Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Kamis, 26 Juli 2018

Bacaan Surat Ar-Rum Ayat 1-60 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Terjemahanya





Bacaan Surat Ar-Rum Ayat 1-60 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Artinya Dalam Bahasa Indonesia

bacaan Surat Ar-Rum, terjemahan bahasa indonesia Surat Ar-Rum, arti Surat Ar-Rum, tulisan arab Surat Ar-Rum, latin Surat Ar-Rum

INFORMASI SURAT
Nama surah           : Ar-Rum (Bangsa Romawi)
Surah ke                : 30
Jumlah ayat           : 60 Ayat
Surah sebelumnya : Al-'Ankabut
Surah berikutnya   : Luqman
Juz ke                    : Juz 21
Klasifikasi             : Makkiyah

 bacaan Surat Ar-Rum, terjemahan bahasa indonesia Surat Ar-Rum, arti Surat Ar-Rum, tulisan arab Surat Ar-Rum, latin Surat Ar-Rum

Allah SWT berfirman:
الٓمّٓ  
alif laaam miiim
"Alif Lam Mim."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 1)

غُلِبَتِ الرُّوْمُ 
ghulibatir-ruum
"Bangsa Romawi telah dikalahkan,"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 2)

فِيْۤ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ  غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَ 
fiii adnal-ardhi wa hum mim ba'di gholabihim sayaghlibuun
"di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang,"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 3)

فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ  ۗ  لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُ   ۗ  وَيَوْمَئِذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَ  
fii bidh'i siniin, lillaahil-amru ming qoblu wa mim ba'd, wa yauma`iziy yafrohul-mu`minuun
"dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 4)

بِنَصْرِ اللّٰهِ ۗ  يَنْصُرُ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ 
binashrillaah, yanshuru may yasyaaa`, wa huwal-'aziizur-rohiim
"karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Perkasa, Maha Penyayang."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 5)

وَعْدَ اللّٰهِ ۗ  لَا يُخْلِفُ اللّٰهُ وَعْدَهٗ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا  يَعْلَمُوْنَ
wa'dalloh, laa yukhlifullohu wa'dahuu wa laakinna aksaron-naasi laa ya'lamuun
"(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 6)

يَعْلَمُوْنَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا  ۖ  وَهُمْ عَنِ  الْاٰخِرَةِ هُمْ غٰفِلُوْنَ
ya'lamuuna zhoohirom minal-hayaatid-dun-yaa wa hum 'anil-aakhiroti hum ghoofiluun
"Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 7)

اَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ ۗ  مَا خَلَقَ اللّٰهُ  السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَاۤ اِلَّا بِالْحَقِّ وَاَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ  وَ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ بِلِقَآئِ رَبِّهِمْ لَـكٰفِرُوْنَ
a wa lam yatafakkaruu fiii anfusihim, maa kholaqollaahus-samaawaati wal-ardho wa maa bainahumaaa illaa bil-haqqi wa ajalim musammaa, wa inna kasiirom minan-naasi biliqooo`i robbihim lakaafiruun
"Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 8)

اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ  كَانُوْۤا اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَّاَثَارُوا الْاَرْضَ وَعَمَرُوْهَاۤ اَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوْهَا وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ   ۗ  فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰـكِنْ كَانُوْۤا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ   
a wa lam yasiiruu fil-ardhi fa yanzhuruu kaifa kaana 'aaqibatullaziina ming qoblihim, kaanuuu asyadda min-hum quwwataw wa asaarul-ardho wa 'amaruuhaaa aksaro mimmaa 'amaruuhaa wa jaaa`at-hum rusuluhum bil-bayyinaat, fa maa kaanallohu liyazhlimahum wa laaking kaanuuu anfusahum yazhlimuun
"Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 9)

ثُمَّ كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِيْنَ  اَسَآءُوا السُّوْۤاٰۤى اَنْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَكَانُوْا بِهَا يَسْتَهْزِءُوْنَ
summa kaana 'aaqibatallaziina asaaa`us-suuu`aaa ang kazzabuu bi`aayaatillaahi wa kaanuu bihaa yastahzi`uun
"Kemudian, azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 10)

