وَمَا اللّٰهُ يُرِيْدُ ظُلْمًا لِّلْعِبَادِ
misla da`bi qoumi nuuhiw wa 'aadiw wa samuuda wallaziina mim ba'dihim, wa mallohu yuriidu zhulmal lil-'ibaad
"(yakni) seperti kebiasaan kaum Nuh, 'Ad, Samud, dan orang-orang yang datang setelah mereka. Padahal Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya."
(QS. Ghafir 40: Ayat 31)

وَيٰقَوْمِ اِنِّيْۤ اَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ
wa yaa qoumi inniii akhoofu 'alaikum yaumat-tanaad
"Dan wahai kaumku! Sesungguhnya aku benar-benar khawatir terhadapmu akan (siksaan) hari saling memanggil,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 32)

يَوْمَ تُوَلُّوْنَ مُدْبِرِيْنَ ۚ  مَا لَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَاصِمٍ ۚ  وَمَنْ يُّضْلِلِ  اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ
yauma tuwalluuna mudbiriin, maa lakum minallohi min 'aashim, wa may yudhlilillaahu fa maa lahuu min haad
"(yaitu) pada hari (ketika) kamu berpaling ke belakang (lari), tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan kamu dari (azab) Allah. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, niscaya tidak ada sesuatu pun yang mampu memberi petunjuk."
(QS. Ghafir 40: Ayat 33)

وَلَقَدْ جَآءَكُمْ يُوْسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنٰتِ فَمَا زِلْـتُمْ فِيْ شَكٍّ مِّمَّا جَآءَكُمْ بِهٖ   ۗ  حَتّٰۤى اِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَنْ يَّبْعَثَ اللّٰهُ مِنْۢ بَعْدِهٖ رَسُوْلًا   ۗ  كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُّرْتَابٌ 
wa laqod jaaa`akum yuusufu ming qoblu bil-bayyinaati fa maa ziltum fii syakkim mimmaa jaaa`akum bih, hattaaa izaa halaka qultum lay yab'asallohu mim ba'dihii rosuulaa, kazaalika yudhillullohu man huwa musrifum murtaab,
"Dan sungguh, sebelum itu Yusuf telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi kamu senantiasa meragukan apa yang dibawanya, bahkan ketika dia wafat, kamu berkata, Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun setelahnya. Demikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas dan ragu-ragu,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 34)

الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْۤ اٰيٰتِ اللّٰهِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ اَتٰٮهُمْ   ۗ  كَبُـرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ وَعِنْدَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا   ۗ  كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
allaziina yujaadiluuna fiii aayaatillaahi bighoiri sulthoonin ataahum, kaburo maqtan 'indallohi wa 'indallaziina aamanuu, kazaalika yathba'ullohu 'alaa kulli qolbi mutakabbirin jabbaar
"(yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang."
(QS. Ghafir 40: Ayat 35)

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يٰهَامٰنُ ابْنِ  لِيْ صَرْحًا لَّعَلِّيْۤ اَبْلُغُ الْاَسْبَابَ
wa qoola fir'aunu yaa haamaanubni lii shor-hal la'alliii ablughul-asbaab
"Dan Fir'aun berkata, Wahai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi agar aku sampai ke pintu-pintu,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 36)

اَسْبَابَ السَّمٰوٰتِ فَاَطَّلِعَ اِلٰۤى اِلٰهِ مُوْسٰى وَاِنِّيْ لَاَظُنُّهٗ كَاذِبًا    ۗ  وَكَذٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوْٓءُ عَمَلِهٖ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيْلِ   ۗ  وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ اِلَّا فِيْ تَبَابٍ
asbaabas-samaawaati fa aththoli'a ilaaa ilaahi muusaa wa innii la`azhunnuhuu kaazibaa, wa kazaalika zuyyina lifir'auna suuu`u 'amalihii wa shudda 'anis-sabiil, wa maa kaidu fir'auna illaa fii tabaab
"(yaitu) pintu-pintu langit agar aku dapat melihat Tuhannya Musa, tetapi aku tetap memandangnya sebagai seorang pendusta. Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir'aun perbuatan buruknya itu dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian."
(QS. Ghafir 40: Ayat 37)

