Blog Tambahpahala merupakan blog yang berisikan Konten Doa-doa Harian, Bacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di tulis dalam bahsa Arab, latin, dan terjemahan dalam bahasa indonesia, dan lain Sebagainya Tentang Islam.

Jumat, 20 April 2018

Bacaan Surat Hud Ayat 1-123 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia





Bacaan Surat Hud Lengkap Dengan Tulisan Arab, Latin, Dan Terjemahannya - Assalamualaikum Teman-teman, selamat datang di blog Qur'an sederhana ini. Blog sederhana tempat mencari ilmu menambah pahala untuk bekal di akhirat nanti, Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT Aamiin. Seperti biasanya saya akan membagikan postingan tentang Al-Qur'an, Setelah kemarin saya memposting Bacaan Surat Yunus maka hari ini sesuai dengan judul saya akan membagikan Bacaan Surat Hud.

Surat Hud adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini terdiri dari 123 ayat, Terdapat dalam Juz 11 (ayat 1-5) dan Juz 12 (ayat 6-123) diturunkan sesudah surat Yunus dan sebelum surat Yusuf. Surat ini dinamai surat Hud karena berhubungan dengan kisah nabi Hud dalam surat. terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Bacaan Surat Hud

Bacaan Surat Hud Ayat 1-123 Lengkap Dengan Tulisan Arab, Latin, Dan Terjemahannya
Pastinya kalia tidak sabar lagi untuk membaca surat Hud ini, berikut telah admin sediakan buat teman-teman yang sedang mencari bacaan surat Hud ini. Semoga bermanfaat, dapat di pelajari dengan baik. Oh Iy perlu saya beritahukan bahwa di akhir surat ini telah admin sediakan sebuah vidio bacaan surat Hud lengkap, jadi yang sudah selesai membaca suratnya bisa langsung play vidio untuk melihat.

INFORMASI SURAT
Nama surah           : Hud
Surah ke                : 11
Jumlah ayat           : 123 Ayat
Surah sebelumnya : Yunus
Surah berikutnya   : Yusuf
Juz ke                    : Juz 11-12
Klasifikasi             : Makkiyah

Bacaan Surat Hud

الٓرٰ  ۗ  كِتٰبٌ اُحْكِمَتْ اٰيٰـتُهٗ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍ 
alif laaam roo, kitaabun uhkimat aayaatuhuu summa fushshilat mil ladun hakiimin khobiir
"Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi, kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui,"
(QS. Hud 11: Ayat 1)

اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّا اللّٰهَ  ۗ  اِنَّنِيْ لَـكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ 
allaa ta'buduuu illalloh, innanii lakum min-hu naziiruw wa basyiir
"agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu,"
(QS. Hud 11: Ayat 2)

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْۤا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّ يُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ   ۗ  وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْۤ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ
wa anistaghfiruu robbakum summa tuubuuu ilaihi yumatti'kum mataa'an hasanan ilaaa ajalim musammawwa yu`ti kulla zii fadhlin fadhlah, wa in tawallau fa inniii akhoofu 'alaikum 'azaaba yauming kabiir
"dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat)."
(QS. Hud 11: Ayat 3)

اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ ۚ  وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
ilallohi marji'ukum, wa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Kepada Allahlah kamu kembali. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Hud 11: Ayat 4)

اَ لَاۤ اِنَّهُمْ يَثْنُوْنَ صُدُوْرَهُمْ لِيَسْتَخْفُوْا مِنْهُ ۗ  اَ لَا حِيْنَ يَسْتَغْشُوْنَ  ثِيَابَهُمْ ۙ  يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ۚ  اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
alaaa innahum yasnuuna shuduurohum liyastakhfuu min-h, alaa hiina yastaghsyuuna siyaabahum ya'lamu maa yusirruuna wa maa yu'linuun, innahuu 'aliimum bizaatish-shuduur
"Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad). Ingatlah, ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan, sungguh, Allah Maha Mengetahui (segala) isi hati."
(QS. Hud 11: Ayat 5)

وَمَا مِنْ دَاۤ بَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ  كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
wa maa min daaabbatin fil-ardhi illaa 'alallohi rizquhaa wa ya'lamu mustaqorrohaa wa mustauda'ahaa, kullun fii kitaabim mubiin
"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
(QS. Hud 11: Ayat 6)

وَ هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَ يَّامٍ وَّكَانَ عَرْشُهٗ عَلَى الْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا   ۗ  وَلَئِنْ قُلْتَ اِنَّكُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ مِنْۢ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَـقُوْلَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ هٰذَاۤ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
wa huwallazii kholaqos-samaawaati wal-ardho fii sittati ayyaamiw wa kaana 'arsyuhuu 'alal-maaa`i liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa, wa la`ing qulta innakum mab'uusuuna mim ba'dil-mauti layaquulannallaziina kafaruuu in haazaaa illaa sihrum mubiin
"Dan Dialah yang menciptakan langit dan Bumi dalam enam masa, dan 'Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Jika engkau berkata (kepada penduduk Mekah), Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati, niscaya orang kafir itu akan berkata, Ini hanyalah sihir yang nyata."
(QS. Hud 11: Ayat 7)

وَلَئِنْ اَخَّرْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ اِلٰۤى اُمَّةٍ  مَّعْدُوْدَةٍ لَّيَـقُوْلُنَّ مَا يَحْبِسُهٗ ۗ  اَ لَا يَوْمَ يَأْتِيْهِمْ لَـيْسَ مَصْرُوْفًا  عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
wa la`in akhkhornaa 'an-humul-'azaaba ilaaa ummatim ma'duudatil layaquulunna maa yahbisuh, alaa yauma ya`tiihim laisa mashruufan 'an-hum wa haaqo bihim maa kaanuu bihii yastahzi`uun
"Dan sungguh, jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, Apakah yang menghalanginya? Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka mengolok-olokkannya."
(QS. Hud 11: Ayat 8)

وَلَئِنْ اَذَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنٰهَا مِنْهُ ۚ  اِنَّهٗ لَيَــئُوْسٌ كَفُوْرٌ
wa la`in azaqnal-insaana minnaa rohmatan summa naza'naahaa min-h, innahuu laya`uusung kafuur
"Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih."
(QS. Hud 11: Ayat 9)

وَلَئِنْ اَذَقْنٰهُ نَـعْمَآءَ بَعْدَ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُ لَيَـقُوْلَنَّ ذَهَبَ  السَّيِّاٰتُ عَنِّيْ  ۗ  اِنَّهٗ لَـفَرِحٌ فَخُوْرٌ
wa la`in azaqnaahu na'maaa`a ba'da dhorrooo`a massat-hu layaquulanna zahabas-sayyi`aatu 'annii, innahuu lafarihun fakhuur
"Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, Telah hilang bencana itu dariku. Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga,"
(QS. Hud 11: Ayat 10)

اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا  وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۗ  اُولٰٓئِكَ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
illallaziina shobaruu wa 'amilush-shoolihaat, ulaaa`ika lahum maghfirotuw wa ajrung kabiir
"kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Hud 11: Ayat 11)

فَلَعَلَّكَ تَارِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوْحٰۤى اِلَيْكَ وَضَآئِقٌ ۢ بِهٖ صَدْرُكَ اَنْ يَّقُوْلُوْا لَوْلَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ جَآءَ مَعَهٗ مَلَكٌ   ۗ  اِنَّمَاۤ اَنْتَ نَذِيْرٌ   ۗ  وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
fa la'allaka taarikum ba'dho maa yuuhaaa ilaika wa dhooo`iqum bihii shodruka ay yaquuluu lau laaa unzila 'alaihi kanzun au jaaa`a ma'ahuu malak, innamaaa anta naziir, wallohu 'alaa kulli syai`iw wakiil
"Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat? Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu."
(QS. Hud 11: Ayat 12)