اَللّٰهُ يَـبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
allohu yabda`ul-kholqo summa yu'iiduhuu summa ilaihi turja'uun
"Allah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 11)

وَيَوْمَ  تَقُوْمُ السَّاعَةُ يُبْلِسُ الْمُجْرِمُوْنَ
wa yauma taquumus-saa'atu yublisul-mujrimuun
"Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, orang-orang yang berdosa (kaum musyrik) terdiam berputus asa."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 12)

وَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ  مِّنْ شُرَكَآئِهِمْ شُفَعٰٓ ؤُا وَكَانُوْا بِشُرَكَآئِهِمْ كٰفِرِيْنَ
wa lam yakul lahum min syurokaaa`ihim syufa'aaa`u wa kaanuu bisyurokaaa`ihim kaafiriin
"Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka, sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 13)

وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَّتَفَرَّقُوْنَ
wa yauma taquumus-saa'atu yauma`iziy yatafarroquun
"Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (dalam kelompok)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 14)

فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَهُمْ فِيْ رَوْضَةٍ يُّحْبَرُوْنَ
fa ammallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati fa hum fii roudhotiy yuhbaruun
"Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 15)

وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَلِقَآئِ الْاٰخِرَةِ فَاُولٰٓئِكَ فِى الْعَذَابِ مُحْضَرُوْنَ
wa ammallaziina kafaruu wa kazzabuu bi`aayaatinaa wa liqooo`il-aakhiroti fa ulaaa`ika fil-'azaabi muhdhoruun
"Dan adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari Akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (Neraka)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 16)

فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ  تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ
fa sub-haanallohi hiina tumsuuna wa hiina tushbihuun
"Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 17)

وَلَـهُ الْحَمْدُ فِيْ السَّمٰوٰتِ  وَالْاَرْضِ وَعَشِيًّا وَّحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ
wa lahul-hamdu fis-samaawaati wal-ardhi wa 'asyiyyaw wa hiina tuzh-hiruun
"dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari maupun pada waktu zuhur (tengah hari)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 18)

يُخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ  الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَيُحْيِ الْاَرْضَ بَعْدَ  مَوْتِهَا   ۗ  وَكَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ
yukhrijul-hayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-hayyi wa yuhyil-ardho ba'da mautihaa, wa kazaalika tukhrojuun
"Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 19)

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَكُمْ مِّنْ  تُرَابٍ ثُمَّ اِذَاۤ اَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُوْنَ
wa min aayaatihiii an kholaqokum min turoobin summa izaaa antum basyarun tantasyiruun
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 20)

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً   ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
wa min aayaatihiii an kholaqo lakum min anfusikum azwaajal litaskunuuu ilaihaa wa ja'ala bainakum mawaddataw wa rohmah, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy yatafakkaruun
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 21)

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ اَلْسِنَتِكُمْ  وَاَلْوَانِكُمْ ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْعٰلِمِيْنَ
wa min aayaatihii kholqus-samaawaati wal-ardhi wakhtilaafu alsinatikum wa alwaanikum, inna fii zaalika la`aayaatil lil-'aalimiin
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu, dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 22)

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ  مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَآ ؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ  اِنَّ فِيْ  ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ
wa min aayaatihii manaamukum bil-laili wan-nahaari wabtighooo`ukum min fadhlih, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy yasma'uun
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 23)

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ  خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَيُحْيٖ بِهِ الْاَرْضَ  بَعْدَ مَوْتِهَا  ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
wa min aayaatihii yuriikumul-barqo khoufaw wa thoma'aw wa yunazzilu minas-samaaa`i maaa`an fa yuhyii bihil-ardho ba'da mautihaa, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy ya'qiluun
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 24)

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ تَقُوْمَ السَّمَآءُ وَالْاَرْضُ بِاَمْرِهٖ    ۗ  ثُمَّ اِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً    ۖ  مِّنَ الْاَرْضِ    ۖ   اِذَاۤ اَنْـتُمْ تَخْرُجُوْنَ
wa min aayaatihiii an taquumas-samaaa`u wal-ardhu bi`amrih, summa izaa da'aakum da'watam minal-ardhi izaaa antum takhrujuun
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 25)

وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ  كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوْنَ
wa lahuu man fis-samaawaati wal-ardh, kullul lahuu qoonituun
"Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 26)

