Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Kamis, 05 April 2018

Bacaan Surat An-Nisa' Ayat 1-176 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia





Bacaan Surat An-Nisa' Ayat 1-176 Lengkap - Assalamualaikum Sahabat muslimku, semoga kalin selalu dalam lindungan allah dan dalam keadaan sehat Walafiat Aamiin. Nah pada kesempatan kali ini saya akan kembali membuat postingan tentang bacaan Surat An-Nisa' lengkap setelah kemarin saya juga memposting tentang Bacaan Surat Al-Ma'idah.

Semoga kita selalu rajin membaca Al-Qur'an karna seperti yang kita ketahui bahwa setiap huruf dalam Al-Qur'an yang kita baca akan mendatagkan 10 pahala bagi kita, Bagaiman jika kita bisa membaca surat An-nisa Ini sampai selesai betapa banyaknya pahala yang bisah kita dapatkan.


An-Nisa' adalah surat ke empat dalam Al-Qur'an yang berarti Wanita. Di namakan An-Nisa' karna dalam surat ini banyak di jelaskan tentang wanita di banding dengan surat lain. Surat ini merupakan surat ke 4 dan mempunyai 176 ayat. Surat ini tergolong Klasifikasi surat Madaniyah karna di turunkan pada saat rasulullah telah hijrah ke madinah.

INFORMASI SURAT
Nama surah           : An-Nisa'
Surah ke                : 4
Jumlah ayat           : 176 Ayat
Surah sebelumnya : Ali 'Imran
Surah berikutnya   : Al-Ma'idah
Juz ke                    : Juz 4-5-6
Klasifikasi             : Madaniyah

Itulah Sedikit informasi tentang surat An-Nisa' ini, dan untuk yang sedang mencari bacaanya berikut ini telah admin sediakan untuk kalian. Bacaan berikut sudah di lengkapi dengan tulisan Arab, Latin, Dan juga terjemahanya dalam bahasa indonesia agar memudahkan kita untuk memahami kandungan dari setiap ayat dalam surat An-Nisa' ini. Selamat Membaca


يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً  ۚ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakumullazii kholaqokum min nafsiw waahidatiw wa kholaqo min-haa zaujahaa wa bassa min-humaa rijaalang kasiirow wa nisaaa`aa, tasaaa`aluuna bihii wal-ar-haam, innalloha kaana 'alaikum roqiibaa
"Wahai manusi wattaqullohallazii a! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 1)

وَاٰ تُوا الْيَتٰمٰۤى اَمْوَالَهُمْ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيْثَ بِالطَّيِّبِ ۖ  وَلَا تَأْكُلُوْۤا اَمْوَالَهُمْ اِلٰۤى اَمْوَالِكُمْ ۗ  اِنَّهٗ كَانَ حُوْبًا كَبِيْرًا‏
wa aatul-yataamaaa amwaalahum wa laa tatabaddalul-khobiisa bith-thoyyibi wa laa ta`kuluuu amwaalahum ilaaa amwaalikum, innahuu kaana huubang kabiiroo
"Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 2)
وَاِنْ خِفْتُمْ اَ لَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَـكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ  ۚ  فَاِنْ خِفْتُمْ اَ لَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ  ۗ  ذٰلِكَ اَدْنٰۤى اَلَّا تَعُوْلُوْا  
wa in khiftum allaa tuqsithuu fil-yataamaa fangkihuu maa thooba lakum minan-nisaaa`i masnaa wa sulaasa wa rubaa', fa in khiftum allaa ta'diluu fa waahidatan au maa malakat aimaanukum, zaalika adnaaa allaa ta'uuluu
"Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 3)

وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً    ۗ  فَاِنْ طِبْنَ لَـكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـئًـا مَّرِیْۤـــٴًﺎ
wa aatun-nisaaa`a shoduqootihinna nihlah, fa in thibna lakum 'an syai`im min-hu nafsan fa kuluuhu haniii`am mariii`aa
"Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 4)

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَآءَ اَمْوَالَـكُمُ الَّتِيْ جَعَلَ اللّٰهُ لَـكُمْ قِيٰمًا وَّارْزُقُوْهُمْ فِيْهَا وَاكْسُوْهُمْ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا
wa laa tu`tus-sufahaaa`a amwaalakumullatii ja'alallohu lakum qiyaamaw warzuquuhum fiihaa waksuuhum wa quuluu lahum qoulam ma'ruufaa
"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 5)

وَابْتَلُوا الْيَتٰمٰى حَتّٰۤى اِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ  ۚ  فَاِنْ اٰنَسْتُمْ مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوْۤا اِلَيْهِمْ اَمْوَالَهُمْ ۚ  وَلَا تَأْكُلُوْهَاۤ اِسْرَافًا وَّبِدَارًا اَنْ يَّكْبَرُوْا   ۗ  وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ  ۚ  وَمَنْ كَانَ فَقِيْرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوْفِ   ۗ  فَاِذَا دَفَعْتُمْ اِلَيْهِمْ اَمْوَالَهُمْ فَاَشْهِدُوْا عَلَيْهِمْ  ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ حَسِيْبًا
wabtalul-yataamaa hattaaa izaa balaghun-nikaah, fa in aanastum min-hum rusydan fadfa'uuu ilaihim amwaalahum, wa laa ta`kuluuhaaa isroofaw wa bidaaron ay yakbaruu, wa mang kaana ghoniyyan falyasta'fif, wa mang kaana faqiiron falya`kul bil-ma'ruuf, fa izaa dafa'tum ilaihim amwaalahum fa asy-hiduu 'alaihim, wa kafaa billaahi hasiibaa
"Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 6)

لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ ۖ  وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ اَوْ كَثُرَ  ۗ  نَصِيْبًا مَّفْرُوْضًا
lir-rijaali nashiibum mimmaa tarokal-waalidaani wal-aqrobuuna wa lin-nisaaa`i nashiibum mimmaa tarokal-waalidaani wal-aqrobuuna mimmaa qolla min-hu au kasur, nashiibam mafruudhoo
"Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 7)

وَاِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ اُولُوا الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنُ فَارْزُقُوْهُمْ مِّنْهُ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا
wa izaa hadhorol-qismata ulul-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiinu farzuquuhum min-hu wa quuluu lahum qoulam ma'ruufaa
"Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 8)

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ  ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا
walyakhsyallaziina lau tarokuu min kholfihim zurriyyatan dhi'aafan khoofuu 'alaihim falyattaqulloha walyaquuluu qoulan sadiidaa
"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 9)

اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا  ۗ  وَسَيَـصْلَوْنَ سَعِيْرًا
innallaziina ya`kuluuna amwaalal-yataamaa zhulman innamaa ya`kuluuna fii buthuunihim naaroo, wa sayashlauna sa'iiroo
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 10)

يُوْصِيْكُمُ اللّٰهُ فِيْۤ اَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِ  ۚ  فَاِنْ كُنَّ نِسَآءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ  ۚ  وَاِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ  ۗ  وَلِاَ بَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ اِنْ كَانَ لَهٗ وَلَدٌ  ۚ  فَاِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلَدٌ وَّوَرِثَهٗۤ اَبَوٰهُ فَلِاُمِّهِ الثُّلُثُ  ۗ  فَاِنْ كَانَ لَهٗۤ اِخْوَةٌ فَلِاُمِّهِ السُّدُسُ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصِيْ بِهَاۤ اَوْ دَيْنٍ  ۗ  اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَبْنَآ ؤُكُمْ  ۚ  لَا تَدْرُوْنَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ لَـكُمْ نَفْعًا  ۗ  فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
yuushiikumullohu fiii aulaadikum liz-zakari mislu hazhzhil-unsayaiin, fa ing kunna nisaaa`an fauqosnataini fa lahunna sulusaa maa tarok, wa ing kaanat waahidatan fa lahan-nishf, wa li`abawaihi likulli waahidim min-humas-sudusu mimmaa taroka ing kaana lahuu walad, fa il lam yakul lahuu waladuw wa warisahuuu abawaahu fa li`ummihis-sulus, fa ing kaana lahuuu ikhwatun fa li`ummihis-sudusu mim ba'di washiyyatiy yuushii bihaaa au daiin, aabaaa`ukum wa abnaaa`ukum, laa tadruuna ayyuhum aqrobu lakum naf'aa, fariidhotam minalloh, innalloha kaana 'aliiman hakiimaa
"Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 11)

وَلَـكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ اَزْوَاجُكُمْ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهُنَّ وَلَدٌ  ۚ  فَاِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَـكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصِيْنَ بِهَاۤ اَوْ دَ يْنٍ  ۗ  وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّكُمْ وَلَدٌ  ۚ  فَاِنْ كَانَ لَـكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوْصُوْنَ بِهَاۤ اَوْ دَ يْنٍ  ۗ  وَاِنْ كَانَ رَجُلٌ يُّوْرَثُ كَلٰلَةً اَوِ امْرَاَةٌ وَّلَهٗۤ اَخٌ اَوْ اُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ  ۚ  فَاِنْ كَانُوْۤا اَكْثَرَ مِنْ ذٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَآءُ فِى الثُّلُثِ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصٰى بِهَاۤ اَوْ دَ يْنٍ  ۙ  غَيْرَ مُضَآ رٍّ  ۚ  وَصِيَّةً مِّنَ اللّٰهِ  ۗ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَلِيْمٌ 
wa lakum nishfu maa taroka azwaajukum il lam yakul lahunna walad, fa ing kaana lahunna waladun fa lakumur-rubu'u mimmaa tarokna mim ba'di washiyyatiy yuushiina bihaaa au daiin, wa lahunnar-rubu'u mimmaa taroktum il lam yakul lakum walad, fa ing kaana lakum waladun fa lahunnas-sumunu mimmaa taroktum mim ba'di washiyyatin tuushuuna bihaaa au daiin, wa ing kaana rojuluy yuurosu kalaalatan awimro`atuw wa lahuuu akhun au ukhtun fa likulli waahidim min-humas-sudus, fa ing kaanuuu aksaro min zaalika fa hum syurokaaa`u fis-sulusi mim ba'di washiyyatiy yuushoo bihaaa au dainin ghoiro mudhooorr, washiyyatam minalloh, wallohu 'aliimun haliim
"Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu. Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 12)

تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ  ۗ  وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا  ۗ  وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
tilka huduudulloh, wa may yuthi'illaaha wa rosuulahuu yudkhil-hu jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, wa zaalikal-fauzul-'azhiim
"Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 13)

وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ  يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَا ۖ  وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
wa may ya'shillaaha wa rosuulahuu wa yata'adda huduudahuu yudkhil-hu naaron khoolidan fiihaa wa lahuu 'azaabum muhiin
"Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 14)

وَالّٰتِيْ يَأْتِيْنَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِّسَآئِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوْا عَلَيْهِنَّ اَرْبَعَةً مِّنْكُمْ  ۚ  فَاِنْ شَهِدُوْا فَاَمْسِكُوْهُنَّ فِى الْبُيُوْتِ حَتّٰى يَتَوَفّٰٮهُنَّ الْمَوْتُ اَوْ يَجْعَلَ اللّٰهُ لَهُنَّ سَبِيْلًا
wallaatii ya`tiinal-faahisyata min nisaaa`ikum fastasy-hiduu 'alaihinna arba'atam mingkum, fa in syahiduu fa amsikuuhunna fil-buyuuti hattaa yatawaffaahunnal-mautu au yaj'alallohu lahunna sabiilaa
"Dan para perempuan yang melakukan perbuatan keji di antara perempuan-perempuan kamu, hendaklah terhadap mereka ada empat saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 15)