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَـرٰٮهُ   ۗ  قُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَيٰتٍ وَّ ادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
am yaquuluunaftarooh, qul fa`tuu bi'asyri suwarim mislihii muftaroyaatiw wad'uu manistatho'tum min duunillaahi ing kuntum shoodiqiin
"Bahkan mereka mengatakan,  (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur'an itu. Katakanlah, (Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."
(QS. Hud 11: Ayat 13)

فَاِلَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَـكُمْ فَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اُنْزِلَ بِعِلْمِ اللّٰهِ وَاَنْ لَّاۤ اِلٰهَ  اِلَّا هُوَ ۚ  فَهَلْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
fa il lam yastajiibuu lakum fa'lamuuu annamaaa unzila bi'ilmillaahi wa al laaa ilaaha illaa huw, fa hal antum muslimuun
"Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah), Ketahuilah, bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (masuk Islam)?"
(QS. Hud 11: Ayat 14)

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَ زِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ
mang kaana yuriidul-hayaatad-dun-yaa wa ziinatahaa nuwaffi ilaihim a'maalahum fiihaa wa hum fiihaa laa yubkhosuun
"Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."
(QS. Hud 11: Ayat 15)

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَـيْسَ لَهُمْ فِيْ الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُ  ۖ  وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
ulaaa`ikallaziina laisa lahum fil-aakhiroti illan-naaru wa habitho maa shona'uu fiihaa wa baathilum maa kaanuu ya'maluun
"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Hud 11: Ayat 16)

اَفَمَنْ كَانَ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّهٖ وَيَتْلُوْهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِنْ قَبْلِهٖ كِتٰبُ مُوْسٰۤى اِمَامًا وَّرَحْمَةً   ۗ  اُولٰٓئِكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ  ۗ  وَمَنْ يَّكْفُرْ بِهٖ مِنَ الْاَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهٗ  ۚ  فَلَا تَكُ فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْهُ اِنَّهُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُوْنَ
a fa mang kaana 'alaa bayyinatim mir robbihii wa yatluuhu syaahidum min-hu wa ming qoblihii kitaabu muusaaa imaamaw wa rohmah, ulaaa`ika yu`minuuna bih, wa may yakfur bihii minal-ahzaabi fan-naaru mau'iduhuu fa laa taku fii miryatim min-hu innahul-haqqu mir robbika wa laakinna aksaron-naasi laa yu`minuun
"Maka apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an). Barang siapa mengingkarinya (Al-Qur'an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah engkau ragu terhadap Al-Qur'an. Sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman."
(QS. Hud 11: Ayat 17)

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا   ۗ  اُولٰٓئِكَ يُعْرَضُوْنَ عَلٰى رَبِّهِمْ وَ يَقُوْلُ الْاَشْهَادُ هٰٓ ؤُلَآ ءِ الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلٰى رَبِّهِمْ  ۚ  اَ لَا لَـعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِيْنَ
wa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kazibaa, ulaaa`ika yu'rodhuuna 'alaa robbihim wa yaquulul-asy-haadu haaa`ulaaa`illaziina kazabuu 'alaa robbihim, alaa la'natullohi 'alazh-zhoolimiin
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka. Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim,"
(QS. Hud 11: Ayat 18)

الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًا  ۗ  وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
allaziina yashudduuna 'an sabiilillaahi wa yabghuunahaa 'iwajaa, wa hum bil-aakhiroti hum kaafiruun
"(yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari Akhirat."
(QS. Hud 11: Ayat 19)

اُولٰٓئِكَ لَمْ يَكُوْنُوْا مُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَآءَ  ۘ  يُضٰعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ  ۗ  مَا كَانُوْا يَسْتَطِيْعُوْنَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوْا يُبْصِرُوْنَ
ulaaa`ika lam yakuunuu mu'jiziina fil-ardhi wa maa kaana lahum min duunillaahi min auliyaaa`, yudhoo'afu lahumul-'azaab, maa kaanuu yastathii'uunas-sam'a wa maa kaanuu yubshiruun
"Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di bumi, dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat-(Nya)."
(QS. Hud 11: Ayat 20)

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ  خَسِرُوْۤا اَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
ulaaa`ikallaziina khosiruuu anfusahum wa dholla 'an-hum maa kaanuu yaftaruun
"Mereka itulah orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan."
(QS. Hud 11: Ayat 21)

لَا جَرَمَ اَ نَّهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْاَخْسَرُوْنَ
laa jaroma annahum fil-aakhiroti humul-akhsaruun
"Pasti mereka itu (menjadi) orang yang paling rugi di akhirat."
(QS. Hud 11: Ayat 22)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ وَاَخْبَـتُوْۤا اِلٰى رَبِّهِمْ ۙ  اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۗ  هُمْ  فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
innallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati wa akhbatuuu ilaa robbihim ulaaa`ika ash-haabul-jannah, hum fiihaa khooliduun
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya."
(QS. Hud 11: Ayat 23)

مَثَلُ الْفَرِيْقَيْنِ كَالْاَعْمٰى وَالْاَصَمِّ وَالْبَـصِيْرِ وَالسَّمِيْعِ  ۗ  هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًا  ۗ  اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
masalul-fariiqoini kal-a'maa wal-ashommi wal-bashiiri was-samii', hal yastawiyaani masalaa, a fa laa tazakkaruun
"Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?"
(QS. Hud 11: Ayat 24)

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا  نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖۤ اِنِّيْ لَـكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
wa laqod arsalnaa nuuhan ilaa qoumihiii innii lakum naziirum mubiin
"Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,"
(QS. Hud 11: Ayat 25)

اَنْ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّا  اللّٰهَ ۗ  اِنِّيْۤ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ اَلِيْمٍ
al laa ta'buduuu illalloh, inniii akhoofu 'alaikum 'azaaba yaumin aliim
"agar kamu tidak menyembah selain Allah. Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih."
(QS. Hud 11: Ayat 26)

فَقَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ مَا نَرٰٮكَ اِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرٰٮكَ  اتَّبَعَكَ اِلَّا الَّذِيْنَ هُمْ اَرَاذِلُــنَا بَادِيَ الرَّأْيِ ۚ  وَمَا نَرٰى  لَـكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍۢ بَلْ نَظُنُّكُمْ كٰذِبِيْنَ
fa qoolal-mala`ullaziina kafaruu ming qoumihii maa narooka illaa basyarom mislanaa wa maa narookattaba'aka illallaziina hum aroozilunaa baadiyar-ro`y, wa maa naroo lakum 'alainaa min fadhlim bal nazhunnukum kaazibiin
"Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta."
(QS. Hud 11: Ayat 27)

قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَاٰتٰٮنِيْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِهٖ  فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ ۗ  اَنُلْزِمُكُمُوْهَا وَاَنْـتُمْ لَـهَا كٰرِهُوْنَ
qoola yaa qoumi a ro`aitum ing kuntu 'alaa bayyinatim mir robbii wa aataanii rohmatam min 'indihii fa 'ummiyat 'alaikum, a nulzimukumuuhaa wa antum lahaa kaarihuun
"Dia (Nuh) berkata, Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya?"
(QS. Hud 11: Ayat 28)