وَهُوَ الَّذِيْ يَـبْدَؤُا الْخَـلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ وَهُوَ اَهْوَنُ عَلَيْهِ ۗ  وَلَهُ الْمَثَلُ الْاَعْلٰى فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ  وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
wa huwallazii yabda`ul-kholqo summa yu'iiduhuu wa huwa ahwanu 'alaiih, wa lahul-masalul-a'laa fis-samaawaati wal-ardh, wa huwal-'aziizul-hakiim
"Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat Yang Maha Tinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 27)

ضَرَبَ لَكُمْ مَّثَلًا مِّنْ اَنْفُسِكُمْ ۗ  هَلْ لَّكُمْ مِّنْ مَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ شُرَكَآءَ فِيْ مَا رَزَقْنٰكُمْ فَاَنْتُمْ فِيْهِ سَوَآءٌ تَخَافُوْنَهُمْ كَخِيْفَتِكُمْ اَنْفُسَكُمْ ۗ  كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
dhoroba lakum masalam min anfusikum, hal lakum mimmaa malakat aimaanukum min syurokaaa`a fii maa rozaqnaakum fa antum fiihi sawaaa`un takhoofuunahum kakhiifatikum anfusakum, kazaalika nufashshilul-aayaati liqoumiy ya'qiluun
"Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 28)

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اَهْوَآءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ  فَمَنْ يَّهْدِيْ  مَنْ اَضَلَّ اللّٰهُ   ۗ  وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
balittaba'allaziina zholamuuu ahwaaa`ahum bighoiri 'ilm, fa may yahdii man adhollalloh, wa maa lahum min naashiriin
"Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 29)

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا   ۗ  فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا   ۗ  لَا تَبْدِيْلَ لِخَـلْقِ اللّٰهِ  ۗ  ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ   ۙ   وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ   
fa aqim waj-haka lid-diini haniifaa, fithrotallohillatii fathoron-naasa 'alaihaa, laa tabdiila likholqillaah, zaalikad-diinul qoyyimu wa laakinna aksaron-naasi laa ya'lamuun
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 30)

مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 
muniibiina ilaihi wattaquuhu wa aqiimush-sholaata wa laa takuunuu minal-musyrikiin
"dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah,"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 31)

مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا   ۗ  كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ
minallaziina farroquu diinahum wa kaanuu syiya'aa, kullu hizbim bimaa ladaihim farihuun
"yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 32)

وَاِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا رَبَّهُمْ مُّنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ ثُمَّ  اِذَاۤ اَذَاقَهُمْ مِّنْهُ رَحْمَةً اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُوْنَ 
wa izaa massan-naasa dhurrun da'au robbahum muniibiina ilaihi summa izaaa azaaqohum min-hu rohmatan izaa fariiqum min-hum birobbihim yusyrikuun
"Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka menyekutukan Allah,"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 33)

لِيَكْفُرُوْا بِمَاۤ اٰتَيْنٰهُمْ  ۗ  فَتَمَتَّعُوْا   ۗ  فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
liyakfuruu bimaaa aatainaahum, fa tamatta'uu, fa saufa ta'lamuun
"biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 34)

اَمْ اَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطٰنًا  فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوْا بِهٖ يُشْرِكُوْنَ
am anzalnaa 'alaihim sulthoonan fa huwa yatakallamu bimaa kaanuu bihii yusyrikuun
"Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan?"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 35)

وَاِذَاۤ اَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوْا  بِهَا ۗ  وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ ۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ اِذَا هُمْ يَقْنَطُوْنَ
wa izaaa azaqnan-naasa rohmatan farihuu bihaa, wa in tushib-hum sayyi`atum bimaa qoddamat aidiihim izaa hum yaqnathuun
"Dan apabila Kami berikan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 36)

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَقْدِرُ ۗ  اِنَّ فِيْ  ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
a wa lam yarou annalloha yabsuthur-rizqo limay yasyaaa`u wa yaqdir, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy yu`minuun
"Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 37)

فَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَ الْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ ۗ  ذٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَ  اللّٰهِ ۖ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
fa aati zal-qurbaa haqqohuu wal-miskiina wabnas-sabiil, zaalika khoirul lillaziina yuriiduuna waj-hallohi wa ulaaa`ika humul-muflihuun
"Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 38)

وَمَاۤ اٰتَيْتُمْ مِّنْ رِّبًا لِّيَرْبُوَاۡ  فِيْۤ اَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُوْا عِنْدَ اللّٰهِ ۚ  وَمَاۤ اٰتَيْتُمْ مِّنْ زَكٰوةٍ  تُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُوْنَ
wa maaa aataitum mir ribal liyarbuwa fiii amwaalin-naasi fa laa yarbuu 'indalloh, wa maaa aataitum min zakaatin turiiduuna waj-hallohi fa ulaaa`ika humul-mudh'ifuun
"Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 39)

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ  ۗ  هَلْ مِنْ شُرَكَآئِكُمْ مَّنْ يَّفْعَلُ مِنْ ذٰ لِكُمْ مِّنْ شَيْءٍ ۗ  سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
allohullazii kholaqokum summa rozaqokum summa yumiitukum summa yuhyiikum, hal min syurokaaa`ikum may yaf'alu min zaalikum min syaii`, sub-haanahuu wa ta'aalaa 'ammaa yusyrikuun
"Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 40)

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
zhoharol-fasaadu fil-barri wal-bahri bimaa kasabat aidin-naasi liyuziiqohum ba'dhollazii 'amiluu la'allahum yarji'uun
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)

قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلُ ۗ  كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّشْرِكِيْنَ
qul siiruu fil-ardhi fanzhuruu kaifa kaana 'aaqibatullaziina ming qobl, kaana aksaruhum musyrikiin
"Katakanlah (Muhammad), Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang menyekutukan (Allah)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 42)

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ  الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ يَوْمَئِذٍ  يَّصَّدَّعُوْنَ
fa aqim waj-haka liddiinil-qoyyimi ming qobli ay ya`tiya yaumul laa marodda lahuu minallohi yauma`iziy yashshodda'uun
"Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 43)

مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهٗ   ۚ  وَمَنْ عَمِلَ صَالِحاً  فَلِاَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُوْنَ ۙ
mang kafaro fa 'alaihi kufruh, wa man 'amila shoolihan fa li`anfusihim yam-haduun
"Barang siapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa mengerjakan kebajikan maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan),"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 44)

لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوْا الصّٰلِحٰتِ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ  اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ
liyajziyallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati min fadhlih, innahuu laa yuhibbul-kaafiriin
"agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 45)

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ  اَنْ يُّرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرٰتٍ وَّلِيُذِيْقَكُمْ مِّنْ رَّحْمَتِهٖ وَلِتَجْرِيَ  الْفُلْكُ بِاَمْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wa min aayaatihiii ay yursilar-riyaaha mubasysyirootiw wa liyuziiqokum mir rohmatihii wa litajriyal-fulku bi`amrihii wa litabtaghuu min fadhlihii wa la'allakum tasykuruun
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran) Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 46)

وَ لَقَدْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا اِلٰى قَوْمِهِمْ فَجَآءُوْهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا  ۗ  وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ
wa laqod arsalnaa ming qoblika rusulan ilaa qoumihim fa jaaa`uuhum bil-bayyinaati fantaqomnaa minallaziina ajromuu, wa kaana haqqon 'alainaa nashrul-mu`miniin
"Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 47)

اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهٗ فِى السَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖ ۚ  فَاِذَاۤ اَصَابَ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهٖۤ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ 
allohullazii yursilur-riyaaha fa tusiiru sahaaban fa yabsuthuhuu fis-samaaa`i kaifa yasyaaa`u wa yaj'aluhuu kisafan fa tarol-wadqo yakhruju min khilaalih, fa izaaa ashooba bihii may yasyaaa`u min 'ibaadihiii izaa hum yastabsyiruun
"Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 48)

وَاِنْ  كَانُوْا مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّنَزَّلَ عَلَيْهِمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمُبْلِسِيْنَ
wa ing kaanuu ming qobli ay yunazzala 'alaihim ming qoblihii lamublisiin
"Padahal walaupun sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 49)