وَالَّذٰنِ يَأْتِيٰنِهَا مِنْكُمْ فَاٰذُوْهُمَا   ۚ  فَاِنْ تَابَا وَاَصْلَحَا فَاَعْرِضُوْا عَنْهُمَا   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
wallazaani ya`tiyaanihaa mingkum fa aazuuhumaa, fa in taabaa wa ashlahaa fa a'ridhuu 'an-humaa, innalloha kaana tawwaabar rohiimaa
"Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sungguh, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 16)

اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْٓءَ بِجَهَالَةٍ  ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولٰٓئِكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ  عَلَيْهِمْ ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
innamat-taubatu 'alallohi lillaziina ya'maluunas-suuu`a bijahaalatin summa yatuubuuna ming qoriibin fa ulaaa`ika yatuubullohu 'alaihim, wa kaanallohu 'aliiman hakiimaa
"Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 17)

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ  ۚ  حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنِّيْ تُبْتُ الْــئٰنَ وَلَا الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّارٌ  ۗ  اُولٰٓئِكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَ لِيْمًا
wa laisatit-taubatu lillaziina ya'maluunas-sayyi`aat, hattaaa izaa hadhoro ahadahumul-mautu qoola innii tubtul-aana wa lallaziina yamuutuuna wa hum kuffaar, ulaaa`ika a'tadnaa lahum 'azaaban aliimaa
"Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, Saya benar-benar bertobat sekarang. Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal, sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 18)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَحِلُّ لَـكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ كَرْهًا  ۗ  وَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَاۤ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ  ۚ  وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ  ۚ  فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـئًـا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa yahillu lakum an tarisun-nisaaa`a kar-haa, wa laa ta'dhuluuhunna litaz-habuu biba'dhi maaa aataitumuuhunna illaaa ay ya`tiina bifaahisyatim mubayyinah, wa 'aasyiruuhunna bil-ma'ruuf, fa ing karihtumuuhunna fa 'asaaa an takrohuu syai`aw wa yaj'alallohu fiihi khoirong kasiiroo
"Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 19)

وَاِنْ اَرَدْتُّمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَّكَانَ زَوْجٍ  ۙ  وَّاٰتَيْتُمْ اِحْدٰٮهُنَّ قِنْطَارًا فَلَا تَأْخُذُوْا مِنْهُ شَيْــئًا  ۗ  اَ تَأْخُذُوْنَهٗ بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا
wa in arottumustibdaala zaujim makaana zaujiw wa aataitum ihdaahunna qinthooron fa laa ta`khuzuu min-hu syai`aa, a ta`khuzuunahuu buhtaanaw wa ismam mubiinaa
"Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 20)

وَ كَيْفَ تَأْخُذُوْنَهٗ وَقَدْ اَفْضٰى بَعْضُكُمْ اِلٰى بَعْضٍ وَّاَخَذْنَ مِنْكُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا
wa kaifa ta`khuzuunahuu wa qod afdhoo ba'dhukum ilaa ba'dhiw wa akhozna mingkum miisaaqon gholiizhoo
"Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 21)

وَلَا تَنْكِحُوْا مَا نَكَحَ اٰبَآ ؤُكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ  ۗ  اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً وَّمَقْتًا  ۗ  وَسَآءَ سَبِيْلًا
wa laa tangkihuu maa nakaha aabaaa`ukum minan-nisaaa`i illaa maa qod salaf, innahuu kaana faahisyataw wa maqtaa, wa saaa`a sabiilaa
"Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 22)

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْۤ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَ اُمَّهٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَآئِبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَآئِكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ ۖ  فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ  وَحَلَآ ئِلُ اَبْنَآئِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْ ۙ  وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا 
hurrimat 'alaikum ummahaatukum wa banatukum wa akhowaatukum wa 'ammaatukum wa khoolaatukum wa banatul-akhi wa banatul-ukhti wa ummahaatukumullaatiii ardho'nakum wa akhowaatukum minar-rodhoo'ati wa ummahaatu nisaaa`ikum wa robaaa`ibukumullaatii fii hujuurikum min-nisaaa`ikumullaatii dakholtum bihinna fa il lam takuunuu dakholtum bihinna fa laa junaaha 'alaikum wa halaaa`ilu abnaaa`ikumullaziina min ashlaabikum wa an tajma'uu bainal-ukhtaini illaa maa qod salaf, innalloha kaana ghofuuror rohiimaa
"Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 23)

وَّالْمُحْصَنٰتُ مِنَ النِّسَآءِ اِلَّا مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۚ  كِتٰبَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ ۚ  وَاُحِلَّ لَـكُمْ مَّا وَرَآءَ ذٰ لِكُمْ اَنْ تَبْتَـغُوْا بِاَمْوَالِكُمْ مُّحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَ  ۗ  فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهٖ مِنْهُنَّ فَاٰ تُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ فَرِيْضَةً   ۗ  وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا تَرٰضَيْـتُمْ بِهٖ مِنْۢ بَعْدِ الْـفَرِيْضَةِ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
wal-muhshonaatu minan-nisaaa`i illaa maa malakat aimaanukum, kitaaballohi 'alaikum, wa uhilla lakum maa warooo`a zaalikum an tabtaghuu bi`amwaalikum muhshiniina ghoiro musaafihiin, fa mastamta'tum bihii min-hunna fa aatuuhunna ujuurohunna fariidhoh, wa laa junaaha 'alaikum fiimaa taroodhoitum bihii mim ba'dil-fariidhoh, innalloha kaana 'aliiman hakiimaa
"Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya, bukan untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah maskawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban. Tetapi tidak mengapa jika ternyata di antara kamu telah saling merelakannya, setelah ditetapkan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 24)

وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ فَمِنْ مَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ فَتَيٰـتِكُمُ الْمُؤْمِنٰتِ  ۗ  وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِكُمْ  ۗ  بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ  ۚ  فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَاٰ تُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنٰتٍ غَيْرَ مُسٰفِحٰتٍ وَّلَا مُتَّخِذٰتِ اَخْدَانٍ  ۗ  فَاِذَاۤ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَ تَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنٰتِ مِنَ الْعَذَابِ  ۗ  ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ  ۗ  وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ  ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa mal lam yastathi' mingkum thoulan ay yangkihal-muhshonaatil-mu`minaati fa mimmaa malakat aimaanukum min fatayaatikumul-mu`minaat, wallohu a'lamu bi`iimaanikum, ba'dhukum mim ba'dh, fangkihuuhunna bi`izni ahlihinna wa aatuuhunna ujuurohunna bil-ma'ruufi muhshonaatin ghoiro musaafihaatiw wa laa muttakhizaati akhdaan, fa izaaa uhshinna fa in ataina bifaahisyatin fa 'alaihinna nishfu maa 'alal-muhshonaati minal-'azaab, zaalika liman khosyiyal-'anata mingkum, wa an tashbiruu khoirul lakum, wallohu ghofuurur rohiim
"Dan barang siapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa), karena itu nikahilah mereka dengan izin tuannya dan berilah mereka maskawin yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina, dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 25)

يُرِيْدُ اللّٰهُ  لِيُبَيِّنَ لَـكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَيَتُوْبَ عَلَيْكُمْ  ۗ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
yuriidullohu liyubayyina lakum wa yahdiyakum sunanallaziina ming qoblikum wa yatuuba 'alaikum, wallohu 'aliimun hakiim
"Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 26)

وَاللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْكُمْ ۗ  وَيُرِيْدُ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الشَّهَوٰتِ اَنْ تَمِيْلُوْا مَيْلًا عَظِيْمًا
wallohu yuriidu ay yatuuba 'alaikum, wa yuriidullaziina yattabi'uunasy-syahawaati an tamiiluu mailan 'azhiimaa
"Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 27)

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ  وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
yuriidullohu ay yukhoffifa 'angkum, wa khuliqol-insaanu dho'iifaa
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 28)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْۤا اَمْوَالَـكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّاۤ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ  وَلَا تَقْتُلُوْۤا اَنْـفُسَكُمْ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa ta`kuluuu amwaalakum bainakum bil-baathili illaaa an takuuna tijaarotan 'an taroodhim mingkum, wa laa taqtuluuu anfusakum, innalloha kaana bikum rohiimaa
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 29)

وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ عُدْوَانًا وَّظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيْهِ نَارًا  ۗ  وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا
wa may yaf'al zaalika 'udwaanaw wa zhulman fa saufa nushliihi naaroo, wa kaana zaalika 'alallohi yasiiroo
"Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 30)

اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبٰٓئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْـكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا
in tajtanibuu kabaaa`iro maa tun-hauna 'an-hu nukaffir 'angkum sayyi`aatikum wa nudkhilkum mudkholang kariimaa
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 31)

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ  ۗ  لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا  ۗ  وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ  ۗ  وَسْئَـلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
wa laa tatamannau maa fadhdholallohu bihii ba'dhokum 'alaa ba'dh, lir-rijaali nashiibum mimmaktasabuu, wa lin-nisaaa`i nashiibum mimmaktasabn, was`alulloha min fadhlih, innalloha kaana bikulli syai`in 'aliimaa
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 32)

وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ  ۗ  وَالَّذِيْنَ عَقَدَتْ اَيْمَانُكُمْ فَاٰ تُوْهُمْ نَصِيْبَهُمْ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدًا 
wa likullin ja'alnaa mawaaliya mimmaa tarokal-waalidaani wal-aqrobuun, wallaziina 'aqodat aimaanukum fa aatuuhum nashiibahum, innalloha kaana 'alaa kulli syai`in syahiidaa
"Dan untuk masing-masing (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 33)

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ  ۗ  فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ  ۗ  وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ  ۚ  فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا   ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
ar-rijaalu qowwaamuuna 'alan-nisaaa`i bimaa fadhdholallohu ba'dhohum 'alaa ba'dhiw wa bimaaa anfaquu min amwaalihim, fash-shoolihaatu qoonitaatun haafizhootul lil-ghoibi bimaa hafizhollaah, wallaatii takhoofuuna nusyuuzahunna fa'izhuuhunna wahjuruuhunna fil-madhooji'i wadhribuuhunn, fa in atho'nakum fa laa tabghuu 'alaihinna sabiilaa, innalloha kaana 'aliyyang kabiiroo
"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 34)

وَاِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوْا حَكَمًا مِّنْ اَهْلِهٖ وَحَكَمًا مِّنْ اَهْلِهَا  ۚ  اِنْ يُّرِيْدَاۤ اِصْلَاحًا يُّوَفِّـقِ اللّٰهُ بَيْنَهُمَا  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا خَبِيْرًا
wa in khiftum syiqooqo bainihimaa fab'asuu hakamam min ahlihii wa hakamam min ahlihaa, iy yuriidaaa ishlaahay yuwaffiqillaahu bainahumaa, innalloha kaana 'aliiman khobiiroo
"Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 35)