وَقَالَ الَّذِيْۤ اٰمَنَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوْنِ اَهْدِكُمْ سَبِيْلَ الرَّشَادِ
wa qoolallaziii aamana yaa qoumittabi'uuni ahdikum sabiilar-rosyaad
"Dan orang yang beriman itu berkata, Wahai kaumku! Ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar."
(QS. Ghafir 40: Ayat 38)

يٰقَوْمِ اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ ۖ  وَّاِنَّ الْاٰخِرَةَ هِيَ دَارُ  الْقَرَارِ
yaa qoumi innamaa haazihil-hayaatud-dun-yaa mataa'uw wa innal-aakhirota hiya daarul-qoroor
"Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal."
(QS. Ghafir 40: Ayat 39)

مَنْ عَمِلَ سَيِّـئَـةً فَلَا يُجْزٰۤى اِلَّا مِثْلَهَا   ۚ  وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ يُرْزَقُوْنَ فِيْهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
man 'amila sayyi`atan fa laa yujzaaa illaa mislahaa, wa man 'amila shooliham min zakarin au unsaa wa huwa mu`minun fa ulaaa`ika yadkhuluunal-jannata yurzaquuna fiihaa bighoiri hisaab
"Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia dalam keadaan beriman maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga."
(QS. Ghafir 40: Ayat 40)

وَيٰقَوْمِ مَا لِيْۤ اَدْعُوْكُمْ اِلَى النَّجٰوةِ وَتَدْعُوْنَنِيْۤ اِلَى النَّارِ
wa yaa qoumi maa liii ad'uukum ilan-najaati wa tad'uunaniii ilan-naar
"Dan wahai kaumku! Bagaimanakah ini, aku menyerumu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeruku ke neraka?"
(QS. Ghafir 40: Ayat 41)

تَدْعُوْنَنِيْ لِاَكْفُرَ بِاللّٰهِ وَاُشْرِكَ بِهٖ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌ  وَّاَنَاۡ اَدْعُوْكُمْ اِلَى الْعَزِيْزِ الْغَفَّارِ
tad'uunanii li`akfuro billaahi wa usyrika bihii maa laisa lii bihii 'ilmuw wa ana ad'uukum ilal-'aziizil-ghoffaar
"(Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun?"
(QS. Ghafir 40: Ayat 42)

لَا جَرَمَ اَنَّمَا تَدْعُوْنَنِيْۤ اِلَيْهِ لَيْسَ لَهٗ دَعْوَةٌ فِى الدُّنْيَا وَلَا فِى الْاٰخِرَةِ وَاَنَّ مَرَدَّنَاۤ اِلَى اللّٰهِ وَاَنَّ الْمُسْرِفِيْنَ هُمْ اَصْحٰبُ النَّارِ
laa jaroma annamaa tad'uunaniii ilaihi laisa lahuu da'watun fid-dun-yaa wa laa fil-aakhiroti wa anna maroddanaaa ilallohi wa annal-musrifiina hum ash-haabun-naar
"Sudah pasti bahwa apa yang kamu serukan aku kepadanya bukanlah suatu seruan yang berguna, baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya tempat kembali kita pasti kepada Allah, dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itu akan menjadi penghuni neraka."
(QS. Ghafir 40: Ayat 43)

فَسَتَذْكُرُوْنَ  مَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ ۗ  وَاُفَوِّضُ اَمْرِيْۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ بَصِيْرٌۢ  بِالْعِبَادِ
fasatazkuruuna maaa aquulu lakum, wa ufawwidhu amriii ilalloh, innalloha bashiirum bil-'ibaad
"Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya."
(QS. Ghafir 40: Ayat 44)

فَوَقٰٮهُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِ مَا مَكَرُوْا وَحَاقَ  بِاٰلِ فِرْعَوْنَ سُوْٓءُ الْعَذَابِ
fa waqoohullohu sayyi`aati maa makaruu wa haaqo bi`aali fir'auna suuu`ul-'azaab
"Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, sedangkan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk."
(QS. Ghafir 40: Ayat 45)

اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا  ۚ  وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ  اَدْخِلُوْۤا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ
an-naaru yu'rodhuuna 'alaihaa ghuduwwaw wa 'asyiyyaa, wa yauma taquumus-saa'ah, adkhiluuu aala fir'auna asyaddal-'azaab
"Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!"
(QS. Ghafir 40: Ayat 46)

وَاِذْ يَتَحَآ جُّوْنَ فِى النَّارِ فَيَقُوْلُ الضُّعَفٰٓ ؤُا لِلَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْۤا اِنَّا كُنَّا لَـكُمْ تَبَعًا فَهَلْ اَنْتُمْ مُّغْنُوْنَ عَنَّا نَصِيْبًا مِّنَ النَّارِ
wa iz yatahaaajjuuna fin-naari fa yaquulud-du'afaaa`u lillaziinastakbaruuu innaa kunnaa lakum taba'an fa hal antum mughnuuna 'annaa nashiibam minan-naar
"Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka yang menimpa kami?"
(QS. Ghafir 40: Ayat 47)

قَالَ الَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْۤا اِنَّا كُلٌّ فِيْهَاۤ   ۙ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ حَكَمَ  بَيْنَ الْعِبَادِ
qoolallaziinastakbaruuu innaa kullun fiihaaa innalloha qod hakama bainal-'ibaad
"Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)."
(QS. Ghafir 40: Ayat 48)

وَقَالَ الَّذِيْنَ فِى النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوْا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ
wa qoolallaziina fin-naari likhozanati jahannamad'uu robbakum yukhoffif 'annaa yaumam minal-'azaab
"Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga Neraka Jahanam, Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja."
(QS. Ghafir 40: Ayat 49)

قَالُوْۤا اَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيْكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنٰتِ   ۗ  قَالُوْا بَلٰى   ۗ  قَالُوْا فَادْعُوْا   ۚ  وَمَا دُعٰۤـؤُا الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ
qooluuu a wa lam taku ta`tiikum rusulukum bil-bayyinaat, qooluu balaa, qooluu fad'uu, wa maa du'aaa`ul-kaafiriina illaa fii dholaal
"Maka (penjaga-penjaga Jahanam) berkata, Apakah rasul-rasul belum datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata? Mereka menjawab, Benar, sudah datang. (Penjaga-penjaga Jahanam) berkata, Berdoalah kamu (sendiri!) Namun, doa orang-orang kafir itu sia-sia belaka."
(QS. Ghafir 40: Ayat 50)

اِنَّا لَنَـنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ الْاَشْهَادُ  
innaa lananshuru rusulanaa wallaziina aamanuu fil-hayaatid-dun-yaa wa yauma yaquumul-asy-haad
"Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat),"
(QS. Ghafir 40: Ayat 51)

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظّٰلِمِيْنَ  مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْٓءُ الدَّارِ
yauma laa yanfa'uzh-zhoolimiina ma'zirotuhum wa lahumul-la'natu wa lahum suuu`ud-daar
"(yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk."
(QS. Ghafir 40: Ayat 52)

وَلَقَدْ  اٰتَيْنَا مُوْسَى الْهُدٰى وَاَوْرَثْنَا بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْكِتٰبَ
wa laqod aatainaa muusal-hudaa wa aurosnaa baniii isrooo`iilal-kitaab
"Dan sungguh, Kami telah memberikan petunjuk kepada Musa; dan mewariskan Kitab (Taurat) kepada Bani Israil,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 53)

هُدًى وَّذِكْرٰى لِاُولِى الْاَ لْبَابِ
hudaw wa zikroo li`ulil-albaab
"untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikiran sehat."
(QS. Ghafir 40: Ayat 54)

فَاصْبِرْ اِنَّ وَعْدَ  اللّٰهِ حَقٌّ وَّاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ  بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ
fashbir inna wa'dallohi haqquw wastaghfir lizambika wa sabbih bihamdi robbika bil-'asyiyyi wal-ibkaar
"Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi."
(QS. Ghafir 40: Ayat 55)