وَيٰقَوْمِ لَاۤ اَسْــئَلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا   ۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ وَمَاۤ  اَنَاۡ بِطَارِدِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۗ  اِنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَلٰـكِنِّيْۤ اَرٰٮكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُوْنَ
wa yaa qoumi laaa as`alukum 'alaihi maalaa, in ajriya illaa 'alallohi wa maaa ana bithooridillaziina aamanuu, innahum mulaaquu robbihim wa laakinniii arookum qouman taj-haluun
"Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya, dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh."
(QS. Hud 11: Ayat 29)

وَيٰقَوْمِ مَنْ يَّـنْصُرُنِيْ مِنَ اللّٰهِ اِنْ طَرَدۡتُّهُمْ ۗ  اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
wa yaa qoumi may yanshurunii minallohi in thorottuhum, a fa laa tazakkaruun
"Dan wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka? Tidakkah kamu mengambil pelajaran?"
(QS. Hud 11: Ayat 30)

وَلَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ عِنْدِيْ خَزَآئِنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَاۤ اَقُوْلُ اِنِّيْ مَلَكٌ وَّلَاۤ اَقُوْلُ لِلَّذِيْنَ تَزْدَرِيْۤ اَعْيُنُكُمْ لَنْ يُّؤْتِيَهُمُ اللّٰهُ خَيْرًا   ۗ  اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ  ۚ  اِنِّيْۤ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَ
wa laaa aquulu lakum 'indii khozaaa`inullohi wa laaa a'lamul-ghoiba wa laaa aquulu innii malakuw wa laaa aquulu lillaziina tazdariii a'yunukum lay yu`tiyahumullohu khoiroo, allohu a'lamu bimaa fiii anfusihim, inniii izal laminazh-zhoolimiin
"Dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang gaib, dan tidak (pula) mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat, dan aku tidak (juga) mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sungguh, jika demikian aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim."
(QS. Hud 11: Ayat 31)

قَالُوْا يٰـنُوْحُ قَدْ جَادَلْتَـنَا فَاَكْثَرْتَ جِدَالَـنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ‏
qooluu yaa nuuhu qod jaadaltana fa aksarta jidaalana fa`tinaa bimaa ta'idunaaa ing kunta minash-shoodiqiin
"Mereka berkata, Wahai Nuh! Sungguh, engkau telah berbantah dengan kami, dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan, jika kamu termasuk orang yang benar."
(QS. Hud 11: Ayat 32)

قَالَ اِنَّمَا يَأْتِيْكُمْ  بِهِ اللّٰهُ اِنْ شَآءَ وَمَاۤ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ
qoola innamaa ya`tiikum bihillaahu in syaaa`a wa maaa antum bimu'jiziin
"Dia (Nuh) menjawab, Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri."
(QS. Hud 11: Ayat 33)

وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِيْۤ اِنْ  اَرَدْتُّ اَنْ اَنْصَحَ لَكُمْ اِنْ كَانَ اللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يُّغْوِيَكُمْ ۗ  هُوَ رَبُّكُمْ ۗ   وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
wa laa yanfa'ukum nush-hiii in arottu an anshoha lakum ing kaanallohu yuriidu ay yughwiyakum, huwa robbukum, wa ilaihi turja'uun
"Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
(QS. Hud 11: Ayat 34)

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَـرٰٮهُ  ۗ  قُلْ اِنِ افْتَرَيْتُهٗ فَعَلَيَّ اِجْرَامِيْ وَ أَنَاۡ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تُجْرِمُوْنَ
am yaquuluunaftarooh, qul iniftaroituhuu fa 'alayya ijroomii wa ana bariii`um mimmaa tujrimuun
"Bahkan mereka (orang kafir) berkata,  cuma mengada-ada saja. Katakanlah (Muhammad), Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat."
(QS. Hud 11: Ayat 35)

وَاُوْحِيَ اِلٰى نُوْحٍ اَنَّهٗ لَنْ يُّؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ اِلَّا مَنْ قَدْ اٰمَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
wa uuhiya ilaa nuuhin annahuu lay yu`mina ming qoumika illaa mang qod aamana fa laa tabta`is bimaa kaanuu yaf'aluun
"Dan diwahyukan kepada Nuh, Ketahuilah, tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat."
(QS. Hud 11: Ayat 36)

وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا   ۚ  اِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ
washna'il-fulka bi`a'yuninaa wa wahyinaa wa laa tukhoothibnii fillaziina zholamuu, innahum mughroquun
"Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan."
(QS. Hud 11: Ayat 37)

وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ ۗ  وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَاٌ مِّنْ قَوْمِهٖ سَخِرُوْا مِنْهُ ۗ   قَالَ اِنْ تَسْخَرُوْا مِنَّا فَاِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُوْنَ
wa yashna'ul-fulk, wa kullamaa marro 'alaihi mala`um ming qoumihii sakhiruu min-h, qoola in taskhoruu minnaa fa innaa naskhoru mingkum kamaa taskhoruun
"Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami)."
(QS. Hud 11: Ayat 38)

فَسَوْفَ  تَعْلَمُوْنَ ۙ  مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ  مُّقِيْمٌ
fa saufa ta'lamuuna may ya`tiihi 'azaabuy yukhziihi wa yahillu 'alaihi 'azaabum muqiim
"Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa) yang akan ditimpa azab yang kekal."
(QS. Hud 11: Ayat 39)

حَتّٰۤى اِذَا جَآءَ اَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّوْرُ ۙ  قُلْنَا احْمِلْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَاَهْلَكَ اِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ اٰمَنَ ۗ  وَمَاۤ اٰمَنَ مَعَهٗۤ اِلَّا قَلِيْلٌ
hattaaa izaa jaaa`a amrunaa wa faarot-tannuuru qulnahmil fiihaa ming kullin zaujainisnaini wa ahlaka illaa man sabaqo 'alaihil-qoulu wa man aaman, wa maaa aamana ma'ahuuu illaa qoliil
"Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman, Muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman. Ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit."
(QS. Hud 11: Ayat 40)

وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰٟىهَا وَمُرْسٰٮهَا  ۗ  اِنَّ رَبِّيْ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa qoolarkabuu fiihaa bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rohiim
"Dan dia berkata, Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Hud 11: Ayat 41)

وَهِيَ تَجْرِيْ بِهِمْ فِيْ مَوْجٍ كَالْجِبَالِ ۗ  وَنَادٰى نُوْحُ اِبْنَهٗ وَكَانَ فِيْ مَعْزِلٍ يّٰبُنَيَّ ارْكَبْ مَّعَنَا وَلَا تَكُنْ مَّعَ الْكٰفِرِيْنَ
wa hiya tajrii bihim fii maujing kal-jibaal, wa naadaa nuuhunibnahuu wa kaana fii ma'ziliy yaa bunayyarkam ma'anaa wa laa takum ma'al-kaafiriin
"Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir."
(QS. Hud 11: Ayat 42)

قَالَ سَاٰوِيْۤ اِلٰى جَبَلٍ يَّعْصِمُنِيْ مِنَ الْمَآءِ ۗ  قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ اِلَّا مَنْ رَّحِمَ ۚ  وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِيْنَ
qoola sa`aawiii ilaa jabaliy ya'shimunii minal-maaa`, qoola laa 'aashimal-yauma min amrillaahi illaa mar rohim, wa haala bainahumal-mauju fa kaana minal-mughroqiin
"Dia (anaknya) menjawab, Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah! (Nuh) berkata, Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah Yang Maha Penyayang. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan."
(QS. Hud 11: Ayat 43)