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا   ۗ  وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَالْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَـارِ الْجُـنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَـنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ  ۙ  وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرَا 
wa'budulloha wa laa tusyrikuu bihii syai`aw wa bil-waalidaini ihsaanaw wa bizil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wal-jaari zil-qurbaa wal-jaaril-junubi wash-shoohibi bil-jambi wabnis-sabiili wa maa malakat aimaanukum, innalloha laa yuhibbu mang kaana mukhtaalan fakhuuroo
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 36)

الَّذِيْنَ يَـبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ  ۗ  وَ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًا 
allaziina yabkholuuna wa ya`muruunan-naasa bil-bukhli wa yaktumuuna maaa aataahumullohu min fadhlih, wa a'tadnaa lil-kaafiriina 'azaabam muhiinaa
"(yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 37)

وَالَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ  اَمْوَالَهُمْ رِئَآءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ   وَمَنْ يَّكُنِ الشَّيْطٰنُ لَهٗ قَرِيْنًا فَسَآءَ قَرِيْنًا
wallaziina yunfiquuna amwaalahum ri`aaa`an-naasi wa laa yu`minuuna billaahi wa laa bil-yaumil-aakhir, wa may yakunisy-syaithoonu lahuu qoriinan fa saaa`a qoriinaa
"Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 38)

وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللّٰهُ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ بِهِمْ عَلِيْمًا
wa maazaa 'alaihim lau aamanuu billaahi wal-yaumil-aakhiri wa anfaquu mimmaa rozaqohumulloh, wa kaanallohu bihim 'aliimaa
"Dan apa (keberatan) bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 39)

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ  ۚ  وَاِنْ تَكُ حَسَنَةً يُّضٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَّدُنْهُ اَجْرًا عَظِيْمًا
innalloha laa yazhlimu misqoola zarroh, wa in taku hasanatay yudhoo'if-haa wa yu`ti mil ladun-hu ajron 'azhiimaa
"Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 40)

فَكَيْـفَ اِذَا جِئْـنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ ۭ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْـنَا بِكَ عَلٰى هٰٓ ؤُلَآ ءِ شَهِيْدًا 
fa kaifa izaa ji`naa ming kulli ummatim bisyahiidiw wa ji`naa bika 'alaa haaa`ulaaa`i syahiidaa
"Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 41)

يَوْمَئِذٍ يَّوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَعَصَوُا الرَّسُوْلَ لَوْ تُسَوّٰى بِهِمُ الْاَرْضُ  ۗ  وَلَا يَكْتُمُوْنَ اللّٰهَ حَدِيْـثًا
yauma`iziy yawaddullaziina kafaruu wa 'ashowur-rosuula lau tusawwaa bihimul-ardh, wa laa yaktumuunalloha hadiisaa
"Pada hari itu, orang yang kafir dan orang yang mendurhakai Rasul (Muhammad), berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 42)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْـتُمْ سُكَارٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْا  ۗ  وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰۤى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَآئِطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa taqrobush-sholaata wa antum sukaaroo hattaa ta'lamuu maa taquuluuna wa laa junuban illaa 'aabirii sabiilin hattaa taghtasiluu, wa ing kuntum mardhooo au 'alaa safarin au jaaa`a ahadum mingkum minal-ghooo`ithi au laamastumun-nisaaa`a fa lam tajiduu maaa`an fa tayammamuu sho'iidan thoyyiban famsahuu biwujuuhikum wa aidiikum, innalloha kaana 'afuwwan ghofuuroo
"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati sholat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekadar melewati untuk jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 43)

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يَشْتَرُوْنَ الضَّلٰلَةَ وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ تَضِلُّوا السَّبِيْلَ 
a lam taro ilallaziina uutuu nashiibam minal-kitaabi yasytaruunadh-dholaalata wa yuriiduuna an tadhillus-sabiil
"Tidakkah kamu memperhatikan orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 44)

وَاللّٰهُ  اَعْلَمُ بِاَعْدَآئِكُمْ  ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَلِيًّا  ۙ  وَّكَفٰى بِاللّٰهِ نَصِيْرًا
wallohu a'lamu bi`a'daaa`ikum, wa kafaa billaahi waliyyaw wa kafaa billaahi nashiiroo
"Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 45)

مِنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا يُحَرِّفُوْنَ الْـكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖ وَ يَقُوْلُوْنَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَّرَاعِنَا لَـيًّۢا بِاَ لْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِيْ الدِّيْنِ  ۗ  وَلَوْ اَنَّهُمْ قَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَـكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَقْوَمَ  ۙ  وَ لٰـكِنْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
minallaziina haaduu yuharrifuunal-kalima 'am mawaadhi'ihii wa yaquuluuna sami'naa wa 'ashoinaa wasma' ghoiro musma'iw wa roo'inaa layyam bi`alsinatihim wa tho'nan fid-diin, walau annahum qooluu sami'naa wa atho'naa wasma' wanzhurnaa lakaana khoirol lahum wa aqwama wa laakil la'anahumullohu bikufrihim fa laa yu`minuuna illaa qoliilaa
"(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata, Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula), Dengarlah, sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. Dan (mereka mengatakan), Ra‘ina, dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami, tentulah  itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah melaknat mereka karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 46)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اٰمِنُوْا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّـطْمِسَ وُجُوْهًا فَنَرُدَّهَا عَلٰۤى اَدْبَارِهَاۤ اَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّاۤ اَصْحٰبَ السَّبْتِ ۗ  وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ مَفْعُوْلًا
yaaa ayyuhallaziina uutul-kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa mushoddiqol limaa ma'akum ming qobli an nathmisa wujuuhan fa naruddahaa 'alaaa adbaarihaaa au nal'anahum kamaa la'annaaa ash-haabas-sabt, wa kaana amrullohi maf'uulaa
"Wahai orang-orang yang telah diberi kitab! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu, sebelum Kami mengubah wajah-wajah(mu), lalu Kami putar ke belakang atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Dan ketetapan Allah pasti berlaku."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 47)

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۚ  وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا
innalloha laa yaghfiru ay yusyroka bihii wa yaghfiru maa duuna zaalika limay yasyaaa`, wa may yusyrik billaahi fa qodiftarooo isman 'azhiimaa
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 48)

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْ  ۗ  بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَآءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
a lam taro ilallaziina yuzakkuuna anfusahum, balillaahu yuzakkii may yasyaaa`u wa laa yuzhlamuuna fatiilaa
"Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 49)

اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى  اللّٰهِ الْـكَذِبَ ۗ  وَكَفٰى بِهٖۤ اِثْمًا مُّبِيْنًا
unzhur kaifa yaftaruuna 'alallohil-kazib, wa kafaa bihiii ismam mubiinaa
"Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 50)

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُؤْمِنُوْنَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰٓ ؤُلَآ ءِ اَهْدٰى مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا سَبِيْلًا
a lam taro ilallaziina uutuu nashiibam minal-kitaabi yu`minuuna bil-jibti wath-thooghuuti wa yaquuluuna lillaziina kafaruu haaa`ulaaa`i ahdaa minallaziina aamanuu sabiilaa
"Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Tagut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 51)

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ  ۗ  وَمَنْ يَّلْعَنِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ نَصِيْرًا 
ulaaa`ikallaziina la'anahumulloh, wa may yal'anillaahu fa lan tajida lahuu nashiiroo
"Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Dan barang siapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 52)

اَمْ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَاِذًا لَّا يُؤْتُوْنَ النَّاسَ نَقِيْرًا 
am lahum nashiibum minal-mulki fa izal laa yu`tuunan-naasa naqiiroo
"Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan (kekuasaan), meskipun mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 53)

اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ  عَلٰى مَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۚ  فَقَدْ اٰتَيْنَاۤ اٰلَ  اِبْرٰهِيْمَ الْـكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاٰتَيْنٰهُمْ مُّلْكًا عَظِيْمًا
am yahsuduunan-naasa 'alaa maaa aataahumullohu min fadhlih, fa qod aatainaaa aala ibroohiimal-kitaaba wal-hikmata wa aatainaahum mulkan 'azhiimaa
"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 54)

فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ صَدَّ عَنْهُ  ۗ  وَكَفٰى بِجَهَـنَّمَ سَعِيْرًا
fa min-hum man aamana bihii wa min-hum man shodda 'an-h, wa kafaa bijahannama sa'iiroo
"Maka di antara mereka (yang dengki itu), ada yang beriman kepadanya dan ada pula yang menghalangi (manusia beriman) kepadanya. Cukuplah (bagi mereka) neraka Jahanam yang menyala-nyala apinya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 55)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًا  ۗ  كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
innallaziina kafaruu bi`aayaatinaa saufa nushliihim naaroo, kullamaa nadhijat juluuduhum baddalnaahum juluudan ghoirohaa liyazuuqul-'azaab, innalloha kaana 'aziizan hakiimaa
"Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 56)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا   ۗ  لَـهُمْ فِيْهَاۤ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ  ۙ  وَّنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيْلًا
wallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati sanudkhiluhum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaaa abadaa, lahum fiihaaa azwaajum muthohharotuw wa nudkhiluhum zhillan zholiilaa
"Ada pun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 57)

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰۤى اَهْلِهَا  ۙ  وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًۢا بَصِيْرًا
innalloha ya`murukum an tu`addul-amaanaati ilaaa ahlihaa wa izaa hakamtum bainan-naasi an tahkumuu bil-'adl, innalloha ni'immaa ya'izhukum bih, innalloha kaana samii'am bashiiroo
"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 58)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْ ۚ  فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَـوْمِ الْاٰخِرِ  ۗ  ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu athii'ulloha wa athii'ur-rosuula wa ulil-amri mingkum, fa in tanaaza'tum fii syai`in fa rudduuhu ilallohi war-rosuuli ing kuntum tu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhir, zaalika khoiruw wa ahsanu ta`wiilaa
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 59)

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يَزْعُمُوْنَ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَحَاكَمُوْۤا اِلَى الطَّاغُوْتِ وَقَدْ اُمِرُوْۤا اَنْ يَّكْفُرُوْا بِهٖ  ۗ  وَيُرِيْدُ الشَّيْـطٰنُ اَنْ يُّضِلَّهُمْ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
a lam taro ilallaziina yaz'umuuna annahum aamanuu bimaaa unzila ilaika wa maaa unzila ming qoblika yuriiduuna ay yatahaakamuuu ilath-thooghuuti wa qod umiruuu ay yakfuruu bih, wa yuriidusy-syaithoonu ay yudhillahum dholaalam ba'iidaa
"Tidaklah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 60)

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ رَاَيْتَ الْمُنٰفِقِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْكَ صُدُوْدًا 
wa izaa qiila lahum ta'aalau ilaa maaa anzalallohu wa ilar-rosuuli ro`aital-munaafiqiina yashudduuna 'angka shuduudaa
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul, (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 61)

فَكَيْفَ اِذَاۤ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ثُمَّ جَآءُوْكَ يَحْلِفُوْنَ ۖ  بِاللّٰهِ اِنْ اَرَدْنَاۤ اِلَّاۤ اِحْسَانًـا وَّتَوْفِيْقًا
fa kaifa izaaa ashoobat-hum mushiibatum bimaa qoddamat aidiihim summa jaaa`uuka yahlifuuna billaahi in arodnaaa illaaa ihsaanaw wa taufiiqoo
"Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) disebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 62)