اِنَّ الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْۤ اٰيٰتِ  اللّٰهِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ اَتٰٮهُمْ ۙ  اِنْ فِيْ صُدُوْرِهِمْ اِلَّا كِبْرٌ  مَّا هُمْ بِبَالِغِيْهِ ۗ  فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗ  اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ  الْبَصِيْرُ
innallaziina yujaadiluuna fiii aayaatillaahi bighoiri sulthoonin ataahum in fii shuduurihim illaa kibrum maa hum bibaalighiih, fasta'iz billaah, innahuu huwas-samii'ul-bashiir
"Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
(QS. Ghafir 40: Ayat 56)

لَخَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ اَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
lakholqus-samaawaati wal-ardhi akbaru min kholqin-naasi wa laakinna aksaron-naasi laa ya'lamuun
"Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(QS. Ghafir 40: Ayat 57)

وَمَا يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُ  ۙ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَلَا الْمُسِيْٓءُ   ۗ  قَلِيْلًا مَّا تَتَذَكَّرُوْنَ
wa maa yastawil-a'maa wal-bashiiru wallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati wa lal-musiii`, qoliilam maa tatazakkaruun
"Dan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (sama) pula orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Hanya sedikit sekali yang kamu ambil pelajaran."
(QS. Ghafir 40: Ayat 58)

اِنَّ السَّاعَةَ لَاٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَا وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُوْنَ
innas-saa'ata la`aatiyatul laa roiba fiihaa wa laakinna aksaron-naasi laa yu`minuun
"Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman."
(QS. Ghafir 40: Ayat 59)

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ  اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
wa qoola robbukumud'uuniii astajib lakum, innallaziina yastakbiruuna 'an 'ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriin
"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
(QS. Ghafir 40: Ayat 60)

اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الَّيْلَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَ لٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُوْنَ
allohullazii ja'ala lakumul-laila litaskunuu fiihi wan-nahaaro mubshiroo, innalloha lazuu fadhlin 'alan-naasi wa laakinna aksaron-naasi laa yasykuruun
"Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat padanya; (dan menjadikan) siang terang benderang. Sungguh, Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur."
(QS. Ghafir 40: Ayat 61)

ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ  ۘ   لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ   ۖ   فَاَ نّٰى تُؤْفَكُوْنَ
zaalikumullohu robbukum khooliqu kulli syaii`, laaa ilaaha illaa huwa fa annaa tu`fakuun
"Demikianlah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?"
(QS. Ghafir 40: Ayat 62)

كَذٰلِكَ  يُؤْفَكُ الَّذِيْنَ كَانُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
kazaalika yu`fakullaziina kaanuu bi`aayaatillaahi yaj-haduun
"Demikianlah orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah dipalingkan."
(QS. Ghafir 40: Ayat 63)

اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ قَرَارًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً وَّصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ   ۗ  ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ  ۚ  فَتَبٰـرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
allohullazii ja'ala lakumul-ardho qoroorow was-samaaa`a binaaa`aw wa showwarokum fa ahsana shuwarokum wa rozaqokum minath-thoyyibaat, zaalikumullohu robbukum, fa tabaarokallohu robbul-'aalamiin
"Allahlah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap dan membentukmu lalu memperindah rupamu serta memberimu rezeki dari yang baik-baik. Demikianlah Allah, Tuhanmu, Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Ghafir 40: Ayat 64)

هُوَ الْحَيُّ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ۗ  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
huwal-hayyu laaa ilaaha illaa huwa fad'uuhu mukhlishiina lahud-diin, al-hamdu lillaahi robbil-'aalamiin
"Dialah yang hidup kekal, tidak ada Tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam."
(QS. Ghafir 40: Ayat 65)

قُلْ اِنِّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ  الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَمَّا جَآءَنِيَ الْبَيِّنٰتُ  مِنْ رَّبِّيْ وَاُمِرْتُ اَنْ اُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
qul innii nuhiitu an a'budallaziina tad'uuna min duunillaahi lammaa jaaa`aniyal-bayyinaatu mir robbii wa umirtu an uslima lirobbil-'aalamiin
"Katakanlah (Muhammad), Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam."
(QS. Ghafir 40: Ayat 66)