وَقِيْلَ يٰۤاَرْضُ ابْلَعِيْ مَآءَكِ وَيٰسَمَآءُ اَقْلِعِيْ وَغِيْضَ الْمَآءُ  وَقُضِيَ الْاَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُوْدِيِّ وَقِيْلَ بُعْدًا لِّـلْقَوْمِ  الظّٰلِمِيْنَ
wa qiila yaaa ardhubla'ii maaa`aki wa yaa samaaa`u aqli'ii wa ghiidhol-maaa`u wa qudhiyal-amru wastawat 'alal-juudiyyi wa qiila bu'dal lil-qoumizh-zhoolimiin
"Dan difirmankan, Wahai Bumi! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan!) berhentilah. Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan dan kapal itu pun berlabuh di atas Gunung Judi, dan dikatakan, Binasalah orang-orang zalim."
(QS. Hud 11: Ayat 44)

وَنَادٰى نُوْحٌ رَّبَّهٗ فَقَالَ رَبِّ اِنَّ ابْنِيْ مِنْ  اَهْلِيْ وَاِنَّ وَعْدَكَ الْحَـقُّ وَاَنْتَ اَحْكَمُ الْحٰكِمِيْنَ
wa naadaa nuuhur robbahuu fa qoola robbi innabnii min ahlii, wa inna wa'dakal-haqqu wa anta ahkamul-haakimiin
"Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil."
(QS. Hud 11: Ayat 45)

قَالَ يٰـنُوْحُ اِنَّهٗ لَـيْسَ مِنْ اَهْلِكَ  ۚ  اِنَّهٗ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا تَسْـئَــلْنِ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ  ۗ  اِنِّيْۤ اَعِظُكَ اَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
qoola yaa nuuhu innahuu laisa min ahlik, innahuu 'amalun ghoiru shoolihin fa laa tas`alni maa laisa laka bihii 'ilm, inniii a'izhuka an takuuna minal-jaahiliin
"Dia (Allah) berfirman, Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh."
(QS. Hud 11: Ayat 46)

قَالَ رَبِّ اِنِّيْۤ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـئَلَكَ مَا لَـيْسَ لِيْ  بِهٖ عِلْمٌ ۗ  وَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْۤ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ
qoola robbi inniii a'uuzu bika an as`alaka maa laisa lii bihii 'ilm, wa illaa taghfir lii wa tar-hamniii akum minal-khoosiriin
"Dia (Nuh) berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi."
(QS. Hud 11: Ayat 47)

قِيْلَ يٰـنُوْحُ اهْبِطْ بِسَلٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلٰۤى اُمَمٍ  مِّمَّنْ مَّعَكَ ۗ  وَاُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ
qiila yaa nuuhuhbith bisalaamim minnaa wa barokaatin 'alaika wa 'alaaa umamim mim mam ma'ak, wa umamun sanumatti'uhum summa yamassuhum minnaa 'azaabun aliim
"Difirmankan, Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab Kami yang pedih."
(QS. Hud 11: Ayat 48)

تِلْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهَاۤ اِلَيْكَ ۚ  مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَاۤ اَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ  هٰذَا   ۖ  فَاصْبِرْ   ۖ  اِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِيْنَ
tilka min ambaaa`il-ghoibi nuuhiihaaa ilaiik, maa kunta ta'lamuhaaa anta wa laa qoumuka ming qobli haazaa, fashbir, innal-'aaqibata lil-muttaqiin
"Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah, sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa."
(QS. Hud 11: Ayat 49)

وَاِلٰى عَادٍ اَخَاهُمْ هُوْدًا   ۗ  قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ   ۗ  اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا مُفْتَرُوْنَ
wa ilaa 'aadin akhoohum huudaa, qoola yaa qoumi'budulloha maa lakum min ilaahin ghoiruh, in antum illaa muftaruun
"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. (Selama ini) kamu hanyalah mengada-ada."
(QS. Hud 11: Ayat 50)

يٰقَوْمِ لَاۤ اَسْــئَلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا   ۗ  اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى الَّذِيْ فَطَرَنِيْ   ۗ  اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
yaa qoumi laaa as`alukum 'alaihi ajroo, in ajriya illaa 'alallazii fathoronii, a fa laa ta'qiluun
"Wahai kaumku! Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (seruanku) ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Hud 11: Ayat 51)

وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْۤا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَآءَ  عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا  مُجْرِمِيْنَ
wa yaa qoumistaghfiruu robbakum summa tuubuuu ilaihi yursilis-samaaa`a 'alaikum midroorow wa yazidkum quwwatan ilaa quwwatikum wa laa tatawallau mujrimiin
"Dan (Hud berkata), Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa."
(QS. Hud 11: Ayat 52)

قَالُوْا يٰهُوْدُ مَا جِئْتَـنَا بِبَيِّنَةٍ وَّمَا نَحْنُ بِتٰـرِكِيْۤ اٰلِهَـتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَـكَ بِمُؤْمِنِيْنَ
qooluu yaa huudu maa ji`tanaa bibayyinatiw wa maa nahnu bitaarikiii aalihatinaa 'ang qoulika wa maa nahnu laka bimu`miniin
"Mereka (kaum 'Ad) berkata, Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu,"
(QS. Hud 11: Ayat 53)

اِنْ نَّقُوْلُ اِلَّا اعْتَـرٰٮكَ بَعْضُ اٰلِهَتِنَا بِسُوْٓءٍ   ۗ  قَالَ اِنِّيْۤ اُشْهِدُ اللّٰهَ وَاشْهَدُوْۤا اَنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ
in naquulu illa'tarooka ba'dhu aalihatinaa bisuuu`, qoola inniii usy-hidulloha wasy-haduuu annii bariii`um mimmaa tusyrikuun
"kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. Dia (Hud) menjawab, Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,"
(QS. Hud 11: Ayat 54)

مِنْ دُوْنِهٖ فَكِيْدُوْنِيْ جَمِيْعًا  ثُمَّ لَا تُنْظِرُوْنِ
min duunihii fa kiiduunii jamii'an summa laa tunzhiruun
"dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi."
(QS. Hud 11: Ayat 55)

اِنِّيْ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ رَبِّيْ وَرَبِّكُمْ  ۗ  مَا مِنْ دَآ بَّةٍ اِلَّا هُوَ اٰخِذٌ ۢ بِنَاصِيَتِهَا  ۗ  اِنَّ رَبِّيْ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
innii tawakkaltu 'alallohi robbii wa robbikum, maa min daaabbatin illaa huwa aakhizum binaashiyatihaa, inna robbii 'alaa shiroothim mustaqiim
"Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil)."
(QS. Hud 11: Ayat 56)

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ مَّاۤ اُرْسِلْتُ بِهٖۤ اِلَيْكُمْ  ۗ  وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّيْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ۚ  وَلَا تَضُرُّوْنَهٗ شَيْــئًا   ۗ  اِنَّ رَبِّيْ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ
fa in tawallau fa qod ablaghtukum maaa ursiltu bihiii ilaikum, wa yastakhlifu robbii qouman ghoirokum, wa laa tadhurruunahuu syai`aa, inna robbii 'alaa kulli syai`in hafiizh
"Maka jika kamu berpaling, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu."
(QS. Hud 11: Ayat 57)

وَ لَمَّا جَآءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُوْدًا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا  ۚ  وَ نَجَّيْنٰهُمْ مِّنْ عَذَابٍ غَلِيْظٍ
wa lammaa jaaa`a amrunaa najjainaa huudaw wallaziina aamanuu ma'ahuu birohmatim minnaa, wa najjainaahum min 'azaabin gholiizh
"Dan ketika azab Kami datang, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami. Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat."
(QS. Hud 11: Ayat 58)

وَتِلْكَ عَادٌ ۗ  جَحَدُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهٗ وَاتَّبَعُوْۤا اَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ
wa tilka 'aadun jahaduu bi`aayaati robbihim wa 'ashou rusulahuu wattaba'uuu amro kulli jabbaarin 'aniid
"Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan. Mereka mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka."
(QS. Hud 11: Ayat 59)