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ يَعْلَمُ اللّٰهُ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَّهُمْ فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ قَوْلًاۢ بَلِيْغًا
ulaaa`ikallaziina ya'lamullohu maa fii quluubihim fa a'ridh 'an-hum wa'izh-hum wa qul lahum fiii anfusihim qoulam baliighoo
"Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu, berpalinglah kamu dari mereka dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 63)

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِـيُـطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِ  ۗ  وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ جَآءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَـهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
wa maaa arsalnaa mir rosuulin illaa liyuthoo'a bi`iznillaah, walau annahum iz zholamuuu anfusahum jaaa`uuka fastaghfarulloha wastaghfaro lahumur-rosuulu lawajadulloha tawwaabar rohiimaa
"Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 64)

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ  حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ  حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
fa laa wa robbika laa yu`minuuna hattaa yuhakkimuuka fiimaa syajaro bainahum summa laa yajiduu fiii anfusihim harojam mimmaa qodhoita wa yusallimuu tasliimaa
"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 65)

وَلَوْ اَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ اَنِ اقْتُلُوْۤا اَنْفُسَكُمْ اَوِ اخْرُجُوْا مِنْ دِيَارِكُمْ مَّا فَعَلُوْهُ اِلَّا قَلِيْلٌ مِّنْهُمْ  ۗ  وَلَوْ اَنَّهُمْ فَعَلُوْا مَا يُوْعَظُوْنَ بِهٖ لَـكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَشَدَّ تَثْبِيْتًا 
walau annaa katabnaa 'alaihim aniqtuluuu anfusakum awikhrujuu min diyaarikum maa fa'aluuhu illaa qoliilum min-hum, walau annahum fa'aluu maa yuu'azhuuna bihii lakaana khoirol lahum wa asyadda tasbiitaa
"Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu, ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 66)

وَّاِذًا لَّاٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ لَّدُنَّاۤ اَجْرًا عَظِيْمًا 
wa izal la`aatainaahum mil ladunnaaa ajron 'azhiimaa
"Dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 67)

وَّلَهَدَيْنٰهُمْ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًا
wa lahadainaahum shiroothom mustaqiimaa
"Dan pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan yang lurus."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 68)

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِيْنَ  ۚ  وَحَسُنَ اُولٰٓئِكَ رَفِيْقًا 
wa may yuthi'illaaha war-rosuula fa ulaaa`ika ma'allaziina an'amallohu 'alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhadaaa`i wash-shoolihiin, wa hasuna ulaaa`ika rofiiqoo
"Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 69)

ذٰلِكَ الْـفَضْلُ مِنَ اللّٰهِ  ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ عَلِيْمًا
zaalikal-fadhlu minalloh, wa kafaa billaahi 'aliimaa
"Yang demikian itu adalah karunia dari Allah dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 70)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا خُذُوْا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوْا ثُبَاتٍ اَوِ انْفِرُوْا جَمِيْعًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu khuzuu hizrokum fanfiruu subaatin awinfiruu jamii'aa
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap siagalah kamu dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok atau majulah bersama-sama (serentak)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 71)

وَاِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَّيُبَطِّئَنَّ ۚ  فَاِنْ  اَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَالَ قَدْ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيَّ اِذْ لَمْ اَكُنْ مَّعَهُمْ  شَهِيْدًا
wa inna mingkum lamal layubaththi`ann, fa in ashoobatkum mushiibatung qoola qod an'amallohu 'alayya iz lam akum ma'ahum syahiidaa
"Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu, jika kamu ditimpa musibah dia berkata, Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 72)

وَلَئِنْ اَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِّنَ اللّٰهِ لَيَـقُوْلَنَّ كَاَنْ لَّمْ تَكُنْۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهٗ مَوَدَّةٌ يّٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ مَعَهُمْ فَاَ فُوْزَ فَوْزًا عَظِيْمًا
wa la`in ashoobakum fadhlum minallohi layaquulanna ka`al lam takum bainakum wa bainahuu mawaddatuy yaa laitanii kuntu ma'ahum fa afuuza fauzan 'azhiimaa
"Dan sungguh, jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, Wahai, sekiranya aku bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 73)

فَلْيُقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يَشْرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ   ۗ  وَمَنْ يُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيُقْتَلْ اَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُـؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
falyuqootil fii sabiilillaahillaziina yasyruunal-hayaatad-dun-yaa bil-aakhiroh, wa may yuqootil fii sabiilillaahi fa yuqtal au yaghlib fa saufa nu`tiihi ajron 'azhiimaa
"Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barang siapa berperang di jalan Allah lalu gugur atau memperoleh kemenangan, maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 74)

وَمَا لَـكُمْ لَا تُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَآءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْـقَرْيَةِ الظَّالِمِ اَهْلُهَا  ۚ  وَاجْعَلْ لَّـنَا مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا  ۚ  وَاجْعَلْ لَّـنَا مِنْ لَّدُنْكَ نَصِيْرًا 
wa maa lakum laa tuqootiluuna fii sabiilillaahi wal-mustadh'afiina minar-rijaali wan-nisaaa`i wal-wildaanillaziina yaquuluuna robbanaaa akhrijnaa min haazihil-qoryatizh-zhoolimi ahluhaa, waj'al lanaa mil ladungka waliyyaa, waj'al lanaa mil ladungka nashiiroo
"Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak yang berdoa, Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 75)

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ   ۚ  وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ الطَّاغُوْتِ فَقَاتِلُوْۤا اَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ ۚ  اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيْفًا
allaziina aamanuu yuqootiluuna fii sabiilillaah, wallaziina kafaruu yuqootiluuna fii sabiilith-thooghuuti fa qootiluuu auliyaaa`asy-syaithoon, inna kaidasy-syaithooni kaana dho'iifaa
"Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 76)

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ قِيْلَ لَهُمْ كُفُّوْۤا اَيْدِيَكُمْ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّكٰوةَ   ۚ  فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّٰهِ اَوْ اَشَدَّ خَشْيَةً   ۚ  وَقَالُوْا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ  ۚ  لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنَاۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ  ۗ  قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌ  ۚ  وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰى ۗ  وَلَا تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
a lam taro ilallaziina qiila lahum kuffuuu aidiyakum wa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaah, fa lammaa kutiba 'alaihimul-qitaalu izaa fariiqum min-hum yakhsyaunan-naasa kakhosy-yatillaahi au asyadda khosy-yah, wa qooluu robbanaa lima katabta 'alainal-qitaal, lau laaa akhkhortanaaa ilaaa ajaling qoriib, qul mataa'ud-dun-yaa qoliil, wal-aakhirotu khoirul limanittaqoo, wa laa tuzhlamuuna fatiilaa
"Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, Tahanlah tanganmu (dari berperang), laksanakanlah sholat, dan tunaikanlah zakat! Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu). Mereka berkata, Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi? Katakanlah, Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 77)

اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ   ۗ  وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ   ۚ  وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ   ۗ  قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ  ۗ  فَمَالِ ھٰٓ ؤُلَآ ءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا
aina maa takuunuu yudrikkumul-mautu walau kuntum fii buruujim musyayyadah, wa in tushib-hum hasanatuy yaquuluu haazihii min 'indillaah, wa in tushib-hum sayyi`atuy yaquuluu haazihii min 'indik, qul kullum min 'indillaah, fa maali haaa`ulaaa`il-qoumi laa yakaaduuna yafqohuuna hadiisaa
"Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, Ini dari sisi Allah, dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, Ini dari engkau (Muhammad). Katakanlah, Semuanya (datang) dari sisi Allah. Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 78)

مَاۤ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ  وَمَاۤ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّـفْسِكَ  ۗ  وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا  ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
maaa ashoobaka min hasanatin fa minallohi wa maaa ashoobaka min sayyi`atin fa min nafsik, wa arsalnaaka lin-naasi rosuulaa, wa kafaa billaahi syahiidaa
"Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 79)

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَ   ۚ  وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا 
may yuthi'ir-rosuula fa qod athoo'alloh, wa man tawallaa fa maaa arsalnaaka 'alaihim hafiizhoo
"Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 80)

وَيَقُوْلُوْنَ طَاعَةٌ ۖ  فَاِذَا بَرَزُوْا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَآئِفَةٌ مِّنْهُمْ غَيْرَ الَّذِيْ تَقُوْلُ  ۗ  وَاللّٰهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُوْنَ  ۚ  فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ  ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
wa yaquuluuna thoo'atun fa izaa barozuu min 'indika bayyata thooo`ifatum min-hum ghoirollazii taquul, wallohu yaktubu maa yubayyituun, fa a'ridh 'an-hum wa tawakkal 'alalloh, wa kafaa billaahi wakiilaa
"Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, (Kewajiban kami hanyalah) taat. Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 81)

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ  الْقُرْاٰنَ ۗ  وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا  كَثِيْرًا
a fa laa yatadabbaruunal-qur`aan, walau kaana min 'indi ghoirillaahi lawajaduu fiihikhtilaafang kasiiroo
"Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 82)

وَاِذَا جَآءَهُمْ اَمْرٌ مِّنَ الْاَمْنِ اَوِ الْخَـوْفِ اَذَاعُوْا بِهٖ  ۚ  وَلَوْ رَدُّوْهُ اِلَى الرَّسُوْلِ وَاِلٰۤى اُولِى الْاَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْۢبِطُوْنَهٗ مِنْهُمْ ۗ  وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا
wa izaa jaaa`ahum amrum minal-amni awil-khoufi azaa'uu bih, walau rodduuhu ilar-rosuuli wa ilaaa ulil-amri min-hum la'alimahullaziina yastambithuunahuu min-hum, walau laa fadhlullohi 'alaikum wa rohmatuhuu lattaba'tumusy-syaithoona illaa qoliilaa
"Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan ulil amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 83)

فَقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ  ۚ  لَا تُكَلَّفُ اِلَّا نَـفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ  ۚ  عَسَے اللّٰهُ اَنْ يَّكُفَّ بَأْسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا  ۗ  وَاللّٰهُ اَشَدُّ بَأْسًا وَّاَشَدُّ تَـنْكِيْلًا
fa qootil fii sabiilillaah, laa tukallafu illaa nafsaka wa harridhil-mu`miniin, 'asallohu ay yakuffa ba`sallaziina kafaruu, wallohu asyaddu ba`saw wa asyaddu tangkiilaa
"Maka berperanglah engkau (Muhammad) di jalan Allah, engkau tidaklah dibebani melainkan atas dirimu sendiri. Kobarkanlah (semangat) orang-orang beriman (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak (mematahkan) serangan orang-orang yang kafir itu. Allah sangat besar kekuatan-(Nya) dan sangat keras siksa-(Nya)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 84)

مَنْ يَّشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَّكُنْ لَّهٗ نَصِيْبٌ مِّنْهَا   ۚ  وَمَنْ يَّشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَّكُنْ لَّهٗ كِفْلٌ مِّنْهَا   ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقِيْتًا
may yasyfa' syafaa'atan hasanatay yakul lahuu nashiibum min-haa, wa may yasyfa' syafaa'atan sayyi`atay yakul lahuu kiflum min-haa, wa kaanallohu 'alaa kulli syai`im muqiitaa
"Barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian dari (pahala)nya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 85)

وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَاۤ اَوْ رُدُّوْهَا  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْبًا
wa izaa huyyiitum bitahiyyatin fa hayyuu bi`ahsana min-haaa au rudduuhaa, innalloha kaana 'alaa kulli syai`in hasiibaa
"Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (penghormatan itu yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 86)