فَانْظُرْ اِلٰۤى اٰثٰرِ رَحْمَتِ اللّٰهِ كَيْفَ يُحْيِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا    ۗ  اِنَّ ذٰلِكَ لَمُحْيِ الْمَوْتٰى   ۚ  وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
fanzhur ilaaa aasaari rohmatillaahi kaifa yuhyil-ardho ba'da mautihaa, inna zaalika lamuhyil mautaa, wa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 50)

وَلَئِنْ  اَرْسَلْنَا رِيْحًا فَرَاَوْهُ مُصْفَرًّا لَّظَلُّوْا مِنْۢ بَعْدِهٖ يَكْفُرُوْنَ
wa la`in arsalnaa riihan fa ro`auhu mushfarrol lazholluu mim ba'dihii yakfuruun
"Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), niscaya setelah itu mereka tetap ingkar."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 51)

فَاِنَّكَ  لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَآءَ اِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَ
fa innaka laa tusmi'ul-mautaa wa laa tusmi'ush-shummad-du'aaa`a izaa wallau mudbiriin
"Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 52)

وَمَاۤ اَنْتَ بِهٰدِ الْعُمْيِ عَنْ ضَلٰلَتِهِمْ ۗ  اِنْ تُسْمِعُ اِلَّا مَنْ يُّؤْمِنُ  بِاٰيٰتِنَا فَهُمْ مُّسْلِمُوْنَ
wa maaa anta bihaadil-'umyi 'an dholaalatihim, in tusmi'u illaa may yu`minu bi`aayaatinaa fa hum muslimuun
"Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 53)

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةً  ۗ  يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ  ۚ  وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْرُ
allohullazii kholaqokum min dho'fin summa ja'ala mim ba'di dho'fing quwwatan summa ja'ala mim ba'di quwwatin dho'faw wa syaibah, yakhluqu maa yasyaaa`, wa huwal-'aliimul-qodiir
"Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 54)

وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُوْنَ  ۙ  مَا لَبِثُوْا غَيْرَ سَاعَةٍ   ۗ  كَذٰلِكَ كَانُوْا يُؤْفَكُوْنَ
wa yauma taquumus-saa'atu yuqsimul-mujrimuuna maa labisuu ghoiro saa'ah, kazaalika kaanuu yu`fakuun
"Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 55)

وَقَالَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ وَ الْاِيْمَانَ لَقَدْ لَبِثْـتُمْ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ اِلٰى يَوْمِ الْبَـعْثِ ۖ  فَهٰذَا يَوْمُ الْبَـعْثِ وَلٰـكِنَّكُمْ كُنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
wa qoolallaziina uutul-'ilma wal-iimaana laqod labistum fii kitaabillaahi ilaa yaumil-ba'si fa haazaa yaumul-ba'si wa laakinnakum kuntum laa ta'lamuun
"Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari Berbangkit. Maka inilah hari Berbangkit itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 56)

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يَنْفَعُ  الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُوْنَ
fa yauma`izil laa yanfa'ullaziina zholamuu ma'zirotuhum wa laa hum yusta'tabuun
"Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) permintaan maaf orang-orang yang zalim, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 57)

وَلَقَدْ  ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۗ  وَلَئِنْ جِئْتَهُمْ  بِاٰيَةٍ لَّيَقُوْلَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا مُبْطِلُوْنَ
wa laqod dhorobnaa lin-naasi fii haazal-qur`aani ming kulli masal, wa la`in ji`tahum bi`aayatil layaquulannallaziina kafaruuu in antum illaa mubthiluun
"Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Al-Qur'an ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan berkata, Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 58)

كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
kazaalika yathba'ullohu 'alaa quluubillaziina laa ya'lamuun
"Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 59)

فَاصْبِرْ  اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِيْنَ لَا يُوْقِنُوْنَ
fashbir inna wa'dallohi haqquw wa laa yastakhiffannakallaziina laa yuuqinuun
"Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 60)

Vidio Bacaan Surat Ar-Rum


Terima kasih sudah berkunjung dan membaca surat Ar-Rum ayat 1-60 di blog ini.
Jangan Lupa Share Yaaa.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Ar-Rum Ayat 1-60 Lengkap Dengan Arab, Latin, Dan Terjemahanya