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْۤا اَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُوْنُوْا شُيُوْخًا   ۗ  وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوْۤا اَجَلًا مُّسَمًّى وَّلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
huwallazii kholaqokum min turoobin summa min nuthfatin summa min 'alaqotin summa yukhrijukum thiflan summa litablughuuu asyuddakum summa litakuunuu syuyuukhoo, wa mingkum may yutawaffaa ming qoblu wa litablughuuu ajalam musammaw wa la'allakum ta'qiluun
"Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti."
(QS. Ghafir 40: Ayat 67)

هُوَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۗ  فَاِذَا قَضٰۤى اَمْرًا فَاِنَّمَا  يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
huwallazii yuhyii wa yumiit, fa izaa qodhooo amron fa innamaa yaquulu lahuu kun fa yakuun
"Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu."
(QS. Ghafir 40: Ayat 68)

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْۤ اٰيٰتِ اللّٰهِ  ۗ  اَنّٰى يُصْرَفُوْنَ 
a lam taro ilallaziina yujaadiluuna fiii aayaatillaah, annaa yushrofuun
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang (selalu) membantah ayat-ayat Allah? Bagaimana mereka dapat dipalingkan?"
(QS. Ghafir 40: Ayat 69)

الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِالْكِتٰبِ وَبِمَاۤ اَرْسَلْنَا بِهٖ رُسُلَنَا  ۗ  فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ 
allaziina kazzabuu bil-kitaabi wa bimaaa arsalnaa bihii rusulanaa, fa saufa ya'lamuun
"(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Kitab (Al-Qur'an) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 70)

اِذِ الْاَغْلٰلُ فِيْۤ  اَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلٰسِلُ ۗ  يُسْحَبُوْنَ
izil-aghlaalu fiii a'naaqihim was-salaasil, yus-habuun
"ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 71)

فِى الْحَمِيْمِ  ۙ  ثُمَّ فِى النَّارِ يُسْجَرُوْنَ  
fil-hamiimi summa fin-naari yusjaruun
"ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 72)

ثُمَّ قِيْلَ لَهُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُوْنَ
summa qiila lahum aina maa kuntum tusyrikuun
"kemudian dikatakan kepada mereka, Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan,"
(QS. Ghafir 40: Ayat 73)

مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ   ۗ  قَالُوْا ضَلُّوْا عَنَّا بَلْ لَّمْ نَـكُنْ نَّدْعُوْا مِنْ قَبْلُ شَيْـئًـا   ۗ  كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ الْكٰفِرِيْنَ
min duunillaah, qooluu dholluu 'annaa bal lam nakun nad'uu ming qoblu syai`aa, kazaalika yudhillullohul-kaafiriin
"(yang kamu sembah) selain Allah? Mereka menjawab, Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu. Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir."
(QS. Ghafir 40: Ayat 74)

ذٰ لِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْـتُمْ تَمْرَحُوْنَ 
zaalikum bimaa kuntum tafrohuuna fil-ardhi bighoiril-haqqi wa bimaa kuntum tamrohuun
"Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan)."
(QS. Ghafir 40: Ayat 75)

اُدْخُلُوْۤا اَبْوَابَ جَهَـنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا   ۚ  فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ
udkhuluuu abwaaba jahannama khoolidiina fiihaa, fa bi`sa maswal-mutakabbiriin
"(Dikatakan kepada mereka), Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong."
(QS. Ghafir 40: Ayat 76)

فَاصْبِرْ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ   ۚ  فَاِمَّا نُرِيَنَّكَ  بَعْضَ الَّذِيْ نَعِدُهُمْ اَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَاِلَيْنَا يُرْجَعُوْنَ
fashbir inna wa'dallohi haqq, fa immaa nuriyannaka ba'dhollazii na'iduhum au natawaffayannaka fa ilainaa yurja'uun
"Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar. Meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka, ataupun Kami wafatkan engkau (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kamilah mereka dikembalikan."
(QS. Ghafir 40: Ayat 77)