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ  لَيَجْمَعَنَّكُمْ اِلٰى يَوْمِ  الْقِيٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيْهِ ۗ  وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ حَدِيْثًا
allohu laaa ilaaha illaa huw, layajma'annakum ilaa yaumil-qiyaamati laa roiba fiih, wa man ashdaqu minallohi hadiisaa
"Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan terjadinya. Siapakah yang lebih benar perkataan(Nya) daripada Allah?"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 87)

فَمَا لَـكُمْ فِيْ الْمُنٰفِقِيْنَ فِئَـتَيْنِ وَاللّٰهُ اَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوْا ۗ  اَ تُرِيْدُوْنَ اَنْ تَهْدُوْا مَنْ اَضَلَّ اللّٰهُ  ۗ  وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا
fa maa lakum fil-munaafiqiina fi`ataini wallohu arkasahum bimaa kasabuu, a turiiduuna an tahduu man adhollalloh, wa may yudhlilillaahu fa lan tajida lahuu sabiilaa
"Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran) disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 88)

وَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَ كَمَا كَفَرُوْا فَتَكُوْنُوْنَ سَوَآءً فَلَا تَتَّخِذُوْا مِنْهُمْ اَوْلِيَآءَ حَتّٰى يُهَاجِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ   ۗ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوْهُمْ وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُّمُوْهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوْا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا 
wadduu lau takfuruuna kamaa kafaruu fa takuunuuna sawaaa`an fa laa tattakhizuu min-hum auliyaaa`a hattaa yuhaajiruu fii sabiilillaah, fa in tawallau fa khuzuuhum waqtuluuhum haisu wajattumuuhum wa laa tattakhizuu min-hum waliyyaw wa laa nashiiroo
"Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana pun mereka kamu temukan dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 89)

اِلَّا الَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ اِلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌ اَوْ جَآءُوْكُمْ حَصِرَتْ صُدُوْرُهُمْ اَنْ يُّقَاتِلُوْكُمْ اَوْ يُقَاتِلُوْا قَوْمَهُمْ  ۗ  وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقٰتَلُوْكُمْ  ۚ  فَاِنِ اعْتَزَلُوْكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ وَاَلْقَوْا اِلَيْكُمُ السَّلَمَ  ۙ  فَمَا جَعَلَ اللّٰهُ لَـكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيْلًا
illallaziina yashiluuna ilaa qoumim bainakum wa bainahum miisaaqun au jaaa`uukum hashirot shuduuruhum ay yuqootiluukum au yuqootiluu qoumahum, walau syaaa`allohu lasallathohum 'alaikum fa laqootaluukum, fa ini'tazaluukum fa lam yuqootiluukum wa alqou ilaikumus-salama fa maa ja'alallohu lakum 'alaihim sabiilaa
"Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada suatu kaum yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang yang datang kepadamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya diberikan-Nya kekuasaan kepada mereka (dalam) menghadapi kamu, maka pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu dan tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah), maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 90)

سَتَجِدُوْنَ اٰخَرِيْنَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّأْمَنُوْكُمْ وَيَأْمَنُوْا قَوْمَهُمْ  ۗ  كُلَّمَا رُدُّوْۤا اِلَى الْفِتْنَةِ اُرْكِسُوْا فِيْهَا  ۚ  فَاِنْ لَّمْ يَعْتَزِلُوْكُمْ وَيُلْقُوْۤا اِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوْۤا اَيْدِيَهُمْ فَخُذُوْهُمْ وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ  ۗ  وَاُولٰٓئِكُمْ جَعَلْنَا لَـكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
satajiduuna aakhoriina yuriiduuna ay ya`manuukum wa ya`manuu qoumahum, kulla maa rudduuu ilal-fitnati urkisuu fiihaa, fa il lam ya'taziluukum wa yulquuu ilaikumus-salama wa yakuffuuu aidiyahum fa khuzuuhum waqtuluuhum haisu saqiftumuuhum, wa ulaaa`ikum ja'alnaa lakum 'alaihim  sulthoonam mubiinaa
"Kelak akan kamu dapati (golongan-golongan) yang lain, yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya. Karena itu, jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu, serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temui, dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi, menawan, dan membunuh) mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 91)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ اَنْ يَّقْتُلَ مُؤْمِنًا اِلَّا خَطَــئًا  ۚ  وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَــئًا فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَّدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ اِلٰۤى اَهْلِهٖۤ اِلَّاۤ اَنْ يَّصَّدَّقُوْا  ۗ  فَاِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّـكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ  ۗ  وَاِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ اِلٰۤى اَهْلِهٖ وَ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ  ۚ  فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ ۖ  تَوْبَةً مِّنَ اللّٰهِ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
wa maa kaana limu`minin ay yaqtula mu`minan illaa khotho`aa, wa mang qotala mu`minan khotho`an fa tahriiru roqobatim mu`minatiw wa diyatum musallamatun ilaaa ahlihiii illaaa ay yashshoddaquu, fa ing kaana ming qoumin 'aduwwil lakum wa huwa mu`minun fa tahriiru roqobatim mu`minah, wa ing kaana ming qoumim bainakum wa bainahum miisaaqun fa diyatum musallamatun ilaaa ahlihii wa tahriiru roqobatim mu`minah, fa mal lam yajid fa shiyaamu syahroini mutataabi'aini taubatam minalloh, wa kaanallohu 'aliiman hakiimaa
"Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain) kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Barang siapa membunuh seorang yang beriman karena tersalah, (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika dia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barang siapa tidak mendapatkan (hamba sahaya) maka hendaklah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 92)

وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا  فَجَزَآ ؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ  عَذَابًا عَظِيْمًا
wa may yaqtul mu`minam muta'ammidan fa jazaaa`uhuu jahannamu khoolidan fiihaa wa ghodhiballohu 'alaihi wa la'anahuu wa a'adda lahuu 'azaaban 'azhiimaa
"Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 93)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا ضَرَبْتُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَتَبَـيَّـنُوْا وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ اَ لْقٰۤى اِلَيْكُمُ السَّلٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا  ۚ  تَبْـتَـغُوْنَ عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ  فَعِنْدَ اللّٰهِ مَغَانِمُ كَثِيْرَةٌ   ۗ  كَذٰلِكَ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَـيَّـنُوْا  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa dhorobtum fii sabiilillaahi fa tabayyanuu wa laa taquuluu liman alqooo ilaikumus-salaama lasta mu`minaa, tabtaghuuna 'arodhol-hayaatid-dun-yaa fa 'indallohi maghoonimu kasiiroh, kazaalika kuntum ming qoblu fa mannallohu 'alaikum fa tabayyanuu, innalloha kaana bimaa ta'maluuna khobiiroo
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, Kamu bukan seorang yang beriman, (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 94)

لَا يَسْتَوِى الْقَاعِدُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ غَيْرُ اُولِى الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ  ۗ  فَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ دَرَجَةً   ۗ  وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰى ۗ  وَفَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا 
laa yastawil-qoo'iduuna minal-mu`miniina ghoiru ulidh-dhorori wal-mujaahiduuna fii sabiilillaahi bi-amwaalihim wa anfusihim, fadhdholallohul-mujaahidiina bi-amwaalihim wa anfusihim 'alal-qoo'idiina darojah, wa kullaw wa'adallohul-husnaa, wa fadhdholallohul-mujaahidiina 'alal-qoo'idiina ajron 'azhiimaa
"Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 95)

دَرَجٰتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَّرَحْمَةً   ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
darojaatim min-hu wa maghfirotaw wa rohmah, wa kaanallohu ghofuuror rohiimaa
"(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 96)

اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰٮهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ ظَالِمِيْۤ اَنْفُسِهِمْ قَالُوْا فِيْمَ كُنْتُمْ ۗ  قَالُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ الْاَرْضِ ۗ  قَالُوْۤا اَلَمْ تَكُنْ اَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوْا فِيْهَا ۗ  فَاُولٰٓئِكَ مَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۗ  وَسَآءَتْ مَصِيْرًا 
innallaziina tawaffaahumul-malaaa`ikatu zhoolimiii anfusihim qooluu fiima kuntum, qooluu kunnaa mustadh'afiina fil-ardh, qooluuu a lam takun ardhullohi waasi'atan fa tuhaajiruu fiihaa, fa ulaaa`ika ma`waahum jahannam, wa saaa`at mashiiroo
"Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, Bagaimana kamu ini? Mereka menjawab, Kami orang-orang yang tertindas di Bumi (Mekah). Mereka (para malaikat) bertanya, Bukankah Bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di Bumi itu? Maka orang-orang itu tempatnya di Neraka Jahanam dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 97)

اِلَّا الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَآءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ حِيْلَةً وَّلَا يَهْتَدُوْنَ سَبِيْلًا 
illal-mustadh'afiina minar-rijaali wan-nisaaa`i wal-wildaani laa yastathii'uuna hiilataw wa laa yahtaduuna sabiilaa
"kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah),"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 98)

فَاُولٰٓئِكَ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّعْفُوَ عَنْهُمْ ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ  عَفُوًّا غَفُوْرًا
fa ulaaa`ika 'asallohu ay ya'fuwa 'an-hum, wa kaanallohu 'afuwwan ghofuuroo
"maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 99)

وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً   ۗ  وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
wa may yuhaajir fii sabiilillaahi yajid fil-ardhi murooghomang kasiirow wa sa'ah, wa may yakhruj mim baitihii muhaajiron ilallohi wa rosuulihii summa yudrik-hul-mautu fa qod waqo'a ajruhuu 'alalloh, wa kaanallohu ghofuuror rohiimaa
"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 100)

وَاِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلٰوةِ    ۖ  اِنْ خِفْتُمْ اَنْ يَّفْتِنَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا   ۗ  اِنَّ الْـكٰفِرِيْنَ كَانُوْا لَـكُمْ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
wa izaa dhorobtum fil-ardhi fa laisa 'alaikum junaahun an taqshuruu minash-sholaati in khiftum ay yaftinakumullaziina kafaruu, innal-kaafiriina kaanuu lakum 'aduwwam mubiinaa
"Dan apabila kamu bepergian di Bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqasar sholat jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 101)

وَاِذَا كُنْتَ فِيْهِمْ فَاَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلٰوةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌ مِّنْهُمْ مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوْۤا اَسْلِحَتَهُمْ ۗ  فَاِذَا سَجَدُوْا فَلْيَكُوْنُوْا مِنْ وَّرَآئِكُمْ ۖ  وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ اُخْرٰى لَمْ يُصَلُّوْا فَلْيُصَلُّوْا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوْا حِذْرَهُمْ وَاَسْلِحَتَهُمْ  ۚ  وَدَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ تَغْفُلُوْنَ عَنْ اَسْلِحَتِكُمْ وَاَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيْلُوْنَ عَلَيْكُمْ مَّيْلَةً وَّاحِدَةً    ۗ  وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِنْ كَانَ بِكُمْ اَ ذًى مِّنْ مَّطَرٍ اَوْ كُنْـتُمْ مَّرْضٰۤى اَنْ تَضَعُوْۤا اَسْلِحَتَكُمْ  ۚ  وَ خُذُوْا حِذْرَكُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ اَعَدَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًا
wa izaa kunta fiihim fa aqomta lahumush-sholaata faltaqum thooo`ifatum min-hum ma'aka walya`khuzuuu aslihatahum, fa izaa sajaduu falyakuunuu miw warooo`ikum walta`ti thooo`ifatun ukhroo lam yusholluu falyusholluu ma'aka walya`khuzuu hizrohum wa aslihatahum, waddallaziina kafaruu lau taghfuluuna 'an aslihatikum wa amti'atikum fa yamiiluuna 'alaikum mailataw waahidah, wa laa junaaha 'alaikum ing kaana bikum azam mim mathorin au kuntum mardhooo an tadho'uuu aslihatakum, wa khuzuu hizrokum, innalloha a'adda lil-kaafiriina 'azaabam muhiinaa
"Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang sholat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat) maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum sholat, lalu mereka sholat denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiap siagalah kamu. Sungguh, Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 102)