وَاُتْبِعُوْا فِيْ  هٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَّيَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ  اَ لَاۤ اِنَّ عَادًا كَفَرُوْا رَبَّهُمْ ۗ   اَ لَا بُعْدًا لِّعَادٍ قَوْمِ هُوْدٍ
wa utbi'uu fii haazihid-dun-yaa la'nataw wa yaumal-qiyaamah, alaaa inna 'aadang kafaruu robbahum, alaa bu'dal li'aading qoumi huud
"Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di hari Kiamat. Ingatlah, kaum 'Ad itu ingkar kepada Tuhan mereka. Sungguh, binasalah kaum 'Ad, umat Hud itu,"
(QS. Hud 11: Ayat 60)

وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا ۘ  قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ   ۗ  هُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْۤا اِلَيْهِ  ۗ  اِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ
wa ilaa samuuda akhoohum shoolihaa, qoola yaa qoumi'budulloha maa lakum min ilaahin ghoiruh, huwa ansya`akum minal-ardhi wasta'marokum fiihaa fastaghfiruuhu summa tuubuuu ilaiih, inna robbii qoriibum mujiib
"dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari Bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)."
(QS. Hud 11: Ayat 61)

قَالُوْا يٰصٰلِحُ قَدْ كُنْتَ فِيْنَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هٰذَاۤ اَتَـنْهٰٮنَاۤ اَنْ  نَّـعْبُدَ مَا يَعْبُدُ اٰبَآ ؤُنَا وَاِنَّنَا لَفِيْ شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُوْنَاۤ اِلَيْهِ مُرِيْبٍ
qooluu yaa shoolihu qod kunta fiinaa marjuwwang qobla haazaaa a tan-haanaaa an na'buda maa ya'budu aabaaa`unaa wa innanaa lafii syakkim mimmaa tad'uunaaa ilaihi muriib
"Mereka (kaum Samud) berkata, Wahai Saleh! Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan, mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami."
(QS. Hud 11: Ayat 62)

قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَاٰتٰٮنِيْ مِنْهُ  رَحْمَةً فَمَنْ يَّـنْصُرُنِيْ مِنَ اللّٰهِ اِنْ عَصَيْتُهٗ ۗ  فَمَا تَزِيْدُوْنَنِيْ غَيْرَ  تَخْسِيْرٍ
qoola yaa qoumi a ro`aitum ing kuntu 'alaa bayyinatim mir robbii, wa aataanii min-hu rohmatan fa may yanshurunii minallohi in 'ashoituh, fa maa taziiduunanii ghoiro takhsiir
"Dia (Saleh) berkata, Wahai kaumku! Terangkanlah kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya? Maka kamu hanya akan menambah kerugian kepadaku."
(QS. Hud 11: Ayat 63)

وَيٰقَوْمِ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَـكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْۤ  اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيْبٌ
wa yaa qoumi haazihii naaqotullohi lakum aayatan fa zaruuhaa ta`kul fiii ardhillaahi wa laa tamassuuhaa bisuuu`in fa ya`khuzakum 'azaabung qoriib
"Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di Bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab)."
(QS. Hud 11: Ayat 64)

فَعَقَرُوْهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوْا فِيْ دَارِكُمْ ثَلٰثَةَ اَ يَّامٍ  ۗ ذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ
fa 'aqoruuhaa fa qoola tamatta'uu fii daarikum salaasata ayyaam, zaalika wa'dun ghoiru makzuub
"Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."
(QS. Hud 11: Ayat 65)

فَلَمَّا جَآءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا صٰلِحًـا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ  بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ ۗ  اِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ
fa lammaa jaaa`a amrunaa najjainaa shoolihaw wallaziina aamanuu ma'ahuu birohmatim minnaa wa min khizyi yaumi`iz, inna robbaka huwal-qowiyyul-'aziiz
"Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sungguh, Tuhanmu, Dia Maha Kuat, Maha Perkasa."
(QS. Hud 11: Ayat 66)

وَاَخَذَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دِيَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ
wa akhozallaziina zholamush-shoihatu fa ashbahuu fii diyaarihim jaasimiin
"Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya,"
(QS. Hud 11: Ayat 67)

كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا   ۗ  اَ لَاۤ اِنَّ ثَمُوْدَاۡ كَفَرُوْا رَبَّهُمْ ۗ  اَ لَا بُعْدًا لِّـثَمُوْدَ
ka`al lam yaghnau fiihaa, alaaa inna samuuda kafaruu robbahum, alaa bu'dal lisamuud
"seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud."
(QS. Hud 11: Ayat 68)

وَلَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُنَاۤ اِبْرٰهِيْمَ بِالْبُشْرٰى قَالُوْا سَلٰمًا   ۗ  قَالَ سَلٰمٌ فَمَا لَبِثَ اَنْ جَآءَ بِعِجْلٍ حَنِيْذٍ
wa laqod jaaa`at rusulunaaa ibroohiima bil-busyroo qooluu salaamaa, qoola salaamun fa maa labisa an jaaa`a bi'ijlin haniiz
"Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, Selamat. Dia (Ibrahim) menjawab, Selamat (atas kamu). Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang."
(QS. Hud 11: Ayat 69)

فَلَمَّا رَاٰۤ اَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ اِلَيْهِ نَـكِرَهُمْ وَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً   ۗ  قَالُوْا لَا تَخَفْ اِنَّاۤ اُرْسِلْنَاۤ اِلٰى قَوْمِ لُوْطٍ
fa lammaa ro`aaa aidiyahum laa tashilu ilaihi nakirohum wa aujasa min-hum khiifah, qooluu laa takhof innaaa ursilnaaa ilaa qoumi luuth
"Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut."
(QS. Hud 11: Ayat 70)

وَامْرَاَ تُهٗ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنٰهَا بِاِسْحٰقَ  ۙ  وَمِنْ وَّرَآءِ اِسْحٰقَ يَعْقُوْبَ
wamro`atuhuu qooo`imatun fa dhohikat fa basysyarnaahaa bi`is-haaqo wa miw warooo`i is-haaqo ya'quub
"Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya'qub."
(QS. Hud 11: Ayat 71)

قَالَتْ يٰوَيْلَتٰۤى ءَاَلِدُ وَاَنَاۡ عَجُوْزٌ وَّهٰذَا بَعْلِيْ شَيْخًا  ۗ  اِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيْبٌ
qoolat yaa wailataaa a alidu wa ana 'ajuuzuw wa haazaa ba'lii syaikhoo, inna haazaa lasyai`un 'ajiib
"Dia (istrinya) berkata, Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib."
(QS. Hud 11: Ayat 72)

قَالُوْۤا اَتَعْجَبِيْنَ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ رَحْمَتُ اللّٰهِ وَبَرَكٰتُهٗ عَلَيْكُمْ اَهْلَ  الْبَيْتِ ۗ  اِنَّهٗ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ
qooluuu a ta'jabiina min amrillaahi rohmatullohi wa barokaatuhuu 'alaikum ahlal-baiit, innahuu hamiidum majiid
"Mereka (para malaikat) berkata, Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, Maha Pengasih."
(QS. Hud 11: Ayat 73)
 :
فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ اِبْرٰهِيْمَ الرَّوْعُ  وَجَآءَتْهُ الْبُشْرٰى يُجَادِلُــنَا فِيْ قَوْمِ لُوْطٍ
fa lammaa zahaba 'an ibroohiimar-rou'u wa jaaa`at-hul-busyroo yujaadilunaa fii qoumi luuth
"Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Lut."
(QS. Hud 11: Ayat 74)