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَّنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗ  وَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰه ۚ ِ فَاِذَا جَآءَ اَمْرُ اللّٰهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُوْنَ
wa laqod arsalnaa rusulam ming qoblika min-hum mang qoshoshnaa 'alaika wa min-hum mal lam naqshush 'alaiik, wa maa kaana lirosuulin ay ya`tiya bi`aayatin illaa bi`iznillaah, fa izaa jaaa`a amrullohi qudhiya bil-haqqi wa khosiro hunaalikal-mubthiluun
"Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah, (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil."
(QS. Ghafir 40: Ayat 78)

اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَنْعَامَ  لِتَرْكَبُوْا مِنْهَا وَمِنْهَا تَأْكُلُوْنَ
allohullazii ja'ala lakumul-an'aama litarkabuu min-haa wa min-haa ta`kuluun
"Allah-lah yang menjadikan hewan ternak untukmu, sebagian untuk kamu kendarai dan sebagian lagi kamu makan."
(QS. Ghafir 40: Ayat 79)

وَلَكُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَ لِتَبْلُغُوْا عَلَيْهَا حَاجَةً فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ  تُحْمَلُوْنَ
wa lakum fiihaa manaafi'u wa litablughuu 'alaihaa haajatan fii shuduurikum wa 'alaihaa wa 'alal-fulki tuhmaluun
"Dan bagi kamu (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain padanya (hewan ternak itu) dan agar kamu mencapai suatu keperluan (tujuan) yang tersimpan dalam hatimu (dengan mengendarainya). Dan dengan mengendarai binatang-binatang itu, dan di atas kapal mereka diangkut."
(QS. Ghafir 40: Ayat 80)

وَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ   ۖ    فَاَيَّ اٰيٰتِ اللّٰهِ تُنْكِرُوْنَ
wa yuriikum aayaatihii fa ayya aayaatillaahi tungkiruun
"Dan Dia memperlihatkan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepadamu. Lalu tanda-tanda (kebesaran) Allah yang mana yang kamu ingkari?"
(QS. Ghafir 40: Ayat 81)

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ  كَانُوْۤا اَكْثَرَ مِنْهُمْ وَاَشَدَّ قُوَّةً وَّ اٰثَارًا فِى الْاَرْضِ فَمَاۤ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
a fa lam yasiiruu fil-ardhi fa yanzhuruu kaifa kaana 'aaqibatullaziina ming qoblihim, kaanuuu aksaro min-hum wa asyadda quwwataw wa aasaaron fil-ardhi fa maaa aghnaa 'an-hum maa kaanuu yaksibuun
"Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka."
(QS. Ghafir 40: Ayat 82)

فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَرِحُوْا بِمَا عِنْدَهُمْ مِّنَ الْعِلْمِ  وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
fa lammaa jaaa`at-hum rusuluhum bil-bayyinaati farihuu bimaa 'indahum minal-'ilmi wa haaqo bihim maa kaanuu bihii yastahzi`uun
"Maka ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka merasa senang dengan ilmu yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya."
(QS. Ghafir 40: Ayat 83)

فَلَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا  قَالُوْۤا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهٖ مُشْرِكِيْنَ
fa lammaa ro`au ba`sanaa, qooluuu aamannaa billaahi wahdahuu wa kafarnaa bimaa kunnaa bihii musyrikiin
"Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami sekutukan dengan Allah."
(QS. Ghafir 40: Ayat 84)

فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ اِيْمَانُهُمْ لَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا   ۗ  سُنَّتَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ فِيْ عِبَادِهٖ ۚ  وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكٰفِرُوْنَ
fa lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum lammaa ro`au ba`sanaa, sunnatallohillatii qod kholat fii 'ibaadih, wa khosiro hunaalikal-kaafiruun
"Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir."
(QS. Ghafir 40: Ayat 85)

Vidio Bacaan Surat Ghafir


Terima kasih kepada kalian semua yang telah membuka halaman ini untuk membaca Al-Qur'an Surat Ghafir ini dari awal hingga selesai.

Jika Bermanfaat Jangan Lupa Share Yaaa...

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Ghafir Ayat 1-85 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Terjemahannya