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ   ۚ  فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ   ۚ  اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
fa izaa qodhoitumush-sholaata fazkurulloha qiyaamaw wa qu'uudaw wa 'alaa junuubikum, fa izathma`nantum fa aqiimush-sholaah, innash-sholaata kaanat 'alal-mu`miniina kitaabam mauquutaa
"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 103)

وَلَا تَهِنُوْا فِى ابْتِغَآءِ الْقَوْمِ  ۗ  اِنْ تَكُوْنُوْا تَأْلَمُوْنَ فَاِنَّهُمْ يَأْلَمُوْنَ كَمَا تَأْلَمُوْنَ  ۚ  وَتَرْجُوْنَ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا يَرْجُوْنَ  ۗ  وَ كَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
wa laa tahinuu fibtighooo`il-qouum, in takuunuu ta`lamuuna fa innahum ya`lamuuna kamaa ta`lamuun, wa tarjuuna minallohi maa laa yarjuun, wa kaanallohu 'aliiman hakiimaa
"Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 104)

اِنَّاۤ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَـقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَاۤ اَرٰٮكَ اللّٰهُ  ۗ  وَلَا تَكُنْ لِّـلْخَآئِنِيْنَ خَصِيْمًا 
innaaa anzalnaaa ilaikal-kitaaba bil-haqqi litahkuma bainan-naasi bimaaa arookalloh, wa laa takul lil-khooo`iniina khoshiimaa
"Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang yang berkhianat,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 105)

وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا 
wastaghfirillaah, innalloha kaana ghofuuror rohiimaa
"dan mohonkanlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 106)

وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِيْنَ يَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَهُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًا 
wa laa tujaadil 'anillaziina yakhtaanuuna anfusahum, innalloha laa yuhibbu mang kaana khowwaanan asiimaa
"Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 107)

يَّسْتَخْفُوْنَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُوْنَ مِنَ اللّٰهِ وَهُوَ مَعَهُمْ اِذْ يُبَيِّتُوْنَ مَا لَا يَرْضٰى مِنَ الْقَوْلِ ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطًا
yastakhfuuna minan-naasi wa laa yastakhfuuna minallohi wa huwa ma'ahum iz yubayyituuna maa laa yardhoo minal-qouul, wa kaanallohu bimaa ya'maluuna muhiithoo
"mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah karena Allah beserta mereka ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 108)

هٰۤاَنْتُمْ هٰٓ ؤُلَآ ءِ جَادَلْـتُمْ عَنْهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗ  فَمَنْ يُّجَادِلُ اللّٰهَ عَنْهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَمْ مَّنْ يَّكُوْنُ عَلَيْهِمْ وَكِيْلًا
haaa`antum haaa`ulaaa`i jaadaltum 'an-hum fil-hayaatid-dun-yaa, fa may yujaadilulloha 'an-hum yaumal-qiyaamati am may yakuunu 'alaihim wakiilaa
"Itulah kamu! Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini, tetapi siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap azab Allah)?"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 109)

وَ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْٓءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ  اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
wa may ya'mal suuu`an au yazhlim nafsahuu summa yastaghfirillaaha yajidillaaha ghofuuror rohiimaa
"Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 110)

وَمَنْ يَّكْسِبْ اِثْمًا فَاِنَّمَا يَكْسِبُهٗ عَلٰى  نَفْسِهٖ ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
wa may yaksib isman fa innamaa yaksibuhuu 'alaa nafsih, wa kaanallohu 'aliiman hakiimaa
"Dan barang siapa berbuat dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kesulitan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 111)

وَمَنْ يَّكْسِبْ خَطِيْۤــئَةً اَوْ اِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهٖ بَرِيْۤـئًـا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا
wa may yaksib khothiii`atan au isman summa yarmi bihii bariii`an fa qodihtamala buhtaanaw wa ismam mubiinaa
"Dan barang siapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 112)

وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهٗ لَهَمَّتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ اَنْ يُّضِلُّوْكَ  ۗ  وَمَا يُضِلُّوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَضُرُّوْنَكَ مِنْ شَيْءٍ  ۗ  وَاَنْزَلَ اللّٰهُ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۗ  وَكَانَ فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا
walau laa fadhlullohi 'alaika wa rohmatuhuu lahammath thooo`ifatum min-hum ay yudhilluuk, wa maa yudhilluuna illaaa anfusahum wa maa yadhurruunaka min syaii`, wa anzalallohu 'alaikal-kitaaba wal-hikmata wa 'allamaka maa lam takun ta'lam, wa kaana fadhlullohi 'alaika 'azhiimaa
"Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 113)

لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰٮهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ  ۗ  وَمَن يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُـؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
laa khoiro fii kasiirim min najwaahum illaa man amaro bishodaqotin au ma'ruufin au ishlaahim bainan-naas, wa may yaf'al zaalikabtighooo`a mardhootillaahi fa saufa nu`tiihi ajron 'azhiimaa
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 114)

وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَـهُ الْهُدٰى وَ يَـتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَـنَّمَ  ۗ  وَسَآءَتْ مَصِيْرًا
wa may yusyaaqiqir-rosuula mim ba'di maa tabayyana lahul-hudaa wa yattabi' ghoiro sabiilil-mu`miniina nuwallihii maa tawallaa wa nushlihii jahannam, wa saaa`at mashiiroo
"Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam Neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 115)

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ   ۗ  وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
innalloha laa yaghfiru ay yusyroka bihii wa yaghfiru maa duuna zaalika limay yasyaaa`, wa may yusyrik billaahi fa qod dholla dholaalam ba'iidaa
"Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 116)

اِنْ يَّدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖۤ اِلَّاۤ اِنٰـثًـا  ۚ  وَاِنْ يَّدْعُوْنَ اِلَّا شَيْـطٰنًا مَّرِيْدًا 
iy yad'uuna min duunihiii illaaa inaasaa, wa iy yad'uuna illaa syaithoonam mariidaa
"Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah inasan (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 117)

لَّـعَنَهُ اللّٰهُ  ۘ  وَقَالَ لَاَ تَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيْبًا مَّفْرُوْضًا 
la'anahulloh, wa qoola la`attakhizanna min 'ibaadika nashiibam mafruudhoo
"Yang dilaknati Allah dan (setan) itu mengatakan, Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 118)

وَّلَاُضِلَّـنَّهُمْ وَلَاُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَـتِّكُنَّ اٰذَانَ الْاَنْعَامِ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِ ۗ  وَمَنْ يَّتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِيْنًا 
wa la`udhillannahum wa la`umanniyannahum wa la`aamuronnahum fa layubattikunna aazaanal-an'aami wa la`aamuronnahum fa layughoyyirunna kholqollaah, wa may yattakhizisy-syaithoona waliyyam min duunillaahi fa qod khosiro khusroonam mubiinaa
"dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 119)

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيْهِمْ  ۗ  وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْـطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا
ya'iduhum wa yumanniihim, wa maa ya'iduhumusy-syaithoonu illaa ghuruuroo
"(Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 120)

اُولٰٓئِكَ مَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۖ  وَلَا يَجِدُوْنَ عَنْهَا مَحِيْصًا
ulaaa`ika ma`waahum jahannamu wa laa yajiduuna 'an-haa mahiishoo
"Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di Neraka Jahanam dan mereka tidak akan mendapat tempat (lain untuk) lari darinya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 121)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا   ۗ  وَعْدَ اللّٰهِ حَقًّا    ۗ  وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ قِيْلًا
wallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati sanudkhiluhum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaaa abadaa, wa'dallohi haqqoo, wa man ashdaqu minallohi qiilaa
"Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 122)

لَـيْسَ بِاَمَانِيِّكُمْ  وَلَاۤ اَمَانِيِّ اَهْلِ الْـكِتٰبِ ۗ  مَنْ يَّعْمَلْ سُوْٓءًا يُّجْزَ بِهٖ ۙ  وَ لَا يَجِدْ لَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا
laisa bi`amaaniyyikum wa laaa amaaniyyi ahlil-kitaab, may ya'mal suuu`ay yujza bihii wa laa yajid lahuu min duunillaahi waliyyaw wa laa nashiiroo
"(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 123)

وَمَنْ يَّعْمَلْ  مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰٓئِكَ  يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا
wa may ya'mal minash-shoolihaati min zakarin au unsaa wa huwa mu`minun fa ulaaa`ika yadkhuluunal-jannata wa laa yuzhlamuuna naqiiroo
"Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 124)

وَمَنْ اَحْسَنُ دِيْنًا مِّمَّنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَّاتَّبَعَ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا   ۗ  وَاتَّخَذَ اللّٰهُ اِبْرٰهِيْمَ خَلِيْلًا
wa man ahsanu diinam mim man aslama waj-hahuu lillaahi wa huwa muhsinuw wattaba'a millata ibroohiima haniifaa, wattakhozallohu ibroohiima kholiilaa
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-(Nya)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 125)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيْـطًا
wa lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa kaanallohu bikulli syai`im muhiithoo
"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di Bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 126)

وَيَسْتَفْتُوْنَكَ فِى النِّسَآءِ   ۗ  قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِيْهِنَّ  ۙ  وَمَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ فِيْ يَتٰمَى النِّسَآءِ الّٰتِيْ لَا تُؤْتُوْنَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُوْنَ اَنْ تَـنْكِحُوْهُنَّ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الْوِلْدَانِ  ۙ  وَاَنْ تَقُوْمُوْا لِلْيَتٰمٰى بِالْقِسْطِ   ۗ  وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِهٖ عَلِيْمًا
wa yastaftuunaka fin-nisaaa`, qulillaahu yuftiikum fiihinna wa maa yutlaa 'alaikum fil-kitaabi fii yataaman-nisaaa`illaatii laa tu`tuunahunna maa kutiba lahunna wa targhobuuna an tangkihuuhunna wal-mustadh'afiina minal-wildaani wa an taquumuu lil-yataamaa bil-qisth, wa maa taf'aluu min khoirin fa innalloha kaana bihii 'aliimaa
"Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang perempuan. Katakanlah, Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Qur'an (juga memfatwakan) tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu (maskawin) yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin menikahi mereka dan (tentang) anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) agar mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 127)