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ  لَحَـلِيْمٌ اَوَّاهٌ مُّنِيْبٌ
inna ibroohiima lahaliimun awwaahum muniib
"Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati, dan suka kembali (kepada Allah)."
(QS. Hud 11: Ayat 75)

يٰۤـاِبْرٰهِيْمُ اَعْرِضْ عَنْ هٰذَا  ۚ  اِنَّهٗ قَدْ جَآءَ اَمْرُ رَبِّكَ  ۚ  وَاِنَّهُمْ اٰتِيْهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُوْدٍ
yaaa ibroohiimu a'ridh 'an haazaa, innahuu qod jaaa`a amru robbik, wa innahum aatiihim 'azaabun ghoiru marduud
"Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak."
(QS. Hud 11: Ayat 76)

وَلَمَّا  جَآءَتْ رُسُلُـنَا لُوْطًا سِيْٓءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَّقَالَ هٰذَا يَوْمٌ عَصِيْبٌ
wa lammaa jaaa`at rusulunaa luuthon siii`a bihim wa dhooqo bihim zar'aw wa qoola haazaa yaumun 'ashiib
"Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Lut, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan)nya. Dia (Lut) berkata, Ini hari yang sangat sulit."
(QS. Hud 11: Ayat 77)

وَجَآءَهٗ قَوْمُهٗ يُهْرَعُوْنَ اِلَيْهِ   ۗ  وَمِنْ قَبْلُ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ  ۗ  قَالَ يٰقَوْمِ هٰٓ ؤُلَآ ءِ بَنٰتِيْ هُنَّ اَطْهَرُ لَـكُمْ  ۚ  فَاتَّقُوْا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ فِيْ ضَيْفِيْ  ۗ  اَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَّشِيْدٌ
wa jaaa`ahuu qoumuhuu yuhro'uuna ilaiih, wa ming qoblu kaanuu ya'maluunas-sayyi`aat, qoola yaa qoumi haaa`ulaaa`i banatii hunna ath-haru lakum fattaqulloha wa laa tukhzuuni fii dhoifii, a laisa mingkum rojulur rosyiid
"Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Lut berkata, Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?"
(QS. Hud 11: Ayat 78)

قَالُوْا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَـنَا فِيْ بَنٰتِكَ مِنْ حَقٍّ  ۚ  وَاِنَّكَ لَـتَعْلَمُ مَا نُرِيْدُ
qooluu laqod 'alimta maa lanaa fii banaatika min haqq, wa innaka lata'lamu maa nuriid
"Mereka menjawab, Sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu; dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki."
(QS. Hud 11: Ayat 79)

قَالَ لَوْ اَنَّ لِيْ بِكُمْ قُوَّةً اَوْ اٰوِيْۤ اِلٰى رُكْنٍ شَدِيْدٍ
qoola lau anna lii bikum quwwatan au aawiii ilaa ruknin syadiid
"Dia (Lut) berkata, Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada Allah Yang Maha Kuat (tentu aku lakukan)."
(QS. Hud 11: Ayat 80)

قَالُوْا يٰلُوْطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ  لَنْ يَّصِلُوْۤا اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَلَا  يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلَّا امْرَاَتَكَ ۗ  اِنَّهٗ مُصِيْبُهَا مَاۤ اَصَابَهُمْ ۗ   اِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۗ  اَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيْبٍ
qooluu yaa luuthu innaa rusulu robbika lay yashiluuu ilaika fa asri bi`ahlika biqith'im minal-laili wa laa yaltafit mingkum ahadun illamro`atak, innahuu mushiibuhaa maaa ashoobahum, inna mau'idahumush-shub-h, a laisash-shub-hu biqoriib
"Mereka (para malaikat) berkata, Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah bersama keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?"
(QS. Hud 11: Ayat 81)

فَلَمَّا جَآءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ ۙ    مَّنْضُوْدٍ
fa lammaa jaaa`a amrunaa ja'alnaa 'aaliyahaa saafilahaa wa amthornaa 'alaihaa hijaarotam min sijjiilim mandhuud
"Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkir-balikkan negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar,"
(QS. Hud 11: Ayat 82)

مُّسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ ۗ  وَ مَا هِيَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ
musawwamatan 'inda robbik, wa maa hiya minazh-zhoolimiina biba'iid
"yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim."
(QS. Hud 11: Ayat 83)

وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًا   ۗ  قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ   ۗ  وَلَا تَـنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ اِنِّيْۤ اَرٰٮكُمْ بِخَيْرٍ وَّاِنِّيْۤ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيْطٍ
wa ilaa madyana akhoohum syu'aibaa, qoola yaa qoumi'budulloha maa lakum min ilaahin ghoiruh, wa laa tangqushul-mikyaala wal-miizaana inniii arookum bikhoiriw wa inniii akhoofu 'alaikum 'azaaba yaumim muhiith
"Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Dia berkata, Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (kiamat)."
(QS. Hud 11: Ayat 84)

وَيٰقَوْمِ اَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ بِالْقِسْطِ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ
wa yaa qoumi auful-mikyaala wal-miizaana bil-qisthi wa laa tabkhosun-naasa asy-yaaa`ahum wa laa ta'sau fil-ardhi mufsidiin
"Dan wahai kaumku! Penuhilah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di Bumi dengan berbuat kerusakan."
(QS. Hud 11: Ayat 85)

بَقِيَّتُ اللّٰهِ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ  ۚ  وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ
baqiyyatullohi khoirul lakum ing kuntum mu`miniin, wa maaa ana 'alaikum bihafiizh
"Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu."
(QS. Hud 11: Ayat 86)

قَالُوْا يٰشُعَيْبُ اَصَلٰوتُكَ تَأْمُرُكَ اَنْ نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ اٰبَآ ؤُنَاۤ اَوْ اَنْ نَّـفْعَلَ فِيْۤ اَمْوَالِنَا مَا نَشٰٓ ؤُا   ۗ  اِنَّكَ لَاَنْتَ الْحَـلِيْمُ الرَّشِيْدُ
qooluu yaa syu'aibu a sholaatuka ta`muruka an natruka maa ya'budu aabaaa`unaaa au an naf'ala fiii amwaalinaa maa nasyaaa`, innaka la`antal-haliimur-rosyiid
"Mereka berkata, Wahai Syu'aib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai."
(QS. Hud 11: Ayat 87)

قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَرَزَقَنِيْ مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا   ۗ  وَمَاۤ اُرِيْدُ اَنْ اُخَالِفَكُمْ اِلٰى مَاۤ اَنْهٰٮكُمْ عَنْهُ   ۗ  اِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ   ۗ  وَمَا تَوْفِيْقِيْۤ اِلَّا بِاللّٰهِ  ۗ  عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ
qoola yaa qoumi a ro`aitum ing kuntu 'alaa bayyinatim mir robbii wa rozaqonii min-hu rizqon hasanaw wa maaa uriidu an ukhoolifakum ilaa maaa an-haakum 'an-h, in uriidu illal-ishlaaha mastatho't, wa maa taufiiqiii illaa billaah, 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib
"Dia (Syu'aib) berkata, Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali."
(QS. Hud 11: Ayat 88)

وَيٰقَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِيْۤ اَنْ يُّصِيْبَكُمْ مِّثْلُ مَاۤ اَصَابَ قَوْمَ نُوْحٍ اَوْ  قَوْمَ هُوْدٍ اَوْ قَوْمَ صٰلِحٍ ۗ  وَمَا قَوْمُ لُوْطٍ مِّنْكُمْ  بِبَعِيْدٍ
wa yaa qoumi laa yajrimannakum syiqooqiii ay yushiibakum mislu maaa ashooba qouma nuuhin au qouma huudin au qouma shoolih, wa maa qoumu luuthim mingkum biba'iid
"Dan wahai kaumku! Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu berbuat dosa, sehingga kamu ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud, atau kaum Saleh, sedang kaum Lut tidak jauh dari kamu."
(QS. Hud 11: Ayat 89)

وَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْۤا اِلَيْهِ ۗ  اِنَّ رَبِّيْ رَحِيْمٌ  وَّدُوْدٌ
wastaghfiruu robbakum summa tuubuuu ilaiih, inna robbii rohiimuw waduud
"Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih."
(QS. Hud 11: Ayat 90)

قَالُوْا يٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَقُوْلُ وَاِنَّا لَـنَرٰٮكَ فِيْنَا ضَعِيْفًا  ۚ  وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنٰكَ ۖ  وَمَاۤ اَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيْزٍ
qooluu yaa syu'aibu maa nafqohu kasiirom mimmaa taquulu wa innaa lanarooka fiinaa dho'iifaa, walau laa rohthuka larojamnaaka wa maaa anta 'alainaa bi'aziiz
"Mereka berkata, Wahai Syu'aib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami."
(QS. Hud 11: Ayat 91)

قَالَ يٰقَوْمِ اَرَهْطِيْۤ اَعَزُّ عَلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ   ۗ  وَ اتَّخَذْتُمُوْهُ وَرَآءَكُمْ ظِهْرِيًّا  ۗ  اِنَّ رَبِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
qoola yaa qoumi a rohthiii a'azzu 'alaikum minalloh, wattakhoztumuuhu warooo`akum zhihriyyaa, inna robbii bimaa ta'maluuna muhiith
"Dia (Syu'aib) menjawab, Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu (diabaikan)? Ketahuilah (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan."
(QS. Hud 11: Ayat 92)

وَيٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌ  ۗ  سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ  ۙ  مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَمَنْ هُوَ كَاذِبٌ  ۗ  وَارْتَقِبُوْۤا اِنِّيْ مَعَكُمْ رَقِيْبٌ
wa yaa qoumi'maluu 'alaa makaanatikum innii 'aamil, saufa ta'lamuuna may ya`tiihi 'azaabuy yukhziihi wa man huwa kaazib, wartaqibuuu innii ma'akum roqiib
"Dan wahai kaumku! Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah! Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu."
(QS. Hud 11: Ayat 93)

وَلَمَّا جَآءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا  ۚ  وَاَخَذَتِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دِيَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ
wa lammaa jaaa`a amrunaa najjainaa syu'aibaw wallaziina aamanuu ma'ahuu birohmatim minnaa, wa akhozatillaziina zholamush-shoihatu fa ashbahuu fii diyaarihim jaasimiin
"Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya,"
(QS. Hud 11: Ayat 94)

كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا  ۗ  اَ لَا بُعْدًا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُوْدُ
ka`al lam yaghnau fiihaa, alaa bu'dal limadyana kamaa ba'idat samuud
"seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, binasalah penduduk Madyan sebagaimana kaum Samud (juga) telah binasa."
(QS. Hud 11: Ayat 95)

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى  بِاٰيٰتِنَا وَسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ
wa laqod arsalnaa muusaa bi`aayaatinaa wa sulthoonim mubiin
"Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan bukti yang nyata,"
(QS. Hud 11: Ayat 96)

اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَاۡ ئِهٖ فَاتَّبَعُوْۤا اَمْرَ فِرْعَوْنَ ۚ  وَمَاۤ اَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيْدٍ
ilaa fir'auna wa mala`ihii fattaba'uuu amro fir'auun, wa maaa amru fir'auna birosyiid
"kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun bukanlah (perintah) yang benar."
(QS. Hud 11: Ayat 97)

يَقْدُمُ قَوْمَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فَاَوْرَدَهُمُ النَّارَ ۗ  وَبِئْسَ الْوِرْدُ  الْمَوْرُوْدُ
yaqdumu qoumahuu yaumal-qiyaamati fa aurodahumun-naar, wa bi`sal-wirdul-mauruud
"Dia (Fir'aun) berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, lalu membawa mereka masuk ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang dimasuki."
(QS. Hud 11: Ayat 98)

وَاُتْبِعُوْا فِيْ هٰذِهٖ لَـعْنَةً وَّيَوْمَ الْقِيٰمَةِ   ۗ  بِئْسَ الرِّفْدُ الْمَرْفُوْدُ
wa utbi'uu fii haazihii la'nataw wa yaumal-qiyaamah, bi`sar-rifdul-marfuud
"Dan mereka diikuti dengan laknat di sini (dunia) dan (begitu pula) pada hari Kiamat. (Laknat) itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan."
(QS. Hud 11: Ayat 99)

ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الْـقُرٰى نَقُصُّهٗ عَلَيْكَ مِنْهَا قَآئِمٌ وَّحَصِيْدٌ
zaalika min ambaaa`il-quroo naqushshuhuu 'alaika min-haa qooo`imuw wa hashiid
"Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah."
(QS. Hud 11: Ayat 100)

وَمَا ظَلَمْنٰهُمْ وَلٰـكِنْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ فَمَاۤ اَغْنَتْ عَنْهُمْ اٰلِهَتُهُمُ الَّتِيْ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ لَّمَّا جَآءَ اَمْرُ رَبِّكَ ۗ   وَمَا زَادُوْهُمْ غَيْرَ تَتْبِيْبٍ
wa maa zholamnaahum wa laakin zholamuuu anfusahum fa maaa aghnat 'an-hum aalihatuhumullatii yad'uuna min duunillaahi min syai`il lammaa jaaa`a amru robbik, wa maa zaaduuhum ghoiro tatbiib
"Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikit pun bagi yang mereka sembah selain Allah. Ketika siksaan Tuhanmu datang, sesembahan itu hanya menambah kebinasaan bagi mereka."
(QS. Hud 11: Ayat 101)

وَكَذٰلِكَ اَخْذُ رَبِّكَ اِذَاۤ اَخَذَ الْقُرٰى وَهِيَ ظَالِمَةٌ   ۗ  اِنَّ اَخْذَهٗۤ اَلِيْمٌ شَدِيْدٌ
wa kazaalika akhzu robbika izaaa akhozal-quroo wa hiya zhoolimah, inna akhzahuuu aliimun syadiid
"Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat."
(QS. Hud 11: Ayat 102)

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ الْاٰخِرَةِ  ۗ  ذٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوْعٌ   ۙ   لَّهُ النَّاسُ وَذٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُوْدٌ
inna fii zaalika la`aayatal liman khoofa 'azaabal-aakhiroh, zaalika yaumum majmuu'ul lahun-naasu wa zaalika yaumum masy-huud
"Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk)."
(QS. Hud 11: Ayat 103)

وَمَا  نُؤَخِّرُهٗۤ اِلَّا لِاَجَلٍ مَّعْدُوْدٍ
wa maa nu`akhkhiruhuuu illaa li`ajalim ma'duud
"Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan."
(QS. Hud 11: Ayat 104)

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ اِلَّا  بِاِذْنِهٖ ۚ  فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَّسَعِيْدٌ
yauma ya`ti laa takallamu nafsun illaa bi`iznih, fa min-hum syaqiyyuw wa sa'iid
"Ketika hari itu datang, tidak seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia."
(QS. Hud 11: Ayat 105)
فَاَمَّا الَّذِيْنَ شَقُوْا فَفِى النَّارِ لَهُمْ فِيْهَا زَفِيْرٌ وَّشَهِيْقٌ
fa ammallaziina syaquu fa fin-naari lahum fiihaa zafiiruw wa syahiiq
"Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih."
(QS. Hud 11: Ayat 106)

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ   ۗ  اِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ
khoolidiina fiihaa maa daamatis-samaawaatu wal-ardhu illaa maa syaaa`a robbuk, inna robbaka fa''aalul limaa yuriid
"Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki."
(QS. Hud 11: Ayat 107)

وَاَمَّا الَّذِيْنَ سُعِدُوْا فَفِى الْجَـنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ   ۗ  عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوْذٍ
wa ammallaziina su'iduu fa fil-jannati khoolidiina fiihaa maa daamatis-samaawaatu wal-ardhu illaa maa syaaa`a robbuk, 'athooo`an ghoiro majzuuz
"Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya."
(QS. Hud 11: Ayat 108)

فَلَا تَكُ فِيْ مِرْيَةٍ مِّمَّا يَعْبُدُ هٰٓ ؤُلَآ ءِ   ۗ  مَا يَعْبُدُوْنَ اِلَّا كَمَا يَعْبُدُ اٰبَآ ؤُهُمْ مِّنْ قَبْلُ ۗ  وَاِنَّا لَمُوَفُّوْهُمْ نَصِيْبَهُمْ غَيْرَ مَنْقُوْصٍ
fa laa taku fii miryatim mimmaa ya'budu haaa`ulaaa`, maa ya'buduuna illaa kamaa ya'budu aabaaa`uhum ming qobl, wa innaa lamuwaffuuhum nashiibahum ghoiro mangquush
"Maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah. Mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah. Kami pasti akan menyempurnakan pembalasan (terhadap) mereka tanpa dikurangi sedikit pun."
(QS. Hud 11: Ayat 109)

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ فَاخْتُلِفَ فِيْهِ  ۗ  وَ لَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ لَـقُضِيَ بَيْنَهُمْ  ۗ  وَاِنَّهُمْ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيْبٍ
wa laqod aatainaa muusal-kitaaba fakhtulifa fiih, walau laa kalimatun sabaqot mir robbika laqudhiya bainahum, wa innahum lafii syakkim min-hu muriib
"Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkannya. Dan kalau tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Sungguh, mereka (orang kafir Mekah) benar-benar dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al-Qur'an)."
(QS. Hud 11: Ayat 110)

وَاِنَّ كُلًّا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ اَعْمَالَهُمْ   ۗ  اِنَّهٗ بِمَا يَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
wa inna kullal lammaa layuwaffiyannahum robbuka a'maalahum, innahuu bimaa ya'maluuna khobiir
"Dan sesungguhnya kepada masing-masing (yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
(QS. Hud 11: Ayat 111)

فَاسْتَقِمْ كَمَاۤ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا   ۗ  اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
fastaqim kamaaa umirta wa man taaba ma'aka wa laa tathghou, innahuu bimaa ta'maluuna bashiir
"Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Hud 11: Ayat 112)

وَلَا تَرْكَنُوْۤا اِلَى  الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ ۙ  وَمَا لَـكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ  اَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
wa laa tarkanuuu ilallaziina zholamuu fa tamassakumun-naaru wa maa lakum min duunillaahi min auliyaaa`a summa laa tunshoruun
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan."
(QS. Hud 11: Ayat 113)

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَـفًا مِّنَ الَّيْلِ  ۗ  اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِ  ۗ  ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ
wa aqimish-sholaata thorofayin-nahaari wa zulafam minal-laiil, innal-hasanaati yuz-hibnas-sayyi`aat, zaalika zikroo liz-zaakiriin
"Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)."
(QS. Hud 11: Ayat 114)

وَاصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
washbir fa innalloha laa yudhii'u ajrol-muhsiniin
"Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Hud 11: Ayat 115)

فَلَوْ لَا كَانَ مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْ قَبْلِكُمْ اُولُوْا بَقِيَّةٍ يَّـنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِى الْاَرْضِ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّنْ اَنْجَيْنَا مِنْهُمْ  ۚ  وَاتَّبَعَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مَاۤ اُتْرِفُوْا فِيْهِ وَكَانُوْا مُجْرِمِيْنَ
falau laa kaana minal-quruuni ming qoblikum uluu baqiyyatiy yan-hauna 'anil-fasaadi fil-ardhi illaa qoliilam mim man anjainaa min-hum, wattaba'allaziina zholamuu maaa utrifuu fiihi wa kaanuu mujrimiin
"Maka mengapa tidak ada di antara umat-umat sebelum kamu orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang yang telah Kami selamatkan. Dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa."
(QS. Hud 11: Ayat 116)

وَمَا  كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ وَّاَهْلُهَا مُصْلِحُوْنَ
wa maa kaana robbuka liyuhlikal-quroo bizhulmiw wa ahluhaa mushlihuun
"Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Hud 11: Ayat 117)

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَـعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا يَزَالُوْنَ  مُخْتَلِفِيْنَ
walau syaaa`a robbuka laja'alan-naasa ummataw waahidataw wa laa yazaaluuna mukhtalifiin
"Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat),"
(QS. Hud 11: Ayat 118)

اِلَّا مَنْ رَّحِمَ رَبُّكَ  ۗ  وَلِذٰلِكَ خَلَقَهُمْ  ۗ  وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَاَمْلَـئَنَّ جَهَـنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ
illaa mar rohima robbuk, wa lizaalika kholaqohum, wa tammat kalimatu robbika la`amla`anna jahannama minal-jinnati wan-naasi ajma'iin
"kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya."
(QS. Hud 11: Ayat 119)

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ  ۚ  وَجَآءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَـقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
wa kullan naqushshu 'alaika min ambaaa`ir-rusuli maa nusabbitu bihii fu`aadaka wa jaaa`aka fii haazihil-haqqu wa mau'izhotuw wa zikroo lil-mu`miniin
"Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang yang beriman."
(QS. Hud 11: Ayat 120)

وَقُلْ لِّـلَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ ۗ  اِنَّا عٰمِلُوْنَ
wa qul lillaziina laa yu`minuuna'maluu 'alaa makaanatikum, innaa 'aamiluun
"Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang yang tidak beriman, Berbuatlah menurut kedudukanmu, kami pun benar-benar akan berbuat,"
(QS. Hud 11: Ayat 121)

وَانْـتَظِرُوْا   ۚ  اِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ
wantazhiruu, innaa muntazhiruun
"dan tunggulah, sesungguhnya kami pun termasuk yang menunggu."
(QS. Hud 11: Ayat 122)

وَلِلّٰهِ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاِلَيْهِ يُرْجَعُ الْاَمْرُ  كُلُّهٗ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۗ  وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
wa lillaahi ghoibus-samaawaati wal-ardhi wa ilaihi yurja'ul-amru kulluhuu fa'bud-hu wa tawakkal 'alaiih, wa maa robbuka bighoofilin 'ammaa ta'maluun
"Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan Bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Hud 11: Ayat 123)

Vidio Bacaan Surat Hud Lengkap
Teman-teman yang ingin mendengarkan lantunan ayat surat Hud ini kalian tinggan klik tombol play pada vidio di bawah.


Sekian postingan pada kesempatan kali ini semoga saja bermanfaat buat teman-teman yang sedang mencari Bacaan Surat Hud Lengkap. sebelum menutup halaman ini saya harapkan agar teman-teman menyempatkan waktunya untuk mengshare artikel ini ke sosial media, Barangkali ada teman kita di media sosial yang tertarik untuk membacanya dan dengan mereka membaca kitapun bisa dapat pahala. Terima kasih telah berkunjung

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bacaan Surat Hud Ayat 1-123 Arab, Latin, Dan Terjemahan Bahasa Indonesia