وَاِنِ امْرَاَةٌ خَافَتْ مِنْۢ بَعْلِهَا نُشُوْزًا اَوْ اِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَاۤ اَنْ يُّصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا  ۗ  وَالصُّلْحُ خَيْرٌ   ۗ  وَاُحْضِرَتِ الْاَنْفُسُ الشُّحَّ  ۗ  وَاِنْ تُحْسِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
wa inimro`atun khoofat mim ba'lihaa nusyuuzan au i'roodhon fa laa junaaha 'alaihimaaa ay yushlihaa bainahumaa shul-haa, wash-shul-hu khoiir, wa uhdhirotil-anfususy-syuhh, wa in tuhsinuu wa tattaquu fa innalloha kaana bimaa ta'maluuna khobiiroo
"Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian, itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh-takacuh), maka sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 128)

وَلَنْ تَسْتَطِيْعُوْۤا اَنْ تَعْدِلُوْا بَيْنَ النِّسَآءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيْلُوْا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوْهَا كَالْمُعَلَّقَةِ   ۗ  وَاِنْ تُصْلِحُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
wa lan tastathii'uuu an ta'diluu bainan-nisaaa`i walau haroshtum fa laa tamiiluu kullal-maili fa tazaruuhaa kal-mu'allaqoh, wa in tushlihuu wa tattaquu fa innalloha kaana ghofuuror rohiimaa
"Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 129)

وَاِنْ يَّتَفَرَّقَا يُغْنِ اللّٰهُ كُلًّا مِّنْ سَعَتِهٖ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ وَاسِعًا حَكِيْمًا
wa iy yatafarroqoo yughnillaahu kullam min sa'atih, wa kaanallohu waasi'an hakiimaa
"Dan jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya), Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 130)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ  ۗ  وَلَـقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَاِيَّاكُمْ اَنِ اتَّقُوا اللّٰهَ  ۗ  وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ غَنِيًّا حَمِيْدًا
wa lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa laqod washshoinallaziina uutul-kitaaba ming qoblikum wa iyyaakum anittaqulloh, wa in takfuruu fa inna lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa kaanallohu ghoniyyan hamiidaa
"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di Bumi, dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi Kitab Suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwa kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar, maka (ketahuilah), milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di Bumi dan Allah Maha Kaya, Maha Terpuji."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 131)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ  ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
wa lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa kafaa billaahi wakiilaa
"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di Bumi. Cukuplah Allah sebagai pemeliharanya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 132)

اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ  اَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِاٰخَرِيْنَ ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى ذٰلِكَ  قَدِيْرًا
iy yasya` yuz-hibkum ayyuhan-naasu wa ya`ti bi`aakhoriin, wa kaanallohu 'alaa zaalika qodiiroo
"Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 133)

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللّٰهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ   ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
mang kaana yuriidu sawaabad-dun-yaa fa 'indallohi sawaabud-dun-yaa wal-aakhiroh, wa kaanallohu samii'am bashiiroo
"Barang siapa menghendaki pahala di dunia, maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 134)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰۤى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ  ۗ  اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَاللّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَا ۗ  فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰۤى اَنْ تَعْدِلُوْا   ۚ   وَاِنْ تَلْوٗۤا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu kuunuu qowwaamiina bil-qisthi syuhadaaa`a lillaahi walau 'alaaa anfusikum awil-waalidaini wal-aqrobiin, iy yakun ghoniyyan au faqiiron fallohu aulaa bihimaa, fa laa tattabi'ul-hawaaa an ta'diluu, wa in talwuuu au tu'ridhuu fa innalloha kaana bimaa ta'maluuna khobiiroo
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 135)

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗ  وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu aaminuu billaahi wa rosuulihii wal-kitaabillazii nazzala 'alaa rosuulihii wal-kitaabillaziii anzala ming qobl, wa may yakfur billaahi wa malaaa`ikatihii wa kutubihii wa rusulihii wal-yaumil-aakhiri fa qod dholla dholaalam ba'iidaa
"Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 136)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا ثُمَّ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا ثُمَّ ازْدَادُوْا كُفْرًا لَّمْ يَكُنِ اللّٰهُ لِيَـغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَـهْدِيَهُمْ سَبِيْلًا 
innallaziina aamanuu summa kafaruu summa aamanuu summa kafaruu summazdaaduu kufrol lam yakunillaahu liyaghfiro lahum wa laa liyahdiyahum sabiilaa
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 137)

بَشِّرِ الْمُنٰفِقِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
basysyiril-munaafiqiina bi`anna lahum 'azaaban aliimaa
"Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 138)

الَّذِيْنَ يَتَّخِذُوْنَ الْـكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ  ۗ  اَيَبْتَغُوْنَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَاِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا  
allaziina yattakhizuunal-kaafiriina auliyaaa`a min duunil-mu`miniin, a yabtaghuuna 'indahumul-'izzata fa innal-'izzata lillaahi jamii'aa
"(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 139)

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْـكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُبِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۤ   ‏  ۖ  اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَـنَّمَ جَمِيْعَا 
wa qod nazzala 'alaikum fil-kitaabi an izaa sami'tum aayaatillaahi yukfaru bihaa wa yustahza`u bihaa fa laa taq'uduu ma'ahum hattaa yakhuudhuu fii hadiisin ghoirihiii innakum izam misluhum, innalloha jaami'ul-munaafiqiina wal-kaafiriina fii jahannama jamii'aa
"Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir) maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di Neraka Jahanam,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 140)

الَّذِيْنَ يَتَرَ بَّصُوْنَ بِكُمْ  ۚ  فَاِنْ كَانَ لَـكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّٰهِ قَالُـوْۤا اَلَمْ نَـكُنْ مَّعَكُمْ  ۖ  وَاِنْ كَانَ لِلْكٰفِرِيْنَ نَصِيْبٌ ۙ  قَالُـوْۤا اَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ   ۗ  فَاللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۗ  وَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا
allaziina yatarobbashuuna bikum, fa ing kaana lakum fat-hum minallohi qooluuu a lam nakum ma'akum wa ing kaana lil-kaafiriina nashiibung qooluuu a lam nastahwiz 'alaikum wa namna'kum minal-mu`miniin, fallohu yahkumu bainakum yaumal-qiyaamah, wa lay yaj'alallohu lil-kaafiriina 'alal-mu`miniina sabiilaa
"(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu? Dan jika orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin? Maka Allah akan memberi putusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 141)

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ  ۚ  وَاِذَا قَامُوْۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰى  ۙ  يُرَآءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا 
innal-munaafiqiina yukhoodi'uunalloha wa huwa khoodi'uhum, wa izaa qoomuuu ilash-sholaati qoomuu kusaalaa yurooo`uunan-naasa wa laa yazkuruunalloha illaa qoliilaa
"Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 142)

مُّذَبْذَبِيْنَ بَيْنَ ذٰلِكَ  ۖ  لَاۤ اِلٰى هٰٓ ؤُلَآ ءِ وَلَاۤ اِلٰى هٰٓ ؤُلَآ ءِ   ۗ  وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا
muzabzabiina baina zaalika laaa ilaa haaa`ulaaa`i wa laaa ilaa haaa`ulaaa`, wa may yudhlilillaahu fa lan tajida lahuu sabiilaa
"Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 143)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ   ۗ  اَ تُرِيْدُوْنَ اَنْ تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ عَلَيْكُمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizul-kaafiriina auliyaaa`a min duunil-mu`miniin, a turiiduuna an taj'aluu lillaahi 'alaikum sulthoonam mubiinaa
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 144)

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِ  ۚ  وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا 
innal-munaafiqiina fid-darkil-asfali minan-naar, wa lan tajida lahum nashiiroo
"Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 145)

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰٓئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ  ۗ  وَسَوْفَ يُـؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا
illallaziina taabuu wa ashlahuu wa'tashomuu billaahi wa akhlashuu diinahum lillaahi fa ulaaa`ika ma'al-mu`miniin, wa saufa yu`tillaahul-mu`miniina ajron 'azhiimaa
"kecuali orang-orang yang bertobat memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 146)

مَا يَفْعَلُ اللّٰهُ بِعَذَابِكُمْ اِنْ شَكَرْتُمْ وَاٰمَنْتُمْ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ شَاكِرًا عَلِيْمًا
maa yaf'alullohu bi'azaabikum in syakartum wa aamantum, wa kaanallohu syaakiron 'aliimaa
"Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 147)

لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَــهْرَ بِالسُّوْٓءِ مِنَ الْقَوْلِ اِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۗ   وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًا عَلِيْمًا
laa yuhibbullohul-jahro bis-suuu`i minal-qouli illaa man zhulim, wa kaanallohu samii'an 'aliimaa
"Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 148)

اِنْ تُبْدُوْا خَيْرًا اَوْ تُخْفُوْهُ اَوْ تَعْفُوْا  عَنْ سُوْٓءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيْرًا
in tubduu khoiron au tukhfuuhu au ta'fuu 'an suuu`in fa innalloha kaana 'afuwwang qodiiroo
"Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya, atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 149)

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّفَرِّقُوْا بَيْنَ اللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيَقُوْلُوْنَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَّنَكْفُرُ بِبَعْضٍ ۙ  وَّيُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَّخِذُوْا بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا 
innallaziina yakfuruuna billaahi wa rusulihii wa yuriiduuna ay yufarriquu bainallohi wa rusulihii wa yaquuluuna nu`minu biba'dhiw wa nakfuru biba'dhiw wa yuriiduuna ay yattakhizuu baina zaalika sabiilaa
"Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain), serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 150)

اُولٰٓئِكَ هُمُ الْـكٰفِرُوْنَ حَقًّا  ۚ  وَ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًا
ulaaa`ika humul-kaafiruuna haqqoo, wa a'tadnaa lil-kaafiriina 'azaabam muhiinaa
"merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 151)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَلَمْ يُفَرِّقُوْا بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْ اُولٰٓئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
wallaziina aamanuu billaahi wa rusulihii wa lam yufarriquu baina ahadim min-hum ulaaa`ika saufa yu`tiihim ujuurohum, wa kaanallohu ghofuuror rohiimaa
"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 152)

يَسْـئَـلُكَ اَهْلُ الْـكِتٰبِ اَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتٰبًا مِّنَ السَّمَآءِ فَقَدْ سَاَ لُوْا مُوْسٰۤى اَكْبَرَ مِنْ ذٰلِكَ فَقَالُوْۤا اَرِنَا اللّٰهَ جَهْرَةً فَاَخَذَتْهُمُ الصّٰعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ  ۚ  ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذٰلِكَ  ۚ  وَاٰتَيْنَا مُوْسٰى سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
yas`aluka ahlul-kitaabi an tunazzila 'alaihim kitaabam minas-samaaa`i fa qod sa`aluu muusaaa akbaro min zaalika fa qooluuu arinalloha jahrotan fa akhozat-humush-shoo'iqotu bizhulmihim, summattakhozul-'ijla mim ba'di maa jaaa`at-humul-bayyinaatu fa 'afaunaa 'an zaalik, wa aatainaa muusaa sulthoonam mubiinaa
"(Orang-orang) Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya. Kemudian mereka menyembah anak sapi, setelah mereka melihat bukti-bukti yang nyata, namun demikian Kami maafkan mereka, dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 153)

وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّوْرَ بِمِيْثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوْا فِى السَّبْتِ وَاَخَذْنَا مِنْهُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا
wa rofa'naa fauqohumuth-thuuro bimiisaaqihim wa qulnaa lahumudkhulul-baaba sujjadaw wa qulnaa lahum laa ta'duu fis-sabti wa akhoznaa min-hum miisaaqon gholiizhoo
"Dan Kami angkat Gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud, dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka, Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat. Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 154)

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَقَتْلِهِمُ الْاَنْۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَّقَوْلِهِمْ قُلُوْبُنَا غُلْفٌ  ۗ  بَلْ طَبَعَ اللّٰهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
fa bimaa naqdhihim miisaaqohum wa kufrihim bi`aayaatillaahi wa qotlihimul-ambiyaaa`a bighoiri haqqiw wa qoulihim quluubunaa ghulf, bal thoba'allohu 'alaihaa bikufrihim fa laa yu`minuuna illaa qoliilaa
"Maka, (Kami hukum mereka) karena mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mereka mengatakan, Hati kami tertutup. Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 155)

وَّبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلٰى مَرْيَمَ بُهْتَانًـا عَظِيْمًا 
wa bikufrihim wa qoulihim 'alaa maryama buhtaanan 'azhiimaa
"dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap 'Isa) dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 156)

وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِ  ۚ  وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰـكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ  ۗ  وَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَـفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ  ۗ  مَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ  ۚ  وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًا ۢ  
wa qoulihim innaa qotalnal-masiiha 'iisabna maryama rosuulalloh, wa maa qotaluuhu wa maa sholabuuhu wa laakin syubbiha lahum, wa innallaziinakhtalafuu fiihi lafii syakkim min-h, maa lahum bihii min 'ilmin illattibaa'azh-zhonni wa maa qotaluuhu yaqiinaa
"dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan 'Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) 'Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 157)

بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
bal rofa'ahullohu ilaiih, wa kaanallohu 'aziizan hakiimaa
"Tetapi Allah telah mengangkat 'Isa ke hadirat-Nya. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 158)

وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُـؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖ   ۚ  وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا  
wa im min ahlil-kitaabi illaa layu`minanna bihii qobla mautih, wa yaumal-qiyaamati yakuunu 'alaihim syahiidaa
"Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya ('Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia ('Isa) akan menjadi saksi mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 159)

فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبٰتٍ اُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَثِيْرًا 
fa bizhulmim minallaziina haaduu harromnaa 'alaihim thoyyibaatin uhillat lahum wa bishoddihim 'an sabiilillaahi kasiiroo
"Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 160)

وَّاَخْذِهِمُ الرِّبٰوا وَقَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَاَكْلِـهِمْ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ  ۗ  وَاَعْتَدْنَـا لِلْـكٰفِرِيْنَ مِنْهُمْ عَذَابًا اَ لِيْمًا
wa akhzihimur-ribaa wa qod nuhuu 'an-hu wa aklihim amwaalan-naasi bil-baathil, wa a'tadnaa lil-kaafiriina min-hum 'azaaban aliimaa
"dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 161)

لٰـكِنِ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُوْنَ يُـؤْمِنُوْنَ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ  وَالْمُقِيْمِيْنَ الصَّلٰوةَ وَالْمُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ  ۗ  اُولٰٓئِكَ سَنُؤْتِيْهِمْ اَجْرًا عَظِيْمًا
laakinir-roosikhuuna fil-'ilmi min-hum wal-mu`minuuna yu`minuuna bimaaa unzila ilaika wa maaa unzila ming qoblika wal-muqiimiinash-sholaata wal-mu`tuunaz-zakaata wal-mu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhir, ulaaa`ika sanu`tiihim ajron 'azhiimaa
"Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 162)

اِنَّاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ كَمَاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖ  ۚ  وَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ  وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ  ۚ  وَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا 
innaaa auhainaaa ilaika kamaaa auhainaaa ilaa nuuhiw wan-nabiyyiina mim ba'dih, wa auhainaaa ilaaa ibroohiima wa ismaa'iila wa is-haaqo wa ya'quuba wal-asbaathi wa 'iisaa wa ayyuuba wa yuunusa wa haaruuna wa sulaimaan, wa aatainaa daawuuda zabuuroo
"Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, lsmail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya; 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 163)

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ   ۗ  وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًا 
wa rusulang qod qoshoshnaahum 'alaika ming qoblu wa rusulal lam naqshush-hum 'alaiik, wa kallamallohu muusaa takliimaa
"Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 164)

رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
rusulam mubasysyiriina wa munziriina li`allaa yakuuna lin-naasi 'alallohi hujjatum ba'dar-rusul, wa kaanallohu 'aziizan hakiimaa
"Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 165)

لٰـكِنِ اللّٰهُ يَشْهَدُ بِمَاۤ اَنْزَلَ اِلَيْكَ اَنْزَلَهٗ بِعِلْمِهٖ  ۚ  وَالْمَلٰٓئِكَةُ يَشْهَدُوْنَ  ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا 
laakinillaahu yasy-hadu bimaaa anzala ilaika anzalahuu bi'ilmih, wal-malaaa`ikatu yasy-haduun, wa kafaa billaahi syahiidaa
"Tetapi Allah menjadi saksi atas (Al-Qur'an) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 166)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَ صَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ قَدْ ضَلُّوْا ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
innallaziina kafaruu wa shodduu 'an sabiilillaahi qod dholluu dholaalam ba'iidaa
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 167)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَظَلَمُوْا لَمْ يَكُنِ اللّٰهُ  لِيَـغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَـهْدِيَهُمْ طَرِيْقًا 
innallaziina kafaruu wa zholamuu lam yakunillaahu liyaghfiro lahum wa laa liyahdiyahum thoriiqoo
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus),"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 168)

اِلَّا طَرِيْقَ جَهَـنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا  ۗ  وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا
illaa thoriiqo jahannama khoolidiina fiihaaa abadaa, wa kaana zaalika 'alallohi yasiiroo
"kecuali jalan ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 169)

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَـقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ  ۗ  وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
yaaa ayyuhan-naasu qod jaaa`akumur-rosuulu bil-haqqi mir robbikum fa aaminuu khoirol lakum, wa in takfuruu fa inna lillaahi maa fis-samaawaati wal-ardh, wa kaanallohu 'aliiman hakiimaa
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepada-Nya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 170)

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْـنِكُمْ وَلَا تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ  ۗ  اِنَّمَا الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُوْلُ اللّٰهِ وَكَلِمَتُهٗ  ۚ  اَ لْقٰٮهَاۤ اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِّنْهُ  ۖ  فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ  ۗ  وَلَا تَقُوْلُوْا ثَلٰثَةٌ  ۗ  اِنْتَهُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ  ۗ  اِنَّمَا اللّٰهُ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ  ۗ  سُبْحٰنَهٗۤ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗ وَلَدٌ  ۘ  لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ  ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
yaaa ahlal-kitaabi laa taghluu fii diinikum wa laa taquuluu 'alallohi illal-haqq, innamal-masiihu 'iisabnu maryama rosuulullohi wa kalimatuh, alqoohaaa ilaa maryama wa ruuhum min-hu fa aaminuu billaahi wa rusulih, wa laa taquuluu salaasah, intahuu khoirol lakum, innamallohu ilaahuw waahid, sub-haanahuuu ay yakuuna lahuu walad, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa kafaa billaahi wakiilaa
"Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih 'Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 171)

لَنْ يَّسْتَـنْكِفَ الْمَسِيْحُ اَنْ يَّكُوْنَ عَبْدًا لِّـلّٰـهِ وَلَا الْمَلٰٓئِكَةُ الْمُقَرَّبُوْنَ  ۗ  وَمَنْ يَّسْتَـنْكِفْ عَنْ عِبَادَ تِهٖ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ اِلَيْهِ جَمِيْعًا
lay yastangkifal-masiihu ay yakuuna 'abdal lillaahi wa lal-malaaa`ikatul-muqorrobuun, wa may yastangkif 'an 'ibaadatihii wa yastakbir fa sayahsyuruhum ilaihi jamii'aa
"Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 172)

فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ وَ يَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۚ  وَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْتَـنْكَفُوْا وَاسْتَكْبَرُوْا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا اَ لِيْمًا   ۙ  وَّلَا يَجِدُوْنَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا
fa ammallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati fa yuwaffiihim ujuurohum wa yaziiduhum min fadhlih, wa ammallaziinastangkafuu wastakbaruu fa yu'azzibuhum 'azaaban aliimaw wa laa yajiduuna lahum min duunillaahi waliyyaw wa laa nashiiroo
"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 173)

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمْ بُرْهَانٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَاَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكُمْ نُوْرًا مُّبِيْنًا
yaaa ayyuhan-naasu qod jaaa`akum bur-haanum mir robbikum wa anzalnaaa ilaikum nuurom mubiinaa
"Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 174)

فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَاعْتَصَمُوْا بِهٖ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِيْ رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ ۙ  وَّيَهْدِيْهِمْ اِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًا 
fa ammallaziina aamanuu billaahi wa'tashomuu bihii fa sayudkhiluhum fii rohmatim min-hu wa fadhliw wa yahdiihim ilaihi shiroothom mustaqiimaa
"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 175)

يَسْتَفْتُوْنَكَ  ۗ  قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْـكَلٰلَةِ   ۗ  اِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَـيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗۤ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ  ۚ  وَهُوَ يَرِثُهَاۤ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ   ۗ  فَاِنْ كَانَـتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ  ۗ  وَاِنْ كَانُوْۤا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَآءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِ  ۗ  يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا   ۗ  وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
yastaftuunak, qulillaahu yuftiikum fil-kalaalah, inimru`un halaka laisa lahuu waladuw wa lahuuu ukhtun fa lahaa nishfu maa tarok, wa huwa yarisuhaaa il lam yakul lahaa walad, fa ing kaanatasnataini fa lahumas-sulusaani mimmaa tarok, wa ing kaanuuu ikhwatar rijaalaw wa nisaaa`an fa liz-zakari mislu hazhzhil-unsayaiin, yubayyinullohu lakum an tadhilluu, wallohu bikulli syai`in 'aliim
"Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah, (yaitu) jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 176)

Vidio Bacaan Surat An-Nisa' Ayat 1-176
Teman-teman tentu sudah membaca ulasan bahwa tersedianya vidio bacaan ini. Vidio ini sengaja saya ikut sertakan dalam postingan ini agar kalian bisa mendengarkan bacaan surat An-Nis' ini. Tidak hanya mendengarkan tentunya, kita juga akan bisah cepat mengigat bacaan jika mendengarkan ( ini menurut pribadi saya ), Mungkin ada juga yang bertanya-tanya bagaimana sih cara mendownload vidionya.? Caranya buka aplikasi youtube di smartphone kamu , terus klik tombol panah ke bawah ini bertujuan untuk menyimpan vidio ke mode offline, jadi kalian bisa memutar surat An-Nisa' Nya kapan dan di mana saja kalian mau tanpa menggunakan kuota lagi.


Terima Kasih Teman-teman yang sudah berkunjung dan membaca surat An-Nisa' di blog sederhana saya ini. Semoga apa yang telah kalian baca di sini tercatat pahala yang berlipat-lipat oleh Allah SWT. Dan jangan lupa untuk membagikan postingan ini ke teman muslim klian di media sosial, agar kita semua dapat pahala dan bisah selamat dari siksa api neraka di hari akhir kelak Aamiin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat An-Nisa' Ayat 1-176 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia